View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

18/06/26

‎Personel Jajaran Kodim 0903/Bulungan Nobar Bola Bersama Masyarakat di Beberapa Wilayah Kab. Bulungan ‎

 


‎Bulungan – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan oleh personel jajaran Kodim 0903/Bulungan bersama masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan, Kamis malam (18/06/2026).

‎Kegiatan nobar tersebut digelar di beberapa titik, mulai dari kafe, kompleks perumahan, hingga tempat-tempat berkumpul warga. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dengan hadirnya para pecinta sepak bola yang turut memadati lokasi nobar untuk menyaksikan jalannya pertandingan bersama personel TNI.

‎Melalui kegiatan ini, para Babinsa dan personel Koramil jajaran Kodim 0903/Bulungan berbaur langsung dengan masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban. Selain menjadi sarana hiburan bagi warga, kegiatan nobar juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

‎Di sela-sela kegiatan, personel TNI turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban lingkungan. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

‎Dandim 0903/Bulungan menyampaikan bahwa kegiatan nobar bersama masyarakat merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis yang dilakukan oleh satuan teritorial guna mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

‎“Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat lebih dekat dengan masyarakat. Selain menikmati pertandingan bersama, momen ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan menjaga hubungan harmonis antara TNI dan warga,” ujarnya.

‎Masyarakat yang hadir mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut mereka, nobar bersama personel TNI memberikan suasana yang berbeda karena selain menambah semarak pertandingan, juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga dan aparat di lingkungan sekitar.

‎Dengan terselenggaranya kegiatan nobar Piala Dunia 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Bulungan, diharapkan sinergitas antara Kodim 0903/Bulungan dan masyarakat semakin kuat serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah kehidupan bermasyarakat.

TNI dan Warga Percepat Penyempurnaan Jembatan Perintis Garuda dengan Pemasangan Kawat Ram Pagar

 



Lumajang – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Danramil 0821-17/Pasrujambe, Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., bersama Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe Serma Yunus Ariyanto, Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo, serta warga setempat melanjutkan pengerjaan pemasangan kawat ram pagar jembatan di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahap penyempurnaan konstruksi Jembatan Perintis Garuda yang selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat dalam menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian warga setempat.


Pada pengerjaan hari ini, personel TNI bersama warga melaksanakan pemasangan kawat ram pada pagar jembatan sebagai tahap akhir dari proses pemasangan pengaman sisi jembatan. Keberadaan kawat ram dinilai penting untuk meningkatkan keamanan pengguna sekaligus memperkuat konstruksi pagar agar lebih kokoh dan tahan lama.


Saat dikonfirmasi Danramil 0821-17/Pasrujambe Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat serta upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


"Melalui kerja sama dan gotong royong seperti ini, pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan hasilnya dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap Jembatan Perintis Garuda nantinya semakin aman dan nyaman digunakan," ujarnya.


Dengan terus berlanjutnya pengerjaan pada berbagai bagian konstruksi, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera rampung secara optimal dan mampu menjadi sarana penghubung yang aman, kokoh, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Karanganom dan sekitarnya. (Pendim0821)

Gotong Royong Bangun Desa, Babinsa dan Warga Duren Perkuat Pondasi Pelebaran Jalan

 


Lumajang – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Duren bersama aparat kewilayahan dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Babinsa Duren Koramil 0821-05/Klakah, Kopka Oli Julian Mandatjan, turun langsung mendampingi warga melaksanakan kegiatan karya bakti pembuatan pondasi pelebaran jalan di Dusun Darungan Kidul RT 001 RW 003, Desa Duren, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat akses transportasi masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di wilayah pedesaan. Dalam pelaksanaannya, Babinsa turut bergotong royong bersama warga, menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Duren, Supriyono, didampingi Kepala Dusun Darungan Kidul, Purwanto, serta Kepala UPT Pengairan Kecamatan Klakah, Solihin. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.


Kopka Oli Julian Mandatjan mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di desa.

“Kami selalu siap hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui karya bakti ini, kami berharap proses pembangunan berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar dia.


Sementara itu, Kepala Desa Duren, Supriyono, mengatakan bahwa pembangunan pondasi pelebaran jalan di Dusun Darungan Kidul merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.


"Jalan ini merupakan akses penting bagi warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Dengan adanya pelebaran jalan yang diawali pembangunan pondasi yang kuat, kami berharap akses transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.


Melalui kegiatan karya bakti pembuatan pondasi pelebaran jalan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan. (Pendim0821)

Dukung Mobilitas Masyarakat, Babinsa Alun Alun Bantu Pemdes dalam Pembangunan Jalan Dusun

 



Lumajang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa Alun Alun Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Ade Irwan Tukan, melaksanakan pendampingan sekaligus karya bakti pembangunan jalan rabat beton di Dusun Darungan RT 006 RW 004, Desa Alun Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan bersama masyarakat setempat dalam suasana gotong royong yang penuh kebersamaan. Pembangunan jalan rabat beton ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas akses jalan lingkungan sehingga dapat menunjang kelancaran aktivitas warga dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.


Di sela kegiatan, Kopka Ade Irwan Tukan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


"Kami selalu siap mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan adanya jalan rabat beton ini, diharapkan akses warga menjadi lebih baik sehingga aktivitas sosial maupun ekonomi dapat berjalan lebih lancar," ujar dia.


Sementara itu, Kepala Dusun Darungan, Muhammad Nur, mengatakan bahwa pembangunan jalan rabat beton merupakan langkah penting dalam upaya perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur di lingkungan dusun. Menurutnya, kondisi jalan yang lebih layak akan memberikan dampak positif bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.


"Jalan ini merupakan akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial. Dengan adanya perbaikan melalui pembangunan rabat beton, kami berharap masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih aman, nyaman, dan tahan lama. Infrastruktur yang baik tidak hanya membutuhkan pembangunan, tetapi juga kepedulian masyarakat dalam pemeliharaannya agar tetap layak digunakan dan mampu menunjang kelancaran aktivitas warga di masa mendatang," ungkapnya.


Melalui sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam kegiatan karya bakti tersebut, pembangunan jalan rabat beton diharapkan dapat selesai sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Darungan. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat. (Pendim0821)

Yayasan Kartika Jaya Kodim 0821 Lumajang Gelar Gala Ceria Pelepasan Siswa TK Kelompok B

 


Lumajang – Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0821 Cabang IV-70 menggelar kegiatan Gala Ceria dalam rangka pelepasan putra-putri Kelompok B Tahun Ajaran 2025/2026, bertempat di Hall Alka Cafe Kabupaten Lumajang, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru, dihadiri pengurus yayasan, guru, wali murid, serta para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang telah mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.


“Pelepasan ini bukan hanya seremoni akhir tahun ajaran, tetapi menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral anak sejak dini, sehingga dibutuhkan sinergi yang baik antara sekolah dan keluarga.


“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, pembentukan karakter, akhlak, dan semangat belajar harus terus ditanamkan sejak usia dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.


Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari penampilan kreativitas siswa hingga prosesi pelepasan yang disambut haru oleh para orang tua.


Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Kartika Jaya diharapkan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, kreatif, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa yang unggul.(Pendim 0821).

Sunat Gratis Hari Bhayangkara ke-80, Bentuk Nyata Kepedulian Polda Papua terhadap Kesehatan Anak

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Polri berupa sunat gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Biddokkes Polda Papua, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh personel Biddokkes Polda Papua, Pengurus Bhayangkari, para peserta sunat gratis beserta orang tua atau wali yang turut mendampingi selama pelaksanaan kegiatan.


Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan sunat gratis yang dilaksanakan oleh tim medis Biddokkes Polda Papua. Setelah pelaksanaan sunat, para peserta menerima sarung gratis dan bingkisan dari Biddokkes Polda Papua sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.


Selain itu, Pengurus Bhayangkari turut memberikan bingkisan kepada para peserta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80.


Koordinator pelaksanaan kegiatan, AKP dr. Fajar, menjelaskan bahwa program sunat gratis merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.


“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan sunat gratis di lingkungan Biddokkes Polda Papua. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar AKP dr. Fajar.


Sementara itu, salah satu wali peserta, Ibu Saharia, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Papua beserta jajaran Biddokkes Polda Papua atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


“Kami sebagai orang tua mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua dan Biddokkes Polda Papua atas pelaksanaan sunat gratis ini. Semoga Polri semakin jaya, sukses, dan terus hadir membantu masyarakat,” ungkapnya.


Sebagai tindak lanjut pelayanan kesehatan, seluruh peserta dijadwalkan kembali menjalani kontrol pada hari Sabtu untuk pergantian perban dan pemberian obat oleh personel Biddokkes guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., juga mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.


“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Sunat gratis ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Panen dan Tanam Serentak! Malang Jadi Saksi Percepatan Swasembada Gula Nasional


MALANG, Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMN gula, dan para petani terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional serta mempercepat terwujudnya swasembada gula. Hal ini diimplementasikan melalui kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak yang merupakan bagian dari Program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (18/6).


Kegiatan ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan tebu secara berkelanjutan. Program bongkar ratoon dianggap sebagai strategi vital dalam budidaya tebu karena bertujuan untuk meremajakan tanaman yang telah mengalami penurunan produktivitas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, memperbaiki kualitas bahan baku, serta menciptakan efisiensi usaha tani. Selain itu, penggunaan bibit unggul dan penerapan praktik budidaya yang lebih modern turut menjadi fokus utama guna meningkatkan daya saing industri gula nasional.


Acara yang berlangsung di lahan pertanian Kabupaten Malang tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kab. Malang H. Sanusi, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat, serta Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri.


Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra tebu terbesar di Indonesia. Provinsi ini diharapkan menjadi motor penggerak utama peningkatan produktivitas melalui berbagai program transformasi budidaya, termasuk bongkar ratoon.


"Jawa Timur merupakan tulang punggung produksi gula nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus menjadi perhatian bersama. Program bongkar ratoon yang kita laksanakan hari ini adalah langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, PT SGN, dan petani dapat mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Khofifah.


Sementara itu, Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa program bongkar ratoon menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Menurutnya, peningkatan produktivitas harus menjadi agenda utama mengingat kebutuhan gula nasional yang terus meningkat setiap tahunnya.


"Program ini adalah strategi yang didorong pemerintah untuk memperbaiki produktivitas tebu rakyat. Tanaman yang sudah menurun perlu diremajakan agar potensi hasil kembali optimal. Kementerian Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta program penguatan budidaya yang berorientasi pada peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani tebu," jelasnya.


Direktur Operasional PT SGN, Kuntoro Boga Andri, menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group, PT SGN berkomitmen mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, hingga penerapan mekanisasi pertanian.


"Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani adalah fondasi utama untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing. Kami optimistis program bongkar ratoon akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu dan keberlanjutan industri gula nasional," ungkap Kuntoro.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat transformasi sektor pergulaan nasional diharapkan terus terjaga. Program bongkar ratoon tidak hanya menjadi upaya peningkatan hasil produksi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.


Tentang PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN)


PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau yang dikenal dengan Sugar Co merupakan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang agroindustri komoditas gula. Perusahaan didirikan pada 17 Agustus 2021 berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian PT SGN merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup dan termasuk dalam 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional.


PT SGN mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara, 2 Pabrik Gula PT PG Rajawali I, 3 Pabrik Gula PT PG Rajawali II, dan 1 Pabrik Gula PT Candi Baru yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Saat ini, perusahaan terus melakukan restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat, serta unit-unit pendukung lainnya guna meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba, Tokoh Masyakarat Papua Sebut Pengawasan Pelajar Kunci Menekan Kejahatan 3C di Papua

 


Jayapura – Tokoh masyarakat Papua, Denny Alverth Wafumilena, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang saat ini digelar Polda Papua dalam rangka menekan angka kejahatan 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Menurut Denny, tingginya angka kejahatan, terutama curanmor, tidak terlepas dari pengaruh peredaran minuman keras dan narkoba yang masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Ia menilai penyalahgunaan narkoba memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya tindak kriminal yang terjadi di Kota Jayapura.


“Jika ingin menekan angka kejahatan, maka akar masalahnya juga harus ditangani. Salah satunya adalah peredaran narkoba yang selama ini menjadi pemicu berbagai tindak kriminal,” ujarnya.


Selain itu, Denny juga menyoroti rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap lingkungan sekitar yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Menurutnya, masyarakat perlu lebih peka dan tidak bersikap individualistis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.


Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian melalui patroli, razia, serta penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan. Namun demikian, Denny berharap kegiatan preventif tersebut dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna mempersempit ruang gerak para pelaku.


“Patroli dan razia kendaraan bermotor harus terus dilaksanakan secara konsisten. Kehadiran polisi di lapangan sangat penting untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak kejahatan,” katanya.


Lebih lanjut, Denny menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.


Menurutnya, pemeriksaan urine secara berkala dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mendeteksi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ia menilai pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan saat penerimaan siswa atau mahasiswa baru, tetapi perlu dilaksanakan secara rutin, misalnya setiap tiga hingga enam bulan sekali.


“Pemeriksaan urine harus dilakukan secara profesional dan tidak bertujuan mencari kesalahan. Langkah ini merupakan upaya pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,” jelasnya.


Denny juga mendorong adanya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan pihak sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, termasuk alat tes urine serta program pembinaan bagi pelajar.


Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun aparat penegak hukum. Peran keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala kampung, hingga ketua RT sangat dibutuhkan karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan kehidupan sosial masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa kenakalan remaja tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi berbagai faktor seperti lingkungan pergaulan, kondisi ekonomi, pendidikan, hingga kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan program pembinaan dan kegiatan positif yang mampu menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda.


Denny juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu berbagai tindak kekerasan dan gangguan kamtibmas. Menurutnya, perilaku menyimpang yang awalnya dianggap sebagai pelanggaran kecil tidak boleh diabaikan karena berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius.


Ia mengingatkan bahwa kelompok-kelompok tertentu dapat memanfaatkan para remaja yang tidak memiliki aktivitas positif untuk melakukan tindakan provokatif maupun gangguan keamanan lainnya. Karena itu, pembinaan dan perhatian terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama.


“Pencegahan kejahatan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Semua pihak harus bersinergi agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” tegasnya.


Di akhir penyampaiannya, Denny mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.


Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membawa barang berharga atau menggunakan perhiasan secara mencolok di tempat umum karena hal tersebut dapat memancing niat pelaku kejahatan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bepergian seorang diri di lokasi yang sepi, terutama pada malam hari.


Untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor, Denny mengimbau masyarakat agar memarkir kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memasang kamera pengawas atau CCTV apabila memungkinkan.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada aparat keamanan maupun perangkat kampung setempat.


“Keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian saja. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat agar lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi semua,” tutup Denny.