Pegunungan Bintang — Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Provinsi Papua melaksanakan pemantauan terhadap kios/outlet/toko pangan sebagai pengendali inflasi di wilayah Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Berdasarkan laporan, terdapat tiga kios atau outlet pangan yang menjadi titik pemantauan, berlokasi di Jalan PKT, Distrik Oksibil. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta memantau perkembangan harga di wilayah tersebut.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi, khususnya melalui transportasi udara.
Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat mencapai Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter.
Komoditas gula juga mengalami kenaikan, dengan harga gula kiloan mencapai Rp40.000 per kilogram. Pada sektor daging, ayam potong dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp195.000 per kilogram.
Selain itu, harga telur ayam lokal tercatat sebesar Rp120.000 per rak. Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual Rp100.000 per kilogram dan bawang putih Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp100.000 per kilogram.
Penanggung jawab kios/outlet tersebut, Variati Darwis, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi akibat tingginya biaya angkut, mengingat sebagian besar pasokan bahan pangan didistribusikan melalui jalur udara.
Satgasda Pangan Papua menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang.
Secara umum, stok bahan pangan masih tersedia, meskipun harga cenderung mengalami kenaikan. Kegiatan pemantauan berlangsung dengan lancar dan didukung dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.









