View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

05/03/26

Satgas Pangan Temukan Penjualan Beras di Atas HET di Supiori


Supiori — Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan pangan di wilayah setempat, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan adanya penjualan beras premium dan medium yang melebihi ketentuan harga eceran tertinggi (HET).


Pengawasan yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIT di Jalan Raya Sorendiweri, Kabupaten Supiori, menyasar salah satu toko ritel, yakni Toko Jusma Mart. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.


Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, tim Satgas menemukan bahwa Toko Jusma Mart memperdagangkan beras premium dengan harga Rp17.000 per kilogram dan beras medium dengan harga Rp16.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai melebihi ketentuan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.


Selain itu, petugas juga mencatat bahwa toko tersebut tidak memiliki stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng merek Minyakita. Sementara itu, gula konsumsi dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, yang juga melebihi ketentuan HET. Adapun gula merek Gulaku dijual seharga Rp20.000 per kilogram.


Dalam kegiatan tersebut, pedagang telah diberikan penjelasan mengenai ketentuan harga pangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Sebagai tindak lanjut, dinas terkait akan menerbitkan surat teguran kepada Toko Jusma Mart. Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Supiori juga mewajibkan pihak toko untuk melakukan penyesuaian harga dan melaporkan hasilnya kepada Satgas dalam waktu yang telah ditentukan.


Apabila tidak melakukan penyesuaian harga sesuai ketentuan, Satgas menegaskan akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Satgas Saber Kabupaten Supiori menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap pasokan dan harga pangan di wilayah Papua, khususnya di tingkat kabupaten, guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri.


Kegiatan pengawasan tersebut dilaporkan berlangsung aman dan lancar serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, kualitas, dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Satgas Pangan Papua Pantau Stok dan Harga Beras di Gudang Distributor Jayapura


Jayapura — Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Papua melakukan pemantauan pasokan dan harga bahan pangan di sejumlah gudang distributor di Kota Jayapura, Kamis (5/3/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut dilaksanakan sebagai upaya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Papua, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri.


Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Tim Satgas melakukan pemantauan langsung terhadap pasokan dan harga komoditas pangan, khususnya beras, di sejumlah gudang distributor.


Di Gudang CV Kharisma Jaya, tim menemukan beberapa jenis beras premium yang dipasarkan dengan harga berbeda. Beras merek Putri Hoki dan Bunga Pandan masing-masing dijual dengan harga Rp412.000 per 25 kilogram, sementara beras merek 99 dijual seharga Rp330.000 per 20 kilogram. Untuk kategori beras medium, beras merek Rumah Semut tercatat dijual dengan harga Rp370.000 per 25 kilogram.


Selain itu, pemantauan juga dilakukan di Gudang Saga. Di lokasi tersebut, beras premium merek Sedap Wangi dijual seharga Rp88.000 per 5 kilogram, beras merek 99 seharga Rp91.500 per 5 kilogram, dan beras merek Bernas dengan harga Rp81.500 per 5 kilogram.


Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Papua menyatakan bahwa pengawasan terhadap pasokan dan harga bahan pangan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, harga tetap stabil, serta mutu dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat dapat terjamin.


Selama pelaksanaan kegiatan pemantauan tersebut, situasi dilaporkan berlangsung aman dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan kegiatan.

Patroli Gabungan Polres Lanny Jaya Cipta Kondisi di Kabupaten Lanny Jaya

 


Lanny Jaya - Polres Lanny Jaya bersama Satgas ODC dan Satgas Gakum melaksanakan patroli gabungan di Kabupaten Lanny Jaya pada Kamis (5/3/2026). Patroli ini bertujuan menciptakan kondisi aman dan kondusif di wilayah Lanny Jaya.


Kapolres Lanny Jaya, AKBP Frans D. Tamaela, memimpin patroli yang menyasar beberapa lokasi, termasuk RSUD Tiom, Distrik Tiom Neri, dan Gereja Harapan Yelonggo. Situasi terpantau aman dan terkendali.


"Patroli ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempersempit ruang gerak KKB di Lanny Jaya," kata Kapolres Lanny Jaya.


Polres Lanny Jaya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan untuk menjaga keamanan di wilayah Lanny Jaya.

POLRES LANNY JAYA SERAHKAN TALI ASIH UNTUK DUKUNG KONGRES PEREMPUAN BAPTIS JEMAAT KOMUNIKI

  


Tiom, 5 Maret 2026 — Kapolres Lanny Jaya, AKBP Frans D. Tamaela, menyerahkan tali asih kepada Pengurus Gereja Baptis Jemaat Komuniki, Distrik Nogi, Tiom, Kamis (5/3), dalam rangka mendukung pelaksanaan Kongres Perempuan Baptis Papua Jemaat Komuniki Tahun 2026 di Kabupaten Lanny Jaya.


Kegiatan yang berlangsung di Gereja Baptis Komuniki tersebut dihadiri oleh Kapolres Lanny Jaya didampingi Kabag SDM IPTU Yunus Basuki, S.Sos, Kasat Intelkam IPDA Gede Cipta Adi Permana, Kasi Propam IPDA Frangki Pattileuw, KSPKT IPDA Ronald Mayor, serta personel Polres Lanny Jaya. Dari pihak gereja hadir Pdt. Rocki Tabuni selaku pengurus jemaat.


Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang terjalin baik antara pihak gereja dan Polres Lanny Jaya serta berharap dukungan tokoh agama dalam menjaga harkamtibmas di Kabupaten Lanny Jaya. Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa 4 karung beras kemasan 50 kg, 10 kg gula kopi, dan 6 karton mie instan untuk mendukung kegiatan kongres.


Sementara itu, Pdt. Rocki Tabuni mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Polres Lanny Jaya. Ia menyampaikan bahwa Kongres Perempuan Baptis Jemaat Komuniki akan dilaksanakan pada 6 hingga 8 Maret 2026 dan diikuti oleh Jemaat Baptis Komuniki Tiom.


Kegiatan penyerahan tali asih ini merupakan bentuk sinergitas Polri dengan tokoh agama dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.

Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Penerbangan, Imigrasi Siapkan ITKT

 


DENPASAR – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap eskalasi konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara. Kondisi geopolitik tersebut berdampak langsung pada terganggunya jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia.


Sebagai bentuk perlindungan hukum bagi warga negara asing (WNA) yang terdampak, Ditjen Imigrasi meluncurkan kebijakan pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT). Fasilitas ini diberikan dengan masa berlaku hingga 30 hari dan memiliki opsi perpanjangan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi WNA yang tertahan akibat situasi darurat global.


Selain pemberian izin tinggal, pemerintah juga memberikan keringanan biaya bagi WNA yang mengalami overstay atau kelebihan masa tinggal akibat pembatalan penerbangan. WNA yang bersangkutan tidak akan dikenakan denda (Rp0), dengan syarat melampirkan surat keterangan resmi dari maskapai penerbangan atau otoritas bandara yang menyatakan bahwa keterlambatan tersebut murni disebabkan oleh gangguan wilayah udara.


Data terbaru hingga Kamis (5/3) menunjukkan bahwa dampak kebijakan ini mulai terlihat di lapangan, khususnya di daerah tujuan wisata utama. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melaporkan telah menerima sedikitnya 58 warga negara asing yang mengajukan ITKT. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring belum stabilnya situasi penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, mengimbau seluruh WNA di wilayah kerjanya yang terdampak untuk segera mengurus administrasi mereka secara langsung (walk-in). Para pemohon diminta membawa dokumen persyaratan lengkap, yaitu paspor asli, surat pembatalan penerbangan dari maskapai, serta bukti tiket yang dibatalkan agar proses layanan ITKT dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. (*)

Rafael Victor Tibul Serukan Pemuda Papua Bersatu Jaga Kondusivitas Kota Jayapura


Jayapura – Aktivis intelektual pemuda Papua, Rafael Victor Tibul, mengajak seluruh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Jayapura, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah.


Dalam penyampaiannya, Rafael menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Jayapura merupakan ruang hidup bersama yang mencerminkan keberagaman dan toleransi di Tanah Papua.


“Menjelang Hari Raya Idulfitri, mari kita sama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tugas kita semua sebagai warga yang tinggal di kota ini,” ujarnya.


Ia menyebut Jayapura sebagai miniatur Indonesia dan etalase pembangunan Papua, sehingga  setiap dinamika yang terjadi harus disikapi dengan kedewasaan. Secara tidak langsung, Rafael mengingatkan bahwa berbagai isu yang berkembang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menciptakan perpecahan jika masyarakat tidak bersatu.


Menurutnya, toleransi dan semangat kebersamaan harus terus dijaga agar tidak muncul aksi-aksi yang dapat mengganggu ketenangan publik. Ia juga meminta para pemuda dan aktivis untuk menjadi garda terdepan dalam meredam provokasi yang ditimbulkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.


“Kita jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang memecah belah, baik dari dalam maupun dari luar. Dengan persatuan, kita akan tetap hidup rukun dan damai,” tegasnya.


Rafael menambahkan bahwa peran tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga keamanan. Ia berharap momentum Idulfitri dapat menjadi penguat nilai toleransi serta solidaritas antarwarga di wilayah Kabupaten/Kota Jayapura dan sekitarnya.

Polisi Menyapa di RRI, Polresta dan Pemkot Jayapura Pastikan Keamanan Ramadhan hingga Idul Fitri Tetap Kondusif


Jayapura – Kepolisian bersama Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog interaktif “Polisi Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio LPP RRI Jayapura, Kamis (5/3/2026) pagi.


Dialog yang bertema "Pemerintah Kota Jayapura Jamin Keamanan dan Kenyamanan di Bulan Suci Ramadhan serta Jelang Perayaan Idul Fitri 2026" dipandu oleh presenter Arul Firmansyah ini menghadirkan narasumber Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol I Nengah S. Gapar, S.Sos serta Plt. Sekda Kota Jayapura Muchlis Kari, S.E., M.M., dengan turut dihadiri Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Dalam dialog tersebut, Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol I Nengah S. Gapar menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jayapura hingga saat ini masih terjaga dengan baik.


“Secara umum situasi kamtibmas di wilayah Kota Jayapura sampai saat ini relatif aman dan kondusif. Tidak terdapat gangguan menonjol yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Aktivitas masyarakat, baik pemerintahan, ekonomi, pendidikan maupun kegiatan sosial berjalan normal sebagaimana mestinya,” ujarnya.


Untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Polresta Jayapura Kota terus meningkatkan kegiatan patroli di berbagai wilayah. Patroli difokuskan pada titik-titik rawan, pusat keramaian, kawasan permukiman serta lokasi ibadah guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas maupun ibadah.


“Patroli rutin terus kami tingkatkan, termasuk pengamanan di masjid-masjid yang melaksanakan salat tarawih. Selain itu, kami juga melaksanakan patroli subuh dan kegiatan cipta kondisi untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.


Terkait fenomena balap liar yang kerap terjadi menjelang subuh, Kompol I Nengah menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan patroli intensif di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar seperti kawasan Jembatan Merah dan Jembatan Youtefa (Holtekamp).


“Patroli subuh kami fokuskan di kawasan tersebut hingga wilayah Ring Road. Sampai saat ini dari hasil pemantauan belum ditemukan aktivitas balap liar, sehingga langkah preventif yang dilakukan cukup efektif dalam menekan potensi gangguan keamanan,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa dalam menjaga stabilitas keamanan, kepolisian tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan berbagai unsur masyarakat.


“Kami terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perangkat lingkungan seperti RT, RW, kelurahan hingga distrik. Melalui komunikasi yang baik, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.


Sementara itu, Plt. Sekda Kota Jayapura Muchlis Kari menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa salah satu program yang dijalankan pemerintah adalah kegiatan “turun kampung” yang bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta menyerap aspirasi secara langsung.


“Dalam kegiatan tersebut juga telah disepakati komitmen bersama antara pemerintah, ondoafi, dan para kepala suku untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura. Setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan komunikasi yang baik,” jelasnya.


Menurutnya, pemerintah juga terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui forum dialog publik yang digelar setiap hari Senin di Main Hall Kantor Wali Kota Jayapura.


“Melalui forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan langsung aspirasi, keluhan maupun masukan terkait pelayanan pemerintah dan pembangunan di Kota Jayapura,” tambahnya.


Terkait peredaran minuman keras, Pemerintah Kota Jayapura juga telah memiliki peraturan daerah yang mengatur pembatasan penjualan miras, termasuk pembatasan waktu operasional pada momen hari besar keagamaan seperti Natal maupun selama bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri.


“Penjualan miras hanya diperbolehkan di tempat-tempat tertentu yang memiliki izin resmi. Pada momen hari besar keagamaan juga diberlakukan pembatasan jam operasional sebagai langkah menjaga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.


Dalam aspek ekonomi, Pemerintah Kota Jayapura bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Polri, TNI, dan instansi terkait juga terus memantau ketersediaan serta stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.


“Sejauh ini hasil pemantauan di pasar menunjukkan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan stok bahan pangan dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Idul Fitri,” katanya.


Melalui dialog interaktif tersebut, baik Kepolisian maupun Pemerintah Kota Jayapura mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan suci Ramadhan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan warga, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tutup Kompol I Nengah.


Berbagi Berkah Ramadan 1447 H, Satlantas Polres Supiori Tebar Ratusan Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas


Jayapura – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Supiori melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat, Rabu (04/03/2026).


Kegiatan yang dipimpin Kasat Lantas Polres Supiori, Iptu Muhammad Ruslan, bersama personel Satlantas tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Supiori. Sasaran pembagian takjil adalah para pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.


Kapolres Supiori, Kompol Frits Joni Erari, S.E., M.M., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.


“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga upaya mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat serta membawa keberkahan bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ucap Iptu Ruslan.


Selain membagikan takjil, personel Satlantas juga menyampaikan imbauan kepada para pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara, terutama menjelang waktu berbuka puasa yang kerap diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pun terasa, mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial Polri di tengah masyarakat pada Bulan Suci Ramadan.