View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

31/01/26

Uskup Timika Soroti Luka Sosial dan Tantangan Pendidikan di Tanah Papua

  


Jayapura – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menegaskan bahwa dunia pendidikan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Mimika, masih menghadapi tantangan yang serius dan kompleks. 


Keterbatasan sarana prasarana, kemiskinan, hambatan jarak geografis, hingga luka sosial yang dirasakan masyarakat disebut turut memengaruhi semangat belajar anak-anak, terutama anak asli Papua. 


“Kondisi ini nyata kita hadapi setiap hari,” ujarnya.


Sebagai langkah konkret menjawab persoalan tersebut, Uskup Timika mengagendakan lokakarya bersama para pemangku kepentingan serta para guru Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) yang akan dilaksanakan pada April 2026. 


Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah YPPK, baik yang berada di wilayah pesisir maupun pedalaman Mimika.


Dalam pesannya, Uskup Bernardus mengingatkan bahwa budaya Papua mengajarkan nilai kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. 


“Kita tidak berjalan sendiri. Kita saling menopang dan menjaga,” katanya.


Ia menggambarkan tanah sebagai sumber nilai kehidupan bagi orang Papua. Dari tanah, manusia belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan harapan, layaknya benih yang harus dirawat dengan sungguh-sungguh sebelum akhirnya berbuah.


Menurutnya, banyak anak di Papua yang masih mencari arah hidup, sehingga peran guru menjadi sangat penting sebagai penuntun dan pemberi arah. 


“Guru menghantar murid kepada terang, bukan menjadi tujuan. Kita dipanggil membawa mereka kepada Sang Guru Sejati, Yesus Kristus,” ungkapnya.


Uskup Bernardus juga menyebut guru sebagai “penjaga api kehidupan” dalam budaya Papua, yakni penjaga semangat, nilai, dan harapan generasi masa depan. 


“Menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi tanggung jawab adat dan iman,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa guru sejati harus menjadi teladan dalam kesabaran, kesetiaan, dan kerendahan hati, serta berjalan seiring bersama keluarga, gereja, dan masyarakat dalam mendidik anak-anak. 


“Setiap anak adalah benih masa depan Papua. Jika hari ini kita setia menjaga api itu, suatu saat Papua akan menuai terang,” pungkasnya.

Babinsa Koramil 0910-11/Data Dian Bersama Warga Bersihkan Jalan Desa

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan melalui kegiatan karya bakti pembersihan jalan desa yang dilaksanakan di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, Sabtu (31/1/2025).


Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0910-11/Data Dian, Koptu Yusri, turut hadir dan terjun langsung bersama masyarakat setempat. Dengan penuh semangat kebersamaan, Babinsa bersama warga membersihkan rumput liar, mengangkat material sisa, serta merapikan badan jalan agar akses jalan desa kembali bersih, rapi, dan nyaman dilalui.


Koptu Yusri menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan karya bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna membantu masyarakat serta menjaga keharmonisan di wilayah binaan. “Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.


Kehadiran Babinsa mendapat respons positif dari warga Desa Data Dian. Masyarakat mengapresiasi peran aktif Babinsa yang selalu hadir dan siap membantu dalam setiap kegiatan kemasyarakatan sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung.


Kegiatan karya bakti berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui sinergi antara Babinsa dan warga, diharapkan kebersihan lingkungan desa dapat terus terjaga serta semangat gotong royong sebagai budaya bangsa tetap lestari di tengah kehidupan bermasyarakat.


(Pendim 0910)

Satlantas Polres Mamberamo Tengah Gelar Pelayanan Pagi untuk Wujudkan Kamseltibcarlantas

 


Jayapura – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mamberamo Tengah melaksanakan kegiatan pelayanan pagi kepada masyarakat, Jumat (30/1/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Pelayanan pagi difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Warabuke–Kobakma, terutama pada jam sibuk saat masyarakat memulai aktivitas. Kehadiran personel Satlantas di lokasi tersebut bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.


Kasat Lantas Polres Mamberamo Tengah, Ipda B. Buamona, S.H., mengatakan bahwa pelayanan pagi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari sebagai bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat.


“Pelayanan pagi ini kami laksanakan secara konsisten untuk memastikan arus lalu lintas tetap tertib dan lancar, serta meminimalisasi potensi terjadinya kecelakaan,” ucap Kasat Lantas.


Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel Satlantas juga melakukan tindakan preemtif dan preventif melalui teguran secara humanis kepada pengendara yang melakukan pelanggaran. Teguran diberikan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm serta kendaraan yang tidak dilengkapi kelengkapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Dalam kesempatan tersebut, Kasat Lantas juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mematuhi rambu lalu lintas,” tambahnya.


Polres Tolikara Kawal Penyaluran Sembako untuk Pengungsi Kebakaran Giling Batu–Kogome Karubaga

 


Jayapura – Polres Tolikara mengawal penyaluran bantuan (sembako) bagi para pengungsi korban kebakaran di wilayah Giling Batu–Kogome, Kota Karubaga, yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tolikara pada Jumat (30/01/2026). 


Penyaluran bantuan dilakukan di sembilan titik lokasi berkumpulnya para pengungsi. Pengawalan dilakukan guna memastikan proses distribusi bantuan kemanusiaan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.


Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., serta didampingi Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir. Kegiatan tersebut juga dikawal personel Polres Tolikara.


Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., M.A., para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BNPB, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Michel Dandirwalu, S.Th., M.M., Kasat Reskrim Polres Tolikara Iptu Marcelino Rumambi, S.H., M.H., Kasi Humas Polres Tolikara Ipda Michel Milan Simopiaref, Kasubbag Strajemen Bag Ren Polres Tolikara Ipda Jhon V. Saroi, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.


Adapun sembilan titik lokasi penyaluran bantuan meliputi Gereja Ebenhaezer, Jalan Masuk Giling Batu (Ujung Bandara), enam titik lokasi di wilayah Kogome, serta Masjid Baitul Muttaqin.


Bantuan sembako yang disalurkan antara lain beras, mi instan, telur, gula, ikan sarden, teh, kopi, susu kaleng, air galon, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya berupa kasur, bantal, selimut, peralatan mandi, dan peralatan dapur seperti kompor, panci, dispenser, serta alat makan. Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan delapan unit kendaraan roda empat.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., menyampaikan rasa empati dan keprihatinannya kepada para korban kebakaran.


“Musibah kebakaran ini merupakan duka kita bersama. Pemerintah Kabupaten Tolikara hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini. Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi, namun kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ucap Bupati.


Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tolikara akan membuka pos pengungsian di Kantor Distrik Karubaga. Selain itu, dinas-dinas terkait akan dikerahkan untuk membantu proses penerbitan kembali dokumen dan surat-surat penting milik warga yang ikut terbakar.


Sementara itu, Wakapolres Tolikara menegaskan bahwa Polres Tolikara berkomitmen penuh dalam mengawal kegiatan kemanusiaan serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.


“Kami memastikan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Polres Tolikara akan terus hadir mendampingi pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti ini,” katanya.


Penyaluran bantuan sembako berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat sambutan positif dari para pengungsi. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tolikara, Polres Tolikara, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjaga guna mempercepat pemulihan pascakebakaran di wilayah Giling Batu–Kogome Karubaga.


Sembilan Peserta Ikuti Sidang Menuju Rikkes Tahap II SIPSS 2026 di Polda Papua

 


Jayapura – Sebanyak sembilan peserta mengikuti Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Cendrawasih Mako Lama Polda Papua, Jumat (30/01/2026) malam.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Diapers SSDM Polri, Kombes Pol Sugiarto, S.H., S.I.K., M.Si,  dan Kabid Kesmapta Rokespol Pusdokkes Polri Kombes Pol Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, M.M,  melalui daring yang dilaksanakan secara transparan dengan pengawasan internal dan eksternal dari panitia pusat hingga daerah.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubag Seleksi Bag Dalpers SDM Polda Papua Kompol Darwis, S.Sos., M.M, serta unsur Bid Propam, Biddokkes, Bidkeu, dan pengawas dari SPN Polda Papua.


Dalam sambutannya, Kombes Pol Sugiarto menyampaikan bahwa seluruh peserta seleksi SIPSS telah mengikuti rangkaian tahapan seleksi secara lengkap, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes psikologi, hingga Tes Kompetensi Khusus (TKK).


“Seluruh peserta telah mengetahui nilai masing-masing. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara nilai yang dimiliki dengan yang ditampilkan di layar, peserta dipersilakan segera menyampaikan kepada panitia untuk dilakukan pengecekan,” ucap Kombes Sugiarto.


Ia menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel dengan pengawasan berlapis dari Mabes Polri hingga jajaran Polda.


Secara nasional, jumlah peserta seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026 tercatat sebanyak 463 orang, yang terdiri dari 298 peserta pria dan 165 peserta wanita.


Sementara itu, Karo SDM Polda Papua Kombes Pol Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa Polda Papua berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan seleksi SIPSS yang profesional dan berintegritas.


“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi SIPSS di Polda Papua berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, transparan, dan bebas dari intervensi. Proses ini diharapkan mampu menghasilkan calon perwira Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.


Adapun dari sembilan peserta yang mengikuti sidang di Polda Papua, terdiri dari tiga peserta pria dan enam peserta wanita. Berdasarkan hasil sidang, satu peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dengan latar belakang S1 Kedokteran, sementara delapan peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).


Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses seleksi penerimaan Polri yang objektif, profesional, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.




30/01/26

Anjangsana Danramil 0910-04/Pujungan Pererat Sinergi Bersama Aparat Kecamatan

  


PUJUNGAN, Malinau – Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antara TNI dan aparat pemerintahan kecamatan, Danramil 0910-04/Pujungan Kapten Inf Mashuri A. Bakari melaksanakan kegiatan anjangsana di Kantor Camat Pujungan, Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Jumat (30/1/2026).


Kegiatan anjangsana tersebut menjadi sarana komunikasi dan koordinasi guna memperkuat kerja sama lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan pembinaan teritorial serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Kecamatan Pujungan.


Hadir dalam kegiatan tersebut: Bapak Rondi, Sekretaris Camat Pujungan; Bapak Rudi Hartono, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Pujungan; Serta Bapak Laing Jating, Plt Trantib Kecamatan Pujungan.


Dalam suasana penuh keakraban, Kapten Inf Mashuri A. Bakari menegaskan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara TNI dan aparat kecamatan sebagai fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.


“Melalui kegiatan anjangsana ini, kami berharap sinergi dan komunikasi antara TNI dan aparat kecamatan semakin solid, sehingga setiap permasalahan di wilayah dapat diselesaikan secara bersama-sama demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapten Inf Mashuri A. Bakari.


(Pendim 0910)

Babinsa Kodim 1022 Tanah Bumbu Hadir di Tengah Warga Lewat Program Jumat Berkah

 


TANAH BUMBU — Babinsa dari Koramil jajaran Kodim 1022/Tanah Bumbu melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di wilayah binaan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dengan berbagi kepada masyarakat sekitar, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.


Program Jumat Berkah diisi dengan berbagai aksi nyata, seperti pembagian makanan, bantuan sembako, serta kegiatan sosial lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat semangat kebersamaan.


Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Jumat Berkah oleh seluruh Babinsa di jajaran Kodim 1022/Tanah Bumbu.


“Jumat Berkah adalah momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap Babinsa dapat terus hadir di tengah warga, memberikan manfaat nyata, serta menumbuhkan semangat berbagi. Kodim 1022/Tanah Bumbu berkomitmen untuk mendukung program-program sosial yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujar Dandim.


Ia menambahkan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat dalam membangun Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.


Kegiatan berlangsung lancar, penuh kebersamaan, dan disambut antusias oleh masyarakat di berbagai desa binaan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan Babinsa menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyat. (*)


Emilianus Tikuk: Selain Ketahanan Pangan, Bertani Jagung Mampu Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Papua

 


Papua, OPINI - Tokoh masyarakat Papua, Emilianus Tikuk, S.H., M.M., menegaskan bahwa pertanian jagung tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.


Menurut Emilianus, Papua memiliki potensi lahan yang sangat luas dan subur, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, sektor pertanian dapat menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat kampung.


“Bertani jagung bukan hanya soal makan, tetapi soal ekonomi. Jika lahan dikelola dengan baik, hasilnya bisa menjadi pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan keluarga Papua,” ujar Emilianus.


Ia menilai jagung sebagai komoditas strategis karena memiliki masa panen relatif cepat serta pasar yang jelas. Selain itu, pertanian jagung dinilai mampu menggerakkan ekonomi kampung secara langsung, mulai dari produksi hingga distribusi hasil panen.


Emilianus juga menekankan bahwa masyarakat Papua perlu membangun kemandirian ekonomi dan tidak terus bergantung pada bantuan sementara. Selama ini, banyak lahan produktif dibiarkan terbengkalai akibat keterbatasan alat, pendampingan, serta minimnya kesadaran kolektif untuk mengolah potensi sendiri.


“Papua bukan miskin tanah, Papua kaya lahan. Yang membuat kita tertinggal adalah karena terlalu lama lahan kita dibiarkan tidur,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, Emilianus mengaku telah terlibat langsung dalam mendorong masyarakat untuk kembali bertani melalui penyediaan benih jagung, pupuk, serta pendampingan. Dukungan tersebut kini diperkuat dengan kehadiran alat pertanian seperti traktor dan jonder untuk membuka kembali lahan-lahan yang lama tidak digarap.


“Kalau alat sudah ada, benih ada, pupuk ada, maka tidak ada alasan lagi lahan dibiarkan kosong. Ini saatnya Papua bangkit lewat pertanian,” tambahnya.


Perlahan, kesadaran masyarakat pun mulai tumbuh. Warga mengakui bahwa dorongan dan pendekatan yang dilakukan Emilianus telah mengubah cara pandang mereka terhadap lahan yang selama ini dianggap tidak bernilai.


“Masyarakat mulai sadar bahwa tanah ini bukan untuk ditinggalkan. Sekarang kami melihat peluang dan siap mendukung program ketahanan pangan dengan kembali mengolah lahan,” ungkap salah satu perwakilan warga.


Masyarakat berharap pertanian jagung tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga membawa perubahan sosial dan ekonomi yang nyata bagi kehidupan mereka.


Menutup pernyataannya, Emilianus mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersatu membangun kampung melalui pertanian produktif, karena ketahanan pangan dan kesejahteraan harus dimulai dari tanah sendiri.


“Kalau kita bertani, kita tidak hanya menghasilkan makanan, tetapi juga uang dan masa depan. Papua harus bangkit dengan kekuatan tanahnya sendiri,” pungkasnya.