View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

14/01/26

Ciptakan Keamanan Tetap Kondusif, Sat Binmas Polres Sarmi Ajak Warga Aktifkan Kembali Regu Siskamling

  


Jayapura - Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif, Satuan Binmas Polres Sarmi melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas di kawasan Pasar Sentral Kelurahan Mararena, Kabupaten Sarmi, Selasa (13/1/2026). 


Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan humanis Polri sekaligus sarana memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui komunikasi langsung di lapangan.


Pada kegiatan tersebut, KBO Binmas Polres Sarmi, IPDA Syarifuddin, S.Sos., didampingi dua personel Sat Binmas, menyambangi para pedagang dan penjual di Pasar Mararena sembari melakukan pendataan serta dialog kamtibmas secara langsung. Suasana komunikasi berlangsung santai namun tetap informatif, sehingga pesan-pesan keamanan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.


Sambang kamtibmas ini difokuskan pada ajakan kepada warga untuk kembali mengaktifkan regu siskamling sebagai bentuk pengawasan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. 


IPDA Syarifuddin menyampaikan bahwa peran aktif warga melalui siskamling dan Pam Swakarsa sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di kawasan pasar yang memiliki tingkat aktivitas cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.


Dalam kesempatan tersebut, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan, termasuk hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele namun dapat berdampak besar apabila dibiarkan. Kesadaran dan kepedulian bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang aman, tertib, dan terpantau.


Selain itu, KBO Binmas Polres Sarmi juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan sosial dan kebersamaan antarwarga. Menurutnya, hubungan sosial yang baik akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menumbuhkan rasa saling peduli di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan sambang ini, Sat Binmas Polres Sarmi berharap dapat terus menjalin kemitraan yang kuat dengan masyarakat dalam menjaga kamtibmas, khususnya di wilayah Pasar Sentral Mararena. Warga juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana dalam pengawasan lingkungan sehari-hari, seperti melakukan cek dan pantau secara rutin terhadap situasi sekitar.


IPDA Syarifuddin menekankan pentingnya pelaporan cepat apabila ditemukan adanya indikasi gangguan kamtibmas. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian melalui pos polisi terdekat, Call Center 110, maupun layanan WhatsApp Lapor Kapolres Sarmi.


“Kami mengajak seluruh warga untuk mengaktifkan kembali siskamling sebagai bentuk kepedulian bersama, serta segera melaporkan setiap potensi kerawanan melalui layanan resmi kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin,” tutupnya.

Dukung Program Ketahanan Pangan Kampung, Bhabinkamtibmas Sawara Jaya SP VI Hadiri Rapat Pembahasan

 


Jayapura - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaannya, Bhabinkamtibmas Kampung Sawara Jaya SP VI, Distrik Waropen Bawah, Bripka Otniel Manioni menghadiri rapat pembahasan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Balai Kampung Sawara Jaya SP VI, Selasa (13/1/2026).


Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kepala Kampung Sawara Jaya bersama aparat kampung sebagai bagian dari perencanaan pemanfaatan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2025. 


Rapat difokuskan pada pembahasan rencana penggunaan anggaran sebesar Rp40.400.000 yang dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan kampung, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandirian pangan warga.


Rapat ini dihadiri oleh Kepala Kampung Sawara Jaya, Ketua Bamuskam, penyuluh pertanian, aparat kampung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat Kampung Sawara Jaya SP VI.


Dalam kesempatan tersebut, Bripka Otniel Manioni menyampaikan bahwa kehadirannya sebagai Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap setiap program pembangunan kampung yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan,


“Kami dari Polres Waropen melalui peran Bhabinkamtibmas sangat mendukung program ketahanan pangan ini karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus kesejahteraan warga Kampung Sawara Jaya.”


Lebih lanjut, Bripka Otniel juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang baik dan bertanggung jawab. 


“Kami berharap anggaran yang telah dialokasikan dapat dikelola secara transparan dan tepat sasaran, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan pembangunan kampung,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Bhabinkamtibmas juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan aparat kampung untuk terus menjaga sinergi serta situasi kamtibmas yang kondusif, agar setiap program pembangunan kampung dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.


Polda Papua Bangun 11 SPPG, Target Serap 457 Tenaga Kerja Muda

  


Jayapura _ Polda Papua tengah menyelesaikan pembangunan 11 unit Stasiun Pengisian Pertalite dan Gas (SPPG) di sejumlah wilayah Papua sebagai upaya memperluas akses bahan bakar sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda. Program ini diproyeksikan menyerap sekitar 457 tenaga kerja lokal dan memberi manfaat bagi lebih dari 36.000 warga.


Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.A.P., di Jayapura, Selasa (13/1/2026), menyampaikan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berorientasi pada pelayanan energi, tetapi juga berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran SPPG diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh bahan bakar serta mendorong anak muda lokal memiliki pekerjaan yang layak.


Saat ini, dua unit SPPG telah beroperasi di Kota Jayapura. Sementara sembilan unit lainnya masih dalam tahap pembangunan, masing-masing empat unit di Merauke, dua unit di Boven Digoel, serta masing-masing satu unit di Biak, Keerom, dan Wamena. Pemilihan wilayah tersebut diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.


Kombes Pol. Jermias Rontini menyebut, keberadaan SPPG diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Papua. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir dalam mendukung peningkatan kesejahteraan warga.


Ia berharap seluruh proyek SPPG dapat segera rampung dan beroperasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya para pekerja muda yang mendapatkan peluang kerja baru.

13/01/26

Respons Cepat Polairud Polres Waropen Selamatkan Seluruh Korban Laka Laut di Saireri

  


Jayapura - Satuan Polairud Polres Waropen menunjukkan respons cepat atau quick response dalam menangani kecelakaan laut yang terjadi di perairan Saireri, pesisir Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen. Berkat kesigapan personel, seluruh korban kecelakaan laut tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Selasa (13/01/26).


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIT oleh seorang warga yang melintas menggunakan speed boat dari Kampung Mambai menuju Waropen. 


Saat berada di sekitar Tanjung 14 Laut Saireri, warga tersebut melihat sebuah speed boat terbalik akibat cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Pelapor kemudian memberikan pertolongan awal dengan mengevakuasi sejumlah korban ke pinggir pantai sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polairud.


Menerima laporan tersebut, Satuan Polairud Polres Waropen langsung bergerak menuju lokasi kejadian di bawah pimpinan Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak. Setibanya di lokasi, personel segera melakukan evakuasi serta memastikan seluruh korban berada dalam kondisi aman. 


Berdasarkan hasil pendataan, para korban diketahui melakukan perjalanan dari Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen, namun mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem saat melanjutkan perjalanan pada Selasa pagi.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Polairud Polres Waropen. 


“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Respons cepat ini sangat menentukan sehingga seluruh korban dapat diselamatkan,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar. 


“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.


Adapun korban kecelakaan laut yang seluruhnya dinyatakan selamat, yakni Oto Eldrin Jitmau, Nufendi Tuan, Anita Erari, Aplena Gamai, Esau Yakup Jitmau, Abraham Jitmau, Petrus Pandori, Daniel Perkowe, dan Hanok Sikowai. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan kesehatan awal oleh petugas.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp128 juta yang meliputi satu unit speed boat, dua unit mesin tempel, satu unit sepeda motor, sebuah tas berisi laptop, serta sejumlah uang tunai. Hingga saat ini, bangkai speed boat dan mesin tempel belum dapat dievakuasi karena keterbatasan peralatan.


Keberhasilan evakuasi ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran cepat personel Polairud, sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Waropen.

Merajut Perdamaian Papua Lewat Nilai Pancasila

 


Papua - Komjen Pol (Purn.) Paulus Waterpauw, putra asli Papua yang saat ini menempuh pendidikan doktoral di Universitas Indonesia, menawarkan pendekatan alternatif untuk merespons polarisasi di media sosial melalui disertasinya berjudul “Model Resolusi Konflik Berbasis Nilai Pancasila di Tengah Polarisasi Media Sosial.”


Dalam penelitiannya, Waterpauw mengkaji dinamika generasi muda Papua dan hubungan mereka dengan nilai-nilai Pancasila di ruang digital. Melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan ratusan peserta di Jayapura, ia menemukan bahwa generasi muda Papua tidak menolak Pancasila sebagai ideologi negara. Namun, mereka mempertanyakan bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sosial, terutama menyangkut keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.


Penelitian ini juga mengungkap masih kuatnya memoria passionis atau ingatan kolektif atas luka sejarah yang memengaruhi ekspresi generasi muda Papua di media sosial. Meski begitu, muncul pula narasi alternatif yang menonjolkan budaya, solidaritas, serta harapan melalui konten digital dan kampanye damai. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dan persatuan masih hidup dan tumbuh.


Berdasarkan temuan tersebut, Waterpauw merumuskan model resolusi konflik berbasis nilai Pancasila yang diadaptasi untuk konteks media sosial. Model ini mencakup pemetaan polarisasi digital, penguatan literasi digital berbasis Pancasila, dialog lintas kelompok, pengembangan narasi positif, serta kolaborasi partisipatif dengan masyarakat lokal.


Ia juga menyoroti peran masing-masing platform media sosial sebagai ruang strategis perdamaian: Facebook sebagai forum dialog komunitas, TikTok sebagai media ekspresi kreatif, Instagram sebagai ruang afirmasi identitas budaya, dan X sebagai arena diskursus publik.


Waterpauw menegaskan bahwa Pancasila harus dipahami sebagai etika hidup yang dinamis di ruang digital. Resolusi konflik, menurutnya, tidak hanya berfokus pada meredam perdebatan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan sosial dan kesadaran kolektif sebagai satu bangsa.


“Papua bukan semata tentang konflik, tetapi tentang harapan,” tegasnya dalam penutup penelitian. Ia memandang Pancasila sebagai jalan untuk merajut kembali empati dan nilai kebangsaan, bahkan di tengah kerasnya dinamika ruang digital.

Pemkab Puncak: Kami Mohon Maaf, Konflik Kwamki Narama Telah Meresahkan Warga Mimika

  


Mimika — Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh masyarakat Mimika atas konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama. Permintaan maaf tersebut disampaikan pasca proses perdamaian yang dilakukan pada Senin (12/1/2026).


Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, bersama Pj Sekda Puncak, Nenu Tabuni, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden yang berlangsung hampir empat bulan tersebut. Konflik yang melibatkan masyarakat, yang sebagian besar merupakan warga Kabupaten Puncak dan berdomisili di Distrik Kwamki Narama, telah menimbulkan keresahan serta mengganggu aktivitas warga Mimika.


Dalam pernyataannya, Nenu Tabuni menyebutkan bahwa konflik tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu bukan merupakan konflik antarsuku, melainkan murni konflik internal keluarga masyarakat asal Puncak.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Mimika, masyarakat Mimika, serta aparat keamanan atas konflik yang terjadi. Situasi ini sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Puncak berharap, dengan tercapainya kesepakatan damai, insiden serupa tidak kembali terjadi dan stabilitas keamanan di wilayah Mimika dapat pulih sepenuhnya.

Polda Papua Bangun 11 SPPG, Target Serap 457 Tenaga Kerja Muda

  


Jayapura _ Polda Papua tengah menyelesaikan pembangunan 11 unit Stasiun Pengisian Pertalite dan Gas (SPPG) di sejumlah wilayah Papua sebagai upaya memperluas akses bahan bakar sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda. Program ini diproyeksikan menyerap sekitar 457 tenaga kerja lokal dan memberi manfaat bagi lebih dari 36.000 warga.


Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.A.P., di Jayapura, Selasa (13/1/2026), menyampaikan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berorientasi pada pelayanan energi, tetapi juga berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran SPPG diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh bahan bakar serta mendorong anak muda lokal memiliki pekerjaan yang layak.


Saat ini, dua unit SPPG telah beroperasi di Kota Jayapura. Sementara sembilan unit lainnya masih dalam tahap pembangunan, masing-masing empat unit di Merauke, dua unit di Boven Digoel, serta masing-masing satu unit di Biak, Keerom, dan Wamena. Pemilihan wilayah tersebut diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.


Kombes Pol. Jermias Rontini menyebut, keberadaan SPPG diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Papua. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir dalam mendukung peningkatan kesejahteraan warga.


Ia berharap seluruh proyek SPPG dapat segera rampung dan beroperasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya para pekerja muda yang mendapatkan peluang kerja baru.

Panitia Natal Polda Papua Gelar Donor Darah untuk Sesama

 


Jayapura - Dalam rangka perayaan Natal Polda Papua Tahun 2025, Panitia Natal Polda Papua melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan kepada sesama, Selasa (13/01/26).


Kegiatan tersebut bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Papua Lama dan berlangsung dengan tertib, aman, serta lancar.


Kegiatan donor darah ini diikuti oleh panitia Natal Polda Papua serta personel Polda Papua yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. 


Sejak pagi hari, para pendonor mengikuti rangkaian tahapan mulai dari registrasi, pendaftaran melalui aplikasi donor darah, pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan hemoglobin, hingga pelaksanaan pengambilan darah oleh petugas medis.


Auditor Kepolisian Madya TK. III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol. Ramses Sianipar, S.I.K., M.H., selaku Wakil Ketua Panitia Natal Polda Papua, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Natal Polda Papua yang puncaknya akan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 mendatang. 


“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan donor darah sebagai wujud aksi kemanusiaan dalam rangka perayaan Natal Polda Papua. Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap tetesan darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Ramses Sianipar menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas antar sesama, khususnya di lingkungan Polda Papua. Ia berharap niat tulus seluruh pendonor dapat menjadi berkat bagi banyak orang. 


“Semoga niat baik ini membawa berkat, dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.


Kegiatan donor darah ini turut dihadiri oleh Kasubbid Sunluhkum Bidkum Polda Papua, Kompol Jubelina Wally selaku Koordinator Seksi Kunjungan Kasih, panitia Natal Polda Papua, serta personel Polda Papua. 


Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Natal yang penuh kasih dan kepedulian.