View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

08/01/26

Pastikan Akuntabilitas, Bid Labfor Polda Papua Uji Keaslian Barang Bukti Sebelum Dimusnahkan di BNNP

 


Jayapura – Sebagai bentuk penerapan prinsip transparansi dan profesionalisme dalam penegakan hukum, Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Papua melakukan pengujian teknis terhadap barang bukti narkotika sebelum proses pemusnahan di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua, Kamis (08/01/2026).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sinergitas antar instansi penegak hukum dalam memastikan barang bukti yang dimusnahkan telah melalui prosedur identifikasi ilmiah yang akurat.


Tim ahli dari Bid Labfor Polda Papua yang beranggotakan Iptu Herlia, S.Si., dan Aipda Eka Rahmawati Aropa, melakukan pengujian pre-test atau cek awal di lokasi. Kehadiran tim ahli madya ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan kandungan zat dari barang bukti sebelum dilakukan proses pemusnahan massal.


"Kehadiran personil Labfor di sini adalah untuk memberikan kepastian hukum secara ilmiah (scientific crime investigation). Kami melakukan pengecekan secara detail sebelum barang bukti tersebut masuk ke dalam proses pemusnahan," ujar Iptu Herlia.


Adapun barang bukti yang menjadi objek pengujian dan pemusnahan kali ini adalah narkotika jenis Sabu (Methamphetamina). Setelah dilakukan penimbangan dan pengujian ulang, total berat barang bukti yang dimusnahkan mencapai 37,54 (tiga tujuh koma lima empat) gram.


Setelah hasil pengujian laboratorium di lokasi menunjukkan hasil positif Methamphetamina sesuai dengan sampel yang disita, seluruh barang bukti tersebut langsung dimusnahkan bersama pihak BNNP Papua dan disaksikan oleh unsur terkait lainnya.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan bahwa peran Labfor sangat krusial dalam setiap proses pemusnahan barang bukti narkoba. Hal ini dilakukan guna menjamin transparansi serta akuntabilitas Polri kepada masyarakat.


"Setiap butir barang bukti yang dimusnahkan harus dipastikan secara ilmiah melalui uji labfor agar tidak ada keraguan publik terhadap prosedur penanganan kasus narkotika di wilayah hukum Polda Papua," tegas Kabid Humas.


Langkah kolaboratif antara Polda Papua dan BNNP Papua ini menegaskan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Bumi Cendrawasih. Sesuai dengan slogan Polda Papua yakni P.A.P.U.A (Presisi, Akuntabel, Profesional, Unggul, dan Adaptif), setiap tahap penanganan perkara dilakukan dengan standar operasional prosedur yang ketat.


Pemusnahan barang bukti ini diharapkan dapat memutus rantai peredaran narkotika serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali.


Polda Papua Gelar Sosialisasi Dipa Dan Penandatanganan Pakta Integritas T.A 2026, Tekankan Transparansi Dan Adaptasi Anggaran

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menggelar Sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Penandatanganan Pakta Integritas, serta Penyerahan RKA-K/L Satker Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Entrop, Jayapura, Kamis (08/01/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Papua serta Kapolres jajaran. 


Dalam paparannya, Karo Rena Polda Papua, Kombes Pol Ary Wahyu Widijananto, S.I.K., menjelaskan bahwa postur anggaran tahun 2026 mengalami fluktuasi akibat kebijakan fiskal nasional. Beberapa alokasi anggaran, termasuk dana penyelidikan korupsi, mengalami penyesuaian hingga 50%.


"Pemotongan ini merupakan kebijakan pusat berdasarkan perhitungan fiskal nasional. Oleh karena itu, saya meminta para Kasatker dan Kapolres untuk mencermati kembali alokasi biaya operasional agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap berjalan optimal," ujar Kombes Pol Ary Wahyu.


Selain penyesuaian rutin, Polda Papua juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), di antaranya pembangunan fasilitas kepolisian di wilayah Biak dan beberapa sektor lainnya yang harus segera dipersiapkan proses pengadaannya.


Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam sambutannya menekankan bahwa penyerahan DIPA dan penandatanganan Pakta Integritas adalah langkah krusial untuk memastikan setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran dalam mendukung operasional di lapangan.


"Tahun 2026 ini kita menghadapi tantangan refocusing anggaran nasional. Namun, kita patut bersyukur kondisi di Papua relatif stabil. Saya instruksikan seluruh Kasatker dan Kapolres untuk segera melakukan sinkronisasi rencana kegiatan dan melakukan distribusi anggaran secara transparan," tegas Wakapolda.


Wakapolda juga mengingatkan peran vital Kasubbag Ren di setiap satuan kerja untuk memantau manajemen kegiatan secara bulanan guna menghindari kendala penyerapan di akhir tahun.


Menutup arahannya, Wakapolda meminta para Kapolres jajaran untuk tetap berada di Jayapura guna mengikuti rapat koordinasi strategis lanjutan bersama para Direktur fungsi operasional. Rapat tersebut bertujuan membahas sinkronisasi tugas teknis antara jajaran Polres dengan Direktorat Lantas, Polair, Reserse, hingga SPN.


Kegiatan sosialisasi ini sebagai simbol komitmen kolektif jajaran Polda Papua dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih dan akuntabel.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Ungkap Jaringan Pengedar Sabu Di Kotaraja, Dua Tersangka Diamankan

 



Jayapura – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua melalui Tim Opsnal Subdit I berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kotaraja, Distrik Abepura. 


Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (05/01/2026) sore tersebut, dua orang pria berinisial DSB (30) dan BS (39) berhasil diamankan petugas. 


Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai seringnya terjadi transaksi narkotika di sekitar area Kotaraja. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Ipda Djoni Tandiola, S.H., melakukan penyelidikan intensif.


"Sekitar pukul 17.00 WIT, anggota kami berhasil mengamankan tersangka DSB di depan Kantor Dinas Kesehatan Jayapura (Kotaraja). Modus yang digunakan tersangka adalah dengan sistem 'tempel', di mana barang bukti disembunyikan di lokasi tertentu untuk diambil pembeli," ungkapnya.


Di lokasi pertama, polisi menemukan dua bungkus plastik bening berisi sabu yang disembunyikan di bawah batu dan di dalam botol plastik bekas yang diletakkan di area taman depan kantor tersebut.


Berdasarkan hasil interogasi terhadap DSB yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sate, ia mengaku mendapatkan pasokan barang haram tersebut dari tersangka BS. Tak butuh waktu lama, petugas langsung menciduk BS di Jalan Abepura-Sentani.


Petugas kemudian melakukan penggeledahan di kediaman BS yang berlokasi di Kos Arjuna, belakang Apotek Bunda Kotaraja. Di sana, tim Opsnal kembali menemukan 15 bungkus plastik klip berisi sabu yang siap diedarkan.


Dalam operasi ini, total barang bukti yang disita oleh Ditresnarkoba Polda Papua meliputi 17 paket plastik bening diduga berisi sabu dengan berat total 10,5661 gram, satu unit timbangan digital, alat hisap sabu (bong), sejumlah plastik klip bening kosong dan peralatan pengemasan, uang tunai senilai Rp 500.000,- yang diduga hasil transaksi serta dua unit telepon genggam yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan pembeli.


Kedua tersangka beserta seluruh barang bukti kini telah dibawa ke Mako Direktorat Narkoba Polda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya terancam dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Polda Papua juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Kepolisian mengimbau warga untuk terus bersinergi dalam menciptakan Papua yang bersih dari narkoba.

Polres Yahukimo Respon Cepat Peristiwa Kebakaran 4 Ruang Kelas Sd Ypk Metanoia Dekai

 


Jayapura – Kepolisian Resor Yahukimo merespon cepat peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan SD YPK Metanoia, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Rabu (07/01/2026) malam. 


Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIT. Pihak kepolisian yang terdiri dari gabungan personil Polres Yahukimo, BKO Brimob Polda Papua, dan Satgas Ops Damai Cartenz langsung bergerak cepat menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan.


Berdasarkan keterangan saksi, Paulus Keroman (36), yang saat itu sedang berada di ruang UKS sekolah, dirinya sempat mendengar suara ledakan keras yang berasal dari arah ruang kelas.


"Saksi mendengar ledakan, kemudian saat mengecek ke luar, api sudah membesar dan membakar ruangan kelas. Saksi langsung berlari meminta pertolongan kepada salah satu guru yang tinggal di dekat lokasi," ujar Kapolres Yahukimo.


Mendapat laporan tersebut, personil gabungan Polres Yahukimo dan BKO Brimob tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 21.10 WIT untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal. Kondisi cuaca yang gerimis di lokasi membantu proses pemadaman, sehingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.50 WIT.


Lebih lanjut, Kapolres Yahukimo menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan Sebanyak 4 (empat) unit ruang kelas SD YPK Metanoia ludes terbakar.


"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil berupa empat ruang kelas yang terbakar cukup berdampak bagi aktivitas pendidikan di sana," tambah Kapolres.


Sat Reskrim Polres Yahukimo telah melakukan Olah TKP awal dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa kayu serta atap seng sisa pembakaran. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam (lidik) terkait penyebab pasti kebakaran serta mencari identitas pelaku jika ditemukan unsur kesengajaan.


Situasi di Distrik Dekai pasca-kejadian terpantau aman dan kondusif. Personil gabungan terus meningkatkan patroli di sekitar Jalan Seradala dan objek vital lainnya untuk menjamin keamanan masyarakat. Polres Yahukimo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Polres Asmat Salurkan Bantuan Pengembangan Usaha bagi Orang Asli Papua

 


Jayapura - Dalam rangka mendukung peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), Polres Asmat menyalurkan bantuan pengembangan usaha kepada pelaku usaha kios di Kampung Bis Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (7/1/2026).


Bantuan tersebut disalurkan atas arahan Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui Kasat Samapta Polres Asmat Iptu Irwan bersama Kasat Lantas Polres Asmat Iptu Sugiarto sebagai bentuk kepedulian Polri dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Kasat Samapta Polres Asmat Iptu Irwan menyampaikan bahwa bantuan pengembangan usaha ini diberikan kepada masyarakat asli Papua sebagai upaya untuk membantu mengembangkan usaha yang telah dijalankan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga. 


Ia berharap bantuan yang diberikan kepada Ibu Penny Bivak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha kios yang dikelola.


“Melalui bantuan pengembangan usaha ini, kami berharap usaha yang dijalankan dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi, serta mendorong kemandirian masyarakat ke arah yang lebih maju,” ujar Iptu Irwan.


Sementara itu, Kasat Lantas Polres Asmat Iptu Sugiarto menambahkan bahwa keberadaan usaha kios memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. 


Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kampung Bis Agats.


Dengan adanya program bantuan pengembangan usaha ini, Polres Asmat berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Asmat.

Perkuat Komunikasi, Bhabinkamtibmas Kampung Khemon Jaya SP V Sambangi Warga Binaan


Jayapura - Dalam rangka mempererat komunikasi serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kampung Khemon Jaya SP V Polres Waropen, Brigpol Fajar Yuliyanto, S.H., melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) dengan menyambangi warga binaannya di Jalur 7 Kampung Khemon Jaya SP V, Distrik Urei Faisei, Rabu (7/1/2026).


Kegiatan sambang tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung rumah-rumah warga sebagai upaya membangun silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. 


Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.


Selain itu, warga juga diimbau agar berperan aktif dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman dan harmonis, serta segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian terdekat apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.


Bhabinkamtibmas Kampung Khemon Jaya SP V, Brigpol Fajar Yuliyanto, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Door to Door System merupakan salah satu upaya Polri dalam membangun kedekatan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. 


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi yang lebih intens dengan warga binaan, sehingga setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat dapat segera diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” ujarnya.


Dengan dilaksanakannya kegiatan sambang warga binaan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga serta memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kampung Khemon Jaya SP V, Distrik Urei Faisei.


07/01/26

Ketua Umum PBNU Silaturahim Dua Jam di Rumah KH Habib Mustofa Tuban

  


TUBAN– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melanjutkan rangkaian silaturahimnya ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pada Rabu (07/01/2026) siang, Gus Yahya sowan ke kediaman KH Habib Mustofa di Kecamatan Bangilan dan menghabiskan waktu sekitar dua jam dalam suasana penuh keakraban.


Pertemuan tersebut berlangsung sederhana dan hangat. Gus Yahya datang bersama rombongan, disambut langsung oleh KH Habib Mustofa beserta keluarga. Silaturahim ini menjadi ruang dialog santai di tengah dinamika PBNU yang tengah berlangsung, sekaligus mempererat ikatan keulamaan dan kekeluargaan.


KH Habib Mustofa menuturkan bahwa pertemuan tersebut berjalan dengan penuh ketenangan. “Tadi siang beliau sowan ke rumah. Kami ngobrol santai, alhamdulillah suasananya baik,” ujar KH Habib Mustofa.


Dalam silaturahim itu, Gus Yahya juga meminta untuk berziarah bersama ke makam KH Misbah. KH Misbah diketahui merupakan mertua KH Habib Mustofa, sekaligus adik dari kakek KH Bisri Rembang, yang juga merupakan kakek dari Gus Yahya. Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama pendahulu.


“Kami kemudian ziarah bersama ke makam KH Misbah. Ini bagian dari silaturahim keluarga dan sanad keilmuan,” kata KH Habib Mustofa.


Ziarah tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh dan keluarga. Tampak hadir Amin Said Husni, Gus Arif, dan Gus Hufron. Anak-anak dan menantu KH Habib Mustofa, yakni Sayyid Muhamamd Habsy dan Sayyid Amar, turut mendampingi. Sejumlah murid KH Habib Mustofa dari Tuban juga ikut serta dalam rombongan.


Menariknya, dalam kesempatan tersebut juga hadir Syeikh Abdurrahman Saiby, yang dikenal sebagai keluarga pemegang kunci Kakbah dari Makkah. Kehadiran Syeikh Abdurrahman Saiby berlangsung secara kebetulan karena ia juga tengah sowan ke rumah KH Habib Mustofa.


“Kebetulan juga ada Syeikh Dr Abdurrahman Saiby dari Makkah yang sowan ke rumah. Jadi bisa bertemu dan silaturahim bersama,” ujar KH Habib Mustofa.


Menurutnya, pertemuan itu lebih banyak diisi dengan doa dan obrolan ringan. Ia menegaskan bahwa silaturahim tersebut tidak membahas hal-hal teknis organisasi secara mendalam. “Intinya silaturahim dan doa, supaya semuanya tetap damai dan membawa kebaikan,” ucapnya.


Usai rangkaian silaturahim dan ziarah, Gus Yahya bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.


KH Habib Mustofa berharap silaturahim semacam ini terus terjaga di lingkungan NU. “Yang penting rukun, adem, dan semuanya kembali kepada kemaslahatan jam’iyyah,” pungkasnya.

Kapolda Papua Pimpin Sertijab Tujuh Pejabat Utama, Fokus Penguatan Tugas dan Pelayanan Masyarakat

  


Jayapura - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin memimpin langsung upacara serah terima jabatan tujuh Pejabat Utama Polda Papua yang dilaksanakan di Ruang Rastra Samara Mapolda Papua, Rabu pagi (7/1/2026). 


Kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta penguatan kinerja satuan kerja di lingkungan Polda Papua.


Serah terima jabatan tersebut meliputi sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polda Papua. Jabatan Komandan Satuan Brimob Polda Papua diserahterimakan dari Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang kepada Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., seiring dengan Jabatan Baru Brgjend Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang sebagai Danpasbrimob III Korbrimob Polri. 


Pada fungsi Reserse Kriminal Umum, jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua kini dijabat oleh Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., menggantikan Kombes Pol. Achmad Fauzi yang selanjutnya menjabat sebagai Kasubdit SIM Korlantas Polri.


Selanjutnya, jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua diserahterimakan dari Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata kepada Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., seiring dengan penugasan Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata mengikuti Dikbangti T.A. 2026. 


Pada fungsi lalu lintas, jabatan Direktur Lalu Lintas Polda Papua kini diemban oleh Kombes Pol. Indra Kurniawan Mangungsong, S.H., S.I.K., M.H., menggantikan Kombes Pol. Try Yulianto yang juga mengikuti Dikbangti T.A. 2026.


Pada jajaran fungsi perairan dan udara, jabatan Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Papua diserahterimakan dari Kombes Pol. Andy Anugrah kepada Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, S.H., S.I.K., M.H., setelah Kombes Pol. Andy Anugrah mendapat Jabatan baru di Itwasum Polri. 


Sementara itu, jabatan Kepala Biro Logistik Polda Papua kini dijabat oleh Kombes Pol. Dafcoriza, S.I.K., M.Sc., menggantikan Kombes Pol. Agus Setyawan Heru Purnomo yang selanjutnya bertugas di Slog Polri. 


Pada bidang pengelolaan keuangan, jabatan Kepala Bidang Keuangan Polda Papua diserahterimakan dari Kombes Pol. Irawan Banuaji kepada Kombes Pol. Herry Purwanto, S.H., S.I.K., M.I.K., yang mendapat penugasan baru di Polda Papua.


Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dan rutin dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier personel serta upaya meningkatkan kualitas kinerja. 


“Mutasi ini adalah kebutuhan organisasi untuk memberikan penyegaran, meningkatkan profesionalitas, serta menjawab tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks,” tegas Kapolda.


Kapolda berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan menunjukkan kinerja terbaik, khususnya pada fungsi-fungsi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. 


“Saya berharap para pejabat baru mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua,” ujar Irjen Pol. Patrige Renwarin.


Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja pada bidang penegakan hukum dan lalu lintas yang masih menjadi perhatian masyarakat. 


“Kecepatan pelayanan, sikap humanis, serta profesionalitas anggota di lapangan harus terus ditingkatkan demi membangun kepercayaan publik,” tambahnya.


Kapolda Papua turut mengajak insan pers untuk terus bersinergi dengan Polda Papua sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 


“Apabila terdapat informasi maupun keluhan dari masyarakat di lapangan, saya harap dapat segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti dan dilakukan perbaikan,” pungkas Kapolda.


Melalui pelaksanaan serah terima jabatan ini, Polda Papua diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas kepolisian serta mampu menjaga dan meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Papua sepanjang tahun 2026.