View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

16/02/26

Komandan Kodim(Dandim) 0818 Letkol Czi Bayu Nugroho" KDMP Mengangkat Perekonomian Rakyat dan Menghidupkan UMKM.

 


Malang – Komandan Kodim (Dandim )0818 /Malang Batu Letkol Czi Bayu Nugroho Usai mendampingi Kunjungan kerja Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono, S.I.P., M.A.P., dalam rangka meninjau percepatan pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digelar di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (15/02/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembentukan dan operasional KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa berbasis koperasi yang terintegrasi secara nasional.


Dalam sambutannya, Mayjen TNI Trenggono menegaskan bahwa koperasi yang telah terbentuk akan dikelola langsung oleh kepengurusan desa bersama masyarakat setempat, dengan pendampingan berkelanjutan melalui bimbingan teknis (Bimtek).


“Nanti akan ada Bimtek secara terus-menerus. Koperasi ini akan kita dukung, termasuk sarana operasional seperti satu truk dan satu mobil pick up 4x4 untuk mendukung distribusi hasil bumi desa ke distribution center,” tegasnya.


Menurutnya, kendaraan operasional tersebut akan difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian dan komoditas unggulan desa, seperti tembakau dan beras, yang kemudian dipasarkan melalui koperasi. Selanjutnya, koperasi akan terhubung dengan sistem digital yang terintegrasi secara nasional.


“Kita siapkan sistem online. Hasil bumi desa akan masuk ke distribution center atau grocery KDKMP, yang di atasnya ada Torasera. Ini nama langsung dari Bapak Presiden. Dari sana akan didistribusikan ke seluruh wilayah yang membutuhkan dengan harga yang sudah ditentukan,” jelasnya.


Ia menekankan, kehadiran KDKMP bertujuan memangkas rantai distribusi dan menghilangkan praktik tengkulak yang selama ini membebani petani. Selain itu, berbagai barang subsidi seperti pupuk, bibit, hingga BBM subsidi ke depan akan disalurkan secara tepat sasaran melalui koperasi.


“Tidak ada lagi mobil mewah menggunakan BBM subsidi. Semua akan diatur agar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.


Trenggono juga menegaskan bahwa seluruh aset koperasi—baik tanah, bangunan, maupun sarana pendukung—harus berdiri di atas lahan milik negara atau aset desa. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 yang mengamanatkan pemerintah daerah hingga desa untuk menyiapkan lahan negara, termasuk tanah kas desa (TKD).


“Tidak boleh meminjam lahan pribadi, kecuali dihibahkan kepada desa. Karena nantinya semuanya menjadi milik desa untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Ia berharap seluruh kepala desa dan perangkat daerah memberikan dukungan penuh agar manfaat ekonomi program ini benar-benar dirasakan masyarakat. Sistem koperasi tersebut, lanjutnya, akan mengembalikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota, dengan prioritas lebih besar bagi masyarakat kurang mampu berdasarkan data resmi BPS.


“Ini momentum penting. Belum pernah ada model seperti ini. Mari kita dukung bersama dan jangan terpengaruh informasi yang menghambat,” pesannya.


Sementara itu kepada Awak Media  Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menjelaskan bahwa program KDKMP merupakan perintah langsung Presiden yang bertujuan mengangkat perekonomian masyarakat desa di seluruh Indonesia.


“Ini adalah peran pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Seluruh UMKM yang ada di desa dapat bersinergi melalui koperasi ini sehingga perekonomian masyarakat semakin kuat,” ujarnya.


Ia memaparkan, di wilayah Kodim 0818 yang meliputi Kabupaten Malang dan Kota Batu terdapat total 414 desa dan kelurahan, terdiri dari 390 desa di Kabupaten Malang dan 24 kelurahan di Kota Batu. Hingga saat ini, sekitar 81 persen atau 339 desa telah menyetorkan lahannya untuk pembangunan KDKMP.


“Yang sudah dalam proses pembangunan ada 310 titik. Memang progresnya variatif. Namun yang sudah selesai 100 persen ada 12 desa, salah satunya di Randuagung ini,” ungkapnya.


Selain Randuagung, pembangunan yang telah rampung juga tersebar di wilayah Lawang, Turen, Kepanjen, Jabung, hingga Poncokusumo.


Dandim menambahkan, kunjungan Wadirut Agrinas kali ini merupakan bagian dari inspeksi langsung untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.


“Beliau berkeliling Indonesia bersama jajaran untuk memastikan proses pembangunan sesuai standar Agrinas. Karena ini akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang, maka kualitas konstruksi harus benar-benar terjaga,” tegasnya.


Pada tahap awal, Kodim 0818 mendapat tugas melaksanakan pembangunan konstruksi hingga mencapai 100 persen. Selanjutnya, tahap berikutnya adalah pelengkapan fasilitas, seperti rak, pendingin ruangan (AC), kulkas, kasir, hingga ruang klinik dan unit simpan pinjam.


“Nanti konsepnya seperti minimarket modern, ada tempat pelayanan kesehatan sederhana, ruang pemeriksaan, dan fasilitas penunjang lainnya. Dalam waktu dekat perlengkapan seperti rak dan peralatan akan mulai didistribusikan,” jelas Bayu.


Ia berharap keberadaan KDKMP benar-benar menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapan kami, perekonomian masyarakat terangkat dan seluruh warga bisa merasakan manfaatnya menuju kemakmuran bersama, pungkasnya. (Mid/Mul)

Tokoh Adat Tabi Hironimus Taime Serukan Penghentian Konflik Bersenjata dan Ajak Generasi Muda Bangun Papua

 


Jayapura – Tokoh Adat Tabi dari Jayapura, Hironimus Taime, menyampaikan seruan terbuka kepada generasi muda Papua yang masih memilih jalur bersenjata dengan alasan perjuangan kemerdekaan. 


Ia menegaskan bahwa konflik yang terus berlangsung hanya memperpanjang penderitaan masyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.


Dalam keterangannya, Taime menyebut bahwa perdebatan mengenai status politik Papua kerap mengabaikan dampak kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil. 


Menurutnya, suara tembakan yang masih terdengar di sejumlah wilayah telah menciptakan rasa takut, trauma, dan ketidakpastian, terutama bagi anak-anak dan perempuan di kampung-kampung.


“Adik-adik Papua yang bergerak dengan alasan berjuang untuk Papua Merdeka, banyak yang tidak paham, atau paham tapi paksa diri,” ujar Taime.


Ia menekankan bahwa secara hukum internasional, status Papua telah diputuskan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang kemudian disahkan lewat Resolusi 2504 Majelis Umum PBB. Namun, bagi Taime, persoalan utama bukan lagi sekadar dokumen atau resolusi, melainkan nyawa yang terus menjadi korban.


“Hitung saja sudah berapa nyawa melayang?” tegasnya.


Taime juga mengkritik pola gerakan bersenjata yang dinilainya masih menggunakan pendekatan konvensional dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar.


“Gerakan bersenjata itu modelnya konvensional. Yang penting pegang senjata dan perang menembak atau ditembak. Itu sama dengan taruh nyawa di ujung senjata itu sendiri,” katanya.


Ia mengajak generasi muda Papua untuk melihat kembali sejarah kebangsaan Indonesia, termasuk keterlibatan orang asli Papua dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. 


Menurutnya, fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa Papua turut ambil bagian dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.


Menanggapi kritik terhadap Pepera yang tidak menggunakan sistem one man one vote, Taime menyatakan bahwa mekanisme perwakilan saat itu selaras dengan struktur adat Papua, di mana kepala suku mewakili komunitasnya dalam pengambilan keputusan.


Di luar isu politik, Taime menekankan pentingnya fokus pada pembangunan kebutuhan dasar masyarakat, seperti rumah layak huni, infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, listrik, serta akses air bersih. Ia menilai pembangunan yang merata dan dikelola secara jujur akan jauh lebih bermanfaat dibanding konflik berkepanjangan.


Selain itu, Taime juga menyoroti pentingnya pengelolaan investasi di Papua agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat, termasuk melalui lembaga seperti Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Ia mengingatkan agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.


“Jujur urus uang itu untuk tolong masyarakat,” ujarnya.


Menutup pernyataannya, Hironimus Taime mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk mengedepankan rekonsiliasi dan menjaga kedamaian.


“Lebih baik sadar dan rekonsiliasi supaya jaga Papua tetap aman dan damai. Tuhan sayang ketong semua, mari baku sayang,” pungkasnya.

Polsek Grati Tegaskan Tidak Ada “Tangkap Lepas” dan Bantah Isu Pemberian Rp50 Juta

 


Pasuruan – Polsek Grati memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan salah satu media online. Dalam klarifikasinya, Polsek Grati menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta hukum yang sebenarnya.


Terkait tudingan adanya pemberian uang sebesar Rp50 juta kepada aparat kepolisian oleh inisial SY, Polsek Grati memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.


Saudara SY secara tegas telah menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang dalam bentuk apa pun kepada anggota kepolisian sebagaimana yang diberitakan.


Sebagai bentuk penegasan, SY telah memberikan video testimoni klarifikasi serta membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa informasi pemberian uang tersebut adalah tidak benar.


Dengan adanya klarifikasi langsung dari yang bersangkutan, isu dugaan aliran dana tersebut dinyatakan tidak sesuai fakta.


Kapolsek Grati IPTU Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa jajarannya bekerja secara profesional dan tidak mentolerir praktik yang menyimpang dari ketentuan hukum.


“Kami pastikan tidak ada pemberian uang sebagaimana yang diberitakan. Saudara SY sendiri sudah membuat pernyataan resmi dan video testimoni. Kami bekerja berdasarkan alat bukti dan aturan hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek Grati.


Terkait polemik dugaan penadahan, Polsek Grati menjelaskan bahwa Saudara SY berstatus sebagai saksi, bukan tersangka. Penetapan tersebut dilakukan melalui proses penyelidikan dan gelar perkara dengan mempertimbangkan unsur subjektif dan objektif.


Polsek Grati menegaskan bahwa setiap penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.


“Kami terbuka terhadap pengawasan dan kritik yang konstruktif. Namun kami berharap pemberitaan tetap berimbang dan berdasarkan fakta hukum yang utuh,” pungkasnya.


Dengan klarifikasi ini, Polsek Grati berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh isu yang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Polres Keerom Tindak Cepat Atasi Tanah Amblas Akibat Luapan Kali Tami


Jayapura – Curah hujan berintensitas tinggi yang melanda Kabupaten Keerom dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air di Kali Tami, Senin (16/02).


Kondisi ini mengakibatkan pengikisan pondasi di sekitar jembatan penghubung warga hingga memicu tanah amblas, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi terputusnya akses utama masyarakat.


Menindaklanjuti situasi tersebut, Polres Keerom bergerak cepat melakukan upaya penanganan guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Atas perintah Kapolres Keerom, Kabag Ops Polres Keerom memimpin langsung proses penimbunan di lokasi terdampak.


Dalam pelaksanaannya, Polres Keerom bersinergi dengan dinas terkait dan melibatkan masyarakat setempat. Personel Polres Keerom beserta jajaran dikerahkan bersama alat berat untuk melakukan penimbunan serta penguatan pada bagian tanah yang terkikis arus sungai. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif agar jembatan tetap aman digunakan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.


Selain penanganan teknis, personel di lapangan juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi meningkat. Pemantauan intensif dilakukan terhadap debit air dan kondisi struktur jembatan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.


Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops Polres Keerom AKP Dr. Hendrik R. Sipahutar, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa tindakan cepat yang dilakukan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan warga. Begitu menerima laporan adanya tanah amblas akibat luapan Kali Tami, kami langsung mengerahkan personel untuk melaksanakan penanganan darurat,” ujar Kabag Ops.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan kondisi darurat seperti ini.


“Kolaborasi yang solid antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar penanganan berjalan cepat dan efektif. Kami mengapresiasi dukungan dinas terkait dan partisipasi masyarakat dalam proses penimbunan ini,” tambahnya.


Kapolres Keerom juga memastikan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak lanjutan cuaca ekstrem.


“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap potensi kerawanan yang ditemukan. Polres Keerom selalu siap hadir dan bertindak cepat demi keselamatan serta keamanan seluruh warga,” tutupnya.

Implementasikan ASRI, Tiga Pilar Sukosari Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi

 


Lumajang – Semangat kebersamaan Implementasikan ASRI, Tiga Pilar Sukosari Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi


 mengimplementasikan program ASRI terus digelorakan oleh tiga pilar Desa Sukosari beserta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi tersier sepanjang 900 meter di Dusun Sukolilo RW 01, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (16/2/2026).


Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan endapan lumpur, sampah, serta rumput liar yang menghambat aliran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi air ke area persawahan warga, sekaligus mencegah potensi banjir dan genangan saat musim penghujan.


Dalam kesempatan itu, Haris Purnomo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi tiga pilar dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, saluran irigasi yang bersih dan lancar sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian warga.


“Kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan saluran air, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan irigasi yang lancar, kebutuhan air sawah tercukupi sehingga hasil pertanian bisa lebih optimal,” kata dia.


Kepala Desa Sukosari, Iswanto, mengapresiasi kekompakan tiga pilar dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa implementasi program ASRI harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk fasilitas umum seperti saluran irigasi.


“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi kearifan lokal masyarakat desa. Jika lingkungan bersih dan tertata, maka kesehatan dan kesejahteraan warga juga akan meningkat,” ungkapnya.


Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sukosari, Aipda Sigit Purnomo, menambahkan bahwa sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat merupakan kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. 


"Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan saluran irigasi secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya.


Dengan terlaksananya kerja bakti tersebut, diharapkan aliran irigasi di Dusun Sukolilo dapat kembali optimal, mendukung kebutuhan pertanian, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Desa Sukosari yang ASRI, aman, dan nyaman. (Pendim0821)

Babinsa Sidomulyo Dampingi Pelayanan Kesehatan di Posyandu, Wujud Kepedulian TNI untuk Warga

 


Lumajang – Komitmen TNI dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Sidomulyo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Mawar Indah, Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (16/2/2026).


Kegiatan Posyandu yang rutin digelar tersebut menjadi sarana penting dalam memantau tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, serta kondisi kesehatan lansia. Dalam kegiatan kali ini tercatat sebanyak 22 balita, 10 lansia, dan 5 ibu hamil mengikuti pelayanan kesehatan dengan penuh antusias.


Pendampingan yang dilakukan Serma Ikhwanurudin merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) guna memastikan kegiatan pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadirannya juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.


Saat dikonfirmasi, Serma Ikhwanurudin mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk rutin memeriksakan kesehatan dan memanfaatkan fasilitas Posyandu yang telah disediakan.


“Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Melalui Posyandu, kita dapat mendeteksi lebih dini berbagai permasalahan kesehatan sehingga bisa segera ditangani,” ujarnya.


Bidan Desa Sidomulyo, Ani Asmara, Amd. Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh. Menurutnya, Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat pelayanan kesehatan dasar yang menyentuh seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia.


Ia menerangkan bahwa melalui Posyandu, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara rutin sehingga apabila terjadi gangguan gizi, keterlambatan tumbuh kembang, atau masalah kesehatan lainnya dapat segera diketahui dan ditangani lebih awal. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting dan penyakit yang dapat menghambat masa depan anak.


“Posyandu membantu keluarga memahami pentingnya pola asuh, asupan gizi seimbang, imunisasi lengkap, serta pemeriksaan kehamilan secara berkala. Dengan rutin datang ke Posyandu, orang tua bisa berkonsultasi langsung mengenai kesehatan anak maupun kondisi ibu hamil,” jelasnya.


Kegiatan tersebut mencerminkan sinergitas yang solid antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat dan sejahtera. Diharapkan, kolaborasi yang harmonis ini terus terjaga demi terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di wilayah. (Pendim0821)

Akses Jalan Terputus Akibat Longsor, TNI-Polri Gerak Cepat Lakukan Penanganan di Wamena–Kelila


Jayapura – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jayawijaya mengakibatkan terjadinya tanah longsor pada Minggu malam (15/02) di Desa Onggobalo. Peristiwa tersebut merusak beberapa ruas jalan utama sehingga jalur transportasi menuju distrik Kelila, Eragayam, dan Bokondini sempat terputus, Senin (16/02).


Kasium Polsek Kelila, Aiptu Ridwan Kharie, memimpin langsung tim gabungan TNI-Polri untuk meninjau lokasi dan melakukan asesmen awal. Dari hasil peninjauan, ditemukan sedikitnya lima titik longsor yang menyebabkan jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, tidak terdapat laporan adanya korban jiwa.


Dalam keterangannya, Aiptu Ridwan menekankan perlunya langkah cepat agar dampak sosial dan ekonomi tidak semakin meluas.


“Kami telah melakukan identifikasi terhadap titik-titik yang terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok serta terganggunya distribusi barang ke sejumlah distrik,” ungkapnya.


Ia menyampaikan bahwa tim gabungan TNI-Polri siap membantu proses evakuasi material longsor dan pembukaan akses jalan darurat untuk mempercepat pemulihan mobilitas warga.


“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan dapat terjadi,” tambahnya.


Pihak pemerintah provinsi diharapkan segera mengambil langkah pemulihan infrastruktur serta memastikan distribusi logistik kepada masyarakat tetap berjalan lancar.


Dengan adanya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, diharapkan penanganan bencana dapat berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Polri Hadir di Saat Duka, Sat Binmas Polres Tolikara Berikan Dukungan Moral dan Bantuan kepada Warga Berduka



Jayapura – Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tolikara melaksanakan kegiatan sambang duka di Desa Kolengger, Distrik Karubaga, Senin (16/02/2026).


Kegiatan dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Tolikara, Ipda Kasrim, S.E., dengan menyambangi keluarga warga yang sedang mengalami musibah. Kehadiran Polri di tengah masyarakat yang berduka menjadi salah satu wujud nyata perhatian terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan warga binaan.


Setibanya di Desa Kolengger, Kasat Binmas melakukan silaturahmi kepada warga setempat sebelum melanjutkan kunjungan ke rumah duka. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyerahkan bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk solidaritas serta dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.


Ipda Kasrim juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga.


“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga. Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kami. Semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujarnya.


Dengan kegiatan kemanusiaan seperti ini, Polri berharap kehadirannya dapat dirasakan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat masyarakat mengalami duka.