View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

25/02/26

Peduli Generasi Sehat, Babinsa Karanganyar Dampingi Pelayanan Posyandu

 


Lumajang – Wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus bangsa terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Karanganyar Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan Posyandu Balita yang digelar di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (25/2/2026).


Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 36 balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, serta pemeriksaan tumbuh kembang anak. Para ibu balita tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelayanan demi memastikan kondisi kesehatan putra-putri mereka tetap terpantau dengan baik.


Sertu Taufiq Abdul Lukito mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.


“Kami sebagai aparat kewilayahan siap mendukung setiap kegiatan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu. Dengan pendampingan ini diharapkan kegiatan berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga,” ujar dia.


Sementara itu, Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala. Menurutnya, deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan maupun stunting pada anak.


“Melalui Posyandu, kita bisa mengetahui kondisi tumbuh kembang anak secara rutin. Jika ditemukan adanya keterlambatan pertumbuhan atau masalah kesehatan, bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.


Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di wilayah binaan. (Pendim0821)

Bangun Generasi Berakhlak, Babinsa Pulo Tanamkan Nilai Moral dan Bahaya Kenakalan Remaja

 


Lumajang – Babinsa Pulo Koramil 0821-10/Tempeh, Serda Andrianto, memberikan pencerahan tentang bahaya kenakalan remaja di lingkungan pendidikan dalam kegiatan Pondok Ramadhan yang digelar di MI Fajrul Islam 1 Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Selasa (24/2/2026) malam.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah MI Fajrul Islam 1, Imroatus Sholikah, S.Pd., para dewan guru, serta para siswa-siswi yang mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan.


Dalam penyampaiannya, Serda Andrianto menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.


Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan, kedisiplinan, serta membentuk akhlak yang baik.


“Generasi muda harus memiliki cita-cita dan masa depan yang jelas. Hindari pergaulan negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun sekolah. Jadilah pelajar yang disiplin, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pesannya.


Sementara itu, Kepala Sekolah MI Fajrul Islam 1, Imroatus Sholikah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta kontribusi Babinsa dalam memberikan motivasi dan wawasan kepada para siswa.


Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat kewilayahan sangat penting dalam membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kenakalan remaja.


Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diharapkan mampu memberikan pemahaman serta dampak positif bagi para siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya selama bulan Ramadhan. (Pendim 0821).

Kasdim 0821/Lumajang Hadiri Santunan 1.000 Anak Yatim Dhuafa BAZNAS Lumajang di Bulan Ramadhan 1447 H

 


LUMAJANG – Komitmen kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan 1447 H kembali diwujudkan melalui kegiatan santunan 1.000 anak yatim dhuafa yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja. Rabu(25/2/2026)


Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, hadir mewakili Dandim 0821/Lumajang dalam kegiatan yang sarat makna kemanusiaan tersebut. Kehadiran jajaran TNI menunjukkan dukungan nyata terhadap program sosial keagamaan yang bertujuan memperkuat kepedulian dan solidaritas.


Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Lumajang dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa di wilayah Kabupaten Lumajang. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk menebar keberkahan sekaligus memperkuat nilai-nilai empati sosial.


Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Tanuri menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Lumajang dalam menggerakkan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya lembaga tertentu.


“Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan santunan, tetapi bentuk nyata kepedulian dan perhatian kita terhadap generasi penerus bangsa. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban serta menumbuhkan semangat belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.


Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan unsur TNI-Polri, diharapkan program-program sosial serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga nilai gotong royong dan kepedulian sosial tetap terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.(Pendim0821)

Pimpin Apel Satker Ditpolairud dan Ditressiber, Wakapolda Papua Tekankan Profesionalisme di Ruang Digital


Jayapura – Wakapolda Papua, Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel pagi gabungan Satuan Kerja (Satker) Direktorat Polairud dan Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Papua yang bertempat di Mapolda Papua Lama, Jalan Samratulangi No. 8, pada Rabu (25/02/2026).


Turut hadir dalam apel tersebut Dirpolairud Polda Papua Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, S.H., S.I.K., M.H., Dirressiber Polda Papua Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., serta 70 personel gabungan.


Dalam arahannya, Wakapolda memberikan apresiasi tinggi atas tingkat kehadiran personel yang mencapai 100% tanpa keterangan (TK). Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama bagi setiap anggota Polri yang bertugas di tanah Papua.


“Saya bersyukur hari ini tidak ada personel yang tanpa keterangan. Kedisiplinan dan dedikasi seperti ini akan selalu menjadi catatan pimpinan dalam pemberian reward, kesempatan pendidikan (dikbang), maupun jenjang karier ke depan,” ujar Kombes Pol. Muhajir.


Mengingat tingginya intensitas pelanggaran yang viral di media sosial, Wakapolda memberikan perhatian khusus kepada Ditressiber Polda Papua. Ia meminta personel siber untuk bersikap responsif dan profesional dalam menangani setiap isu yang berkembang di dunia maya.


Wakapolda juga memberikan peringatan keras agar keahlian teknologi yang dimiliki personel tidak disalahgunakan. 


“Tugas fungsi siber sangat krusial saat ini. Saya minta rekan-rekan responsif dan profesional. Kuasai teknologi, namun jangan pernah menyalahgunakan keahlian tersebut untuk melanggar hukum. Gunakan untuk menjaga nama baik institusi,” tegasnya.


Selain itu, Wakapolda menegaskan pentingnya pemahaman aturan bagi seluruh anggota Polri dengan membaca dan memahami undang-undang serta peraturan terbaru agar tidak tertinggal dalam penegakan hukum, meminta ketegasan para Kasatker untuk segera menuntaskan proses hukum terhadap anggota yang bermasalah demi menjaga karier personel ke depan, serta mengimbau optimalisasi penyebaran konten positif melalui media sosial guna menunjukkan kehadiran dan komitmen Polri dalam melayani masyarakat.


24/02/26

Atlet Kota Pasuruan Harap Transparansi Soal Reward Porprov 2025

Foto para atlet kota pasuruan berprestasi


Pasuruan, Opini - Pembagian reward atlet peraih Porprov 2025 Kota Pasuruan digelar di Gedung Gradika, Rabu (25/2/2026). Meski acara berlangsung resmi dan tertib, muncul sorotan terkait penyesuaian besaran bonus dibanding tahun sebelumnya.


Informasi yang diterima atlet menyebutkan nominal reward mengalami perubahan: emas dari Rp30 juta menjadi Rp10 juta, perak dari Rp20 juta menjadi Rp7,5 juta, dan perunggu dari Rp10 juta menjadi Rp5 juta. Penyesuaian ini memunculkan beragam tanggapan di kalangan atlet dan pelatih.


Sejumlah pelatih menyatakan dapat memahami jika kebijakan tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran. Namun mereka berharap ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan persepsi negatif. Atlet menilai reward bukan sekadar nominal, tetapi bentuk apresiasi atas proses panjang latihan, biaya perlengkapan, serta pengorbanan waktu dan tenaga.


Orang tua atlet juga menyampaikan harapan agar dukungan terhadap pembinaan olahraga tetap menjadi perhatian. Mereka menilai komunikasi yang terbuka penting untuk menjaga motivasi atlet ke depan.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait alasan penyesuaian tersebut. Masyarakat olahraga berharap ada klarifikasi agar polemik tidak berkembang dan semangat atlet tetap terjaga.


Penulis/Editor : Redaksi

Tokoh Kerukunan Makassar-Bugis di Dogiyai Tegaskan Larangan Main Hakim Sendiri dan Ajak Warga Dukung Aparat

 


Dogiyai – Ketua Kerukunan Suku Makassar-Bugis Kabupaten Dogiyai, Ust. Haeruddin, S.Hi., mengimbau seluruh warga Makassar-Bugis di wilayah Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi tindak kriminal, Selasa (24/02).


Imbauan tersebut disampaikan menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang dinilai perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah Kota Moanemani.


Dalam pernyataannya, Ust. Haeruddin menyayangkan masih adanya oknum masyarakat yang bertindak secara sepihak ketika terjadi peristiwa kriminal. Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan, baik secara hukum maupun ajaran agama.


“Aksi main hakim sendiri secara hukum maupun ajaran agama jelas tidak dibenarkan. Apalagi jika status kebenaran pelaku belum dapat dipastikan, hal tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menjadi bumerang bagi warga Makassar-Bugis apabila memicu reaksi atau aksi balasan dari masyarakat lain.


Secara tidak langsung, Ust. Haeruddin menegaskan bahwa setiap persoalan hukum seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia berharap seluruh masyarakat Makassar-Bugis dapat mengedepankan fungsi kepolisian dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Dogiyai serta terus mendukung langkah-langkah Polres Dogiyai dalam menjaga keamanan.

Tokoh Kerukunan Sulawesi Tenggara Dorong Sinergi Masyarakat dan Aparat Keamanan Jaga Stabilitas Keamanan Dogiyai

 


Dogiyai – Ketua Kerukunan Suku Sulawesi Tenggara Kabupaten Dogiyai, Acep Purnama Said, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kinerja kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai.

Menurutnya, aparat kepolisian telah bekerja keras dalam mengamankan situasi kamtibmas, terutama saat terjadi gejolak yang berpotensi meningkatkan eskalasi gangguan keamanan, Selasa (24/02).


“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif, khususnya ketika terjadi gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Acep.


Ia menilai, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diredam dengan baik berkat respons cepat dan dedikasi aparat di lapangan.


Secara tidak langsung, Acep berharap seluruh pihak, baik tokoh masyarakat maupun warga, terus terlibat aktif dalam menjaga ketertiban dan mendukung setiap langkah aparat keamanan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar situasi di Dogiyai tetap aman dan kondusif ke depan.


Selain itu, ia mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara untuk tidak bertindak sepihak apabila terjadi permasalahan hukum dan sepenuhnya mempercayakan proses penanganan kepada pihak kepolisian guna mencegah timbulnya konflik baru di kemudian hari.

Tokoh Adat Suku Elseng Imbau Warga Keerom dan Jayapura Tidak Terpengaruh Isu Provokatif

 


Keerom — Tokoh adat Ondo Afi Suku Elseng, Enos Waskai, mengimbau masyarakat Suku Elseng yang berada di wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura agar tidak terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang beredar di media sosial, termasuk ajakan melakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, Selasa (24/02).


Enos Waskai menyampaikan bahwa dirinya telah mendengar berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana aksi yang diklaim akan dilakukan oleh kelompok tertentu. Namun, ia meyakini bahwa situasi tidak akan memburuk apabila masyarakat tetap bersatu dan berkomitmen menjaga wilayahnya.


“Saya sudah mendengar isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya kelompok tertentu yang akan melakukan hal-hal yang kurang baik. Tetapi saya yakin itu tidak akan terjadi kalau kita semua bersatu dan berkomitmen menjaga daerah kita tetap aman,” ujar Enos Waskai.


Ia menegaskan bahwa masyarakat Suku Elseng, meskipun sebagian besar tinggal di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota, saat ini lebih memilih fokus menjalani kehidupan secara damai dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, pengalaman konflik di masa lalu telah memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat sehingga mereka tidak ingin kembali terlibat dalam situasi yang merugikan.


“Masyarakat saya sudah merasakan bagaimana susahnya saat konflik terjadi. Sekarang mereka hanya ingin hidup tenang, mencari makan, dan menjalani kehidupan seperti biasa,” katanya.


Enos Waskai juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat kehidupan beragama sebagai benteng dalam menghadapi berbagai cobaan dan isu yang berkembang.


“Saya menghimbau kepada masyarakat Suku Elseng, jangan ikut isu-isu yang tidak baik. Mari kita jalani hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, rajin beribadah supaya kita mendapat perlindungan dan bisa hidup aman serta bekerja dengan tenang,” tuturnya.


“Segala isu-isu jangan diikuti. Biarlah kita hidup tenang, bekerja, mencari makan, pergi ke gereja, dan beribadah dengan baik,” tegasnya.


Dengan adanya imbauan dari tokoh adat Ondo Afi Suku Elseng tersebut, diharapkan masyarakat di wilayah Keerom dan Jayapura tetap menjaga persatuan, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan RI–PNG dan sekitarnya.