View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

24/02/26

Atlet Kota Pasuruan Harap Transparansi Soal Reward Porprov 2025

Foto para atlet kota pasuruan berprestasi


Pasuruan, Opini - Pembagian reward atlet peraih Porprov 2025 Kota Pasuruan digelar di Gedung Gradika, Rabu (25/2/2026). Meski acara berlangsung resmi dan tertib, muncul sorotan terkait penyesuaian besaran bonus dibanding tahun sebelumnya.


Informasi yang diterima atlet menyebutkan nominal reward mengalami perubahan: emas dari Rp30 juta menjadi Rp10 juta, perak dari Rp20 juta menjadi Rp7,5 juta, dan perunggu dari Rp10 juta menjadi Rp5 juta. Penyesuaian ini memunculkan beragam tanggapan di kalangan atlet dan pelatih.


Sejumlah pelatih menyatakan dapat memahami jika kebijakan tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran. Namun mereka berharap ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan persepsi negatif. Atlet menilai reward bukan sekadar nominal, tetapi bentuk apresiasi atas proses panjang latihan, biaya perlengkapan, serta pengorbanan waktu dan tenaga.


Orang tua atlet juga menyampaikan harapan agar dukungan terhadap pembinaan olahraga tetap menjadi perhatian. Mereka menilai komunikasi yang terbuka penting untuk menjaga motivasi atlet ke depan.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait alasan penyesuaian tersebut. Masyarakat olahraga berharap ada klarifikasi agar polemik tidak berkembang dan semangat atlet tetap terjaga.


Penulis/Editor : Redaksi

Tokoh Kerukunan Makassar-Bugis di Dogiyai Tegaskan Larangan Main Hakim Sendiri dan Ajak Warga Dukung Aparat

 


Dogiyai – Ketua Kerukunan Suku Makassar-Bugis Kabupaten Dogiyai, Ust. Haeruddin, S.Hi., mengimbau seluruh warga Makassar-Bugis di wilayah Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi tindak kriminal, Selasa (24/02).


Imbauan tersebut disampaikan menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang dinilai perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah Kota Moanemani.


Dalam pernyataannya, Ust. Haeruddin menyayangkan masih adanya oknum masyarakat yang bertindak secara sepihak ketika terjadi peristiwa kriminal. Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan, baik secara hukum maupun ajaran agama.


“Aksi main hakim sendiri secara hukum maupun ajaran agama jelas tidak dibenarkan. Apalagi jika status kebenaran pelaku belum dapat dipastikan, hal tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menjadi bumerang bagi warga Makassar-Bugis apabila memicu reaksi atau aksi balasan dari masyarakat lain.


Secara tidak langsung, Ust. Haeruddin menegaskan bahwa setiap persoalan hukum seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia berharap seluruh masyarakat Makassar-Bugis dapat mengedepankan fungsi kepolisian dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Dogiyai serta terus mendukung langkah-langkah Polres Dogiyai dalam menjaga keamanan.

Tokoh Kerukunan Sulawesi Tenggara Dorong Sinergi Masyarakat dan Aparat Keamanan Jaga Stabilitas Keamanan Dogiyai

 


Dogiyai – Ketua Kerukunan Suku Sulawesi Tenggara Kabupaten Dogiyai, Acep Purnama Said, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kinerja kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai.

Menurutnya, aparat kepolisian telah bekerja keras dalam mengamankan situasi kamtibmas, terutama saat terjadi gejolak yang berpotensi meningkatkan eskalasi gangguan keamanan, Selasa (24/02).


“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif, khususnya ketika terjadi gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Acep.


Ia menilai, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diredam dengan baik berkat respons cepat dan dedikasi aparat di lapangan.


Secara tidak langsung, Acep berharap seluruh pihak, baik tokoh masyarakat maupun warga, terus terlibat aktif dalam menjaga ketertiban dan mendukung setiap langkah aparat keamanan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar situasi di Dogiyai tetap aman dan kondusif ke depan.


Selain itu, ia mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara untuk tidak bertindak sepihak apabila terjadi permasalahan hukum dan sepenuhnya mempercayakan proses penanganan kepada pihak kepolisian guna mencegah timbulnya konflik baru di kemudian hari.

Tokoh Adat Suku Elseng Imbau Warga Keerom dan Jayapura Tidak Terpengaruh Isu Provokatif

 


Keerom — Tokoh adat Ondo Afi Suku Elseng, Enos Waskai, mengimbau masyarakat Suku Elseng yang berada di wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura agar tidak terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang beredar di media sosial, termasuk ajakan melakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, Selasa (24/02).


Enos Waskai menyampaikan bahwa dirinya telah mendengar berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana aksi yang diklaim akan dilakukan oleh kelompok tertentu. Namun, ia meyakini bahwa situasi tidak akan memburuk apabila masyarakat tetap bersatu dan berkomitmen menjaga wilayahnya.


“Saya sudah mendengar isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya kelompok tertentu yang akan melakukan hal-hal yang kurang baik. Tetapi saya yakin itu tidak akan terjadi kalau kita semua bersatu dan berkomitmen menjaga daerah kita tetap aman,” ujar Enos Waskai.


Ia menegaskan bahwa masyarakat Suku Elseng, meskipun sebagian besar tinggal di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota, saat ini lebih memilih fokus menjalani kehidupan secara damai dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, pengalaman konflik di masa lalu telah memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat sehingga mereka tidak ingin kembali terlibat dalam situasi yang merugikan.


“Masyarakat saya sudah merasakan bagaimana susahnya saat konflik terjadi. Sekarang mereka hanya ingin hidup tenang, mencari makan, dan menjalani kehidupan seperti biasa,” katanya.


Enos Waskai juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat kehidupan beragama sebagai benteng dalam menghadapi berbagai cobaan dan isu yang berkembang.


“Saya menghimbau kepada masyarakat Suku Elseng, jangan ikut isu-isu yang tidak baik. Mari kita jalani hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, rajin beribadah supaya kita mendapat perlindungan dan bisa hidup aman serta bekerja dengan tenang,” tuturnya.


“Segala isu-isu jangan diikuti. Biarlah kita hidup tenang, bekerja, mencari makan, pergi ke gereja, dan beribadah dengan baik,” tegasnya.


Dengan adanya imbauan dari tokoh adat Ondo Afi Suku Elseng tersebut, diharapkan masyarakat di wilayah Keerom dan Jayapura tetap menjaga persatuan, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan RI–PNG dan sekitarnya.

Wujudkan Satker Profesional, Wakapolda Papua Lakukan Pengecekan Menyeluruh



Jayapura – Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan pengecekan satuan kerja bidang pembinaan di Markas Komando Polda Papua yang berlokasi di Koya Koso serta Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Selasa (24/2/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana dan prasarana, administrasi, serta dukungan operasional pada fungsi-fungsi pembinaan di lingkungan Polda Papua.

Setibanya di Mako Polda Papua Koya Koso, Wakapolda disambut oleh para Pejabat Utama Polda Papua dan selanjutnya memimpin apel perdana bersama seluruh personel. 

Dalam arahannya, Kombes Pol. Muhajir menekankan pentingnya peningkatan disiplin, profesionalisme, serta optimalisasi kinerja guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Usai pelaksanaan apel, Wakapolda melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruang kerja dan fasilitas pendukung. Pengecekan meliputi kondisi kebersihan, kerapian, kelayakan sarana dan prasarana, serta kelengkapan administrasi pada masing-masing satuan kerja. Tidak hanya itu, ia juga meninjau Gedung Tahanan guna memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi baik dan memenuhi standar operasional.

Pengecekan kemudian dilanjutkan pada satuan kerja bidang pembinaan di lingkungan Polda Papua Koya Koso. Pada kesempatan tersebut, Wakapolda melihat secara langsung kondisi bangunan, ruang kerja personel, fasilitas pendukung, serta sistem administrasi yang digunakan. 

Ia juga memberikan arahan kepada para pejabat utama dan personel agar terus meningkatkan kinerja, menjaga kedisiplinan, serta memperkuat sinergi internal demi terwujudnya pelaksanaan tugas yang efektif dan akuntabel.

Selanjutnya, Wakapolda meninjau SPN Polda Papua untuk memastikan kesiapan fasilitas pendidikan menjelang penerimaan siswa baru pada tahun ini. Peninjauan difokuskan pada sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar guna mengetahui berbagai kebutuhan yang perlu dibenahi maupun ditingkatkan agar pelaksanaan pendidikan berjalan optimal.

“Melalui pengecekan ini kita ingin memastikan seluruh fungsi pembinaan berjalan dengan baik, didukung sarana prasarana yang memadai serta administrasi yang tertib, sehingga mampu menunjang tugas operasional kepolisian secara maksimal,” ujar Kombes Pol. Muhajir.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh satuan kerja bidang pembinaan, baik di Mako Polda Papua Koya Koso maupun di SPN Polda Papua, semakin siap dalam mendukung tugas kepolisian secara profesional, modern, dan terpercaya.

Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota Ungkap Peredaran Sabu dan Ekstasi, Tiga Tersangka Diamankan

 


Pasuruan – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dalam rangkaian pengungkapan yang dilakukan pada Februari 2026. Dalam kasus ini, tiga orang tersangka berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti narkotika dengan total puluhan gram sabu. Minggu (22/2/2026).


Pengungkapan bermula pada Jumat, 20 Februari 2026 sekira pukul 22.40 WIB, di pinggir jalan Dusun Karangnongko, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Petugas mengamankan seorang perempuan berinisial ND (21), warga Kecamatan Grati, yang kedapatan menguasai dan menyimpan narkotika jenis sabu.


Dari tangan ND, petugas menemukan 1 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 1,11 gram yang disimpan di saku jaket hoodie, serta 1 bungkus sabu seberat 10,33 gram dan 5 butir pil ekstasi dengan berat kotor 2,06 gram yang disimpan dalam tas jinjing di dalam jok sepeda motor Honda Beat Street yang dikendarainya. Selain itu, turut diamankan handphone, alat pendukung, serta sejumlah barang lainnya.


Dari hasil interogasi, ND mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial DP (31), warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan DP pada Minggu, 22 Februari 2026, di sebuah warung nasi goreng di Jalan Semeru Selatan, Desa Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Dari tangan DP ditemukan sabu seberat 5,13 gram yang disimpan di lipatan sarung yang dikenakannya, beserta alat hisap dan handphone.


Pengembangan kembali dilakukan setelah DP mengakui bahwa sebagian sabu miliknya telah dititipkan kepada rekannya berinisial LE (32), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Petugas kemudian mengamankan LE di kediamannya dan melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan ditemukan tiga plastik klip berisi sabu dengan total berat kotor 74,53 gram yang disimpan dalam kaleng berwarna biru, serta timbangan digital, plastik klip berbagai ukuran, dan alat pendukung lainnya.


Secara keseluruhan, barang bukti sabu yang diamankan dari ketiga tersangka mencapai lebih dari 90 gram beserta 5 butir pil ekstasi. Selanjutnya, para tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pasuruan Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.


Kasat Narkoba Polres Pasuruan Kota AKP Ronny Margas, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.


“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya. Tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Kami juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika,” tegasnya.


Polres Pasuruan Kota Polda Jatim menegaskan akan memproses para tersangka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.

Sinergi Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar Evakuasi Korban Banjir di Kawasan Kuta


Bali - Cuaca ekstrem yang memicu curah hujan tinggi hari ini mengakibatkan kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta, terendam banjir cukup dalam. Menanggapi kondisi kritis tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Personel Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi berskala besar.


Aksi penyelamatan ini dipimpin langsung oleh AKP Ketut Gambar Teyasa dari Ditpolairud Polda Bali, berkoordinasi erat dengan tim lapangan Basarnas. Fokus utama operasi adalah mengevakuasi warga masyarakat serta sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang terjebak di dalam akomodasi wisata dan ruko.


Dengan menggunakan beberapa unit rubber boat, tim gabungan menyisir titik-titik genangan air yang tinggi untuk menjemput warga yang terisolasi. Sinergi antara kepolisian dan tim penyelamat nasional ini memastikan mobilitas evakuasi tetap efisien meski di tengah cuaca buruk.


"Kolaborasi antara Ditpolairud dan Basarnas hari ini sangat krusial. Kami saling berbagi peran di lapangan agar proses pemindahan warga dan wisatawan dari lokasi banjir ke titik aman bisa dilakukan secepat mungkin," jelas AKP Ketut Gambar Teyasa.


Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi tersebut dilaporkan berjalan aman dan lancar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan tim gabungan tetap bersiaga di posko terdekat guna memantau perkembangan situasi di lapangan.

Tanpa Toleransi! Polda Bali Gelar Tes Urine Serentak, Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba

 


Denpasar – Komitmen menjaga marwah institusi terus ditegaskan Polda Bali. Melalui kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin), seluruh personel Polda Bali menjalani pemeriksaan tes urine secara serentak, sebagai langkah konkret memastikan internal Polri bersih dari penyalahgunaan narkoba. Selasa, (24/2/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan secara profesional oleh Bid Dokkes Polda Bali, didampingi personel BNN Provinsi Bali, serta diawasi secara ketat oleh Bid Propam Polda Bali guna menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan.


Kegiatan ini tidak hanya menyasar personel, namun juga diikuti langsung oleh Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., , Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Bali sebagai bentuk keteladanan pimpinan kepada seluruh anggota.


Gaktibplin tidak hanya digelar di tingkat Polda, tetapi dilaksanakan secara serentak hingga jajaran Polres dan Polsek. Langkah ini menunjukkan keseriusan Polda Bali dalam membangun sistem pengawasan internal yang menyeluruh dan berkesinambungan.


Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K, S.H., M.H. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata menjaga integritas institusi.


“Kami ingin memastikan tidak ada ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri. Pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Siapa pun yang terbukti melanggar akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Institusi harus bersih sebelum menegakkan hukum kepada masyarakat,” tegasnya.


Pelaksanaan tes urine ini menjadi bagian dari upaya preventif sekaligus deteksi dini guna meminimalisir potensi pelanggaran di internal. Polda Bali menegaskan bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Dengan langkah tegas ini, Polda Bali kembali menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba dimulai dari dalam, memastikan setiap personel berdiri tegak, bersih, dan siap mengabdi dengan penuh tanggung jawab.