View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

04/05/26

Dir Polairud Polda Papua Pimpin Apel Pagi, Tekankan Kesiapsiagaan dan Tanggung Jawab

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melaksanakan apel pagi bersama yang berlangsung di Lapangan Mapolda Papua Baru Koya Koso, Senin (4/5/2026). 


Apel pagi gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Dir Polairud Polda Papua Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Para Pejabat Utama Polda Papua, serta seluruh Personel Polda Papua yang turut mengikuti rangkaian apel pagi sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Dalam arahannya, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik sehingga situasi kamtibmas di wilayah Papua tetap terjaga dengan aman dan kondusif.


“Pada kesempatan pagi ini, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras rekan-rekan sekalian yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Meskipun masih terdapat dinamika di lapangan, namun kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi pelaksanaan tugas dalam pengelolaan fungsi masing-masing yang dinilai telah berjalan dengan tertib sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang diemban.


Ia turut menyoroti kondisi personel yang sedang sakit maupun menjalani cuti, serta mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai faktor utama dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian.


“Kita doakan rekan-rekan yang sedang sakit agar segera pulih. Perlu kita sadari bahwa kehadiran anggota Polri sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kita harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Yahukimo yang mengakibatkan korban jiwa. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk senantiasa menjunjung tinggi disiplin serta menjadi teladan di tengah masyarakat.


“Kita harus meningkatkan kesadaran, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Hindari berkendara dalam kondisi lelah atau tidak fit, dan jadilah contoh yang baik dalam berlalu lintas,” imbuhnya.


Menutup arahannya, Kombes Pol. Tri Setyadi Artono mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kebersamaan, meningkatkan budaya kerja yang baik serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.


“Utamakan kesehatan, jaga kekompakan, dan laksanakan setiap tugas dengan sebaik-baiknya demi pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Hadir di Tengah Jemaat, Polisi Amankan Ibadah Minggu di Karubaga

 


Jayapura – Personel Polres Tolikara melaksanakan pengamanan ibadah Minggu di Gereja Ebenheizer, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Minggu (03/05/2026). Kehadiran polisi di tengah jemaat memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan khusyuk.


Pengamanan dilakukan melalui patroli dialogis yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Tolikara, Iptu Febri Y. Asmara, S.H., didampingi Kasi Humas Polres Tolikara, Ipda Milan Simopiaref bersama personel Polres Tolikara.


Patroli diawali dari Mako Polres Tolikara menuju Jalan Ampera Atas hingga Gereja Ebenheizer Karubaga. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pengamanan dan siaga hingga ibadah selesai.


Selain menjaga keamanan, personel juga berinteraksi dengan jemaat melalui pendekatan persuasif, seperti menyapa dan berdialog ringan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.


Kasat Lantas Polres Tolikara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya saat umat melaksanakan ibadah.


“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat beribadah dengan aman dan tenang. Kehadiran ini juga sebagai wujud pelayanan Polri kepada masyarakat,” ucapnya.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Tolikara menambahkan bahwa kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, merupakan langkah preventif untuk menciptakan rasa aman dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.


“Kami terus mengedepankan patroli dialogis sebagai upaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan kehadiran polisi di lapangan, diharapkan situasi tetap kondusif dan masyarakat merasa terlindungi,” jelasnya.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Tolikara dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.


Pererat Soliditas dan Kekeluargaan, Polsek Bonggo Gelar Family Gathering Bersama Bhayangkari

  


Jayapura – Dalam upaya memperkuat soliditas serta menjalin kebersamaan antaranggota dan keluarga, Polsek Bonggo menggelar kegiatan family gathering pada Minggu (03/05/2026), bertempat di kediaman salah satu personel.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Bonggo, Iptu Yustus Maudul, S.E., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Ranting Bonggo, Ny. Marike Maudul, serta seluruh personel Polsek Bonggo beserta keluarga.


Family gathering ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan secara bergilir di rumah anggota. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi pimpinan untuk lebih mengenal kondisi keluarga dan lingkungan tempat tinggal anggotanya. 


Selain itu, momen ini dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang harmonis, baik terkait pelaksanaan tugas kedinasan maupun kehidupan keluarga.


Dalam arahannya, Kapolsek Bonggo menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam bingkai kekeluargaan. 


Ia juga mengingatkan seluruh anggota dan keluarga untuk selalu menjaga kesehatan serta membangun komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam pelaksanaan tugas.


“Melalui kebersamaan seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal,” ucap Kapolsek.


Pada kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota dan keluarga dalam rangka menyambut hari besar keagamaan, seraya berharap nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan ini terus terjaga ke depannya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan soliditas serta sinergitas antara personel Polsek Bonggo dan Bhayangkari semakin kuat, guna mendukung pelayanan kepolisian yang profesional dan humanis kepada masyarakat.

03/05/26

Pengawasan Ketat Imigrasi Denpasar Berbuah Penangkapan Tiga WNA

 


DENPASAR — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum terhadap warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan.


Pada Sabtu, 2 Mei 2026, tim Inteldakim berhasil mengamankan tiga WNA yang diduga melakukan aktivitas tidak sesuai dengan izin tinggal, yakni praktik prostitusi online.


Operasi ini bermula dari pemantauan terhadap sebuah situs web yang mengindikasikan adanya WNA yang menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK). Berdasarkan informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan lanjutan dan operasi di dua lokasi berbeda.


Di lokasi pertama, yakni sebuah vila di wilayah Mengwi, petugas mengamankan dua perempuan WNA. Keduanya masing-masing berinisial EJN (21), warga negara Nigeria, dan ED (22), warga negara Rusia.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya diketahui masuk ke Indonesia melalui bandara internasional dengan memegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), namun diduga menyalahgunakan izin tersebut untuk melakukan kegiatan ilegal.


EJN tercatat masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 21 Maret 2026. Sementara ED masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 10 Maret 2026.


Sementara itu, di lokasi kedua yang berada di sebuah hotel kawasan Renon, tim mengamankan seorang perempuan berinisial AR (27), warga negara Rusia.


AR diketahui masuk ke Indonesia pada 22 April 2026 dan juga memegang Izin Tinggal Kunjungan. Ia diamankan di dalam kamar hotel bersama seorang pria setelah identitasnya dipastikan melalui sistem data keimigrasian.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, menyatakan bahwa ketiga WNA tersebut telah dibawa ke kantor imigrasi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir penyalahgunaan izin tinggal untuk kegiatan yang melanggar hukum maupun norma yang berlaku di Indonesia.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menyampaikan bahwa imigrasi tidak hanya memberikan kemudahan layanan bagi wisatawan asing, tetapi juga memastikan setiap WNA yang berada di Indonesia mematuhi aturan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Langkah pengawasan ini juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang menekankan prinsip “Imigrasi untuk Rakyat” demi menjaga ketertiban, keamanan, dan martabat bangsa. (*)

Mobil Modifikasi BBM Terbakar di Depan Mapolda, Polda Papua Gerak Cepat Padamkan Api



Jayapura – Personel Polda Papua bergerak cepat menangani kebakaran satu unit mobil Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi PA 1537 AW yang terjadi di Jalan Sam Ratulangi, tepat di depan Mapolda Papua lama, Kota Jayapura, Minggu (03/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.


Kendaraan tersebut terbakar hebat hingga menghanguskan sebagian besar badan mobil dan menyisakan rangka. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil diketahui telah dimodifikasi pada tangki bahan bakar minyak (BBM), yang diduga kuat menjadi pemicu terjadinya kebakaran.


Menurut keterangan saksi di lokasi, pengemudi kendaraan sempat keluar dari mobil saat api mulai membesar, kemudian melarikan diri ke arah pusat Kota Jayapura. Pengemudi tersebut diketahui mengenakan kaos berwarna hijau dan celana pendek.


Melihat kejadian tersebut, personel Polda Papua yang berada di sekitar lokasi langsung bertindak cepat dengan mengerahkan dua kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk memadamkan api, sehingga kebakaran tidak meluas dan tidak membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.


Selain pemadaman, petugas juga melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan di sekitar lokasi kejadian. Setelah api berhasil dipadamkan, bangkai kendaraan kemudian dievakuasi menggunakan alat berat untuk membersihkan badan jalan.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa respons cepat personel di lapangan merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.


“Begitu melihat kejadian, personel kami langsung bergerak cepat menggunakan AWC untuk memadamkan api agar tidak meluas dan situasi tetap aman serta kondusif,” ucap Kabid Humas.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan modifikasi tangki BBM pada kendaraan maupun melakukan pembelian BBM menggunakan tangki yang tidak sesuai standar.


“Modifikasi tangki BBM sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kebakaran. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik tersebut demi keselamatan bersama,” tegasnya.


Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Saat ini, kasus masih dalam penanganan aparat Kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. 


Refleksi Hari Pers Sedunia: Integritas Jurnalisme di Tengah Riuh “Si Paling Wartawan”

 



Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei semestinya menjadi momentum refleksi bersama. Namun, di tengah peringatan itu, muncul ironi yang kian sulit diabaikan, yakni fenomena “si paling wartawan”, mereka yang merasa paling paham, paling benar, dan paling layak menyandang identitas jurnalis, tanpa benar-benar memahami esensi profesi ini.


Hari ini, mengaku sebagai wartawan terasa begitu mudah. Cukup dengan gawai, akun media sosial, dan keberanian menyebarkan informasi, legitimasi seolah terbentuk dengan sendirinya. Verifikasi dianggap tidak penting, konfirmasi dinilai membuang waktu, dan etika dipersepsikan sebagai penghambat. Yang dikejar bukan lagi kebenaran, melainkan kecepatan dan sensasi.


Padahal, jurnalisme bukan pekerjaan serampangan. Ia adalah profesi yang dibangun di atas disiplin, integritas, dan tanggung jawab publik. Wartawan bekerja dengan standar, bukan sekadar keberanian berbicara. Ia terikat pada Kode Etik Jurnalistik, bukan pada logika viralitas.


Pendiri Kompas, Jakob Oetama, pernah menegaskan, “Pers bukan hanya menyampaikan fakta, tetapi memberi makna. Di situlah tanggung jawab moralnya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa jurnalisme tidak berhenti pada penyampaian informasi, melainkan pada kedalaman pemahaman dan tanggung jawab etis.


Namun realitas hari ini justru menunjukkan arah sebaliknya. Sebagian pihak tampil seolah paling memahami kebebasan pers, tetapi praktiknya jauh dari nilai-nilai jurnalistik. Menulis tanpa konfirmasi, menyajikan informasi tanpa konteks, bahkan menghakimi tanpa dasar yang memadai. Kebebasan dipelintir menjadi kebebasan tanpa batas.


Tokoh pers Atmakusumah Astraatmadja pernah mengingatkan, “Kebebasan pers tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu diikuti tanggung jawab dan kesadaran etika.” Tanpa itu, yang lahir bukan kebebasan, melainkan kekacauan informasi yang merusak ruang publik.


Fenomena “si paling wartawan” pada akhirnya bukan sekadar persoalan identitas, melainkan krisis kualitas. Ketika semua orang merasa paling tahu, ruang untuk belajar justru tertutup. Padahal, jurnalisme menuntut kerendahan hati intelektual, kesadaran bahwa kebenaran harus diuji, bukan diklaim.


Pendiri Tempo, Goenawan Mohamad, pernah menyatakan, “Jurnalisme bukan sekadar memberitakan apa yang terjadi, tetapi memahami apa yang sebenarnya terjadi.” Pemahaman inilah yang kian tergerus oleh budaya instan dan obsesi menjadi yang paling cepat.


Dalam nada yang lebih tegas, Rosihan Anwar mengingatkan, “Wartawan itu harus cerdas, jujur, dan berani. Tanpa itu, ia hanya menjadi penyampai kabar, bukan penjaga kebenaran.” Kutipan ini menjadi garis pembeda antara jurnalisme sebagai profesi dan sekadar aktivitas menyebarkan informasi.


Hari ini, tantangan terbesar pers bukan hanya disrupsi teknologi, tetapi degradasi etika. Siapa pun bisa menulis, tetapi tidak semua mampu mempertanggungjawabkan tulisannya. Di situlah letak pembeda yang sesungguhnya.


Kebebasan pers bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang paling vokal atau paling cepat. Ia adalah amanah untuk menjaga kualitas informasi, merawat kepercayaan publik, dan memastikan bahwa kebenaran tetap menjadi fondasi utama.


Maka, pada Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, yang perlu ditegaskan bukan sekadar kebebasan, melainkan kualitas. Bukan sekadar hak, tetapi tanggung jawab. Bukan siapa yang paling mengaku wartawan, melainkan siapa yang benar-benar bekerja sebagai wartawan.


Sebab pada akhirnya, jurnalisme tidak diukur dari klaim, melainkan dari integritas. Dan di tengah riuhnya “si paling wartawan”, justru di situlah nilai sejati profesi ini sedang diuji.



Oleh: Ridwan Darise, Ketua Umum Perwakum

Penulis adalah Ketua Umum Persatuan Wartawan Imigrasi dan Hukum (Perwakum)

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kebonsari Bantu Pasang Lantai Masjid An-Najiyah



Lumajang – Wujud nyata kepedulian serta upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat terus dilakukan oleh aparat kewilayahan, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko Serda Agus Waskito yang turut membantu kegiatan pemasangan lantai masjid sekaligus memberikan sarana dukungan berupa Al-Qur’an di Masjid An-Najiyah, Dusun Curah Jero, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga setempat sebagai bentuk gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan dan perbaikan sarana ibadah. Babinsa hadir langsung membantu proses pemasangan lantai masjid, mulai dari pengangkutan material hingga penataan keramik agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya lebih rapi.


Saat dikonfirmasi Serda Agus Waskito mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah yang digunakan masyarakat.


“Kegiatan ini tidak hanya membantu percepatan pembangunan masjid, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Masjid merupakan tempat ibadah yang harus kita jaga bersama, sehingga sudah sepatutnya kita saling membantu,” ujar dia.


Selain membantu pemasangan lantai masjid, Babinsa juga menyerahkan sarana dukungan berupa Al-Qur’an kepada pengurus Masjid An-Najiyah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah fasilitas ibadah dan menunjang kegiatan keagamaan masyarakat, seperti tadarus, pengajian, serta pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.


Sementara itu, Ketua Takmir Masjid An-Najiyah, Muhammad Ismail, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Babinsa yang telah hadir membantu pembangunan masjid sekaligus memberikan dukungan Al-Qur’an.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Babinsa yang sudah ikut membantu pemasangan lantai masjid. Bantuan Al-Qur’an ini juga sangat bermanfaat bagi jamaah, terutama untuk kegiatan mengaji dan pembelajaran anak-anak di masjid,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong serta mempererat kebersamaan dalam membangun sarana ibadah.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pembangunan Masjid An-Najiyah dapat segera rampung dan memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, sinergi antara Babinsa dan masyarakat di Desa Kebonsari semakin kuat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan kondusif dalam kehidupan bermasyarakat. (Pendim0821)

Pendampingan Babinsa Jadi Penyemangat Petani, Lahan Padi 1 Ha Mulai Diolah



Lumajang – Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Babinsa Pundungsari Koramil 0821-18/Tempursari Serka Fery Dian Prasetiyono melaksanakan kegiatan pendampingan pengolahan lahan padi di lahan sawah seluas 1 hektare milik warga bernama Jarwo, yang berada di Dusun Krajan, Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).


Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan dengan terjun langsung ke area persawahan bersama petani, mulai dari proses persiapan lahan hingga pengecekan kondisi tanah yang akan digunakan untuk masa tanam padi. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan pengolahan lahan berjalan optimal agar hasil produksi pertanian dapat meningkat.


Serka Fery Dian Prasetiyono mengatakan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan wilayah serta mendorong semangat petani agar tetap produktif dalam mengelola lahan pertanian.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI melalui Babinsa untuk membantu petani agar lebih semangat dan memastikan proses pengolahan lahan berjalan sesuai tahapan, sehingga dapat mendukung hasil panen yang maksimal,” ujar Serka Fery.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sari Tani I, Arifin, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pertanian sebagai sektor penting penopang ekonomi warga desa.


"Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para petani di Desa Pundungsari semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mampu menjaga stabilitas pangan di wilayah," pungkasnya.


Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjalin erat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. (Pendim0821)