View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

06/06/26

Babinsa Sarikemuning Monitor Pelayanan Posyandu Dahlia, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Sehat

 


Lumajang – Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang kesehatan serta memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0821-03/Senduro, Serda M. Tri Wijayanto, melaksanakan kegiatan monitoring pelayanan kesehatan warga di Posyandu Dahlia, Dusun Maduran RT 005 RW 007, Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dusun Maduran tersebut melibatkan berbagai unsur pelayanan kesehatan desa, di antaranya Bidan Desa Sri Suryanti Rahayu, S.ST., Perawat Reni Anggun P.D., S.Kep., Ns., serta para kader Posyandu yang secara rutin memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, Posyandu Dahlia melayani pemeriksaan dan pemantauan kesehatan bagi balita maupun lansia. Tercatat sebanyak 25 balita dan 15 lansia hadir untuk mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari penimbangan, pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga konsultasi kesehatan bagi warga lanjut usia.


Serda M. Tri Wijayanto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai permasalahan kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.


“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung program Indonesia Sehat. Dengan adanya Posyandu yang aktif, kondisi kesehatan balita dan lansia dapat terus dipantau secara berkala,” ungkap dia.


Sementara itu, Bidan Desa Sri Suryanti Rahayu menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih aktif mengikuti program kesehatan yang telah disediakan pemerintah.


Di tempat yang sama, Kepala Dusun Krajan, Baswar, berharap kegiatan Posyandu dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.


Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Desa Sarikemuning semakin optimal serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia yang lebih maju. (Pendim0821)

Dukung Generasi Sehat, Babinsa Selokgondang Kawal Kegiatan Posyandu di Krajan Kulon

 



Lumajang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan warga melalui Posyandu Salak yang berlangsung di Dusun Krajan Kulon RT 015 RW 005, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan Posyandu tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Pelayanan kesehatan dipimpin oleh Bidan Desa Selokgondang, Imamatul Qoshirotut Thorfi, Amd.Keb., bersama tenaga perawat dan para kader Posyandu yang secara aktif memberikan berbagai layanan kesehatan bagi warga.


Dalam pelaksanaannya, Posyandu Salak melayani berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia). Berdasarkan data kehadiran, tercatat sebanyak 58 balita, 7 ibu hamil, dan 22 lansia mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan secara rutin tersebut.


Serka Cahyo Pranowo mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari upaya pendampingan dan dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.


"Kami hadir untuk memberikan dukungan serta membantu kelancaran kegiatan Posyandu. Dengan adanya pelayanan kesehatan yang rutin seperti ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat dapat terus terpantau, khususnya balita, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus," ujar dia.


Selain pelayanan kesehatan dan pemeriksaan rutin, kegiatan Posyandu Salak juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) serta susu kedelai secara gratis kepada peserta. Program tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi balita dan ibu hamil guna mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.


Sementara itu, Bidan Desa Imamatul Qoshirotut Thorfi menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Babinsa dan kader Posyandu yang selalu aktif membantu pelaksanaan kegiatan. Sinergi yang terjalin dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.


Melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan masyarakat Desa Selokgondang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata sinergi TNI dengan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, kuat, dan sejahtera. (Pendim0821)

Pengecatan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut, Akses Baru Warga Kebonagung Segera Rampung



Lumajang – Program pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi akses penghubung baru yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas para petani dalam mengangkut hasil pertanian.


Hal tersebut disampaikan Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono, Sertu Hery Wahyudi, saat bersama warga melaksanakan kegiatan lanjutan pengecatan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/6/2026).


Di tengah suasana gotong royong yang penuh semangat, Sertu Hery Wahyudi mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dan TNI dalam membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien.


“Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya akan sangat membantu masyarakat, terutama para petani dan warga yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih mudah. Karena itu, kami bersama warga terus mendukung setiap tahapan pengerjaan hingga selesai,” ujar dia.


Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 42 meter dengan lebar 1,2 meter. Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan hingga Jumat (5/6/2026), progres pembangunan telah mencapai 90,88 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir, termasuk pekerjaan pengecatan dan penyempurnaan beberapa bagian konstruksi.


Lebih lanjut Sertu Hery menyampaikan, selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dengan mempercepat distribusi hasil pertanian dan memperlancar aktivitas ekonomi warga sehari-hari.


Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari implementasi program pembangunan yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan guna membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.


Antusiasme warga terlihat selama kegiatan pengecatan berlangsung. Mereka secara sukarela bergotong royong bersama personel TNI untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Kebersamaan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.


Dengan progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 90 persen, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, memperlancar akses pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kebonagung dan wilayah sekitarnya. (Pendim0821)

Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

 


Jayapura – Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait terus melakukan upaya pencarian, identifikasi korban, dan sterilisasi lokasi pasca-ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor.


Memasuki hari keenam (H+6) pasca kejadian pada (31/05/2026), tim gabungan berhasil menyelesaikan proses sterilisasi area Ring Satu hingga mencapai 100 persen atau dinyatakan aman dari potensi ancaman lanjutan. Sebelumnya, area tersebut baru mencapai tingkat sterilisasi sekitar 75 persen.


Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa meskipun Ring Satu telah dinyatakan steril, proses pencarian korban yang masih belum ditemukan serta penyelidikan penyebab ledakan akan terus dilakukan secara maksimal.


"Kami bersama seluruh unsur TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus berupaya semaksimal mungkin dalam proses pencarian korban yang masih belum ditemukan. Area Ring Satu saat ini telah dinyatakan steril 100 persen, namun masyarakat tetap tidak diperkenankan memasuki lokasi demi keselamatan dan kelancaran proses pencarian serta penyelidikan yang masih berlangsung," ucap Kapolres saat melakukan press release pada Jumat, (05/06/2026).


Pada hari ini, Tim Basarnas bersama tim gabungan kembali menemukan 17 potongan bagian tubuh di sekitar lokasi kejadian. Temuan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk dilakukan proses identifikasi.


Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, antara lain satu kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu unit proyektor merek Sony, satu telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta satu batang besi sepanjang kurang lebih 40 sentimeter.


Sementara itu, Tim DVI Polda Papua telah melakukan pemeriksaan terhadap 34 potongan jaringan tubuh yang ditemukan selama proses pencarian. Dari jumlah tersebut, enam sampel DNA postmortem berhasil diambil untuk selanjutnya dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri guna mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah.


Di sisi lain, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga menemukan 21 serpihan yang diduga merupakan bagian logam, satu mata gergaji, satu gagang gergaji besi, serta satu mata gerinda. Seluruh barang tersebut ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari titik yang diduga menjadi pusat ledakan.


Dalam rangka mengungkap penyebab kejadian, tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya tiga unit perahu, dua unit kompresor yang masing-masing terpasang selang sepanjang 150 meter dan 200 meter beserta regulator, tiga mesin tempel berkapasitas 15 PK, satu mesin tempel 40 PK, dua kantong jaring, satu pasang fins (kaki katak), satu masker selam, serta satu set sabuk pemberat penyelaman.


AKBP Ari menegaskan bahwa seluruh temuan di lokasi akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab ledakan.


"Kami memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan akan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban yang masih belum ditemukan, mengidentifikasi seluruh korban secara akurat, serta mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa ini," tegasnya.


Hingga saat ini, seluruh korban luka telah dinyatakan menjalani rawat jalan dan mendapatkan pendampingan melalui posko yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.


Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Kabupaten Biak Numfor, Andarias Alik S. E, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dijadwalkan memasuki tahap akhir. Namun demikian, apabila terdapat pertimbangan dari pemerintah daerah maupun pihak keluarga korban, operasi pencarian masih dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.


Tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara maksimal hingga seluruh proses pencarian, identifikasi korban, dan penyelidikan dapat diselesaikan dengan baik.


Tim URC Jatanras Polda Papua Ungkap Kasus Curanmor dan Curat, Amankan Pelaku Beserta Barang Bukti

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mengungkap kasus kejahatan konvensional berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kota Jayapura, Sabtu (06/06/2026).


Penangkapan dilakukan setelah Tim URC Resmob Jatanras memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku di kawasan Pasar Inpres Dok IX, Distrik Jayapura Utara. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.


Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.


Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe warna hitam yang merupakan barang bukti kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kawasan Pantai Hamadi. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Sporty yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di lokasi lain serta satu unit speaker aktif merek Bayern yang merupakan barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan di Gereja Bethani Dok IX.


Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut bermula ketika kendaraan milik korban dibawa oleh rekannya dan mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Ring Road, Jayapura Selatan. Saat korban dalam kondisi tidak berdaya pasca kecelakaan, pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut dengan membawa kabur sepeda motor milik korban.


Sementara itu, dalam kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku diduga masuk ke dalam Gereja Bethani Dok IX dengan cara merusak grendel pintu sebelum mengambil sejumlah barang inventaris gereja, di antaranya speaker aktif, laptop, dan telepon genggam, yang mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras personel dalam melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap pelaku kejahatan yang selama ini menjadi target penegakan hukum.


"Operasi Sikat Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku kejahatan, tetapi juga pemulihan barang bukti serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lainnya," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya barang bukti maupun lokasi tindak pidana lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 untuk menekan angka kejahatan konvensional serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Papua.

Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika

 


Jayapura – Sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Jayapura Kota melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus yang ditangani selama periode Maret hingga Mei 2026.


Kegiatan pemusnahan berlangsung di kawasan Ampera, Distrik Jayapura Utara, Jumat (05/06/2026), dan disaksikan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Jayapura serta personel Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota yang terlibat dalam proses penyidikan.


Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari lima laporan polisi berbeda dengan tersangka berinisial LL, GP, JP, RM dan GY. Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika jenis ganja seberat 89,41 gram milik tersangka LL, 1.375,53 gram milik tersangka GP, 1.035,81 gram milik tersangka JP, 335,35 gram milik tersangka RM dan 231,50 gram milik tersangka GY, sehingga total keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan mencapai 3.067,60 gram atau sekitar 3,06 kilogram ganja.


Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, S.T.K., S.I.K., mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari proses penegakan hukum sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat dalam penanganan perkara narkotika.


"Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu tahapan dalam proses penyidikan tindak pidana narkotika. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kami dalam memastikan setiap barang bukti yang telah disita diproses sesuai prosedur hukum dan tidak disalahgunakan," ujar AKP Febry.


Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.


"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Upaya pemberantasan akan terus kami tingkatkan guna menekan sekaligus mengurangi tindak kejahatan yang berkaitan dengan narkotika serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jayapura," tegasnya.


AKP Febry juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya.


Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing

 


Jayapura – Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengungsi akibat insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pengungsian Hotel Mapia, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (05/06/2026).


Kegiatan yang dipimpin Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu memulihkan kondisi psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak yang masih merasakan dampak trauma pascakejadian.


Sejak pagi, personel Polwan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang tengah mengikuti ujian kenaikan kelas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti bermain bersama, bercengkerama, serta membagikan makanan ringan kepada anak-anak dan warga yang berada di posko pengungsian.


Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas perlahan mulai menunjukkan senyum, semangat, dan keberanian untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar.


Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pemulihan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascakejadian, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.


“Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus agar mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat melupakan ketakutan yang dialami serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat,” ucap Kapolres.


Sementara itu, Wakapolres Biak Numfor mengatakan bahwa kehadiran Polwan di tengah para pengungsi merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.


“Kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menghibur dan edukatif. Alhamdulillah, mereka terlihat sangat antusias dan mulai kembali ceria saat berinteraksi bersama personel Polwan,” ungkapnya.


Hasil kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para pengungsi, komunikasi yang baik juga terjalin antara personel Polwan dengan para orang tua dan warga yang berada di posko pengungsian.


Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan psikologis para pengungsi, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak. 


Polres Biak Numfor akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan kebutuhan para pengungsi, termasuk layanan kesehatan dan pendampingan psikososial, dapat terpenuhi dengan baik selama masa pemulihan berlangsung.


Ops Sikat Cartenz 2026, Polres Keerom Berhasil Ungkap Keberadaan Motor Hasil Curanmor


 

Jayapura – Tim Khusus (Timsus) Opsnal Satreskrim Polres Keerom kembali menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) melalui kegiatan penyelidikan dan pengembangan barang bukti dalam rangka Operasi Sikat Cartenz 2026.


Dalam kegiatan pengembangan yang dilakukan di Kampung Yuanain, Arso II, Kabupaten Keerom, tim berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana curanmor yang sebelumnya dilakukan oleh pelaku yang telah diamankan.


Pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan analisa dan evaluasi (anev) yang dilakukan tim terkait pengembangan barang bukti hasil tindak pidana curanmor di wilayah Kabupaten Keerom. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa terdapat seorang warga di Kampung Yuanain, Distrik Arso, yang diduga membeli sepeda motor dari seorang pelaku curanmor.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera melakukan pendalaman dan bergerak menuju lokasi guna memastikan keberadaan kendaraan dimaksud. Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan dan mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Street yang telah mengalami perubahan tampilan dengan pemasangan stiker berwarna ungu.


Dari hasil pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin, kendaraan tersebut diketahui merupakan sepeda motor dengan nomor polisi PA 3083 JG yang dilaporkan sebagai hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, sepeda motor tersebut dibeli dari pelaku dengan harga Rp3 juta setelah sebelumnya ditawarkan melalui sambungan telepon dengan alasan membutuhkan uang.


Setelah seluruh rangkaian penyelidikan dan pengembangan selesai dilakukan, petugas kemudian mengamankan kendaraan tersebut sebagai barang bukti ke Mapolres Keerom untuk proses hukum lebih lanjut.


Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., selaku Kasubsatgas Pidum Polres Keerom mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras personel dalam melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor yang sedang ditangani.


"Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap setiap laporan tindak pidana curanmor guna mengungkap jaringan maupun keberadaan barang bukti lainnya. Keberhasilan mengamankan kendaraan ini merupakan bentuk komitmen Polres Keerom dalam mendukung Operasi Sikat Cartenz 2026 serta memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat," ujar AKP Jetny.


Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan miliknya dengan menggunakan kunci pengaman tambahan serta memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana maupun transaksi kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen resmi," tambahnya.


Melalui kegiatan pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Keerom berharap seluruh barang bukti hasil kejahatan dapat ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik yang sah, sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana.