View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

11/05/26

Wakapolda Papua Buka Program Pembinaan dan Pemulihan Profesi bagi Personel Pelanggar Disiplin dan Kode Etik



Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H membuka secara resmi kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri (Binluhprof) bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) jajaran Polda Papua yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri Tahun 2026. 


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua Koya Koso, Kota Jayapura, Senin (11/05).


Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Papua, di antaranya Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., serta para personel peserta kegiatan.


Dalam laporan selaku penanggung jawab kegiatan, Kabid Propam Polda Papua menyampaikan bahwa program Binluhprof tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin dan pemberian sanksi, namun juga menjadi sarana pembinaan dan pemulihan bagi anggota yang pernah melakukan pelanggaran agar dapat kembali menjalankan tugas dengan baik.


“Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang introspeksi, perbaikan, dan peningkatan kualitas diri bagi anggota Polri, baik dari aspek moral, mental, maupun kinerja, sehingga setelah menjalani sanksi mereka dapat kembali mengabdi dengan semangat baru,” ujarnya.


Disebutkan pula bahwa kegiatan pembinaan akan dilaksanakan selama tujuh hari dengan jumlah peserta sebanyak 100 personel yang berasal dari satker Mapolda Papua dan satwil jajaran. Materi yang diberikan meliputi pembekalan, diskusi, pelatihan mental dan kepribadian, hingga sesi motivasi dari para narasumber yang kompeten.


Sementara itu, dalam sambutan Kapolda Papua yang dibacakan oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., disampaikan bahwa kegiatan Binluhprof merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota Polri yang memerlukan pembinaan dan pemulihan agar dapat kembali menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.


“Institusi Polri tidak ingin membuang potensi anggotanya, melainkan ingin memperbaiki dan merangkul kembali mereka yang sempat tergelincir dalam pelaksanaan tugas,” kata Wakapolda Papua saat membacakan sambutan Kapolda Papua.


Lebih lanjut disampaikan bahwa program Binluhprof memiliki tujuan untuk membangun kembali mentalitas, integritas, serta semangat pengabdian personel agar mampu menjadi anggota Polri yang disiplin, profesional, dan dicintai masyarakat.


Wakapolda Papua juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan pengalaman pelanggaran sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri serta menjaga nama baik institusi Polri dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Kepada seluruh peserta, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk membangun kembali semangat pengabdian kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.


Sebagai simbol dimulainya kegiatan pembinaan, Wakapolda Papua melakukan pengguntingan rambut secara simbolis kepada peserta Binluhprof, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pejabat yang hadir.

H-1 Peresmian, Jembatan Gantung Garuda 1 Kodim 0903/Bulungan Tunjukkan Hasil Maksimal


Bulungan – Memasuki H-1 peresmian, pembangunan Jembatan Gantung Garuda 1 Kodim 0903/Bulungan di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, menunjukkan hasil yang maksimal, Senin (11/05). Berbagai tahap akhir pengerjaan terus dilakukan guna memastikan jembatan siap digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman.


Terlihat personel dan warga masih melakukan penyempurnaan di sejumlah bagian jembatan, mulai dari pengecekan konstruksi, perapian area sekitar, hingga finishing pada fasilitas pendukung. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat tetap terjaga demi menghadirkan akses penghubung yang lebih baik bagi warga Desa Sajau Hilir.


Jembatan Gantung Garuda 1 yang dibangun oleh Kodim 0903/Bulungan ini menjadi salah satu sarana vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk akses pendidikan, pertanian, maupun perekonomian warga setempat.


Dengan progres pengerjaan yang telah mencapai tahap akhir, kondisi jembatan kini tampak semakin kokoh, rapi, dan siap diresmikan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tanjung Palas Timur.


Kodim 0903/Bulungan bersama masyarakat optimis peresmian Jembatan Gantung Garuda 1 akan berjalan lancar dan menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah.

Dari Rumah Hingga MCK, Sentuhan TMMD Ke-128 Bantu Warga Hidup Lebih Layak


MALINAU, Kalimantan Utara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Tidak hanya melakukan perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas TMMD juga membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di rumah warga, Senin (11/5/2026).


Salah satu warga penerima bantuan tersebut adalah Bapak Junior. Rumah yang sebelumnya kurang layak huni kini mulai diperbaiki agar lebih nyaman ditempati bersama keluarga. Selain itu, pembangunan MCK juga dilakukan guna mendukung pola hidup bersih dan sehat bagi keluarga.


Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat. Kebersamaan dan semangat saling membantu tampak begitu erat selama proses pembangunan berlangsung.


Keberadaan MCK menjadi kebutuhan penting bagi warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hidup keluarga penerima bantuan dapat menjadi lebih baik.


Bagi Bapak Junior, bantuan itu bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, perhatian dan kepedulian yang diberikan menjadi penyemangat bagi keluarganya.


“Saya tidak menyangka rumah kami diperbaiki dan dibuatkan MCK. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan keadaan kami,” ucapnya dengan penuh haru.


Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.


(Pendim 0910)

Akses Jalan TPU Desa Luso Mulai Tampak Layak, Semenisasi TMMD Ke-128 Capai 85 Persen

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Pengerjaan semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, yang dimulai sejak 24 April 2026 hingga Senin (11/5/2026) kini telah mencapai progres 85 persen.


Pembangunan yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau tersebut dilakukan sepanjang 100 meter dengan lebar 2 meter. Kehadiran akses jalan yang lebih layak ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat menuju TPU, terutama saat kegiatan pemakaman maupun ziarah keluarga.


Sebelumnya, kondisi jalan menuju TPU cukup memprihatinkan, terutama saat hujan turun. Jalan yang berlumpur dan licin kerap menyulitkan warga ketika melintas. Kini, akses jalan tersebut mulai tampak rapi dan nyaman digunakan setelah dilakukan semenisasi oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.


Hasil pengerjaan yang mulai terlihat memberikan harapan baru bagi warga Desa Luso. Selain mempermudah akses menuju TPU, pembangunan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan fasilitas umum di wilayah pedesaan.


Masyarakat Desa Luso mengaku sangat bersyukur atas pembangunan tersebut. Menurut mereka, jalan menuju TPU kini jauh lebih mudah dilalui dibanding sebelumnya.


“Kami merasa sangat terbantu. Dulu kalau hujan jalannya licin dan susah dilewati, sekarang sudah jauh lebih baik. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu desa kami,” ujar salah satu warga.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus berupaya menuntaskan pengerjaan semenisasi agar selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat Desa Luso.


(Pendim 0910)

Kolaborasi Takeda dan Halodoc Diharapkan Turunkan Beban Penyakit DBD di Indonesia

 


Jakarta – Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, PT Takeda Innovative Medicines bersama Halodoc mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam memperkuat pencegahan DBD di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, rata-rata kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 20 tahun sebelumnya. Siklus puncak kasus yang sebelumnya terjadi sekitar 10 tahun sekali kini berubah menjadi sekitar tiga tahun atau bahkan kurang. 


Penyakit ini juga tidak lagi bersifat musiman karena kini dapat terjadi sepanjang tahun dan menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, namun juga memengaruhi produktivitas keluarga hingga ekonomi nasional. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta kasus rawat inap terkait DBD sepanjang 2024 dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp3 triliun.


Melalui kemitraan ini, Takeda dan Halodoc menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari edukasi bagi tenaga kesehatan terkait DBD dan pencegahannya hingga edukasi publik melalui platform digital Halodoc. Masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi dokter guna memperoleh informasi akurat mengenai DBD dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan, termasuk vaksinasi. Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengatakan, “Dengue merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa, hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkannya, sehingga penanganannya lebih berfokus pada pengelolaan gejala. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting. 


Sebagai mitra dari Kementerian Kesehatan RI, Takeda berkomitmen untuk terus mendukung upaya menuju ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030’, di antaranya melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kami melihat kesamaan tujuan dengan Halodoc dalam meningkatkan literasi publik terkait dengue, terutama dalam hal pencegahaan, dan kemitraan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut.”


Senada dengan hal tersebut, CEO & Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta menyampaikan, “Sebagai ekosistem kesehatan digital dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif, Halodoc berkomitmen mempermudah akses layanan tepercaya, termasuk solusi terintegrasi DBD mulai dari edukasi hingga langkah preventif seperti vaksinasi. Mengingat besarnya beban penyakit ini, kemitraan kami dengan Takeda hadir untuk memperkuat edukasi medis yang akurat sekaligus memperluas proteksi bagi masyarakat. Upaya ini membuahkan hasil nyata, di mana akses layanan vaksinasi DBD di Halodoc melonjak hampir 2 kali lipat pada kuartal-1 2026 dibandingkan kuartal-4 2025. Ke depan, kami berharap dapat menjangkau dan mengedukasi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.”


Momentum Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap akhir April turut menjadi pengingat pentingnya langkah pencegahan sebagai fondasi perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam konteks DBD, upaya pencegahan yang konsisten dan komprehensif dinilai semakin relevan di tengah risiko penularan yang berlangsung sepanjang tahun dan dipengaruhi perubahan pola cuaca. Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K) menekankan bahwa DBD memiliki karakteristik unik karena perjalanan penyakitnya tidak selalu dapat diprediksi. “Seorang anak dengan gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat terjadi perburukan yang cepat yaitu terjadi perdarahan hebat dan syok. 


Selain itu dapat terjadi komplikasi lain seperti kejang dan penurunan kesadaran. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Sekitar 75% kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun, dengan proporsi kematian terbesar, yaitu sekitar 41%, terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, yang dapat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih berkembang serta keterlambatan dalam mengenali gejala. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan melalui 3M Plus hingga perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang komprehensif. Dalam praktiknya, tenaga kesehatan dapat membantu masyarakat memahami berbagai opsi pencegahan yang tersedia, termasuk imunisasi. Sejalan dengan persetujuan BPOM terbaru, imunisasi dengue direkomendasikan bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun.”


Prof. Hartono menambahkan, “Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan perlindungan diri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang terdekat dari bahaya infeksi DBD.” Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM menegaskan bahwa DBD juga berdampak besar terhadap kelompok usia dewasa, khususnya usia produktif. “Sering kali dengue dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak menyerang anak-anak, padahal pada kelompok usia dewasa risikonya tetap tinggi dan dapat berdampak luas. Tidak sedikit pasien dewasa yang harus menjalani rawat inap akibat dengue, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga produktivitas keluarga. Selain itu, pada kelompok usia dewasa, khususnya yang memiliki kondisi penyerta atau komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan kesehatan lainnya, risiko terjadinya komplikasi akibat dengue dapat menjadi lebih tinggi. Kondisi ini dapat memperberat perjalanan penyakit dan meningkatkan kebutuhan perawatan medis yang lebih intensif. Padahal, pencegahan yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kondisi yang lebih serius.”


Ia melanjutkan, “Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjadikan pencegahan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga lingkungan hingga mempertimbangkan langkah perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang komprehensif. Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam melindungi diri dan keluarga, termasuk dengan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai opsi pencegahan yang tersedia, seperti imunisasi, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.” 


Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu, termasuk meningkatnya suhu udara, turut meningkatkan risiko penyebaran DBD. Karena itu, langkah pencegahan dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan sebagai bagian dari perlindungan yang lebih menyeluruh. Melalui kolaborasi ini, Takeda dan Halodoc berharap semakin banyak pihak dapat terlibat aktif dalam memperkuat upaya pencegahan DBD di Indonesia sehingga mampu menurunkan beban penyakit sekaligus melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

Patroli Pleton Siaga Polres Pasuruan Kota Amankan 14 Motor Diduga Balap Liar


KOTA PASURUAN – Berawal dari aduan masyarakat terkait adanya aktivitas balap liar dan peredaran minuman keras (miras) yang meresahkan, Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur menggelar Patroli Pleton Siaga, Minggu (10/05/2026) dini hari.


Patroli terpadu yang dipimpin oleh Kabag SDM Polres Pasuruan Kota Kompol Nanang Fendi Dwi Susanto, juga diikuti Kasat Binmas AKP Saiful Anam, Kasat Resnarkoba AKP Rony Margas, Kanit Gakkum IPTU Dzulkifli, serta 20 personel gabungan Pleton Siaga Polres Pasuruan Kota.


Sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas yang menjadi sasaran patroli diantaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan KH. Mansyur, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Pahlawan, Jalan A. Yani, hingga kawasan Pelabuhan.


Hasilnya, petugas mengamankan belasan unit sepeda motor tanpa dokumen resmi serta botol berisi miras siap edar.


Kabag SDM Polres Pasuruan Kota mengatakan, patroli ini difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta menjaga kondusivitas wilayah hukum Kota Pasuruan Polda Jatim.


"Kami hadir untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat terhadap gangguan kamtibmas," ujarnya.


Selain itu, di Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, personel juga berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah.


Sementara di wilayah hukum Polsek Keboncandi, petugas juga berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah.


"Total kendaraan sepeda motor ada 14 unit kami amankan di Mapolres Pasuruan Kota guna dilakukan penindakan," pungkasnya.


Di lokasi terpisah, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, menyampaikan bahwa patroli pleton siaga merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan.


“Kegiatan patroli ini merupakan bentuk respon cepat Polres Pasuruan Kota terhadap aduan masyarakat terkait balap liar, peredaran miras, dan potensi gangguan kamtibmas lainnya," terang AKBP Titus.


Ia menegaskan Polres Pasuruan Kota Polda Jatim akan terus meningkatkan patroli guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.


"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota," tegas AKBP Titus.


Polres Pasuruan Kota juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.


"Laporkan bila melihat atau mengalami tindak kejahatan, bisa langsung datang ke kantor Polisi terdekat atau melalui hotline 110 bebas pulsa, maka akan segera kami tindaklanjuti," pungkasnya. (*)

10/05/26

Material Terus Didorong, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Percepat Semenisasi Jalan TPU Desa Luso

 


MALINAU – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus mempercepat pengerjaan semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Minggu (10/5/2026).


Untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, distribusi material dilakukan secara berkelanjutan. Truk pengangkut material tampak hilir mudik memasok campuran pasir dan semen ke lokasi pengerjaan agar proses semenisasi berjalan sesuai target.


Di tengah cuaca yang cukup terik, personel Satgas TMMD bersama warga tetap semangat bekerja. Material yang tiba di lokasi langsung diratakan dan dipersiapkan untuk tahap pengecoran jalan.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo mengatakan, dorongan material terus dilakukan guna memastikan pengerjaan semenisasi tidak mengalami kendala.


“Kami terus mendistribusikan material agar pengerjaan semenisasi berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ketersediaan material sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan jalan TPU ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembangunan jalan menuju TPU menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses menuju area pemakaman.


Selain personel Satgas TMMD, warga Desa Luso juga turut membantu proses pengerjaan. Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga persiapan pengecoran jalan.


Warga berharap pembangunan jalan tersebut segera rampung sehingga dapat digunakan dengan lebih nyaman dan aman, terutama saat masyarakat menuju area TPU.


(Pendim 0910)

Rumah Singgah Mulai Dibangun, TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Hadirkan Kepedulian untuk Warga Desa Luso

 


MALINAU – Di tengah sunyinya jalur menuju kebun dan ladang milik warga Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, secercah harapan mulai dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau. Sebuah rumah singgah yang diperuntukkan bagi masyarakat kini mulai dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama warga setempat, Minggu (10/5/2026).


Di lokasi pembangunan, personel Satgas TMMD tampak bergotong royong bersama masyarakat memasang rangka bangunan dan menyiapkan pondasi rumah singgah. Peluh yang menetes di bawah terik matahari tidak mengurangi semangat kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga.


Rumah singgah tersebut dibangun bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Desa Luso yang sehari-hari harus menempuh perjalanan menuju kebun dan ladang, keberadaan tempat untuk beristirahat sangat dibutuhkan. Terlebih saat hujan turun tiba-tiba di tengah perjalanan, warga kerap kesulitan mencari tempat berteduh.


Melalui pembangunan rumah singgah ini, Satgas TMMD ingin menghadirkan fasilitas sederhana namun memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Nantinya, rumah singgah itu akan menjadi tempat warga melepas lelah saat pergi maupun pulang dari kebun dan ladang, sekaligus tempat berteduh ketika cuaca tidak bersahabat.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo mengatakan pembangunan rumah singgah merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.


“Kadang hal kecil justru sangat berarti bagi masyarakat. Rumah singgah ini memang sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi tempat yang bermanfaat bagi warga untuk beristirahat maupun berteduh saat di perjalanan menuju kebun dan ladang,” ujarnya.


Ia menambahkan, program TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.


“Melalui TMMD, kami ingin TNI benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Semangat gotong royong yang terbangun bersama warga menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan,” tambahnya.


Warga Desa Luso pun menyambut baik pembangunan rumah singgah tersebut. Mereka merasa terbantu karena fasilitas itu nantinya akan menjadi tempat persinggahan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi para petani yang setiap hari beraktivitas di kebun dan ladang.


(Pendim0910)