View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

03/06/26

Polda Papua Perluas Penyisiran dan Perkuat Identifikasi Forensik dalam Penanganan Peristiwa Ledakan di Biak Numfor

 


Jayapura – Tim gabungan terus melaksanakan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan pasca peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor pada Minggu, 31 Mei 2026.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa hingga Rabu, 3 Juni 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


“Dalam rangka mempercepat proses pencarian, hari ini tim gabungan memperluas area penyisiran dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari titik kejadian perkara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta mengantisipasi adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Dari hasil penyisiran yang dilakukan hari ini, tim gabungan menemukan beberapa bagian atau serpihan tubuh manusia yang selanjutnya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Biak guna dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.


Selain kegiatan pencarian korban, Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Papua juga masih melaksanakan sterilisasi di lokasi kejadian guna memastikan area tersebut aman dari kemungkinan adanya sisa bahan peledak atau benda berbahaya lainnya.


“Tim Jibom terus melakukan sterilisasi secara menyeluruh di sekitar lokasi ledakan. Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas yang masih bekerja di lapangan,” jelasnya.


Selain itu, sejumlah sampel yang diperoleh dari lokasi kejadian saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan dan pengujian secara ilmiah oleh Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Hum. 


Pemeriksaan laboratorium tersebut dilakukan guna mendukung scientific identification dan memperkuat pembuktian dalam proses penyelidikan.


“Berbagai barang bukti, benda, dan sampel yang telah ditemukan di lokasi saat ini sedang dianalisis secara ilmiah. Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu membuka tabir dan mengungkap secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ledakan ini,” ungkap Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun memindahkan benda-benda yang diduga merupakan sisa amunisi atau material berbahaya peninggalan perang apabila ditemukan di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat agar dapat ditangani sesuai prosedur.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berbahaya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian penanganan yang sedang berlangsung,” tutup Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Wujudkan Pelayanan Presisi, Polres Pasuruan Kota Gelar Bimbingan Teknis Pelayanan Publik

  


Polresta Pasuruan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Pasuruan Kota terus berkomitmen melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Publik. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Publik dilaksanakan pada Rabu, 03 Juni 2026, bertempat di Aula Serbaguna Hotel BJ Perdana, Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Polres Pasuruan Kota, personel Polsek jajaran, serta perwakilan instansi terkait yang turut mendukung penyelenggaraan pelayanan publik di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.


Bimtek tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Perencanaan Polres Pasuruan Kota, Kompol Yudi Prasetya. Kehadiran seluruh peserta dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan Polres Pasuruan Kota dalam meningkatkan kompetensi personel guna menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis dan menuntut kualitas pelayanan yang lebih baik.


Dalam pelaksanaannya, peserta menerima berbagai materi terkait standar pelayanan publik, etika pelayanan, peningkatan kualitas layanan, pengelolaan pengaduan masyarakat, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme dan integritas. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis kepada masyarakat.


Dalam arahannya, Kompol Yudi Prasetya menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan salah satu wajah terdepan institusi Polri yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap personel harus mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.



“Pelayanan publik yang berkualitas adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami standar pelayanan yang baik, mampu memberikan respons yang cepat dan tepat, serta selalu mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat. Semangat Polri Presisi harus tercermin dalam setiap bentuk pelayanan yang kita berikan,” ujar Kompol Yudi Prasetya.


Lebih lanjut, Kompol Yudi menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, setiap personel harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan pelayanan prima di lingkungan tugasnya masing-masing.


Selain meningkatkan kapasitas individu personel, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polri dengan instansi terkait. Kolaborasi yang baik antarinstansi diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang efektif, efisien, serta mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.


Melalui Bimbingan Teknis Pelayanan Publik ini, Polres Pasuruan Kota menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan semangat Polri Presisi. Dengan didukung personel yang profesional, kompeten, dan berintegritas, Polres Pasuruan Kota optimistis dapat meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hari Ke-2 Ops Sikat Cartenz 2026, Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura Berhasil Ungkap Kasus Curat, Curas, dan Jaringan Curanmor

 


Jayapura – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026, jajaran kepolisian di wilayah Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat. 


Sejumlah kasus tindak pidana berhasil diungkap oleh personel Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polresta Jayapura Kota, Resmob Numbay, dan jajaran Polsek berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di lingkungan Kantor Distrik Abepura.


Pengungkapan tersebut dilakukan setelah aparat kepolisian menerima laporan terkait hilangnya sejumlah barang dari gudang penyimpanan milik Kantor Distrik Abepura. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif, petugas berhasil mengidentifikasi serta mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut beserta sebagian barang bukti hasil kejahatan.


Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 18 karung beras Bulog ukuran 10 kilogram, satu karton minyak goreng kemasan satu liter, dua unit mesin pemotong rumput, dan satu unit kipas angin.


Selain itu, Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota juga berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di kawasan Argapura, Distrik Jayapura Selatan.


Peristiwa tersebut bermula ketika korban yang sedang mengantar pesanan makanan dihentikan dan diancam menggunakan senjata tajam oleh pelaku. Dalam kejadian tersebut korban kehilangan telepon genggam dan uang tunai. Berkat penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan secara cepat, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Sementara itu, Tim URC Subsatgas Pidum Polres Jayapura juga berhasil mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor hasil pengembangan dari pelaku curanmor yang sebelumnya telah diamankan.


Kegiatan pengungkapan berlangsung pada Rabu (3/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.55 WIT hingga 06.00 WIT di wilayah Kampung Doyo Baru dan Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.


Dipimpin Kasubsatgas Pidum Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., tim terlebih dahulu mengamankan seorang penadah di Kampung Doyo Baru beserta satu unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil curian. Dari hasil interogasi awal, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku lainnya.


Tim kemudian melakukan pengembangan ke Kampung Bambar dan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku lainnya. Dari lokasi tersebut, petugas turut mengamankan dua unit sepeda motor hasil curian beserta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.


Secara keseluruhan, Tim URC Subsatgas Pidum Polres Jayapura berhasil mengamankan empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan curanmor serta menyita tiga unit sepeda motor hasil curian, dua pasang pelat nomor kendaraan yang digunakan untuk menyamarkan identitas kendaraan, satu buah kunci T modifikasi, tiga buah kunci motor, dan sejumlah dokumen kendaraan yang saat ini masih didalami keterkaitannya dengan tindak pidana lainnya.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan berbagai kasus tersebut merupakan bukti keseriusan Polri dalam menekan angka kejahatan konvensional dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Operasi Sikat Cartenz 2026 difokuskan pada penindakan berbagai bentuk kejahatan konvensional, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) yang meresahkan masyarakat. Keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan yang terus melakukan patroli, penyelidikan, dan pengembangan terhadap setiap laporan yang diterima,” ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Lebih lanjut, Dirreskrimum menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.


“Kami akan terus melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap setiap pelaku tindak pidana. Kepada masyarakat, kami mengimbau agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian kriminal yang terjadi di lingkungan masing-masing sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh kepolisian. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Sikat Cartenz 2026,” tegasnya.


Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap seluruh kasus yang berhasil diungkap, termasuk memburu pelaku lain yang masih dalam pencarian, menelusuri jaringan penadah, serta mengupayakan pemulihan barang-barang milik korban yang belum ditemukan.


Keberhasilan pengungkapan kasus curat, curas, dan curanmor tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Papua beserta jajaran kewilayahan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, serta kondusif di seluruh wilayah Papua.

Patroli KRYD Polres Mamberamo Tengah Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Kobakma

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Mamberamo Tengah melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Kobakma, Selasa (02/06/2026).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Mamberamo Tengah, Iptu Tumbur Sinurat, bersama Kasat Binmas, Iptu Wilhelma Kurut, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai fungsi.


Sebelum patroli dimulai, seluruh personel menerima arahan guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan optimal. Dalam arahannya, Iptu Tumbur Sinurat menekankan pentingnya kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan Kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.


“Patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan, mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas,” ujar Iptu Tumbur Sinurat.


Patroli KRYD menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas masyarakat di Kota Kobakma, di antaranya Kantor Bank Papua, RSUD Lukas Enembe, Pasar Sentral Kobakma, hingga kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah.


Saat berada di Pasar Sentral Kobakma, personel patroli melakukan pemantauan situasi sekaligus berdialog dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


Usai melakukan pemantauan di area pasar, patroli dilanjutkan ke Kantor Bupati Mamberamo Tengah untuk memastikan situasi di lingkungan perkantoran tetap aman dan kondusif.


Kapolres Mamberamo Tengah melalui Kasat Samapta Iptu Tumbur Sinurat menegaskan bahwa kegiatan KRYD akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah.


“Melalui patroli yang dilakukan secara konsisten, kami berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. Kehadiran Polri di lapangan merupakan wujud nyata pelayanan kepada masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tutupnya.

Hadir di Tengah Duka, Polres Biak Numfor Berikan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Ledakan Kompleks Ikan Biak

 


Jayapura – Di tengah suasana duka yang masih dirasakan masyarakat pasca insiden ledakan di Kompleks Ikan Biak, Polres Biak Numfor melalui Tim Trauma Healing hadir memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut, Selasa (02/06/2026).


Kegiatan trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis masyarakat pascakejadian. Melalui pendekatan humanis, personel Polwan Polres Biak Numfor berinteraksi langsung dengan anak-anak dan warga dengan mengajak mereka bermain, bercerita, serta memberikan motivasi dan dukungan moral guna membantu memulihkan rasa aman dan mengurangi dampak trauma yang masih dirasakan.


Suasana hangat dan penuh keakraban tampak selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang sebelumnya terlihat takut dan cemas perlahan mulai kembali tersenyum dan menunjukkan keceriaan saat mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan oleh tim trauma healing. 


Kehadiran para personel Polwan di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis warga serta mempercepat proses pemulihan pascakejadian.


Selain memberikan pendampingan psikologis, Polres Biak Numfor juga menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. 


Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan.


Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Terstiawan, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Biak Numfor Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan.


"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian ini, mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan perlahan pulih dari ketakutan yang masih dirasakan pascakejadian," ucap Kompol Jebelina Walli.


Ia menambahkan bahwa Polres Biak Numfor akan terus melakukan pendampingan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan guna membantu proses pemulihan psikologis masyarakat terdampak.


Masyarakat menyambut baik kehadiran Tim Trauma Healing Polres Biak Numfor. Selain memberikan rasa aman dan ketenangan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral yang membantu warga bangkit dari trauma dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.


Melalui kegiatan ini, Polres Biak Numfor menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan pada masa-masa sulit.


02/06/26

Polda Papua Terima Bantuan Alsintan dari Gubernur Papua untuk Perkuat Ketahanan Pangan

 


Jayapura – Polda Papua menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Provinsi Papua sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Negara Dok V, Kota Jayapura, Selasa (02/06/2026).


Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., kepada Polda Papua yang diwakili Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Papua, Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K.


Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pangan Provinsi Papua Lunanka V.M.L. Daimboa, Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., serta personel Polda Papua.


Dalam sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan bahwa bantuan alsintan yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


“Peralatan yang diberikan ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola dengan baik. Saya berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan pertanian yang produktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Gubernur Papua.


Menurutnya, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Papua memiliki potensi lahan yang luas dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai komoditas pertanian, mulai dari padi, jagung, kopi, kakao, petatas hingga hortikultura.


Gubernur Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk anggota Polri dan aparatur sipil negara yang memiliki lahan, untuk memanfaatkannya secara produktif sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, petani, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian pangan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua.


Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan bantuan alsintan berupa 4 unit jonder dan 10 unit hand tractor kepada Polda Papua. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Papua melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.


Polda Papua menyambut baik dukungan tersebut dan berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan alsintan secara optimal guna mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Papua.


Melalui penyerahan bantuan alsintan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Polda Papua semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong terwujudnya masyarakat Papua yang mandiri, produktif, dan sejahtera.


Ditreskrimum Polda Papua Bentuk Tim URC, Perkuat Patroli Mobile dan Penanganan Kejahatan 3C di Seluruh Wilayah Papua

 


Jayapura – Dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua membentuk Tim URC (Unit Reaksi Cepat) yang bertugas melakukan patroli, penyelidikan, pengungkapan kasus, serta memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.


Tim URC tersebut beranggotakan personel Unit III Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang berada di bawah pimpinan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, Kompol I Dewa Gede Ditya Kusuma, S.I.K., M.H. Selain di tingkat Polda, pembentukan Tim URC juga dilakukan di seluruh Polres jajaran Polda Papua guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kejahatan secara cepat dan terukur.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan Tim URC merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan kehadiran polisi yang responsif dalam menangani berbagai bentuk kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).


"Tim URC yang kami bentuk memiliki fokus utama pada pemberantasan kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Tim ini tidak hanya bergerak dalam aspek penegakan hukum melalui pengungkapan kasus, tetapi juga melaksanakan patroli mobile dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Lebih lanjut, Dirreskrimum Polda Papua menyampaikan bahwa kehadiran Tim URC di tingkat Polda maupun Polres jajaran diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap laporan masyarakat serta meningkatkan efektivitas pencegahan tindak kriminalitas di wilayah Papua.


Sebagai implementasi tugas tersebut, Tim URC Ditreskrimum Polda Papua melaksanakan patroli mobile di wilayah Kota Jayapura. 


Sementara itu, Tim URC Polres jajaran juga secara serentak melaksanakan kegiatan patroli dan pemantauan di wilayah masing-masing, di antaranya Polres Sarmi di Distrik Sarmi Kota, Polres Mamberamo Tengah di Distrik Kobakma, Polres Waropen di Kampung Urfas II dan Kampung Ronggaiwa, Polres Lanny Jaya di wilayah Kampung Yokobak dan sekitarnya, Polres Jayawijaya di kawasan Tugu Salib dan Jalan Yos Sudarso, Polres Tolikara di Distrik Karubaga, Polres Asmat di Jalan Nusantara dan Jalan Pemda Agats, Polres Jayapura di wilayah Kota Sentani, serta Polres Boven Digoel di wilayah Tanah Merah.


Dalam pelaksanaan patroli tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan.


Selain kegiatan preventif, Tim URC Satreskrim Polres Biak Numfor juga berhasil mengungkap empat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lokasi berbeda. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh terduga pelaku beserta lima unit kendaraan roda dua yang diduga merupakan hasil tindak pidana.


"Kehadiran Tim URC di tingkat Polda maupun Polres jajaran merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan profesional. Kami ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban," tambah Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Pembentukan Tim URC ini juga merupakan bagian dari strategi Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Cartenz 2026 yang digelar selama 45 hari, terhitung mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026. Operasi tersebut difokuskan pada penanggulangan dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), premanisme, serta kejahatan jalanan lainnya.


Polda Papua berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran Tim URC melalui patroli mobile, penyelidikan, pengungkapan kasus, dan kegiatan edukasi kepada masyarakat guna menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.

Kapolres Biak Beberkan Perkembangan Pasca Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II, Tiga Korban Belum Ditemukan


 

Jayapura – Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H. membeberkan perkembangan terbaru penanganan pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.


Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (02/06/2026) malam, Kapolres menyampaikan bahwa hingga hari ketiga pasca kejadian, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan.


"Untuk korban yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini berjumlah tiga orang. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD dan instansi terkait lainnya akan terus melaksanakan pencarian dengan fokus penyisiran di Ring 2, yakni wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian," ucap Kapolres Biak.


Kapolres menjelaskan, proses pencarian di Ring 1 belum dapat dilakukan secara maksimal karena area tersebut masih dalam tahap sterilisasi oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Papua. 


Berdasarkan hasil asesmen sementara, kawasan tersebut masih dinyatakan belum aman karena diduga masih terdapat benda-benda berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas.


Selain upaya pencarian korban, tim gabungan juga terus melakukan penyisiran dan identifikasi terhadap berbagai temuan di sekitar lokasi ledakan. Pada hari ini, Tim Jibom Gegana Polda Papua berhasil melakukan disposal atau pemusnahan terhadap satu granat nanas dan satu granat manggis yang ditemukan di area terdampak.


"Dari hasil sterilisasi yang dilakukan, petugas kembali menemukan sejumlah benda berbahaya yang kemudian langsung diamankan dan dimusnahkan sesuai prosedur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat maupun personel yang bertugas di lapangan," jelas Kapolres.


Tim gabungan yang melakukan penyisiran di Ring 2 juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh yang selanjutnya dievakuasi untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut oleh tim yang berwenang.


Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tersebut bertambah menjadi enam orang setelah salah satu korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Biak, yakni Mina Puadi (51), dinyatakan meninggal dunia. Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu korban yang sempat mendapatkan perawatan medis. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata AKBP Ari.


Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhumah Mina Puadi diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Yapen pada Selasa (2/6/2026). Proses pemulangan jenazah dilakukan melalui Pelabuhan Rakyat Tip Top, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.


Terkait perkembangan penyelidikan, Kapolres menyampaikan bahwa Tim Puslabfor Polda Papua telah bergabung untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dalam waktu dekat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua juga akan membantu proses identifikasi korban.


Di sisi lain, aparat keamanan menerima laporan dari masyarakat yang secara sukarela menyerahkan sejumlah benda yang diduga merupakan sisa amunisi perang untuk diamankan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan tiga mortir personel yang masih aktif serta 30 butir amunisi kaliber 7,62 mm yang kini telah diamankan oleh Tim Jibom Polda Papua.


Kapolres mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan dan menyerahkan benda-benda berbahaya tersebut kepada aparat keamanan.


"Dukungan masyarakat sangat membantu proses penanganan yang sedang berlangsung. Kami mengimbau warga yang masih menemukan atau menyimpan benda yang diduga merupakan peninggalan perang agar segera melaporkannya kepada aparat keamanan dan tidak mencoba memindahkan ataupun membongkarnya sendiri karena sangat berbahaya," tegas AKBP Ari.


Hingga saat ini, pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan, sterilisasi lokasi, proses identifikasi korban, serta investigasi penyebab ledakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan seluruh area terdampak benar-benar aman dan seluruh korban dapat ditemukan.