View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

06/09/26

Babinsa Pandawan Dukung Usaha Pengolahan Tahu di Desa Matang Ginalun

 


HULU SUNGAI TENGAH – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1002-05/Pandawan, Sertu Solikhin, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan pengolah tahu di Desa Matang Ginalun, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Sabtu (5/9).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan, sekaligus mengetahui secara langsung perkembangan usaha yang dijalankan warga.


Dalam kesempatan itu, Sertu Solikhin berdialog dengan pengolah tahu terkait proses produksi, pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha tersebut.


Danramil 1002-05/Pandawan Kapten Inf M. Fadillah mengatakan, Komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang dilakukan jajaran TNI AD untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat.


"Melalui Komsos, Babinsa dapat mengetahui secara langsung kondisi dan perkembangan masyarakat, termasuk kegiatan usaha yang menjadi sumber penghasilan warga," katanya.


Menurut dia, komunikasi yang terjalin secara rutin diharapkan dapat memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayahnya.


"Kami akan terus mendorong Babinsa agar aktif berkomunikasi dengan masyarakat dan memberikan motivasi sesuai dengan tugas serta kemampuan yang dimiliki," ujarnya.


Kapten Inf M. Fadillah menambahkan, keberadaan usaha pengolahan tahu yang dikelola masyarakat turut mendukung perekonomian lokal, terutama dalam membuka peluang usaha dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.


"Kami berharap usaha masyarakat dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar," katanya.(pen1002hst).

05/09/26

Tim Penyuluh Mabes TNI Beserta Pasis Dikreg Sesko TNI Beri Wawasan Karhutla Bagi Warga Muara Samu

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu - Tim Penyuluh Markas Besar TNI bersinergi dengan Perwira Siswa Sesko Dikreg menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat Muser, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, bertempat di Gedung Serba Guna Kecamatan Muara Samu. Sabtu (05/09/2026)


Kegiatan penyuluhan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat terkait penanggulangan Karhutla di lingkungan tempat tinggalnya. Penyuluhan ini menjadi semakin lengkap dengan keterlibatan Tim Penyuluh Mabes TNI yang bersinergi bersama para Perwira Siswa Sesko Dikreg TNI dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya serta langkah-langkah pencegahan karhutla.


Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Selain dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, serta berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.


Brigjen TNI Joko Setyo Putro selaku Ketua Tim Penyuluhan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, terutama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan.


“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan serta bersama-sama mencegah agar kejadian tersebut tidak terjadi,” ujar Ketua Tim Penyuluhan Karhutla.


Beliau juga berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat melalui penyuluhan hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan lahan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran.


“Kami sangat berterima kasih atas dilaksanakannya penyuluhan ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya karhutla serta bagaimana cara mencegahnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan masyarakat Muara Samu semakin sadar untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ungkap Kasman salah satu warga Muser.


Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kegiatan penyuluhan karhutla ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Paser.



Dim 0904/Psr

Gerak Cepat Gabungan, Karhutla di Belakang SMP Negeri 1 Yendidori Berhasil Ditangani

  


Jayapura – Personel Polres Biak Numfor bersama Polsek Yendidori, tim pemadam kebakaran, TNI dan unsur terkait bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di belakang SMP Negeri 1 Yendidori, Kampung Adoki, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (3/9/2026).


Kebakaran tersebut diketahui saat proses belajar mengajar berlangsung. Informasi mengenai munculnya titik api kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dan pihak pemadam kebakaran. 


Personel Polsek Yendidori yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan koordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kebakaran.


Kapolsek Yendidori Iptu Lababa bersama personel kemudian bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Biak Numfor, BPBD, TNI AD Yonif TP 858/MSB, Kodim serta pihak pemadam kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke lingkungan sekolah maupun kawasan di sekitarnya.


Berdasarkan keterangan pihak sekolah, titik api diketahui pertama kali muncul di area belakang toilet sekolah. Api disebut telah terlihat sejak sehari sebelumnya, namun saat itu masih dalam skala kecil sehingga pihak sekolah melakukan pemadaman secara manual. Ketika api kembali terlihat dan mulai meluas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pihak sekolah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.


Kabag Ops Polres Biak Numfor AKP Enceng Kurniadi bersama Kasat Samapta AKP Kartiko selaku Padal Regu I serta Kapolsek Biak Kota AKP La Ambo selaku Padal Regu II turut melakukan pemantauan terhadap proses penanganan di lapangan. Personel gabungan kemudian melakukan pemadaman secara menyeluruh dengan dukungan kendaraan pemadam kebakaran milik Yonif TP serta kendaraan AWC Polres Biak Numfor.


Kondisi medan menuju titik api yang sempit dan sulit dijangkau menyebabkan kendaraan AWC Polres Biak Numfor tidak dapat mendekati lokasi secara maksimal. Meski demikian, kendaraan AWC tetap dimanfaatkan untuk membantu memasok air ke kendaraan pemadam kebakaran milik Yonif TP yang dapat menjangkau lokasi lebih dekat.


Kasat Samapta Polres Biak Numfor menjelaskan bahwa keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Namun, melalui koordinasi dan dukungan berbagai unsur, penanganan tetap dapat dilakukan secara optimal sehingga kebakaran tidak meluas.


“Medan menuju titik api cukup sulit dan sempit sehingga kendaraan AWC tidak dapat mendekati lokasi secara maksimal. Namun, kami tetap memberikan dukungan dengan memasok air ke kendaraan pemadam kebakaran yang dapat menjangkau titik api. Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran dan unsur terkait sangat membantu dalam mempercepat proses penanganan,” ujarnya.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengapresiasi respons cepat dan sinergi seluruh unsur dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan bersama, terutama ketika kondisi medan menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.


“Kami mengapresiasi gerak cepat personel Polres Biak Numfor, Polsek Yendidori, TNI, pemadam kebakaran, BPBD dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Kondisi medan yang sulit tidak menjadi hambatan untuk terus berupaya mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam menghadapi setiap kejadian Karhutla,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.


“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap titik api kepada aparat atau instansi terkait. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif untuk mencegah dampak yang lebih luas,” tambahnya.


Hingga kegiatan penanganan selesai, situasi di sekitar lokasi kebakaran dalam keadaan aman dan terkendali. 


Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih dilakukan pengumpulan bahan keterangan. Kepolisian tidak membenarkan adanya kesimpulan mengenai unsur kesengajaan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Kebakaran Hutan di Biak Timur Berhasil Dikendalikan, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

  


Jayapura – Kebakaran hutan terjadi di kawasan belakang SMP Negeri 1 Biak Timur, Kampung Bosnik Sup, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (3/9/2026). 


Kebakaran berhasil dipadamkan setelah personel Polsek Biak Timur bersama Tim Karhutla, personel Brimob, serta masyarakat melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama.


Kapolsek Biak Timur Ipda Mervin S.M. Rumpaidus bersama personel Polsek Biak Timur langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran. Personel kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, Kepala Desa Bosnik Sup Yan William Rumpumbo, Tim Karhutla wilayah Biak Timur dan masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman serta mencegah api meluas ke area sekitar.


“Begitu menerima informasi adanya kebakaran hutan di belakang SMP Negeri 1 Biak Timur, kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan upaya pemadaman. Kami bersama Tim Karhutla dan masyarakat berusaha mengendalikan api agar tidak meluas ke area sekitar,” ujar Ipda Mervin.


Upaya pemadaman selanjutnya diperkuat dengan dukungan kendaraan taktis AWC Brimob Kompi I Yon C Pelopor Biak Numfor serta mobil tangki air. Sarana tersebut digunakan untuk menyemprot dan memasok air ke titik-titik yang masih terbakar sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih optimal.


Personel Polsek Biak Timur bersama Tim Karhutla dan masyarakat terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, api berhasil dipadamkan dan situasi di kawasan tersebut tetap aman dan kondusif.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengapresiasi respons cepat personel kepolisian bersama unsur terkait dan masyarakat dalam menangani kebakaran tersebut. 


Ia menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi seluruh pihak, terutama untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.


“Kami mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Biak Timur bersama Tim Karhutla, Brimob dan masyarakat dalam menangani kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan. Sinergi seperti ini sangat penting dalam menghadapi setiap kejadian kebakaran, terutama agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun fasilitas di sekitarnya,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran agar dapat ditangani sejak dini.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait sehingga dapat dilakukan penanganan secepat mungkin. Pencegahan merupakan langkah utama untuk menghindari kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya.


Kepolisian bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi pascakebakaran guna mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman.

 

Ini Kerja Nyata Personel Gabungan Muara Samu Dalam Memadamkan Api

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu - Ditengah kepulan asap yang merusak udara di sekitar Desa Muser, terdapat Personel Gabungan Kecamatan Muara Samu yang sedang memadamkan api yang membakar lahan kering akibat Kemarau. Jumat (4/9/2026)


Danramil 0904-09/Muara Samu Kapten Kav Obed Nego menyampaikan bahwa Tim Satgas Karhutla Kecamatan Muara Samu mendapatkan laporan dari warga Desa Muser akan kebakaran yang terjadi di RT 06.


Dengan bantuan 1 unit mobil tanki milik Damkar Kecamatan Muara Samu api dapat dipadamkan dimana personel yang terlibat terdiri dari Koramil 09/Muara Samu, Polsek Muara Samu, Damkar Muara Samu dan warga Muser.


Dalam memadamkan api personel tidak hanya menggunakan Mobil Damkar saja, personel Gabungan juga menggunakan alat maupun dedaunan yang ada untuk mematikan api dalam skala kecil.


Tidak pantang menyerah, walaupun api sudah berhasil dipadamkan, Satgas Karhutla Muara Samu juga melakukan pendinginan untuk memastikan agar sumber api sudah benar-benar padam.


Dim 0904/Psr

04/09/26

DPRK Yahukimo Dorong Masyarakat Bersama Jaga Keamanan Pascakontak Tembak

 


Jayapura – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, Son Bahabol mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul terjadinya kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.


DPRK Yahukimo meminta masyarakat tidak menyikapi peristiwa tersebut dengan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Warga juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial, karena dapat menimbulkan keresahan dan memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif,” ujar Son Bahabol.


DPRK juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak mengambil tindakan secara sepihak. Penanganan terhadap setiap peristiwa keamanan diharapkan dapat dipercayakan kepada aparat yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Masyarakat juga diminta tetap berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar dan mengutamakan sumber resmi sebagai rujukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi yang keliru maupun provokatif yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.


“Kami berharap masyarakat tidak terpancing oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Keamanan dan kedamaian Yahukimo merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, mari kita menjaga persatuan, mengedepankan komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang berlaku,” lanjutnya.


DPRK Yahukimo menegaskan bahwa kondisi keamanan yang kondusif sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, pendidikan, perekonomian, serta pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman di wilayah Yahukimo.

Kodim 1002/HST Tanamkan Semangat Gotong Royong Lewat Aksi Peduli Sampah


BARABAI- Komando Distrik Militer (Kodim) 1002/Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan peduli sampah di kawasan Pasar Agrobisnis Barabai dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Jumat. (4/9).


Kegiatan yang mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur" tersebut melibatkan personel TNI dan Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) HST, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, Dinas Perdagangan HST, serta unsur pemerintahan lainnya.


Pasiterdim 1002/HST Kapten Inf Subhan mewakili Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan fasilitas umum.


"Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ujarnya.


Menurut dia, pasar merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi sehingga kebersihannya perlu mendapat perhatian bersama. Pengelolaan sampah yang baik dinilai dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas.


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung pasar, untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.


Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pasar Keramat Kelas A Tommy Hadiwibowo, A.Md., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas pelaksanaan gerakan peduli sampah tersebut.


Menurut Tommy, kegiatan tersebut sangat berarti bagi pengelolaan pasar, mengingat persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama, khususnya dari para pedagang.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI atas kegiatan gerakan peduli sampah ini. Kegiatan ini sangat berarti bagi pasar, karena masalah kebersihan dan sampah menjadi momok yang harus diatasi dengan adanya kepedulian dan kesadaran para pedagang," ujarnya.


Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.


"Harapannya, ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan nyaman untuk kita semua," katanya.


Kapten Inf Subhan menambahkan kegiatan peduli sampah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


"Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara. TNI hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan," ujarnya.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 TNI tahun 2026 dan wujud nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kepedulian terhadap lingkungan serta kepentingan masyarakat.(pen1002hst).

03/09/26

Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

 



Timika – Ketegangan dan kecemasan melanda keluarga dari sembilan perempuan yang dilaporkan disandera oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dalam insiden berdarah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026 lalu. Insiden tersebut juga menewaskan satu orang korban jiwa. Pada Selasa (2/9/2026), pihak keluarga secara resmi menyampaikan pernyataan sikap di Timika, mendesak adanya kepastian mengenai nasib para sandera.


Dalam pernyataannya, keluarga korban menegaskan bahwa fokus utama mereka hanyalah keselamatan dan kepulangan anggota keluarga mereka, terpisah dari dinamika konflik atau aksi lain yang mungkin terjadi di wilayah Jila.


“Amolongo Nimaome Saipa, salam sejahtera untuk kita semua. Kami sebagai keluarga korban dan sandera dari Jila ingin menyampaikan hal ini. Yang kami bicarakan tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain di Jila. Kami hanya khusus berbicara tentang anak-anak kami yang dibawa,” bunyi pernyataan tersebut.


Keluarga korban menyerukan agar pihak yang menahan sembilan perempuan tersebut segera memberikan informasi mengenai kondisi dan lokasi keberadaan mereka saat ini. Mereka berharap ada jalur komunikasi yang terbuka demi menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.


“Kami keluarga minta pelaku dapat memberikan informasi kepastian, anak-anak itu sekarang di mana?” tanya pihak keluarga dengan nada memohon.


Lebih jauh, keluarga menetapkan batas waktu harapan mereka. Mereka mendesak agar para sandera dipulangkan dalam waktu dekat, paling lambat dalam dua bulan ke depan. “Kami minta agar dalam waktu dekat pulangkan anak-anak kami sebelum dua bulan ke depan,” tegas perwakilan keluarga.


Di tengah tekanan emosional yang tinggi, keluarga korban tetap mengedepankan jalan damai. Mereka meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan para sandera untuk meneruskan pesan ini kepada pihak penahan, di mana pun mereka berada. Tujuannya adalah agar persoalan ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan korban baru atau konflik berkepanjangan.


Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan doa tulus dari keluarga korban. “Tuhan memberkati selalu,” ucap mereka, seraya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar para sandera segera mendapat perlindungan dan kembali ke pelukan keluarga.