View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

13/01/26

Respons Cepat Polairud Polres Waropen Selamatkan Seluruh Korban Laka Laut di Saireri

  


Jayapura - Satuan Polairud Polres Waropen menunjukkan respons cepat atau quick response dalam menangani kecelakaan laut yang terjadi di perairan Saireri, pesisir Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen. Berkat kesigapan personel, seluruh korban kecelakaan laut tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Selasa (13/01/26).


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIT oleh seorang warga yang melintas menggunakan speed boat dari Kampung Mambai menuju Waropen. 


Saat berada di sekitar Tanjung 14 Laut Saireri, warga tersebut melihat sebuah speed boat terbalik akibat cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Pelapor kemudian memberikan pertolongan awal dengan mengevakuasi sejumlah korban ke pinggir pantai sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polairud.


Menerima laporan tersebut, Satuan Polairud Polres Waropen langsung bergerak menuju lokasi kejadian di bawah pimpinan Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak. Setibanya di lokasi, personel segera melakukan evakuasi serta memastikan seluruh korban berada dalam kondisi aman. 


Berdasarkan hasil pendataan, para korban diketahui melakukan perjalanan dari Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen, namun mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem saat melanjutkan perjalanan pada Selasa pagi.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Polairud Polres Waropen. 


“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Respons cepat ini sangat menentukan sehingga seluruh korban dapat diselamatkan,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar. 


“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.


Adapun korban kecelakaan laut yang seluruhnya dinyatakan selamat, yakni Oto Eldrin Jitmau, Nufendi Tuan, Anita Erari, Aplena Gamai, Esau Yakup Jitmau, Abraham Jitmau, Petrus Pandori, Daniel Perkowe, dan Hanok Sikowai. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan kesehatan awal oleh petugas.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp128 juta yang meliputi satu unit speed boat, dua unit mesin tempel, satu unit sepeda motor, sebuah tas berisi laptop, serta sejumlah uang tunai. Hingga saat ini, bangkai speed boat dan mesin tempel belum dapat dievakuasi karena keterbatasan peralatan.


Keberhasilan evakuasi ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran cepat personel Polairud, sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Waropen.

Merajut Perdamaian Papua Lewat Nilai Pancasila

 


Papua - Komjen Pol (Purn.) Paulus Waterpauw, putra asli Papua yang saat ini menempuh pendidikan doktoral di Universitas Indonesia, menawarkan pendekatan alternatif untuk merespons polarisasi di media sosial melalui disertasinya berjudul “Model Resolusi Konflik Berbasis Nilai Pancasila di Tengah Polarisasi Media Sosial.”


Dalam penelitiannya, Waterpauw mengkaji dinamika generasi muda Papua dan hubungan mereka dengan nilai-nilai Pancasila di ruang digital. Melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan ratusan peserta di Jayapura, ia menemukan bahwa generasi muda Papua tidak menolak Pancasila sebagai ideologi negara. Namun, mereka mempertanyakan bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sosial, terutama menyangkut keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.


Penelitian ini juga mengungkap masih kuatnya memoria passionis atau ingatan kolektif atas luka sejarah yang memengaruhi ekspresi generasi muda Papua di media sosial. Meski begitu, muncul pula narasi alternatif yang menonjolkan budaya, solidaritas, serta harapan melalui konten digital dan kampanye damai. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dan persatuan masih hidup dan tumbuh.


Berdasarkan temuan tersebut, Waterpauw merumuskan model resolusi konflik berbasis nilai Pancasila yang diadaptasi untuk konteks media sosial. Model ini mencakup pemetaan polarisasi digital, penguatan literasi digital berbasis Pancasila, dialog lintas kelompok, pengembangan narasi positif, serta kolaborasi partisipatif dengan masyarakat lokal.


Ia juga menyoroti peran masing-masing platform media sosial sebagai ruang strategis perdamaian: Facebook sebagai forum dialog komunitas, TikTok sebagai media ekspresi kreatif, Instagram sebagai ruang afirmasi identitas budaya, dan X sebagai arena diskursus publik.


Waterpauw menegaskan bahwa Pancasila harus dipahami sebagai etika hidup yang dinamis di ruang digital. Resolusi konflik, menurutnya, tidak hanya berfokus pada meredam perdebatan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan sosial dan kesadaran kolektif sebagai satu bangsa.


“Papua bukan semata tentang konflik, tetapi tentang harapan,” tegasnya dalam penutup penelitian. Ia memandang Pancasila sebagai jalan untuk merajut kembali empati dan nilai kebangsaan, bahkan di tengah kerasnya dinamika ruang digital.

Pemkab Puncak: Kami Mohon Maaf, Konflik Kwamki Narama Telah Meresahkan Warga Mimika

  


Mimika — Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh masyarakat Mimika atas konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama. Permintaan maaf tersebut disampaikan pasca proses perdamaian yang dilakukan pada Senin (12/1/2026).


Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, bersama Pj Sekda Puncak, Nenu Tabuni, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden yang berlangsung hampir empat bulan tersebut. Konflik yang melibatkan masyarakat, yang sebagian besar merupakan warga Kabupaten Puncak dan berdomisili di Distrik Kwamki Narama, telah menimbulkan keresahan serta mengganggu aktivitas warga Mimika.


Dalam pernyataannya, Nenu Tabuni menyebutkan bahwa konflik tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu bukan merupakan konflik antarsuku, melainkan murni konflik internal keluarga masyarakat asal Puncak.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Mimika, masyarakat Mimika, serta aparat keamanan atas konflik yang terjadi. Situasi ini sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Puncak berharap, dengan tercapainya kesepakatan damai, insiden serupa tidak kembali terjadi dan stabilitas keamanan di wilayah Mimika dapat pulih sepenuhnya.

Polda Papua Bangun 11 SPPG, Target Serap 457 Tenaga Kerja Muda

  


Jayapura _ Polda Papua tengah menyelesaikan pembangunan 11 unit Stasiun Pengisian Pertalite dan Gas (SPPG) di sejumlah wilayah Papua sebagai upaya memperluas akses bahan bakar sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda. Program ini diproyeksikan menyerap sekitar 457 tenaga kerja lokal dan memberi manfaat bagi lebih dari 36.000 warga.


Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.A.P., di Jayapura, Selasa (13/1/2026), menyampaikan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berorientasi pada pelayanan energi, tetapi juga berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran SPPG diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh bahan bakar serta mendorong anak muda lokal memiliki pekerjaan yang layak.


Saat ini, dua unit SPPG telah beroperasi di Kota Jayapura. Sementara sembilan unit lainnya masih dalam tahap pembangunan, masing-masing empat unit di Merauke, dua unit di Boven Digoel, serta masing-masing satu unit di Biak, Keerom, dan Wamena. Pemilihan wilayah tersebut diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.


Kombes Pol. Jermias Rontini menyebut, keberadaan SPPG diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Papua. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir dalam mendukung peningkatan kesejahteraan warga.


Ia berharap seluruh proyek SPPG dapat segera rampung dan beroperasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya para pekerja muda yang mendapatkan peluang kerja baru.

Panitia Natal Polda Papua Gelar Donor Darah untuk Sesama

 


Jayapura - Dalam rangka perayaan Natal Polda Papua Tahun 2025, Panitia Natal Polda Papua melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan kepada sesama, Selasa (13/01/26).


Kegiatan tersebut bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Papua Lama dan berlangsung dengan tertib, aman, serta lancar.


Kegiatan donor darah ini diikuti oleh panitia Natal Polda Papua serta personel Polda Papua yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. 


Sejak pagi hari, para pendonor mengikuti rangkaian tahapan mulai dari registrasi, pendaftaran melalui aplikasi donor darah, pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan hemoglobin, hingga pelaksanaan pengambilan darah oleh petugas medis.


Auditor Kepolisian Madya TK. III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol. Ramses Sianipar, S.I.K., M.H., selaku Wakil Ketua Panitia Natal Polda Papua, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Natal Polda Papua yang puncaknya akan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 mendatang. 


“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan donor darah sebagai wujud aksi kemanusiaan dalam rangka perayaan Natal Polda Papua. Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap tetesan darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Ramses Sianipar menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas antar sesama, khususnya di lingkungan Polda Papua. Ia berharap niat tulus seluruh pendonor dapat menjadi berkat bagi banyak orang. 


“Semoga niat baik ini membawa berkat, dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.


Kegiatan donor darah ini turut dihadiri oleh Kasubbid Sunluhkum Bidkum Polda Papua, Kompol Jubelina Wally selaku Koordinator Seksi Kunjungan Kasih, panitia Natal Polda Papua, serta personel Polda Papua. 


Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Natal yang penuh kasih dan kepedulian.


Wujud Kepedulian Polri, Panitia Natal Polda Papua Gelar Perpanjangan SIM Gratis

 


Jayapura - Dalam rangka rangkaian perayaan Natal Polda Papua Tahun 2025, Panitia Natal Polda Papua melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mako Polda Lama Papua dan berlangsung dengan aman serta lancar, pada Selasa (13/01/26).


Pelayanan perpanjangan SIM gratis ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi hari, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Papua telah memberikan pelayanan mulai dari proses verifikasi data, pengambilan biometrik hingga pencetakan SIM perpanjangan. 


Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata pelayanan humanis Polri di Tanah Papua.


Kabag Bin Ops Polda Papua, AKBP Marthin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polda Papua untuk selalu hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Melalui kegiatan perpanjangan SIM gratis ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas. Ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.


Senada dengan hal tersebut, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Papua, Kompol Viky Pandu Widhapermana, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa seluruh proses pelayanan dilakukan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan prinsip profesional, transparan, dan humanis. 


“Kami memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan dengan cepat, tepat, dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti perpanjangan SIM gratis ini,” tuturnya.


Kasie SIM Ditlantas Polda Papua, AKP Laliwuto Pundu, S.Sos., menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas serta melengkapi administrasi berkendara. 


“Dengan SIM yang masih berlaku, masyarakat tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga turut mendukung keselamatan berlalu lintas di Papua,” ungkapnya.


Kegiatan bakti sosial Panitia Natal Polda Papua Tahun 2025 berupa perpanjangan SIM gratis ini menjadi salah satu wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. 


Polda Papua berharap melalui kegiatan serupa, kehadiran Polri dapat terus dirasakan manfaatnya serta semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Dua Nelayan Hilang Saat Melaut, Dit Polairud Polda Papua dan SAR Lakukan Pencarian Intensif

 


Jayapura – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Papua bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Jayapura.


Kejadian tersebut bermula pada Senin, (05/01/2026), ketika dua nelayan bernama Agus Salim dan Sa’dai berangkat melaut untuk memancing ikan tuna di sekitar rumpon yang berjarak sekitar 42 mil laut dari daratan. Namun hingga Minggu, (11/01/2026), keduanya belum kembali dan tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga.


Menurut keterangan keluarga, kedua korban biasanya melaut paling lama selama empat hari. Karena telah memasuki hari ketujuh tanpa adanya informasi, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).


Pada Minggu, (11/01/2026), malam, sekitar pukul 18.27 WIT hingga 20.09 WIT, anggota Bhabinkamtibmas Perairan Dit Polairud Polda Papua menerima informasi dari Kapten Kapal SAR Jayapura, Capt. Jumriani, terkait adanya laporan dugaan orang hilang di laut. Personel Dit Polairud kemudian menuju Dermaga SAR Dok IX Jayapura untuk memastikan informasi tersebut sekaligus berkoordinasi dengan tim SAR.


“Setelah menerima laporan, tim SAR bersama keluarga korban sempat bergerak menuju lokasi rumpon menggunakan kapal Sea Rider milik Basarnas. Namun, kondisi cuaca saat itu tidak memungkinkan, dengan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga pencarian sementara dihentikan demi keselamatan personel,” ucap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. saat ditemui di Mako Polda Papua, Koya Koso, Senin (12/01/2026).


Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa berdasarkan analisis SARMAP, arah arus dan gelombang laut bergerak ke arah barat. Oleh karena itu, pencarian lanjutan direncanakan akan dilaksanakan hari ini Senin (12/01/2026) sekitar pukul 08.30 Wit, menggunakan kapal SAR Jayapura dengan fokus pencarian di sekitar lokasi mancing korban, kemudian dilanjutkan ke arah barat menuju wilayah Sarmi.


“Polda Papua melalui Dit Polairud terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait lainnya guna memaksimalkan upaya pencarian. Kami akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kombes Cahyo juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Papua.


“Kami mengajak seluruh nelayan untuk mengutamakan keselamatan dengan memastikan kesiapan kapal, ketersediaan alat keselamatan, serta menjaga komunikasi dengan pihak keluarga maupun otoritas terkait. Langkah antisipatif ini penting agar aktivitas melaut dapat berlangsung aman dan risiko dapat ditekan seminimal mungkin,” ungkap Kombes Cahyo.


Polda Papua melalui Dit Polairud bersama tim SAR gabungan berkomitmen melakukan upaya pencarian secara maksimal, dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia, serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait hingga para korban dapat ditemukan.

Polda Papua Ikuti Rapat Anev dan Koordinasi Ketahanan Pangan Tahun 2026

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua mengikuti Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) serta Koordinasi Ketahanan Pangan Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, bertempat di Ruang Video Conference (Vicon) Biro Logistik Polda Papua, Senin (12/1/2025).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Karo SDM Polda Papua Kombes Pol Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Kasubbag Pangkat Kompol Pillomina Ida Waymramra, S.E., S.I.K., serta staf Biro SDM Polda Papua.


Dalam sambutannya, Kabag Mutjab SSDM Polri Kombes Pol Kusworo Wibowo, S.I.K., menegaskan bahwa rapat Anev dan koordinasi ketahanan pangan merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyamakan persepsi, langkah, dan kebijakan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.


“Rapat analisa dan evaluasi ini menjadi sarana yang sangat penting untuk melihat capaian serta kendala pelaksanaan program ketahanan pangan, sekaligus menyusun langkah perbaikan dan strategi ke depan yang lebih terukur dan tepat sasaran,” ucap Kombes Kusworo.


Lebih lanjut disampaikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, melainkan membutuhkan peran dan sinergi lintas sektor, termasuk Polri, dalam menjaga stabilitas keamanan, kelancaran distribusi, serta keberlanjutan program ketahanan pangan di tingkat nasional maupun daerah.


“Diperlukan koordinasi yang solid, komunikasi yang efektif, serta sinergi berkelanjutan antar satuan kerja agar seluruh program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.


Sebagai bahan evaluasi, Kombes Pol Kusworo Wibowo juga mengungkapkan masih adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan, baik pada panen raya maupun tanam raya, di antaranya terkait mekanisme pelaporan, akurasi data, serta ketepatan pelaksanaan di lapangan.


“Kendala tersebut akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi ke depan agar pelaksanaan program ketahanan pangan dapat lebih siap, lebih berkualitas, dan tepat sasaran,” tegasnya.