View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

29/10/26

Polda Papua Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas bagi Personel pada Hari Keempat Operasi Patuh Cartenz 2026


Jayapura – Polda Papua melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel Polri dalam rangka Operasi Patuh Cartenz 2026 di depan Mako Polda Papua, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026). 


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan anggota sekaligus memastikan personel Polri menjadi teladan dalam mematuhi peraturan lalu lintas.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi SIM Ditlantas Polda Papua, Kompol La Liwuto, S.Sos. dan diikuti personel Ditlantas bersama Bidpropam Polda Papua yang melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi dan perlengkapan keselamatan berkendara milik anggota.


Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), kartu tanda anggota (KTA), serta penggunaan helm dan kaca spion sesuai ketentuan yang berlaku. 


Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap personel mematuhi aturan lalu lintas, baik saat menjalankan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari.


Dalam arahannya, Kompol La Liwuto menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 harus diimbangi dengan kedisiplinan dari internal Polri sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat.


“Sebagai anggota Polri, kita harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam berlalu lintas. Pastikan kelengkapan surat-surat kendaraan terpenuhi dan gunakan perlengkapan keselamatan sesuai aturan. Jangan sampai kita mengimbau masyarakat untuk tertib, tetapi justru kita sendiri tidak mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa penegakan disiplin berlalu lintas harus dimulai dari internal Polri agar setiap anggota mampu menjadi teladan bagi masyarakat.


“Setiap anggota Polri harus menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” katanya. 


“Melalui Operasi Patuh Cartenz 2026, kami ingin memastikan bahwa kedisiplinan tidak hanya disampaikan kepada masyarakat, tetapi juga diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel Polri,” imbuhnya.


Berdasarkan hasil pelaksanaan Ops Gaktiblin pada hari keempat, petugas memberikan 14 blangko teguran kepada personel, dengan rincian 13 teguran untuk pengendara kendaraan roda dua (R2) dan satu teguran untuk pengendara kendaraan roda empat (R4). 


Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kepatuhan personel terhadap peraturan lalu lintas.


Polda Papua menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan internal melalui Bidpropam juga menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kedisiplinan anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


Melalui Operasi Patuh Cartenz 2026, Polda Papua terus mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari internal Polri, sehingga anggota dapat menjadi teladan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Papua.

Sat Lantas Polres Supiori Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Berlalu Lintas


Jayapura – Sat Lantas Polres Supiori melaksanakan sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada para siswa SMP Negeri 4 Mansoben, Kabupaten Supiori, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 dengan mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.” Sosialisasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya di kalangan pelajar.


Dalam kegiatan itu, personel Sat Lantas Polres Supiori memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, memahami keselamatan saat berada di jalan raya, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Kapolres Supiori Kompol Frits J. Erari, S.E., M.M., melalui Kasat Lantas Ipda Andreas Rumaikeuw menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan langkah penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.


“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, mematuhi setiap aturan yang berlaku, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ipda Andreas Rumaikeuw.


Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, kesadaran untuk tertib di jalan perlu dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh pelajar untuk selalu tertib, disiplin, dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Sat Lantas Polres Supiori berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkan perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari serta mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Bangun Komunikasi dengan Masyarakat, Kapolres Biak Numfor Temui Komunitas Taksi


Jayapura – Membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat menjadi salah satu upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 


Hal tersebut dilakukan Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., melalui kegiatan tatap muka dan dialog santai bersama komunitas taksi di Terminal Pasar Inpres, Jalan Erlangga, Kelurahan Waupnor, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (28/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Biak Numfor. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, memberikan kesempatan kepada para sopir taksi untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban maupun kondisi lalu lintas di wilayah Biak Numfor.


Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengatakan bahwa komunitas taksi merupakan mitra penting kepolisian karena aktivitas mereka sehari-hari bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat dan kondisi di jalan.


“Kami sengaja datang untuk ngobrol santai sekaligus mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan masukan dari rekan-rekan komunitas taksi. Bapak-bapak setiap hari beraktivitas di jalan, sehingga tentu memiliki pengalaman dan informasi mengenai situasi di lapangan yang dapat menjadi masukan bagi kami,” ujar Kapolres.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan para sopir taksi agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, serta mematuhi peraturan lalu lintas. Ia berharap para pengemudi dapat menjadi contoh dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Biak Numfor.


Selain itu, Kapolres mengajak komunitas taksi untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan tetap aman dengan menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, peredaran narkoba, maupun tindak kejahatan lainnya.


Partisipasi masyarakat, menurutnya, sangat berarti dalam membantu kepolisian mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang tepat.


Perwakilan komunitas taksi Biak menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolres yang hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi para pengemudi. Dialog seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta membuka ruang komunikasi yang lebih baik.


Melalui pertemuan tersebut, Polres Biak Numfor berharap hubungan kemitraan dengan komunitas taksi terus terjaga, sehingga masyarakat dapat bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.


Anev Minggu Pertama Ops Sikat Cartenz II-2026, Polda Papua Dorong Peningkatan Pengungkapan Kasus


Jayapura – Polda Papua melaksanakan analisis dan evaluasi (Anev) minggu pertama Operasi Sikat Cartenz II-2026 di Aula Command Center Polda Papua, Rabu (28/10/2026). 


Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian operasi sekaligus mengoptimalkan upaya pengungkapan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C.


Anev dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua selaku Karendalops Operasi Sikat Cartenz II-2026, Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., serta dihadiri Wadirreskrimum selaku Wakaops, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., Kasetops AKBP Mughoni, S.I.K., Kapusdalops Bahar Tushiba, S.H., serta para Kasatgas dan Kasubsatgas operasi.


Dalam arahannya, Kombes Pol. Sih Harno menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh personel agar pelaksanaan operasi menghasilkan capaian yang nyata, terukur, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Seluruh personel harus menjadikan hasil minggu pertama sebagai bahan evaluasi. Tingkatkan kegiatan di lapangan, optimalkan pengungkapan kasus yang menjadi sasaran operasi, serta pastikan masyarakat merasakan dampak positif melalui situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.


Berdasarkan paparan Kasetops, dari total target operasi (TO) yang ditetapkan, telah berhasil diungkap, dengan persentase capaian sebesar 30,8 persen. Capaian tersebut terdiri atas Polda Papua dan 6 daerah operasi.


Selain mengevaluasi pengungkapan target operasi, kegiatan juga membahas kelengkapan pelaporan melalui aplikasi Early Warning System (EWS). 


Seluruh Satgas dan Subsatgas diminta memastikan rencana serta hasil kegiatan, mulai dari upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga publikasi dan dokumentasi operasi, tercatat secara tertib dan akurat.


Sementara itu, Kapusdalops Operasi Sikat Cartenz II-2026, Bahar Tushiba, S.H., menekankan pentingnya peningkatan penyelesaian perkara dan konsistensi pelaporan.


Jajaran diminta mengoptimalkan penanganan perkara serta memperbarui data sesuai perkembangan yang sebenarnya, dengan target penyelesaian perkara sebesar 45 persen pada akhir 2026.


Melalui evaluasi ini, Polda Papua mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas agar Operasi Sikat Cartenz II-2026 memberikan hasil yang maksimal dalam menekan tindak kriminalitas.


Polda Papua berkomitmen melaksanakan penegakan hukum secara profesional serta meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Papua.

28/10/26

POLRES LANNY JAYA HADIR PASTIKAN IBADAH PEMBUKAAN 70 TAHUN YOBEL INJIL MASUK KE KOTA TIOM BERLANGSUNG AMAN DAN LANCAR, 10.000 JEMAAT HADIR


LANNY JAYA – Ibadah pembukaan perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk ke Kota Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, berlangsung khidmat di Aula Norman Draper, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 10.000 jemaat bersama para tokoh agama, unsur pemerintah daerah, tamu undangan, serta masyarakat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si., Kepala Dinas Keuangan Selianus Wakur, Pdt. Lipius Biniluk, M.Th., Pdt. Rendy Alexander Chuang, M.Th., Ketua Wilayah Mardi Kogoya, serta Ketua Panitia Leteren Yigibalom.


Rangkaian ibadah diawali dengan puji-pujian pembukaan pada pukul 09.40 WIT, dilanjutkan doa pembukaan oleh Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, M.A. Selanjutnya, jemaat mengikuti puji-pujian, persembahan pujian dalam bahasa daerah, serta Mars Baptis Papua oleh Departemen PW PGBP.


Ibadah kemudian dilanjutkan dengan doa pengampunan dan syukur oleh Pdt. Lipius Biniluk, M.Th., serta doa dan pemberitaan firman Tuhan oleh Pdt. Rendy Alexander Chuang, M.Th. Rangkaian ibadah ditutup dengan persembahan syukur, puji-pujian penutup, serta doa berkat.


Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, Polres Lanny Jaya melaksanakan pengamanan yang dipimpin oleh Wakapolres Lanny Jaya, Kompol George Wattimena, S.I.P., M.H., bersama Kabag Ops AKP Frets Lamahan, S.H., Kapolsek Tiom Iptu Marshelinus M. Sawen, Kasat Reskrim Ipda Djoni Tandiola, A.Md., S.H., Kasat Intelkam Ipda Arif Putro Arianto, S.H., Kasat Lantas Ipda Habis, KBO Lantas Ipda Deo Yurion Urbanus, KBO Samapta Ipda Fredik Bay, serta sekitar 63 personel Polres Lanny Jaya.


Personel melaksanakan pengamanan dan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama kegiatan berlangsung. Koordinasi lintas satuan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah besarnya jumlah jemaat dan tamu undangan yang hadir.


Ibadah pembukaan selesai pada pukul 11.48 WIT, dilanjutkan dengan ramah tamah pada pukul 12.00 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.25 WIT.


Melalui pengamanan tersebut, Polres Lanny Jaya berupaya memastikan seluruh rangkaian perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk ke Kota Tiom dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pemantauan situasi kamtibmas juga terus dilakukan setelah kegiatan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Lanny Jaya.



Humas Polres Lanny Jaya


(PENULIS BRYAN)

Polda Papua Gelar Sidang Akhir Seleksi PAG 2026 dan SBP 2027, 47 Peserta Dinyatakan Lulus Terpilih


Jayapura – Polda Papua melaksanakan sidang akhir kelulusan seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Tahun Anggaran 2026 dan Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2027 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (28/10/2026).


Sidang akhir tersebut menjadi tahapan penentu dalam proses seleksi sekaligus bagian dari pembinaan karier personel Polri. Pelaksanaannya mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas sesuai ketentuan serta mekanisme seleksi yang berlaku.


Kegiatan dihadiri Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H.; Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si.; Dirpamobvit Polda Papua Kombes Pol. Arief Kurniawan, S.I.K.; serta Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Dalam arahannya, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian seleksi telah berlangsung dengan aman dan terkendali. Ia mengingatkan para peserta agar menerima hasil akhir dengan sikap profesional dan tetap menghargai proses yang telah dilalui.


“Seleksi ini merupakan bagian dari proses pembinaan karier anggota Polri untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap seluruh peserta dapat menghargai setiap tahapan yang telah dilalui dan menyadari bahwa masing-masing telah berupaya maksimal untuk mencapai hasil terbaik,” ujarnya.


Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan dalam proses penetapan kelulusan. Apabila terdapat hasil penilaian yang dirasakan tidak sesuai dengan capaian peserta selama seleksi, peserta dipersilakan menyampaikan kepada panitia untuk dilakukan klarifikasi dan pencocokan data.


“Hal ini penting agar seluruh proses dapat diperiksa secara terbuka, sehingga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan seleksi benar-benar terwujud,” tegasnya.


Berdasarkan hasil sidang akhir, sebanyak 37 peserta PAG dinyatakan lulus terpilih, sementara pada seleksi SBP terdapat 10 peserta yang dinyatakan lulus terpilih.


Dari 37 peserta PAG yang lulus terpilih, rinciannya meliputi dua personel Bhabinkamtibmas, satu personel SPN, 15 personel Brimob, enam peserta kuota reguler OAP, 11 peserta kuota reguler non-OAP, serta dua peserta kuota Kapolda Papua.


Sementara itu, dari 10 peserta SBP yang lulus terpilih, sembilan orang berasal dari satuan Brimob dan satu orang dari Polair.


Menutup sidang, Irwasda Polda Papua berharap seluruh peserta dapat menerima hasil seleksi dengan lapang dada, tetap menjaga semangat, serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


Bagi peserta yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi serta motivasi untuk mempersiapkan diri lebih baik apabila terdapat kesempatan pada masa mendatang.

Polda Papua Ajak Generasi Muda Tangkal Paham Radikal melalui Literasi Digital dan Kegiatan Positif


Jayapura – Polda Papua melalui program Polisi Bersama Masyarakat menggelar dialog interaktif bertema “Peran Generasi Muda dalam Menangkal Paham Radikal” di Stasiun TVRI Provinsi Papua, Rabu (28/10/2026). 


Dialog yang berlangsung tersebut membahas pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan generasi muda dalam mencegah penyebaran paham radikal, khususnya melalui ruang digital.


Dialog tersebut menghadirkan Kasatgaswil Papua Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Kurnia Hadi, dan tokoh muda Papua, Jansen P. Kareth, dengan dipandu presenter TVRI Papua, Ahmad Awantano. Kegiatan turut dihadiri Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.,.


Dalam dialog tersebut, Kombes Pol. Kurnia Hadi menjelaskan bahwa tugas Densus 88 AT Polri mencakup penanganan tindak pidana terorisme sesuai ketentuan perundang-undangan, serta upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.


Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran propaganda ekstremisme melalui internet dan media sosial yang dapat menyasar anak-anak serta remaja. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi, pendampingan keluarga, penguatan literasi digital, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Pencegahan tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan internet, tetapi juga harus disertai pendampingan dan edukasi. Anak-anak perlu dibimbing agar mampu mengenali informasi yang menyesatkan, tidak mudah terpengaruh propaganda kekerasan, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang positif,” jelas Kombes Pol. Kurnia Hadi.


Ia juga menegaskan bahwa sikap kritis, perbedaan pendapat, maupun perilaku pendiam tidak dapat dijadikan dasar untuk langsung memberi label radikal kepada seseorang. Hal yang perlu diwaspadai adalah sikap yang membenarkan kekerasan atau menganggap kekerasan sebagai cara menyelesaikan persoalan.


Menurutnya, pendekatan terhadap anak dan generasi muda harus dilakukan secara humanis melalui komunikasi, kepedulian, serta pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.


Sementara itu, tokoh muda Papua, Jansen P. Kareth, menyampaikan bahwa generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang, menyalurkan kreativitas, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Kegiatan olahraga, diskusi, seminar, serta pengembangan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif.


“Anak-anak muda membutuhkan lingkungan yang menerima, mendukung, dan memberikan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, mari kita dorong mereka terlibat dalam kegiatan positif, menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan yang membangun,” ujar Jansen.


Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk menjaga jati diri, memperluas wawasan, dan berani memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Menurutnya, dukungan keluarga, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintah sangat penting agar anak muda memiliki tempat yang aman untuk berdiskusi dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.


Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polda Papua berharap dialog dan edukasi publik dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi digital, memperkuat kepedulian terhadap generasi muda, serta mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari ajakan kekerasan.

Pemuda Heram Apresiasi Langkah Polisi Ungkap Peredaran Senjata Api Ilegal di Jayapura


Jayapura – Pemuda Heram, Oliver Kabe, mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap jaringan peredaran senjata api dan amunisi ilegal di Jayapura. 


Pengungkapan tersebut dinilai sebagai upaya penting dalam menjaga keamanan serta mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.


Oliver menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan jaringan peredaran senjata api dan amunisi ilegal merupakan bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak berbagai tindak pidana yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua.


Menurutnya, peredaran senjata api dan amunisi secara ilegal merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. 


Pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten diperlukan untuk mencegah senjata tersebut jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.


Ia berharap kepolisian terus mengembangkan pengungkapan kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran ilegal tersebut.


Oliver juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata api dan amunisi ilegal.


Dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membantu kepolisian menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan peredaran senjata api dan amunisi ilegal perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penegakan hukum yang profesional, pengawasan yang optimal, serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat.


Apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan di Jayapura dan wilayah Papua.