View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

17/07/26

Rumah Marbot Masjid Al Iklas Jadi Incaran TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser

 


  

Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Dalam rangka meningkatkan pembangunan di wilayah Kodim 0904/Paser gelar rehab rumah. Salah satunya Rumah Marbot Masjid Al Iklas di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser. Jumat (17/7/2026)


Bapak Sunardi selaku pengurus Masjid Al Iklas Desa Biu menyampaikan banyak terima kasih atas peran serta TNI dalam membangun Desa khususnya di Desa Biu.


"Terima kasih atas perhatian dan peran TNI dalam membangun Desa Biu, khususnya bagi rumah marbot kami" ujar Bapak Sunardi.


Kapten Inf M. Tabri selaku Koordinator Lapangan menyampaikan akan melaksanakan rehab rumah marbot di Masjid Al Iklas Desa Biu Kecamatan Muara Samu.


Dengan rincian perbaikan tiang rumah, dinding rumah, lantai, jaringan listrik, pengecetan beserta penggantinya pintu dan jendela. 


"Semoga dengan adanya kegiatan TMMD ke 129 ini dapat bermanfaat bagi pengurus serta Marbot Masjid Al Iklas" ujar Koordinator.


Dim 0904/Psr

Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi, KPK Gelar Rakor dengan Polda se-Tanah Papua

 


Jayapura – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Rakor bersama jajaran Polda di wilayah hukum se-Tanah Papua. Kegiatan yang berlangsung di Markas Polda Papua ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penanganan tindak pidana korupsi di wilayah Papua, Jumat (17/07).


Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., serta Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. Turut hadir Para PJU Polda Papua, Kapolres jajaran se-Tanah Papua, Kasat Reskrim jajaran se-Tanah Papua dan Para peserta rapat koordinasi.


Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari tugas Kedeputian Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK untuk memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum di daerah, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi.


" Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi dari sisi kedeputian koordinasi dan supervisi untuk menyampaikan tugas-tugas kewenangan sekaligus mengakomodasi kendala yang dihadapi penyidik dalam proses penanganan perkara," ujar Setyo Budiyanto.


Dalam arahannya, Ketua KPK RI juga memberikan penguatan kepada para penyidik terkait strategi penanganan perkara, pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi wilayah Papua yang memiliki karakteristik tersendiri.


"Kami juga memberikan berbagai masukan mengenai langkah-langkah penanganan perkara, memberikan motivasi kepada para penyidik, serta menyesuaikan pendekatan dengan situasi dan kondisi yang ada di Tanah Papua agar penegakan hukum dapat berjalan secara optimal," tambahnya.


Setyo berharap sinergi yang terjalin antara KPK dan jajaran Polda di Tanah Papua mampu semakin memperkuat upaya pemberantasan korupsi yang berorientasi pada kepastian hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.


"Harapannya, proses penegakan hukum yang dilakukan dapat berjalan sesuai tujuan utama pemberantasan tindak pidana korupsi. Kolaborasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan penanganan perkara yang profesional, transparan, dan akuntabel," tegasnya.


Setyo menambahkan, selama kegiatan berlangsung para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses penyidikan.


"Responnya sangat baik. Ada diskusi dan tanya jawab yang konstruktif. Mudah-mudahan setelah ini koordinasi dan kolaborasi semakin kuat," pungkasnya.


Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan hubungan kerja sama antara KPK RI dan seluruh Polda di Tanah Papua semakin solid dalam mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi secara efektif, profesional, dan berkelanjutan.

235 Casis Bintara Polri Resmi Ikuti Upacara Tradisi Penerimaan di SPN Polda Papua

 


Jayapura – Sebanyak 235 Calon Siswa (Casis) Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 resmi mengikuti Upacara Tradisi Penerimaan yang digelar di Lapangan Hitam SPN Polda Papua, Jumat (17/07).


Upacara dipimpin langsung oleh Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K., M.K.P., serta dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang SPN beserta pengurus, para pengasuh, staf SPN Polda Papua, dan seluruh calon siswa yang akan menjalani pendidikan pembentukan di SPN Polda Papua.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pembacaan pernyataan penerimaan calon siswa oleh Ka SPN, dilanjutkan dengan prosesi pengalungan noken dan pemasangan Mahkota Papua sebagai simbol diterimanya para casis menjadi bagian dari keluarga besar SPN Polda Papua.


Dalam amanatnya, Kombes Pol. Andreas menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh calon siswa sekaligus menegaskan bahwa tradisi penerimaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum awal pembentukan karakter seorang insan Bhayangkara.


"Saya mengucapkan selamat datang dan selamat mengikuti rangkaian Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Papua. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam. Noken melambangkan kehidupan, persaudaraan, tanggung jawab, kerja keras, kepercayaan, dan semangat gotong royong masyarakat Papua. Sementara Mahkota Papua menjadi simbol harapan agar setiap calon Bhayangkara memiliki karakter yang kuat, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta senantiasa menjaga kehormatan institusi Polri," ujarnya.


Lebih lanjut, Ka SPN menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi pedoman seluruh calon siswa selama menjalani pendidikan, yakni memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadikan disiplin sebagai budaya hidup, serta menghormati seluruh tenaga pendidik, pengasuh, instruktur, dan senior sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan profesionalisme.


Tradisi penerimaan ini menjadi langkah awal bagi para calon siswa untuk memasuki dunia pendidikan kepolisian yang menuntut integritas, disiplin, mental yang tangguh, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Di akhir kegiatan, Ka SPN Polda Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengasuh, Bhayangkari, serta seluruh personel SPN Polda Papua yang telah mendukung dan mempersiapkan seluruh rangkaian tradisi penerimaan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengatakan bahwa tradisi penerimaan merupakan bagian penting dalam membangun karakter calon anggota Polri sejak awal pendidikan.


"Tradisi ini menjadi fondasi awal pembentukan mental, disiplin, dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur Polri. Diharapkan seluruh calon siswa mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya menjadi Bhayangkara yang Presisi, profesional, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Kabid Humas.

Dandim 0904/Paser Cek Langsung Sasaran RTLH Pada TMMD Ke 129

 


 

Kodim 0904/Paser, Kecamatan Muara Samu. Bertempat di Sasaran RTLH dalam rangka TMMD Ke 129 Tahun 2026 di RT 3 Desa Biu Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Dandim 0904/Paser Lektol Inf Edy Wahyu Satriyadi., S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD Ke 129 turun langsung kelapangan pastikan sasaran tepat kepada penerima. Jumat (17/7/2026)


Dansatgas didampingi oleh Pasiter Kodim 0904/Paser Kapten Inf Tedy S, Danramil 0904-09/Muara Samu Kapten Kav Obed Nego, Babinsa Biu Serka Wahidin beserta Ketua RT 03. 


Sesuai dengan rencana awal bahwa pada TMMD Ke 129 tahun 2026 di Kodim 0904/Paser terdapat 5 sasaran RTLH yang diberikan kepada warga Desa Biu.


Dansatgas TMMD ingin memastikan bahwa warga yang mendapatkan RTLH tepat sasaran.


"Kami pastikan bahwa penerima manfaat RTLH tepat sasaran bagi yang membutuhkan" ujar Dansatgas TMMD Ke 129.


Seperti salah satu warga RT 3 Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser yaitu Bapak Samsudin yang sudah berumur 60 tahun.


Beliau tinggal bersama seorang istri, 1 anak dan 2 cucunya, dirumah yang kondisinya kurang layak untuk ditinggali.


Dengan adanya kondisi tersebut TMMD Ke 129 tahun 2026 akan membantu Bapak Samsudin untuk merehab rumahnya.


Dim 0904/Psr

6 UNIT ASRAMA POLSEK PIRIME LANNY JAYA TERBAKAR, POLISI LIDIK DUGAAN PEMBAKARAN

 


LANNY JAYA, Papua Pegunungan – Sebanyak 6 unit Asrama Polri Polsek Pirime Polres Lanny Jaya hangus terbakar, Kamis 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Kapolres Lanny Jaya KOMPOL Hendrik Seru, S.H. bersama Kabag Ops, Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim langsung menuju TKP setelah menerima laporan dari Kapolsek Pirime IPDA Stevanus Burami pukul 17.30 WIT. Kapolres tiba di lokasi pukul 17.50 WIT.


Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari plafon salah satu asrama. Saksi I Julio Roni, 13, dan Saksi III Novita Roni, 10, mengaku melihat seorang laki-laki tak dikenal memakai jaket hitam dan penutup wajah membakar bagian ujung asrama yang kosong menggunakan rumput kering sekitar pukul 16.00 WIT. Setelah api menyala, pelaku melarikan diri ke arah hutan belakang Polsek.


Saksi II Bripda Ison Wanimbo, 25, juga melihat asap keluar dari plafon saat terbangun tidur. Ia mengaku tidak melihat pelaku.


Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun sebelumnya sempat terjadi pertengkaran antara Bapak Sodi Wanimbo dengan Ny. Tina Duwiri, istri Brigpol Arnold Roni dan anggota Bhayangkari, yang dipicu perkelahian anak. Sekitar pukul 12.30 WIT, Sodi Wanimbo diduga sempat mengancam agar Ny. Tina keluar dari asrama.


Akibat kebakaran, 6 unit asrama berbahan papan yang dihuni 5 keluarga personel Polsek Pirime habis terbakar. 1 unit lainnya dalam keadaan kosong. Kerugian materiil masih dalam pendataan.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di TKP dalam keadaan aman dan terkendali. Polres Lanny Jaya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.


(BW)

Police Goes To School, Sat Lantas Polres Jayapura Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

 


Jayapura – Dalam rangka menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sekaligus mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Jayapura menggelar kegiatan Police Goes To School di SMP Kristen Kalam Kudus Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMP Kristen Kalam Kudus Sentani, Jalan Agus Karici, dipimpin oleh personel Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Sat Lantas Polres Jayapura, yaitu Aiptu Bahtiar Yusuf, S.H., Aipda Muh. Saing, dan Aipda I Kadek Karyata, S.H. Kegiatan diikuti oleh para guru serta siswa-siswi baru yang sedang mengikuti rangkaian MPLS.


Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan edukasi mengenai pentingnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin sejak dini. 


Materi yang disampaikan meliputi pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI saat berkendara, serta kewajiban memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Selain itu, personel Sat Lantas juga mengingatkan bahwa pelajar yang belum memenuhi batas usia untuk memperoleh SIM tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah. Edukasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.


Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., melalui Kasat Lantas AKP Robertus Rengil mengatakan bahwa program Police Goes To School merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.


"Program Police Goes To School menjadi sarana bagi Polri untuk memberikan edukasi sejak dini kepada para pelajar tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya. Keselamatan di jalan berawal dari kesadaran, kepatuhan terhadap aturan, dan disiplin dalam berkendara," ujar AKP Robertus Rengil.


Lebih lanjut, Kasat Lantas mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan masa sekolah sebagai momentum membangun karakter, meningkatkan prestasi, dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan.


"Kami juga mengimbau kepada seluruh pelajar agar fokus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta tidak tergesa-gesa untuk mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan memperoleh SIM. Disiplin dalam berlalu lintas merupakan bagian dari disiplin dalam kehidupan sehari-hari yang akan membentuk generasi muda yang bertanggung jawab dan berkualitas," tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Sat Lantas Polres Jayapura berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus mewujudkan generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan raya.

Polda Papua dan KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi melalui Penguatan Criminal Justice System

 


Jayapura – Polda Papua bersama Kejaksaan Tinggi Papua menggelar kegiatan Silaturahmi Penguatan Criminal Justice System (CJS) yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Wilayah Provinsi Papua. Kegiatan berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi Papua, Kota Jayapura, Kamis (16/7/2026).


Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Dr. Jefferdian, S.H., M.H., Dewan Pengawas KPK Benny Jozua Mamoto, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura atau yang mewakili, unsur BPK, BPKP, serta Pejabat Utama Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua.


Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan koordinasi penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi, optimalisasi pengawasan Dana Otonomi Khusus (Otsus), peningkatan kualitas pembuktian perkara, penguatan koordinasi sebelum penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), hingga tindak lanjut terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026 terkait kewenangan penghitungan kerugian keuangan negara.


Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa sinergitas antar Aparat Penegak Hukum merupakan fondasi utama dalam menciptakan penegakan hukum yang efektif dan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.


"Pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan penyamaan persepsi antar Aparat Penegak Hukum agar setiap proses penyidikan, penuntutan, hingga persidangan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Saya juga mengingatkan seluruh penyidik agar menyusun alat bukti secara cermat, sistematis, dan sesuai ketentuan hukum sehingga setiap perkara memiliki konstruksi hukum yang kuat serta mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," tegas Kapolda Papua.


Kapolda juga mengingatkan pentingnya membangun koordinasi yang harmonis dengan auditor maupun instansi pengawas agar setiap penanganan perkara korupsi dilakukan berdasarkan data, bukti, dan mekanisme hukum yang tepat tanpa mengabaikan kualitas proses penyidikan.


Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi sangat bergantung pada kekompakan seluruh Aparat Penegak Hukum. 


"Pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki KPK, sinergi bersama Kepolisian, Kejaksaan, BPK, BPKP, Inspektorat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat upaya pencegahan maupun penindakan. Forum seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun kepercayaan antar lembaga sehingga setiap proses penegakan hukum dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Setyo Budiyanto.


Ia menambahkan bahwa komunikasi secara langsung antarinstansi menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan penegakan hukum, termasuk pengawasan terhadap pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengawalan program-program pembangunan agar terlaksana secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.


Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh Aparat Penegak Hukum di Papua berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi Integrated Criminal Justice System melalui peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, harmonisasi kebijakan, serta penguatan fungsi pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi. 


Komitmen ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum, sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

16/07/26

Ribuan Bibit Ikan Disebar Dalam Kegiatan TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser

   


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Pelaksanaan TMMD Ke 129 Di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik saja, namun Dandim 0904/Paser Letkol Inf Edu Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., juga ingin melestarikan alam sekitarnya. Kamis (16/7/2026)


Keinginan Dandim 0904/Paser selaku Dansatgas TMMD Ke 129 di wilayah Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser terpenuhi dengan dilaksanakannya penebaran ratusan bibit ikan oleh perwakilan Instansi di Kabupaten Paser beserta stake houlder.


Kegiatan ini disambut positif oleh Wabup Paser H. Ikhwan Antasari, S.Sos., dimana beliau juga menjadi salah satu peserta yang melepas ratusan bibit ikan tersebut. 


Tidak sampai disitu Dansatgas TMMD Ke 129 di Paser berencana akan melaksanakan pembersihan Danau tersebut agar menjaga kelestarian serta memanfaatkan lokasi Danau dijadikan sebagai wisata lokal Muara Samu.


"Tidak hanya sampai disini saja, kami akan mengajak masyarakat serta pemerintah setempat untuk merubah danau tersebut menjadi destinasi wisata lokal" ujar Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi.


Disamping itu Dansatgas TMMD juga berharap agar masyarakat bisa menikmati keindahan maupun manfaat dari Danau tersebut dikemudian hari.


Kegiatan ini juga disambut positif oleh Wabup Paser beserta Instansi terkait dimana pelaksanaan nanti akan didukung penuh, baik dari personel maupun dari masyarakat setempat. 


Dim 0904/Psr