View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

30/07/26

Jelang HUT RI, Warga Kabupaten Puncak Diimbau Waspada Provokasi

 


Ilaga - Masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mendapat seruan penting untuk memperkuat benteng pertahanan sosial dari ancaman informasi bohong (hoaks) menjelang momentum nasional.


Ketua Klasis sekaligus Tokoh Agama Kabupaten Puncak, Pendeta Theis Wonda, menginstruksikan warga agar menutup celah bagi setiap upaya provokasi yang dapat merusak kedamaian daerah.


"Langkah ini menjadi penting mengingat eskalasi isu negatif kerap meningkat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ucapnya.


Pendeta Theis menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah Ilaga dan sekitarnya saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif.


"Warga diimbau untuk tetap menjalankan rutinitas perekonomian maupun sosial secara normal tanpa perlu diselimuti rasa cemas," ujar Theis.


Lanjutnya, kondisi geografis dan dinamika sosial di Kabupaten Puncak menuntut komitmen tinggi dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban.


Menurut Pendeta Theis, persatuan antarwarga merupakan modal dasar yang paling efektif untuk meredam potensi konflik.


Ia juga mengidentifikasi bahwa penyebaran berita bohong menjadi ancaman nyata yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.


Sebagaimana diketahui pihak gereja dan lembaga adat di Kabupaten Puncak terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal kondusivitas wilayah.


"Melalui kolaborasi yang kokoh, agenda nasional (HUT RI) kita harapkan menjadi momentum persatuan, bukan sumber perpecahan di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak,"tutupnya.

1 Rumah Selesai Direhab Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Hari Ke 17 pelaksanaan TMMD 129 Kodim 0904/Paser tahun 2026 di Desa Biu Kec. Muara Samu Kab. Paser, personel Satgas selesai melaksanakan rehab 1 unit rumah. Dimana rumah tersebut milik Bapak Zaenal Abidin warga RT 3 Desa Biu. Kamis (30/7/2026)


Dari 5 sasaran RTLH, alhamdulillah 1 sudah selesai kita rehab, ujar Lettu Inf Marso Edi selaku Ketua Koordinator di Sasaran.


Pengerjaan memakan waktu selamat 17 hari dikarenakan personel dibagi di 3 titik, sehingga baru 1 yang mencapai 100% sedangkan yang 4 masih proses perehaban.


"Dikarenakan personel kita bagi di 3 titik, maka baru 1 unit RTLH yang sudah selesai" Lettu Inf Marso Edi menambahkan.


Semoga dengan kondisi seperti ini, pengerjaan Rehab RTLH sebanyak 5 unit dapat selesai tepat waktu. Sehingga warga dapat menempati rumah yang sudah kita rehab.


Dim 0904/Psr

Ketua LMA Sarmi: Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo Lukai Rasa Kemanusiaan

  


Jayapura – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, mengecam keras pembunuhan terhadap tiga Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Yahukimo yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). 


Menurutnya, tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa warga sipil merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.


Frans menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.


"Kami atas nama masyarakat adat Kabupaten Sarmi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh terus berulang di Tanah Papua. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil," ujar Frans Sawen.


Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, objektif, dan transparan agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Pelaku harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang tegas menjadi langkah penting untuk memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara dalam melindungi setiap warga," tegasnya.


Selain itu, Frans mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memicu konflik baru. Menurutnya, keamanan dan kedamaian hanya dapat diwujudkan melalui kebersamaan, dialog, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Papua membutuhkan kedamaian agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus berjalan," katanya.


Frans juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat untuk bersatu menjaga persaudaraan dan menolak segala bentuk kekerasan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat sipil.


"Marilah kita jadikan peristiwa ini sebagai pengingat bahwa nyawa manusia adalah yang paling berharga. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera melalui penyelesaian setiap persoalan dengan cara-cara yang bermartabat dan sesuai hukum," tutupnya.

Rakernis Fungsi Reskrim Polda Papua 2026, Wakapolda Tekankan Penegakan Hukum Profesional yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Teknis Reserse Kriminal Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Kamis (30/07/2026).


Kegiatan yang mengusung tema "Kinerja Fungsi Reskrim Polri yang Berdampak kepada Masyarakat dalam Mendukung dan Menyukseskan Rencana Kerja" tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta merumuskan langkah-langkah penguatan penegakan hukum yang adaptif terhadap dinamika perkembangan situasi kamtibmas di Tanah Papua.


Rakernis secara resmi dibuka oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., yang mewakili Kapolda Papua dan hadir dalam kegiatan tersebut Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., Dirres Siber Polda Papua Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., Dirresnarkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polda Papua, para narasumber dari kementerian, lembaga dan akademisi, serta peserta Rakernis yang terdiri dari pejabat dan personel fungsi Reserse Kriminal jajaran Polda Papua.


Dalam sambutannya, Wakapolda Papua menyampaikan bahwa Rakernis bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas fungsi Reserse Kriminal sekaligus menyusun arah kebijakan penegakan hukum yang semakin profesional, modern, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


"Rakernis ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh jajaran Reskrim dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum,” ucap Wakapolda Papua. 


Wakapolda menjelaskan bahwa fungsi Reskrim harus mampu menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sesuai dengan semangat Polri Presisi.


Lebih lanjut, Wakapolda mengungkapkan bahwa arah kebijakan nasional melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan kedaulatan pangan, ketahanan energi, dan ekonomi yang produktif serta inklusif membutuhkan dukungan dari aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan kepastian hukum.


Untuk itu, Brigjen Muhajir menginstruksikan seluruh jajaran Reskrim Polda Papua agar memfokuskan penegakan hukum terhadap berbagai tindak pidana yang berpotensi menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat, di antaranya praktik mafia pangan, penimbunan bahan kebutuhan pokok, penyalahgunaan pupuk bersubsidi, penyalahgunaan distribusi energi bersubsidi, kejahatan di sektor sumber daya alam, tindak pidana korupsi, perjudian online, penyalahgunaan narkotika, hingga kejahatan siber.


Menurutnya, tantangan penegakan hukum di Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lain karena dipengaruhi kondisi geografis yang luas serta keberagaman sosial dan budaya masyarakat. 


Oleh sebab itu, setiap penyidik dituntut mampu mengedepankan pendekatan yang humanis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta tetap bertindak tegas berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.


"Saudara-saudara adalah garda terdepan dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. Oleh karena itu, terus tingkatkan kompetensi, integritas, profesionalisme, serta bangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap penanganan perkara dapat berjalan secara objektif, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum," tegasnya.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan capaian kinerja di bidang penyidikan, Polda Papua juga memberikan penghargaan kepada satuan Reserse Kriminal jajaran yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pelayanan penegakan hukum di wilayah Papua.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa Rakernis Fungsi Reskrim Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Polda Papua dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mewujudkan penegakan hukum yang semakin profesional, modern, transparan, dan terpercaya.


"Melalui Rakernis ini diharapkan seluruh personel fungsi Reskrim mampu menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Penegakan hukum yang dilakukan harus memberikan kepastian hukum, rasa keadilan, sekaligus menjawab harapan masyarakat sehingga mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Tanah Papua," tutup Kabid Humas.

Personel TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser Mulai Pasang Kerangka Besi Untuk Lantai Jembatan

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Guna memastikan kekuatan serta penggunaan jangka panjang pada jembatan yang dibuat oleh Satgas TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser tahun 2026 ini, kerangka besi dipasang secara permanen dan teratur. Kamis (30/7/2026)


Kerangka besi ini nantinya akan dicor secara permanen agar memastikan dapat menahan beban seberat 10 ton. 


Dikarenakan untuk digunakan warga setelah melaksanakan panen sawit maupun dari hasil kebunnya.


Tidak hanya itu, lantai jembatan juga akan di cor secara menyeluruh qgar memastikan bahwa jembatan memiliki umur yang panjang(awet) saat digunakan oleh masyarakat Desa Biu.


"Kami buat jembatan/box calvert secara permanen, guna mendapatkan hasil yang kuat dan aman digunakan sampai jangka panjang" ujar Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser tahun 2026.


Kegiatan pengeboran dilakukan secara manual dan dikerjakan dari pagi sampai sore hari. Guna mengejar target waktu yang telah ditentukan.


Tapi personel Satgas TMMD tetap memperhatikan struktur maupun kualitas bahan yang akan digunakan untuk membuat Jembatan Beton ini.


Dim 0904/Psr

Bid TIK Polda Papua Gelar Pelatihan ToT Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kompetensi Digital Personel

 



Jayapura – Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Papua menggelar Pelatihan Train of Trainer (ToT) Paham Artificial Intelligence (AI) bagi personel Polres jajaran Polda Papua di Aula Direktorat Lalu Lintas Polda Papua, Kamis (30/07/2026).


Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabid TIK Polda Papua, Kombes Pol. I Ketut Suarnaya, S.H., S.I.K., serta diikuti oleh personel perwakilan dari Polres jajaran. 


Pelatihan ini merupakan langkah strategis Polda Papua dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi digital, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


Dalam sambutannya, Kabid TIK Polda Papua menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi digital. 


Menurutnya, kecerdasan buatan tidak lagi menjadi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas kepolisian.


"Transformasi digital merupakan keniscayaan yang harus diikuti oleh seluruh personel Polri. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan Artificial Intelligence secara tepat, profesional, serta tetap berpedoman pada etika, keamanan data, dan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Kombes Pol. I Ketut Suarnaya.


Kabid TIK menjelaskan bahwa konsep Train of Trainer (ToT) dipilih agar para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menjadi instruktur di satuan masing-masing. 


Dengan demikian, pengetahuan mengenai pemanfaatan AI dapat diteruskan kepada personel lainnya secara berjenjang sehingga proses transformasi digital di lingkungan Polda Papua dapat berjalan lebih efektif.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber Iptu Danny Feizal Ekananta, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama Brigpol Rivaldy Simanjuntak. 


Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Artificial Intelligence beserta etika penggunaannya di lingkungan kepolisian, teknik prompt engineering untuk mendukung analisis dokumen dan laporan, pemanfaatan AI pada bidang administrasi dan kehumasan, penerapan AI dalam mendukung kegiatan operasional dan intelijen, serta metode pembelajaran Train of Trainer sebagai bekal peserta dalam melaksanakan pelatihan lanjutan di Polres masing-masing.


Kabid TIK Polda Papua berharap pelatihan ini mampu melahirkan personel yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas.


"Pemanfaatan AI harus menjadi nilai tambah bagi kinerja organisasi. Namun demikian, teknologi hanyalah alat bantu. Profesionalisme, integritas, dan kemampuan analisis personel tetap menjadi faktor utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian," pungkasnya.

Resmi, AKBP I Made Hendra Agustina Menjabat Sebagai Kapolres Bandara Ngurah Rai

 


Badung - Jabatan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai resmi diserahterimakan dari Kombes Pol. I Komang Budiartha, S.I.K., kepada AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., dalam sebuah Upacara Serah Terima Jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Kamis (30/7/2026). 


Upacara sertijab Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dilaksanakan bersamaan dengan sertijab Karo SDM, Dirresnarkoba, Dirlantas, Dirpamobvit, Dirpolairud, Dansat Brimob, Kabidpropam, Kabid TIK, Kabid Labfor, Kapolres Gianyar, Kapolres Bangli, Kapolres Jembrana, serta penyerahan Jabatan Karolog Polda Bali dan dihadiri juga oleh Para PJU Polda Bali, Kapolres/ta jajaran Polda Bali, Ketua Bhayangkari Daerah Bali, perwakilan Polres Bandara dan perwakilan Bhayangkari Cabang Polres Bandara serta perwakilan personil Polda Bali. 


Perpindahan tugas atau rotasi jabatan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri  Nomor: ST/1340/VI/KEP./2026, tanggal 25 Juni 2026 , yang mana jabatan AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., sebelumnya sebagai Danyontar TK II Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri sedangkan Kombes Pol. I Komang Budiartha, S.I.K., selanjutnya akan menduduki jabatan sebagai Kabid TIK Polda Bali.    


Dalam keterangannya PS. Kasi Humas Ipda I Gede Suka Artana, S.H., seijin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengatakan sertijab Kapolres Bandara hari ini berlangsung di Polda Bali dan secara resmi dijabat oleh AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H.


“Serah terima jabatan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai telah berlangsung dengan lancar. Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H. Semoga kepemimpinan beliau dapat semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya. (hms26)

Babinsa dan Babinkamtibmas Wonoayu Gembleng Paskibra 2026, Siapkan Pengibar Bendera Berkarakter

 


Lumajang – Dalam rangka mempersiapkan pasukan pengibar bendera yang tangguh dan berkarakter menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Babinsa Wonoayu Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Sunarddin, bersama anggota Polsek Ranuyoso melaksanakan pendampingan dan pelatihan kepada calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tahun 2026 di Lapangan SMPN Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI-Polri dalam membina generasi muda agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta semangat nasionalisme sebagai bekal menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 RI mendatang.


Dalam pelatihan, para peserta mendapatkan materi dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB), teknik langkah tegap, penghormatan, formasi pengibaran bendera, serta latihan kekompakan dan ketepatan gerakan. Seluruh materi diberikan secara bertahap dengan menekankan disiplin, konsentrasi, dan kerja sama antarpeserta.


Babinsa Wonoayu, Kopka Sunarddin, mengatakan bahwa menjadi anggota Paskibra bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris, tetapi juga tentang kesiapan mental, jiwa kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.


"Pelatihan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kami berharap para peserta mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan bagi teman-temannya," ujarnya.


Menurutnya, proses latihan yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membentuk sikap pantang menyerah, kekompakan, dan kedisiplinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Pendampingan yang dilakukan Babinsa bersama anggota Polsek Ranuyoso mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh semangat dan kesungguhan.

Melalui kolaborasi TNI-Polri dalam pembinaan Paskibra tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menunaikan tugas pengibaran bendera dengan baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berjiwa nasionalis, serta siap menjadi penerus bangsa yang berintegritas dan cinta tanah air. (Pendim0821)