View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

26/06/26

Sepuluh Calon Taruna Akpol Panda Papua Lolos Seleksi Daerah, Siap Ikuti Tahapan Tingkat Pusat

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menggelar Sidang Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat (26/06/2026).


Sidang dipimpin oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., dan dihadiri para pejabat utama Polda Papua, Kepala Komnas HAM Papua, Frits B. Ramandey, perwakilan Ombudsman RI Wilayah Papua, Jhon Ambon, panitia seleksi, dan seluruh peserta seleksi Taruna/Taruni Akpol Panda Papua.


Pelaksanaan sidang menjadi tahapan akhir seleksi di tingkat daerah sebelum para peserta mengikuti seleksi lanjutan di tingkat pusat. Seluruh proses berlangsung secara terbuka dengan melibatkan pengawas internal maupun eksternal sebagai bentuk komitmen menjaga objektivitas dan transparansi penerimaan anggota Polri.


Dalam sambutannya, Wakapolda Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mampu melewati rangkaian seleksi hingga tahap akhir. 


Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.


"Perjalanan untuk menjadi seorang perwira Polri tidaklah mudah. Tahapan yang telah saudara lalui merupakan bagian dari proses untuk membentuk pribadi yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki kesiapan fisik dan mental,” ucapnya.


“Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan persiapkan diri menghadapi seleksi di tingkat pusat," imbuhnya.


Wakapolda juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan, serta terus membangun karakter sebagai bekal menghadapi pendidikan di Akademi Kepolisian.


Berdasarkan hasil sidang, sebanyak 10 peserta dinyatakan lulus pada tingkat Panitia Daerah, terdiri atas delapan peserta pria dan dua peserta wanita. Seluruhnya berhak mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa setiap tahapan seleksi dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.


"Proses seleksi dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran pengawas internal maupun eksternal menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik yang menyimpang," kata Kombes Pol Cahyo.


Kombes Cahyo berharap para peserta yang dinyatakan lulus dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti seleksi tingkat pusat.


"Kelulusan di tingkat Panda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menghadapi tahapan berikutnya yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi. Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, disiplin, dan semangat belajar agar mampu memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik Papua di tingkat nasional," tutup Kombes Pol Cahyo.

Polda Papua Ikuti Rapat Persiapan HUT ke-81 RI, Siap Dukung Kelancaran Perayaan

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menghadiri Rapat Program Kegiatan dan Penetapan Tempat Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Papua yang berlangsung di Aula Lukmen II Lantai 9 Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kota Jayapura, Jumat (26/06/2026).


Rapat yang dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc., tersebut dihadiri sekitar 80 peserta dari unsur Pemerintah Provinsi Papua, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, Polda Papua diwakili oleh sejumlah pejabat, di antaranya Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabag Binops Roops Polda Papua, AKBP Mughoni, S.I.K., Kabag Dalops Roops Polda Papua, AKBP Bahar Tushiba, S.H., serta pejabat lainnya.


Rapat membahas kesiapan masing-masing seksi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan upacara.


 Setelah melalui pembahasan bersama, seluruh peserta rapat menyepakati bahwa Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Papua akan dilaksanakan di Stadion Mandala, Kota Jayapura.


Dalam kesempatan tersebut, Dansat Brimob Polda Papua menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan sukses. 


Ia juga mengharapkan dukungan dari personel yang telah berpengalaman pada pelaksanaan tahun sebelumnya guna meminimalkan kendala teknis di lapangan.


Selain membahas kesiapan pelaksanaan upacara, masing-masing seksi juga menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala yang perlu mendapat perhatian, di antaranya kesiapan sarana dan prasarana Stadion Mandala, dukungan transportasi bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), kesiapan listrik dan air, pengamanan, publikasi, hingga penyusunan anggaran kegiatan.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua mengatakan bahwa kehadiran Polda Papua dalam rapat koordinasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Papua.


"Polda Papua siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui sinergi yang kuat bersama Pemerintah Provinsi Papua, TNI, dan seluruh instansi terkait. Koordinasi yang matang menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat," ucap Kabid Humas.


Kabid Humas menambahkan, jajaran Polda Papua akan mengoptimalkan fungsi pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung.


"Momentum Hari Kemerdekaan merupakan agenda nasional yang harus kita sukseskan bersama. Polda Papua berkomitmen memberikan dukungan maksimal, baik dari aspek pengamanan maupun koordinasi lintas sektor, sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman," tutupnya.

Polda Papua Bongkar Dua Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Negara Berpotensi Selamatkan Kerugian Lebih dari Rp500 Juta

 


 

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran. 


Sepanjang Juni 2026, Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil mengungkap dua kasus besar dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar dan Minyak Tanah di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.


Dalam dua pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita ribuan liter BBM subsidi yang diduga hendak diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan mendukung aktivitas ilegal. Dari penindakan itu, negara diperkirakan berhasil diselamatkan dari potensi kerugian yang mencapai lebih dari Rp500 juta.


Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Halaman Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat (26/06/2026), 


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubdit IV Tipidter, Kompol Agus F. Pombos, S.I.K., M.H., Pjs. Area Manager Comumunication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi dan Kabag Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, Ronald Wanggai.


Dirreskrimsus Polda Papua mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Papua dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.


"Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya kami mengawasi distribusi energi bersubsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi. Setiap penyimpangan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ucap Dirreskrimsus Polda Papua.


Kasus pertama berhasil diungkap Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua pada Jumat, (12/06/2026) sekitar pukul 15.15 WIT di Jalan Kampung Puay, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. 


Berawal dari informasi masyarakat, petugas melakukan penyelidikan dan menghentikan sebuah mobil Toyota Hilux Double Cabin warna hitam bernomor polisi PA 8319 J yang diduga mengangkut BBM subsidi tanpa dokumen resmi.


Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 25 jerigen berisi sekitar 875 liter Bio Solar subsidi. Pengemudi berinisial P tidak dapat menunjukkan Delivery Order (DO) maupun dokumen sah pengangkutan BBM.


"Hasil pemeriksaan menunjukkan BBM subsidi tersebut rencananya akan dikirim ke wilayah Asokura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, untuk menunjang aktivitas pertambangan tanpa izin," jelas Kombes Pol. Rama.


Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan sopir berinisial P dan seorang kondektur berinisial Y beserta sejumlah barang bukti berupa satu unit Toyota Hilux, STNK kendaraan, 25 jerigen Bio Solar, satu unit telepon genggam, dua buah wajan aluminium, serta sebuah buku catatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut. Potensi kerugian negara dari kasus ini diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.


Selang sepekan kemudian, tepatnya Jumat, (19/06/2026), Tim Subdit IV Tipidter kembali mengungkap dugaan penimbunan BBM subsidi di Kompleks Permata Indah III, Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. 


Pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap aktivitas sebuah dump truck yang kemudian dibuntuti hingga memasuki sebuah rumah yang diduga dijadikan lokasi penampungan BBM subsidi.


Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati aktivitas pemindahan Bio Solar dan Minyak Tanah subsidi dari dalam rumah ke bak kendaraan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, BBM tersebut diduga akan dikirim ke sejumlah wilayah pedalaman, seperti Kampung Ruja, Kampung Benawa hingga Kabupaten Yalimo, untuk dijual kembali secara eceran dengan harga yang lebih tinggi.


Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan pemilik BBM berinisial KR alias Bolang. Barang bukti yang berhasil disita meliputi sekitar 4.220 liter Bio Solar subsidi, sekitar 1.445 liter Minyak Tanah subsidi, satu unit truk Mitsubishi Fuso, puluhan drum plastik, jerigen, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, sehingga total barang bukti yang diamankan dari dua kasus mencapai 5.635 liter BBM bersubsidi.


Penyidik juga menduga sebagian BBM akan digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan ilegal.


"Dari pengungkapan kasus kedua ini, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai sekitar Rp466 juta hingga mendekati Rp500 juta," kata Kombes Pol. Rama.


Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak kategori V.


Kombes Pol Rama menegaskan, penyidikan terhadap kedua perkara tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku maupun jaringan lain yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Papua.


"Saat ini seluruh terlapor beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun jaringan yang lebih besar dalam kasus ini," tegasnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif mengawasi distribusi BBM bersubsidi dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan ataupun penyalahgunaan.


"Pengungkapan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Papua dalam melindungi hak masyarakat atas BBM bersubsidi. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya penyimpangan,” jelasnya.


“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan negara maupun masyarakat," imbuhnya.

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Bersihkan Pantai Kupang Lewat Gerakan Indonesia Asri

 


 

Jayapura – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Daerah Papua menggelar bakti sosial berupa aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kupang Dok II, Distrik Jayapura Utara, Jumat (26/06/2026). 


Kegiatan yang mengusung Gerakan Indonesia Asri tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan pesisir.


Aksi bersih pantai dipimpin oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., didampingi Ka SPKT Polda Papua, AKBP Heru Hidayanto, S.Sos., M.M., Kasubbag Mutjab Bagbinkar Biro SDM Polda Papua, Kompol Indra Budi Wibowo, S.I.K., M.M., serta diikuti pengurus Bhayangkari Daerah Papua, personel Brimob, dan personel gabungan Polda Papua.


Dalam kesempatannya, Kabid Humas mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kehadiran anggota Polri dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.


"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pantai. Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan, kenyamanan, sekaligus menjaga kelestarian alam yang menjadi tanggung jawab kita bersama," ucap Kabid Humas.


Usai apel, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir kawasan Pantai Kupang Dok II. Sekitar 60 personel gabungan membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai hingga area fasilitas umum dan tempat duduk pengunjung.


Menurut Kombes Cahyo, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Polda Papua terhadap program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momen refleksi bagi Polri, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat. Kami berharap aksi sederhana ini dapat menginspirasi masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan," pungkasnya.


Melalui Gerakan Indonesia Asri, Polda Papua berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, lingkungan yang bersih merupakan salah satu modal penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Yospan Hari Kedua Tampilkan Semangat Budaya Papua di Taman Imbi

  


Jayapura – Kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Papua terus berlanjut. Pada hari kedua pelaksanaan Lomba Tarian Yosim Pancar (Yospan), ratusan peserta dan pendukung dari berbagai sanggar seni memadati Taman Imbi Jayapura, Kamis (25/06).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K., M.K.P., Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Ramses, S.I.K., M.H., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Ii Muhajir, panitia lomba dan para peserta.


Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya Papua sekaligus mempererat kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam suasana perayaan Hari Bhayangkara.


Brigjen Pol. Muhajir mengatakan bahwa Yospan merupakan salah satu warisan budaya Papua yang memiliki nilai kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan yang sangat kuat.


"kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Papua. Yospan bukan sekadar tarian, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Papua yang harus terus dijaga dan dibanggakan," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan internal kepolisian, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.


"Kami ingin Hari Bhayangkara menjadi momentum kebersamaan. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias hari ini menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi pemersatu dan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," tambahnya.

Polres Boven Digoel Salurkan 100 Paket Sembako, Wujud Kepedulian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

 


Jayapura – Polres Boven Digoel menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Kamis (26/06).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Boven Digoel Kompol Handoyo Prasetyo dan didampingi Kasat Binmas AKP Gaffar, Kasat Lantas Ipda Alfiyah Lakuy, S.H., serta para Pejabat Utama dan personel Polres Boven Digoel.


Penyaluran bantuan dilakukan di Jalan SMA, Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo dan Jalan Trans Papua Km 02 Gang Luna. Sebanyak 100 paket sembako diserahkan langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, gula pasir, minyak goreng, kopi, dan teh.


Tidak hanya menyerahkan bantuan, personel Sat Binmas juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat terus menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan masing-masing.


Wakapolres Boven Digoel Kompol Handoyo Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momen perayaan bagi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dan lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga dan semakin mempererat hubungan baik antara Polri dan masyarakat," ujar Kompol Handoyo.


Ia menambahkan bahwa Polri akan terus berupaya hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


"Kepercayaan masyarakat adalah kekuatan bagi kami. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Kabupaten Boven Digoel," tambahnya.


Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres Boven Digoel berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Takeda Edukasi Keluarga Indonesia Cegah DBD Melalui ABCD Land

  


 Jakarta, 19 Juni 2026 – PT Takeda Innovative Medicines kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui penyelenggaraan ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD! yang akan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Urban Forest, Jakarta.


Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Langkah Bersama Cegah DBD yang telah dijalankan Takeda sejak 2023 bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, organisasi profesi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan. Pelaksanaan ABCD Land juga bertepatan dengan peringatan ASEAN Dengue Day, yang menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman dengue di kawasan Asia Tenggara.


Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Selain mengancam keselamatan jiwa, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini juga menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar.


Berdasarkan studi terbaru Universitas Gadjah Mada (UGM), total beban ekonomi akibat DBD di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai hampir Rp9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap. Dari jumlah tersebut, BPJS Kesehatan menanggung sekitar Rp3 triliun untuk pembiayaan layanan kesehatan, sementara masyarakat masih harus menanggung miliaran rupiah dalam bentuk biaya pengobatan maupun kehilangan pendapatan selama masa sakit.


Situasi ini diperkirakan akan semakin menantang seiring meningkatnya dampak perubahan iklim. Peluang terjadinya fenomena El Niño pada pertengahan hingga akhir 2026 diprediksi mencapai lebih dari 80 persen, yang berpotensi memengaruhi pola curah hujan dan suhu udara. Kondisi tersebut dapat memperluas habitat nyamuk pembawa virus dengue serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit.



Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, MKM, mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian DBD melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue dan penyusunan Rencana Aksi Nasional yang mengedepankan pendekatan komprehensif.


Menurutnya, pengendalian DBD tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas hingga sektor swasta. Langkah pencegahan meliputi edukasi masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, serta pemanfaatan inovasi pencegahan, termasuk vaksinasi.


Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M., yang mengungkapkan bahwa hingga 15 Juni 2026 tercatat sekitar 5.700 kasus infeksi dengue di Jakarta.


Menurutnya, tingginya mobilitas penduduk membuat Jakarta memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian DBD. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi kebiasaan sehari-hari melalui penerapan 3M Plus, penguatan peran kader Jumantik, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.


Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, angka kematian akibat DBD paling banyak terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, yang menyumbang sekitar 41 persen dari total kematian pada 2025.


Namun demikian, jumlah kasus terbanyak justru terjadi pada kelompok usia produktif 15–44 tahun, yang mencapai 42 persen dari seluruh kasus pada tahun yang sama. Fakta tersebut menunjukkan bahwa DBD dapat menyerang seluruh kelompok usia.


Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A., Subsp.T.K.P.S(K), mengingatkan bahwa masyarakat masih sering menganggap DBD sebagai penyakit musiman.


Padahal, penularan dapat terjadi kapan saja dan pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi kondisi berat hingga syok dengue. Ia menekankan pentingnya perlindungan yang menyeluruh melalui penerapan 3M Plus, mengenali gejala sejak dini, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksinasi dengue bagi anak sesuai rekomendasi IDAI.


Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menjelaskan bahwa orang dewasa, khususnya yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, maupun gangguan paru kronis, memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi apabila terinfeksi dengue.


Karena itu, PAPDI juga merekomendasikan vaksinasi dengue bagi orang dewasa usia 18–60 tahun sebagai bagian dari upaya perlindungan yang komprehensif.



Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan bahwa perusahaan akan terus mendukung berbagai upaya pencegahan DBD melalui edukasi, perluasan akses terhadap perlindungan inovatif, serta kolaborasi bersama pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan.


Menurutnya, rata-rata jumlah kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dua dekade sebelumnya, sehingga dibutuhkan langkah nyata agar masyarakat semakin sadar pentingnya melakukan perlindungan sebelum terlambat.



Melalui ABCD Land, Takeda mengajak masyarakat, khususnya keluarga, memahami pentingnya pencegahan DBD secara menyeluruh melalui berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik.


Selama dua hari penyelenggaraan di Urban Forest Jakarta, pengunjung dapat mengikuti konsultasi kesehatan, permainan edukatif, aktivitas interaktif untuk keluarga, hingga sesi berbagi informasi bersama para ahli mengenai risiko DBD dan langkah pencegahannya.


Kegiatan ini menargetkan lebih dari 1.000 pengunjung, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjelang musim liburan sekolah agar perlindungan terhadap DBD menjadi bagian dari gaya hidup sehat keluarga Indonesia.

25/06/26

Wakapolda Papua Ikuti Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata Secara Virtual dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80


 

Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polda Papua mengikuti Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata secara virtual melalui Zoom Meeting dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastra Mapolda Papua Koya Koso, Kamis (25/06).


Kegiatan diawali dengan masuknya Inspektur Upacara ke lapangan upacara yang dilanjutkan penghormatan serta laporan kesiapan pelaksanaan upacara.


Rangkaian prosesi kemudian dilanjutkan dengan masuknya Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, penghormatan kepada panji-panji, pembukaan selubung panji-panji, hingga prosesi pencucian Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Inspektur Upacara yang disertai pembacaan doa keselamatan.


Selanjutnya, panji-panji meninggalkan lapangan upacara dengan penghormatan terakhir sebelum dilakukan penutupan oleh pengasuh panji-panji. Upacara ditutup dengan laporan perwira upacara kepada Inspektur Upacara bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dilaksanakan.


Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas dan semangat pengabdian setiap anggota Polri.


"Melalui Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata ini, kita diingatkan kembali akan jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Nilai-nilai Tribrata harus terus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat memberikan rasa aman, keadilan, dan manfaat bagi masyarakat," ujar Wakapolda Papua.


Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus menjaga integritas, meningkatkan disiplin, memperkuat loyalitas, serta memberikan pelayanan yang humanis dan profesional. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata, kita optimistis dapat mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat," tambahnya.