
Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menggelar Silaturahmi Kamtibmas Presisi bersama para tokoh Tanah Papua dalam rangka merajut kebersamaan dan menjaga keamanan menuju Tanah Papua yang aman, damai dan sejahtera. Kegiatan berlangsung di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan Menjaga Negeri, Menuju Tanah Papua Aman, Damai, dan Sejahtera” tersebut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., para PJU Polda Papua, Ketua Komnas HAM Provinsi Papua Frits Ramandey, Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long, Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua Willem Zaman Bonai, serta tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh yang hadir. Menurutnya, silaturahmi menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi dan memperkuat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan di Tanah Papua.
Kapolda Papua juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyikapi berbagai perkembangan situasi dengan tenang, bijaksana dan tidak mudah terbawa emosi.
“Kita menyadari bahwa situasi dan perkembangan akhir-akhir ini membutuhkan perhatian dan kewaspadaan kita bersama. Berbagai isu yang berkembang perlu kita sikapi dengan tenang, bijaksana dan tidak mudah terbawa emosi,” ujar Kapolda Papua.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Kapolda berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif.
“Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Semoga tidak ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu ataupun menghambat pelaksanaan kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Kapolda Papua menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh personel Polri agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas serta tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang.
“Jangan mudah terpancing emosi, tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, serta senantiasa bertindak sesuai aturan dan tanggung jawab kita,” tegasnya.
Senada dengan Kapolda Papua, Ketua Umum PGGP Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang dan saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pdt. M.P.A. Maury menyampaikan bahwa momentum bulan Agustus merupakan anugerah sekaligus kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga kedamaian dan kebersamaan.
“Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kemurahan dan anugerah-Nya, kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani bulan Agustus ini. Pada tanggal 17 Agustus nanti, kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Pdt. M.P.A. Maury.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan serta menjaga situasi keamanan di Tanah Papua.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan serta ketertiban masyarakat. Bapak-bapak polisi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan dukungan dari kita semua, baik para tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap keamanan yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga dan tempat tinggal.
“Marilah kita saling bergandengan tangan dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Keamanan dan ketertiban harus dimulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan tempat tinggal, RT dan RW, kelurahan, hingga tingkat kota dan provinsi. Dengan demikian, Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua, dapat tetap aman, damai dan kondusif,” tutur Pdt. M.P.A. Maury.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab, mulai 15, 16 hingga 17 Agustus 2026 dan seterusnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang tidak dapat mengikuti upacara secara langsung untuk tetap memperingati momentum kemerdekaan bersama keluarga di rumah melalui doa.
“Bagi kita yang tidak dapat hadir langsung di lapangan, kita dapat memperingatinya bersama keluarga di rumah dengan berdoa. Kiranya doa-doa kita dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kedamaian, sukacita dan kesejahteraan menjadi bagian dari kehidupan kita bersama,” ungkapnya.
Pdt. M.P.A. Maury juga mengingatkan para tokoh agama untuk terus membimbing umat masing-masing serta mengajak seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
“Kepada para tokoh agama, marilah kita menuntun umat masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Kuncinya adalah senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan semakin dekat kepada Tuhan, hal-hal yang jahat dan tidak baik akan kita jauhi dan dapat kita cegah bersama,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kedekatan dengan Tuhan dapat menjadi landasan bagi masyarakat dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.
“Mari kita terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar kedamaian senantiasa menjadi bagian dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati kita sekalian. Selamat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” pungkasnya.
Selain silaturahmi dan diskusi, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.
Doa pembukaan dipimpin oleh Ketua Umum PGGP Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Para peserta juga mengikuti diskusi singkat dan ramah tamah sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polda Papua dengan para tokoh Tanah Papua.
Kapolda Papua mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan Tanah Papua agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan, serta seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dalam suasana harmonis dan penuh persaudaraan.