View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

19/05/26

Polda Papua Perkuat Kompetensi Penyidik dan Personel Labfor Melalui Pelatihan Digital Forensik

 


Jayapura – Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Papua menggelar Pelatihan Digital Forensik dengan tema “Penguatan Kapasitas Personel Laboratorium Forensik dan Penyidik dalam Penanganan serta Analisa Barang Bukti Digital” di Hotel MaxOne Jayapura, Kota Jayapura, Senin (18/05/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Labfor Polda Papua, AKBP Dr. I Gede Suhartawan, S.Si., M.Si., serta diikuti personel penyidik dan penyidik pembantu dari jajaran satuan kerja Polda Papua dan Polres jajaran.


Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) sekaligus narasumber, Izazi Mubarok, S.S.T., M.Sc., Pamin 1 Handakmet Subbid Balmetfor Ipda Muhammad Adnan Ali Nugraha, S.Si., serta Pamin 1 Urfis Subbid Fiskomfor Ipda Ade Dirgah Rahakbauw, S.Si.


Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi perkembangan kejahatan berbasis teknologi informasi atau cybercrime yang semakin kompleks. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman personel terkait prosedur penanganan dan analisa barang bukti digital sesuai standar pemeriksaan forensik modern.


Dalam sambutannya, Kabid Labfor Polda Papua menyampaikan bahwa Bid Labfor Polda Papua saat ini telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan standar ISO/IEC 17025:2017.


Menurutnya, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium forensik, khususnya pada bidang digital forensik.


“Perkembangan teknologi saat ini menuntut personel penyidik dan laboratorium forensik untuk memiliki kemampuan yang adaptif serta profesional dalam menangani barang bukti digital. Penanganan yang tepat akan sangat menentukan kualitas pembuktian dalam proses penegakan hukum,” ucap Kabid Labfor.


Ia juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan penambahan ruang lingkup akreditasi digital forensik di lingkungan Bid Labfor Polda Papua.


“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas personel sekaligus persiapan menuju pengembangan layanan digital forensik yang terstandar dan berdaya saing. Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memahami prosedur penanganan barang bukti digital secara benar, mulai dari proses pengamanan hingga analisa,” katanya.


Sementara itu, Ketua AFDI sekaligus narasumber pelatihan, Izazi Mubarok, S.S.T., M.Sc., menegaskan pentingnya sinergi antara penyidik dan personel laboratorium forensik dalam penanganan perkara berbasis digital.


“Barang bukti digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan barang bukti konvensional. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus agar data yang diperoleh tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum,” jelasnya.


Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman teknis peserta dalam melakukan penanganan perangkat digital, analisa data elektronik, hingga proses pengamanan barang bukti sesuai prosedur forensik.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik langsung terkait Digital Evidence Handling, penanganan komputer dan media penyimpanan, serta penanganan perangkat mobile dan akun internet.


Pada sesi penutupan, Kabid Labfor Polda Papua kembali menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kolaborasi antarpersonel dalam menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang.


“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh personel mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat sinergi, dan semakin profesional dalam mendukung proses penegakan hukum di Papua, khususnya dalam penanganan tindak pidana berbasis teknologi informasi,” pungkasnya.

Polda Papua Hadiri Syukuran HUT Ke-63 Kodam XVII/Cenderawasih, Teguhkan Sinergitas untuk Papua Aman dan Sejahtera

 


Jayapura – Momentum Hari Ulang Tahun ke-63 Kodam XVII/Cenderawasih berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan melalui kegiatan syukuran yang digelar di Aula Tony A. Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (18/05/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H.,M.M., Dankodaeral X Jayapura, Mayjen TNI(MAR) Sugianto, S.Sos.,M.M., M.TR.OPSLA, Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Mokh. Mukhson, S.E., M.M., Dirpamobvit Polda Papua selaku Plt. Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol, Dede Alamsyah, S.I.K, unsur Forkopimda, Pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya sebagai bentuk soliditas dan sinergitas lintas institusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.


Dalam sambutannya, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kodam XVII/Cenderawasih selama 63 tahun menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Tanah Papua.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kodam XVII/Cenderawasih selama ini tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.


“Pada peringatan HUT ke-63 ini, Kodam XVII/Cenderawasih mengangkat tema ‘Bersama Rakyat Mewujudkan Papua Maju dan Sejahtera’. Tema ini menjadi komitmen kami untuk terus hadir bersama rakyat, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta meningkatkan sinergi dengan seluruh pihak demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Pangdam.


Sementara itu, kehadiran Polda Papua dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata soliditas dan kolaborasi antara TNI dan Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah Papua.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan bahwa sinergitas TNI-Polri merupakan kekuatan utama dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Papua.


“Polda Papua mengucapkan Dirgahayu ke-63 kepada Kodam XVII/Cenderawasih. Semoga sinergitas dan soliditas yang selama ini terjalin semakin kokoh dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.


Kegiatan syukuran juga diisi dengan pemberian tali asih kepada purnawirawan dan warakawuri, penyerahan hadiah lomba vokal grup dan tari kreasi, penampilan para juara lomba, hingga doa lintas agama sebagai simbol persatuan dan toleransi di Tanah Papua.

18/05/26

Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan Apresiasi Kehadiran Wakil Mendagri Pasca Konflik Wamena

  


Jayapura – Tokoh masyarakat Papua Pegunungan memberikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Ribka Haluk, yang turun langsung ke Wamena guna memastikan proses penanganan dan pemulihan pasca konflik berjalan dengan baik.


Kehadiran pemerintah pusat dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak konflik, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.


Dalam rapat koordinasi penanganan situasi keamanan di Wamena, Ribka Haluk menegaskan bahwa pemerintah pusat hadir secara penuh untuk memulihkan kondisi keamanan dan sosial masyarakat pasca konflik yang terjadi beberapa waktu lalu. 


Pemerintah juga memastikan langkah penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan serta pemulihan masyarakat terdampak.


Tokoh masyarakat Papua Pegunungan, Paskalis Kossay menyebut kehadiran Wakil Mendagri menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kondisi masyarakat di Wamena. 


Mereka menilai langkah tersebut menjadi bentuk komitmen negara dalam menjaga kedamaian dan mendorong penyelesaian konflik secara humanis serta bermartabat.


“Dengan hadirnya Wakil Menteri Dalam Negeri di Wamena, masyarakat merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi situasi ini. Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan tidak mudah terprovokasi,” ujar Paskalis Kossay.


Selain melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, Wakil Mendagri juga meninjau langsung lokasi terdampak konflik, rumah warga, hingga tempat pengungsian guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.


Masyarakat Papua Pegunungan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat komunikasi antarkelompok, serta mendukung langkah pemerintah dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Wamena maupun wilayah Papua Pegunungan secara umum.

Polda Papua Gelar CAT Akademik Seleksi Penerimaan Bintara Polri T.A. 2026, Junjung Transparansi dan Profesionalisme

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui Biro SDM Polda Papua kembali melaksanakan tahapan seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menggelar Computer Assisted Test (CAT) Akademik, Senin (18/05/2026).


Pelaksanaan ujian berlangsung serentak di sejumlah lokasi di Kota Jayapura, yakni di IAIN Fattahul Muluk Papua, IPDN Kampus Papua, SMK Bahasa dan Sastra, SMKN 8 Jayapura, SMAN 1 Jayapura, SMKN 2 Jayapura, SMK YPKP Diaspora, Universitas 10 November, SMK Hikmah Yapis, dan SMK Pariwisata.


Sebanyak 1.194 peserta mengikuti CAT Akademik yang pada pelaksanaannya menguji mata pelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi.


Tahapan kegiatan diawali dengan apel peserta, dilanjutkan pengecekan kehadiran, verifikasi identitas menggunakan KTP dan sistem pengenalan wajah (face matching), serta pemeriksaan kesiapan peserta oleh Bid Propam Polda Papua sebelum memasuki ruang ujian.


Seluruh proses seleksi diawasi langsung oleh panitia dari Biro SDM Polda Papua bersama pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Papua guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan terbuka untuk seluruh peserta tanpa dipungut biaya.


“Polda Papua berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dengan memanfaatkan sistem CAT sehingga hasil ujian dapat diketahui secara langsung dan meminimalisasi potensi kecurangan,” ucap Kabid Humas.


Kombes Cahyo juga mengingatkan kepada seluruh peserta maupun orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.


“Keberhasilan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil kerja keras masing-masing," ungkapnya.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta dengan meminta sejumlah uang, karena seluruh proses seleksi Polri dilaksanakan secara terbuka dan diawasi ketat,” imbuhnya.


Menurutnya, seleksi yang berkualitas menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.


Babinsa Kebonagung Bersama Warga Lanjutkan Pengecoran Jembatan Perintis Garuda Akses Perbatasan Desa Dawuhan Lor

 


Lumajang – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam lanjutan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kecamatan Sukodono. Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono Sertu Hery Wahyudi bersama warga melaksanakan kegiatan pengecoran kanan kiri rabat bagian utara yang menjadi akses penghubung menuju Desa Dawuhan Lor, bertempat di Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).


Kegiatan pengecoran tersebut merupakan tahap lanjutan pembangunan jembatan yang terus dikebut guna memperkuat akses transportasi masyarakat antarwilayah desa. Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama warga tampak kompak menyiapkan material hingga meratakan adonan cor secara bergotong royong.


Sertu Hery Wahyudi mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu upaya bersama dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya akses penghubung antara Desa Kebonagung dengan Desa Dawuhan Lor.


“Pengecoran sisi utara ini sangat penting karena menjadi jalur penghubung menuju Desa Dawuhan Lor. Kami bersama warga terus berupaya agar pembangunan berjalan lancar dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pembangunan di wilayah binaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Antusiasme warga terlihat tinggi selama proses pengerjaan berlangsung. Dengan penuh semangat, masyarakat turut membantu setiap tahapan pekerjaan demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang nantinya akan mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat sekitar.


Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang aman dan kokoh, sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama. (Pendim0821)

Tanamkan Semangat Persatuan Sejak Dini, Babinsa Wates Kulon Berikan Wasbang Kepada Pelajar SD

 


Lumajang – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, Babinsa Wates Kulon Koramil 0821-06/Ranuyoso Kopka Sudarmono melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) tentang 4 Pilar Kebangsaan, khususnya materi Bhinneka Tunggal Ika, kepada siswa kelas 5 SD Negeri Wates Kulon 02, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (18/5/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti para siswa dengan semangat. Dalam penyampaiannya, Kopka Sudarmono mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga persatuan dan menghargai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, nilai Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki karakter cinta tanah air, toleran, serta mampu hidup rukun di tengah keberagaman bangsa Indonesia.


“Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus bangga menjadi anak Indonesia. Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu tujuan, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kopka Sudarmono di hadapan para siswa.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Wasbang di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah positif dalam membentuk karakter disiplin, semangat nasionalisme, serta meningkatkan rasa cinta tanah air pada kalangan pelajar.


Sementara itu, Kepala SD Negeri Wates Kulon 02, Muhammad Syamroni, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan wawasan kebangsaan yang diberikan Babinsa sangat bermanfaat dalam membentuk karakter dan memotivasi para siswa untuk terus semangat meraih cita-cita di masa depan.


“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya persatuan dan cinta tanah air, tetapi juga termotivasi untuk belajar lebih giat dalam menggapai cita-cita mereka kelak. Kami berharap generasi muda memiliki semangat disiplin, tanggung jawab, dan tekad kuat untuk menjadi kebanggaan bangsa,” pungkasnya.


Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat demi masa depan bangsa Indonesia. (Pendim0821)

Kepedulian TNI untuk Rakyat, Babinsa Kedungrejo Bantu Wujudkan Rumah Layak Huni


Lumajang, Babinsa Kedungrejo Koramil 0821-16/Rowokangkung, Serka Riono Asnan bersama satu anggota melaksanakan pendampingan pekerjaan pemasangan dinding batako setinggi tiga meter pada program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Surti di Dusun Pondok Kobong RT 002 RW 001, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Senin (18/5/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat agar lebih aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni.


Dalam keterangannya, Serka Riono Asnan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan Rutilahu menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaan.


“Kami hadir untuk membantu dan memastikan proses pembangunan berjalan lancar, sehingga warga penerima bantuan dapat segera menempati rumah yang lebih layak,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembangunan hunian yang layak tidak hanya berdampak pada kenyamanan keluarga penerima bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


Melalui kegiatan tersebut, semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan terus terjaga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Monitoring Posyandu Kamboja, Babinsa Pejarakan Aktif Dukung Pencegahan Stunting

 


Lumajang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, Babinsa Pejarakan Koramil 0821-07/Randuagung Serka Priyo Susetiyanto Widodo melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan pelayanan kesehatan di Posyandu Kamboja Dusun Paleran RT 015 RW 005 Desa Pejarakan, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (18/5/2026).


Kegiatan Posyandu tersebut meliputi penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, serta pemantauan tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama kader Posyandu setempat. Dalam kegiatan itu tercatat sebanyak 17 balita dan 13 baduta mengikuti pelayanan kesehatan secara rutin.


Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu menjadi bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting dan menjaga tumbuh kembang anak agar tetap sehat dan optimal.


Dalam kesempatan itu, Serka Priyo Susetiyanto Widodo mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna membantu dan mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bersifat positif, khususnya di bidang kesehatan.


“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para kader maupun warga agar semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita dan baduta. Kegiatan Posyandu sangat penting untuk memantau pertumbuhan anak sejak dini,” kata dia.


Sementara itu, Bidan Desa Pejarakan, Bintari Luqi M., A.Md. Keb., mengatakan bahwa kegiatan Posyandu merupakan rutinitas pelayanan kesehatan yang sangat penting untuk memantau tumbuh kembang balita dan baduta secara berkala.


“Pelayanan Posyandu rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai upaya pemantauan kesehatan anak sejak dini, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum. Dengan pemantauan rutin, perkembangan anak dapat diketahui sehingga apabila ada gangguan kesehatan bisa segera ditangani,” pungkasnya.


Ia juga berharap para orang tua semakin aktif membawa anak-anaknya ke Posyandu agar kesehatan dan pertumbuhan mereka tetap terpantau dengan baik demi mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat.


Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan aparat kewilayahan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak terus meningkat demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Pendim0821)