View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

11/09/26

Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu

 


Timika – Tokoh Adat sekaligus Kepala Suku Besar Kamoro Kampung Iwaka, Kabupaten Mimika, Timotius Samin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman, damai, dan tenteram.


Menurut Timotius, terciptanya kondisi yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia meminta warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang disebarkan oleh kelompok atau individu yang tidak bertanggung jawab.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Kita harus bijak dalam menerima setiap informasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu keamanan di tengah masyarakat,” ujar Timotius.


Ia menilai, penyebaran isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu gangguan kamtibmas apabila tidak disikapi dengan baik. Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap tenang, saling menghormati, serta menjaga komunikasi antarwarga.


Timotius juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.


“Keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan menjaga Mimika agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Lebih lanjut, Timotius berharap seluruh masyarakat dapat mengutamakan persatuan dan kerukunan serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.


“Mari kita jaga kebersamaan, jangan saling terprovokasi dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, kita dapat menciptakan Mimika yang aman, damai, dan tenteram,” pungkasnya.

Kepala Suku Damal Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas dan Redam Konflik

  


TIMIKA, 10 September 2026 – Tokoh intelektual sekaligus Kepala Suku Damal di Kabupaten Mimika, Yulius Hagabal, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Mimika, khususnya dalam menyikapi konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamkinarama.


Yulius mengatakan, diperlukan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah distrik dan para tokoh masyarakat untuk mencegah konflik meluas. Ia menyebut sejumlah upaya telah dilakukan oleh kerukunan masyarakat di Timika untuk meredam aksi saling serang agar persoalan tersebut tidak berkembang ke wilayah lain.


“Kita harus bersama-sama menjaga situasi Timika tetap aman dan damai. Aparat TNI/Polri, pemerintah distrik dan tokoh-tokoh masyarakat harus bergandengan tangan untuk menyelesaikan pertikaian di Kwamkinarama,” ujar Yulius.


Menurutnya, konflik yang terjadi di Kwamkinarama perlu menjadi perhatian karena sejumlah kejadian pembunuhan disebut telah keluar dari area konflik dan menyasar masyarakat dari suku lain. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu persoalan baru antara kelompok masyarakat apabila tidak segera diredam.


Yulius juga mengimbau masyarakat suku Damal yang berdomisili di Tembagapura agar tidak membawa persoalan Kwamkinarama ke wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa Tembagapura merupakan tempat masyarakat mencari penghidupan sehingga harus dijaga dari segala bentuk aksi kekerasan.


“Tembagapura adalah tempat kita mencari makan, bukan tempat perang. Jangan sampai terjadi aksi saling serang di sana karena dampaknya akan merugikan masyarakat dan dapat memicu gelombang pengungsian ke Timika,” katanya.


Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi. Yulius meminta apabila terdapat kelompok bersenjata yang berupaya menyusup atau memanfaatkan konflik antarmasyarakat, hal tersebut segera dilaporkan kepada aparat keamanan dan wajib kita mendukung aparat dalam melakukan penegakan hukum.


Yulius berharap seluruh elemen masyarakat mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai. Ia menegaskan pentingnya menjaga Tembagapura dan Timika tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut maupun gangguan keamanan.

10/09/26

Polres Yahukimo Bersama Pemda Kabupaten Yahukimo Gelar Operasi Pekat.

 


YAHUKIMO – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polres Yahukimo dan Pemerintah Daerah resmi menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dan represif terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Yahukimo. Kamis (10/9/26). 


Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo turut hadir dalam kegiatan Pekat tersebut dan didampingi oleh Kapolres Yahukimo, Forkopimda, serta Satpol PP. 


Operasi Pekat ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran seperti peredaran minuman keras ilegal, praktik perjudian, prostitusi, serta tindak kriminalitas lainnya yang meresahkan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dari berbagai satuan fungsi diterjunkan ke sejumlah titik rawan guna melakukan penindakan serta pembinaan kepada masyarakat.


Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dari berbagai potensi gangguan kamtibmas. Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar aturan.


" Kedatangan kami Pemerintah Daerah bersama Pihak Kepolisian ini guna memberikan penertiban di tempat kejadian kebakaran ini, karena tempat ini akan kami bangun kembali menjadi pasar Sentral sehingga masyarakat yang mau membangun usaha di tempat ini. mulai sekarang jangan lagi ada" Ujar Setda Kabupaten Yahukimo. 


"Kami pemerintah juga akan membantu masyarakat yang kena musibah kebakaran kemarin itu, sehingga yang bersangkutan akan saya undang untuk ketemu kami pemerintah. Kami juga berkomitmen untuk memberantas penyakit masyarakat Yahukimo yang ada saat ini,terutama tentang Miras, judol dan Portitusi/PSK yang ada di Yahukimo ini, kami akan pulangkan awal Oktober dan akan membongkar tempat-tempat Prostitusi sehingga masyarakat Yahukimo bisa dukung pemerintah Dan mari kita dukung bersama demi kemajuan daerah. 


Kapolres Yahukimo juga menyampaikan bahwa, Melalui Operasi Pekat ini, kami berharap mampu menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. 


Adapun Penyampaian dari Kepala Suku Alipia Yalak yang mana ia menyampaikan, Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo Serta pihak kepolisian yang sudah datang melaksanakan penertiban di pasar lama,dan rencananya akan mengusur tanah guna membangun pasar Sentral disini. 


"Atas nama masyarakat Yahukimo  saya kepala Suku Alipia Yalak dan seluruh warga masyarakat yang berada di Pasar Lama ini berharap pembangunan Pasar Sentral ini dibangun secepatnya. Kami masyarakat Yahukimo juga berharap supaya pemerintah bersama pihak kepolisian bisa memberantas penyakit masyarakat ini dengan cepat" Harap Kepala suku Alipia Yalak


Selama pelaksanaan operasi, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar turut serta menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan.


Dengan adanya Operasi Pekat ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kuningan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Tokoh Masyarakat Oksibil Dorong Persatuan untuk Wujudkan Pegunungan Bintang yang Aman

 



Oksibil – Tokoh Masyarakat Oksibil, Dedenip Jefrin Sigpanki, S.T., mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, serta situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.


Menurut Dedenip, terciptanya kondisi yang aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman serta mencegah terjadinya gangguan keamanan.


“Keamanan dan kedamaian di Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan tanggung jawab kita bersama. Aparat keamanan memang memiliki tugas untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi masyarakat juga harus mengambil bagian dengan menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Dedenip.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Setiap informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial, hendaknya disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya tanpa memastikan kebenarannya.


“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terhasut oleh ajakan pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Dedenip menilai bahwa menjaga kamtibmas dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu konflik, serta mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.


Ia berharap seluruh elemen masyarakat, baik tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah, maupun masyarakat umum, dapat terus memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan di Kabupaten Pegunungan Bintang.


“Mari kita bersama-sama menjaga Pegunungan Bintang agar tetap aman, damai dan kondusif. Jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah persatuan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat menciptakan suasana yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Respons Cepat Pospol Samkai, Karhutla di Kelurahan Samkai Berhasil Dipadamkan

  


Jayapura – Personel Pos Polisi (Pospol) Samkai, Satuan Samapta Polres Merauke, bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke, Kamis (10/09/2026).


Mendapatkan informasi adanya kebakaran, personel Pospol Samkai langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, personel segera melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia guna mencegah api meluas ke area di sekitarnya.


Setelah api berhasil dipadamkan, personel kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala.


Kasat Samapta Polres Merauke AKP Sukirno, S.Sos., mengatakan pihaknya menginstruksikan personel untuk segera merespons setiap laporan maupun temuan terkait kebakaran lahan di wilayah hukum Polres Merauke.


“Setiap laporan kebakaran harus segera kita respons agar api tidak meluas. Setelah api padam, personel juga melakukan pengecekan kembali untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar AKP Sukirno.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadinya kebakaran.


“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera laporkan kepada kepolisian apabila melihat adanya titik api,” tambahnya.


Polres Merauke terus mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah Karhutla. Respons cepat terhadap setiap kejadian diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang dan mengancam permukiman maupun lingkungan di sekitarnya.

 

Respons Cepat Laporan Karhutla, Polres Merauke Bersama Damkar Padamkan Api di Jalan Raya Mandala

 


Jayapura – Polres Merauke bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Jalan Raya Mandala, samping Toko Panasonic, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis (10/09/2026).


Respons tersebut dilakukan oleh Pamapta Regu 1 Ipda Marani bersama personel Satuan Samapta Polres Merauke. Setelah menerima laporan, personel segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan langkah penanganan guna mencegah api meluas ke area permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.


Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman. Selain membantu penanganan api, personel juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi bahaya serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.


Dalam proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Merauke mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu menjinakkan kobaran api.


Berkat respons cepat personel di lapangan serta dukungan petugas Damkar Kabupaten Merauke, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum meluas ke kawasan di sekitarnya.


Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M. mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada area yang memiliki vegetasi atau lahan yang mudah terbakar.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.


Kepolisian juga mengingatkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran meluas. Informasi yang disampaikan secara cepat akan memudahkan petugas melakukan penanganan sejak dini.


Polres Merauke menegaskan komitmennya untuk terus merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan, perlindungan dan rasa aman, sekaligus mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, permukiman maupun fasilitas umum.


Sinergi antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam menghadapi potensi Karhutla, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Merauke tetap aman dan kondusif.

 

Sinergi Polri, TNI dan Warga, Kebakaran Lahan di Kampung Harapan Makmur Berhasil Dipadamkan



Jayapura – Personel Polsek Kurik bersama unsur TNI, tim pemadam kebakaran dan masyarakat bergerak cepat membantu menangani kebakaran lahan yang terjadi di RT 19, Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Kamis (10/09/2026).


Kebakaran tersebut diketahui setelah personel piket jaga Polsek Kurik menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIT. Sebanyak tujuh personel kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran, unsur TNI dan masyarakat setempat.


Setibanya di lokasi, personel bersama seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan langkah penanganan untuk mencegah api meluas ke area sekitar. Sekitar pukul 15.02 WIT, proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel kepolisian, TNI, tim pemadam kebakaran dan warga.


Upaya tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan serta memastikan kobaran api tidak menjalar ke wilayah lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.


Kapolsek Kurik Widi Mulyono, S.Sos., mengapresiasi kepedulian dan kerja sama seluruh pihak yang turut membantu proses penanganan kebakaran tersebut.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya saat kondisi lahan dan cuaca kering. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api,” ujar Widi Mulyono.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Informasi yang disampaikan secara cepat kepada petugas akan memungkinkan penanganan dilakukan sedini mungkin sehingga api tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila menemukan titik api, segera informasikan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek Kurik, aparat kampung atau petugas terkait agar dapat segera ditangani,” tambahnya.


Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama pada kondisi cuaca dan lahan yang kering.


Sinergi antara kepolisian, TNI, tim pemadam kebakaran dan masyarakat dalam penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga lingkungan dan permukiman warga tetap aman.


Polsek Kurik akan terus meningkatkan kewaspadaan dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Distrik Kurik dan sekitarnya.

 

Cegah Api Meluas, Polsek Mandobo Bersama Damkar Padamkan Karhutla di Jalan Ambonggo



Jayapura – Personel Polsek Mandobo bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sekitar Jalan Ambonggo, dekat Jembatan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (09/09/2026).


Kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 20.11 WIT. Mendapat laporan dari masyarakat, Ka Jaga Regu II Bripka Daud A. Mofu bersama tiga personel piket Polsek Mandobo langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus berkoordinasi dengan petugas Damkar.


Setibanya di lokasi, petugas bersama personel kepolisian segera melakukan upaya pemadaman. Sebanyak dua unit mobil Damkar dikerahkan untuk menjinakkan api yang menjalar di area lahan.


Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.35 WIT. Penanganan tersebut dilakukan dengan cepat sehingga kobaran api tidak sampai meluas ke area lainnya.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiel. Setelah api berhasil dipadamkan, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif.


Polsek Mandobo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi yang dapat menyebabkan api mudah menyebar.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan titik api. Laporan yang cepat akan membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin,” ujar petugas Polsek Mandobo.


Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.


Sinergi antara Polsek Mandobo, petugas Damkar dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah Karhutla meluas serta menjaga lingkungan dan aktivitas masyarakat tetap aman dan kondusif.