View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

13/10/26

Patroli Jalan Kaki, Polres Tolikara Sapa Warga dan Jaga Keamanan Kota Karubaga

 


Jayapura – Polres Tolikara melalui Regu Siaga I melaksanakan patroli jalan kaki di seputaran Kota Karubaga, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Selasa (13/10/2026). 


Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari.


Patroli tersebut melibatkan Kasat Samapta Polres Tolikara IPTU Eko Haryanto, S.H., Kasat Binmas IPDA Kasrim, S.E., Pamapta I SPKT Polres Tolikara, Kanit Provos AIPTU Enos Waroi, serta 15 personel Regu Siaga I.


Di sejumlah titik tersebut, personel memantau situasi keamanan, aktivitas masyarakat, serta kondisi di sekitar objek vital guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran polisi melalui patroli jalan kaki juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memastikan situasi di pusat aktivitas warga tetap aman dan tertib.


Padal Regu Siaga I sekaligus Kasat Samapta Polres Tolikara, IPTU Eko Haryanto, S.H., mengatakan bahwa patroli jalan kaki merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan kehadiran langsung di tengah masyarakat.


“Melalui patroli jalan kaki ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan warga serta menunjukkan bahwa Polri siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” ujar IPTU Eko Haryanto.


Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing serta tidak ragu berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.


Melalui patroli rutin ini, Polres Tolikara terus berupaya menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman, menciptakan suasana yang nyaman, serta menjaga Kota Karubaga tetap kondusif bagi seluruh warga.

Gerak Cepat Polsek Mindiptana Bersama Warga Padamkan Dua Kebakaran Lahan di Boven Digoel

 



Jayapura – Personel Polsek Mindiptana, Polres Boven Digoel, bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran lahan di Kampung Awayanka dan Kampung Kamka, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (12/10/2026). 


Bersama masyarakat setempat, personel kepolisian melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas dan mengantisipasi dampak yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.


Kejadian pertama diketahui setelah anggota piket Polsek Mindiptana menerima laporan masyarakat melalui pesan WhatsApp mengenai kebakaran lahan di Kampung Awayanka. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel segera menuju lokasi dan bersama warga melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIT.


Tidak berselang lama, sekitar pukul 17.40 WIT, personel kembali menerima informasi mengenai kebakaran lahan di Kampung Kamka. Anggota Polsek Mindiptana segera bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pemadaman. Berkat kerja sama di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.22 WIT.


Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan serta menjaga keselamatan warga dan lingkungan.


“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan cepat sesuai kondisi di lapangan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran lahan karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” ujar Kompol Dian.


Selain menangani kebakaran, personel piket Polsek Mindiptana tetap melaksanakan pengecekan dan kontrol di sekitar Mako secara berkala guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


Polres Boven Digoel mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menghindari pembakaran sampah secara sembarangan. Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin.


Melalui respons cepat personel dan keterlibatan aktif masyarakat, Polsek Mindiptana berharap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini sehingga tidak meluas dan keselamatan warga serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Cegah Dampak Asap Karhutla, Polsek Jagebob Bagikan 600 Masker kepada Pelajar

 



Jayapura – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Polsek Jagebob membagikan 600 lembar masker kepada pelajar dan guru di tiga sekolah di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Senin (12/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIT tersebut menyasar SD Inpres Jagebob 6, SMP Negeri 10 Merauke, dan SMK Negeri 7 Merauke. 


Sebanyak 12 dos atau sekitar 600 lembar masker dibagikan kepada para pelajar dan guru sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.


Kapolsek Jagebob, Iptu Turhamun, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.


“Kami ingin memastikan bahwa kesehatan anak-anak dan para guru tetap menjadi perhatian di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Pembagian masker ini merupakan salah satu upaya pencegahan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan,” ujar Iptu Turhamun.


Selain membagikan masker, personel Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada para pelajar dan guru mengenai pentingnya menggunakan masker dengan benar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. 


Para siswa diimbau untuk menjaga kebersihan diri, mencukupi kebutuhan air putih, dan beristirahat dengan cukup selama kondisi udara belum membaik.


Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap, seperti batuk, iritasi mata, maupun gangguan pernapasan. Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera menyampaikan kepada orang tua atau guru dan mendapatkan pemeriksaan medis sesuai kebutuhan.


“Kami mengimbau para pelajar, guru, dan masyarakat untuk tetap waspada serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi dampak asap terhadap kesehatan. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Polsek Jagebob berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah dampak karhutla semakin meningkat. 


Kepedulian dan kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, serta masyarakat diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan warga sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Distrik Jagebob.


Lindungi Generasi Muda, Polres Biak Numfor Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Sekolah

 



Jayapura – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Biak Numfor memberikan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Biak, Senin (12/10/2026). 


Kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya narkoba serta pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.


Kegiatan yang berlangsung di aula SMP Negeri 2 Biak tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor. Sosialisasi diikuti sekitar 100 siswa-siswi dengan menghadirkan Iptu Multazam, S.H., dan Bripka Ridho Yogo Leksono sebagai pemateri yang mewakili Sat Resnarkoba Polres Biak Numfor.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya minuman beralkohol dan narkoba bagi generasi muda, jenis dan penggolongan narkotika serta psikotropika, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan, serta peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai ancaman hukum bagi pelaku tindak pidana narkotika.


Kasat Resnarkoba Polres Biak Numfor, Iptu Ruslan Umagapi, S.H., mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan mereka.


“Kami berharap para siswa dapat memahami bahaya narkoba dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaannya. Fokuslah belajar, kembangkan potensi diri, dan raih cita-cita agar dapat menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujar Iptu Ruslan saat dikonfirmasi.


Ia menambahkan, edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran pelajar agar mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba serta berani menolak ajakan yang dapat merugikan diri sendiri.


Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi yang disampaikan. 


Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi pemateri untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bahaya narkoba dan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas narkoba.


Melalui kegiatan ini, Polres Biak Numfor berharap para pelajar semakin memahami risiko penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja, sekaligus mampu menerapkan pola hidup sehat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.


Polres Biak Numfor juga mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam memberikan edukasi serta pengawasan kepada generasi muda guna mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.


Rayakan Satu Tahun Kepemimpinan Mari-Yo, Pemerintah dan Masyarakat Papua Pererat Kebersamaan

 


Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menggelar Hiburan Rakyat dalam rangka mensyukuri satu tahun kepemimpinan Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin (12/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua, perwakilan BUMN dan BUMD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat Kota Jayapura.


Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari tarian pembuka oleh grup tari Tusuk Konde, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Tanah Papua, doa bersama, hingga penampilan sejumlah penyanyi yang menghibur masyarakat. Kegiatan juga diisi dengan pesan keagamaan lintas agama sebagai wujud kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Papua.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Matius D. Fakhiri menyampaikan pidato dan refleksi perjalanan kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen. 


Gubernur Papua dalam pernyataan refleksinya menekankan pentingnya kebersamaan, kerja sama, dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan pembangunan daerah.


“Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat Papua. Pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta bersama-sama membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera,” ujar Gubernur Papua.


Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Papua.


“Polri mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif agar seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan seluruh pihak. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Wakapolda Papua.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus dipelihara. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, berbagai tantangan di daerah diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama demi terciptanya Papua yang aman dan damai.


Suasana kebersamaan semakin terasa melalui doa lintas agama dan panggung hiburan yang melibatkan sejumlah pengisi acara. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga untuk mempererat hubungan dalam suasana penuh syukur.


Kehadiran Wakapolda Papua dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan dukungan kepolisian terhadap sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat. 


Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan serta mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.


Ini Upaya Satgas Karhutla Di Paser Basmi Kebakaran Di Desa Tepian Batang

  


Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Lahan semak belukar di Area RT 11 Desa Tepian Batang Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser menyala lagi, Personel Satgas Karhutla Paser segera mendatangi titik api. Senin (12/10/2026)


Dengan menggunakan 1 unit mobil tanki Damkar Paserr dan 1 unit alat pompa air personel Satgas Gabungan segera memadamkan api pada titik yang timbul di Desa Tepian Batang.


Alhamdulillah api yang berada di RT 11 Desa Tepian Batang dapat kami padamkan, sampai dengan proses pendinginan, ujar Serma Agus selaku Babinsa Tepian Batang.


Walaupun titik api jauh dari jalan kita dapat memadamkannya menggunakan alat selang seadanya, Babinsa Tepian Batang menambahkan. 


Babinsa juga menyampaiakn bahwa lahan di Desa Tepian Batang mayoritas merupakan lahan gambut atau semak belukar yang sudah mengering akibat kemarau.


Sehingga kebakaran di Kecamatan Tanah Grogot mayoritas sering terjadi di Desa Kami. Disamping itu kami juga melakukan himbauan kepada warga kami untuk tidak melakukan buka lahan dengan cara membakar, beliau menambahkan.


Dim 0904/Psr

11/10/26

Tim Wasrik Zidam VI/Mulawarman Tinjau Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Sembuak Warot

 



MALINAU – Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Zidam VI/Mulawarman melaksanakan peninjauan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0910/Malinau, salah satunya berlokasi di Desa Sembuak Warot, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Minggu (11/10/2026).


Kegiatan peninjauan ini dilaksanakan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Malinau.


Tim Wasrik dipimpin oleh Kolonel Czi Yudha Permana, S.Kom., M.H.I. selaku Katim B, didampingi Mayor Czi Mucshin dan Sertu Tri Antoro sebagai anggota tim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Ter Kodim 0910/Malinau dan Babinsa Desa Luso.


Peninjauan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.


Pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses penghubung yang memadai. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah aktivitas sehari-hari, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.


Melalui kegiatan pengawasan dan peninjauan ini, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0910/Malinau dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kodim 0910/Malinau berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malinau.

Takeda dan Kemenkes Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Donor Plasma

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia membuka peringatan International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 di Jakarta, Rabu (07/10).



JAKARTA, 7 Oktober 2026 – Takeda bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan pentingnya donor plasma dalam mendukung perawatan pasien. Upaya ini dilakukan dalam momentum International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema global “Plasma Powers Possibility”.


Selama ini, masyarakat Indonesia lebih mengenal donor darah dibandingkan donor plasma. Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) untuk membantu perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.


Berbeda dengan obat yang diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya bergantung pada kontribusi donor dan sistem pengambilan plasma yang aman serta andal. Oleh karena itu, keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga layanan kesehatan bagi pasien.


Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem plasma nasional.


“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut,” ujarnya.


Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menambahkan bahwa PODP memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu.


Menurutnya, pasien yang membutuhkan terapi tersebut memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan ekosistem plasma diperlukan untuk mendukung ketersediaan PODP yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta didukung bukti klinis yang memadai.


Dalam konteks penguatan sistem kesehatan nasional, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., juga menekankan pentingnya menghubungkan penguatan ekosistem plasma dengan kebutuhan pasien.


“Produk Obat Derivat Plasma (PODP) dapat berperan penting dalam perawatan berkelanjutan bagi pasien dengan kondisi seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer. Melalui International Plasma Awareness Week 2026, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma, peran donor, serta keterkaitan kontribusi setiap individu dengan kebutuhan pasien, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih kuat untuk memperkuat tatalaksana pengobatan dengan PODP,” ungkap Nadia.


Edukasi Plasma dan Pentingnya Donor


Peningkatan pemahaman masyarakat dimulai dengan mengenal plasma, proses pengambilannya, serta manfaatnya bagi perawatan pasien.


Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma mencakup sekitar 55 persen volume darah dan mengandung berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi, serta faktor pembekuan.


“Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan, dan imunodefisiensi,” jelasnya.


Ia menambahkan, edukasi mengenai plasma dan proses pengambilannya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman tentang kontribusi donor dalam mendukung perjalanan perawatan pasien.


Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, turut menekankan pentingnya keberadaan donor yang memenuhi persyaratan, praktik pengambilan plasma yang aman, serta layanan darah dan plasma yang memadai.


Kolaborasi antara layanan darah dan plasma dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung ketersediaan plasma dan penanganan pasien yang membutuhkan PODP.


Dari perspektif komunitas donor, Kepala Komunikasi dan Informasi Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB), Mila Rahmania, menilai bahwa pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong partisipasi yang berkelanjutan.


“Banyak orang terdorong untuk berkontribusi ketika memahami untuk apa kontribusi mereka dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, membangun partisipasi yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat untuk berdonor, tetapi juga dengan membantu mereka memahami kontribusinya, memastikan mereka mendapatkan pengalaman donor yang baik, dan merasa dihargai melalui apresiasi yang tepat,” ujarnya.


Menurut Mila, komunitas donor juga berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat, meluruskan kesalahpahaman, serta membangun komunikasi dengan komunitas pasien, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar informasi mengenai plasma lebih mudah dipahami masyarakat.


Ketersediaan PODP Penting bagi Pasien


Bagi pasien dengan kondisi medis tertentu, ketersediaan PODP secara berkelanjutan merupakan bagian penting dari perjalanan perawatan dan upaya menjaga kualitas hidup.


Plt. Bidang Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Yusnidar Patah, yang juga merupakan penyandang hemofilia B berat, menyoroti pentingnya penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan bagi penyandang hemofilia, termasuk tantangan dalam memperoleh perawatan di berbagai wilayah Indonesia.


Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ekosistem plasma yang mampu mendukung keberlanjutan ketersediaan terapi bagi pasien di Indonesia.


Hal serupa disampaikan Ketua Yayasan Pasien Imunodefisiensi Primer Indonesia (YPIPI), Dimas Adhi Sugiharto. Ia menjelaskan bahwa imunoglobulin merupakan terapi rutin yang dibutuhkan pasien imunodefisiensi primer untuk membantu menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi risiko infeksi berat berulang.


“Bagi pasien Imunodefisiensi Primer, imunoglobulin bukan sekadar terapi pendukung — ini adalah terapi yang kami butuhkan secara rutin agar bisa tetap hidup sehat. Tanpa terapi ini, pasien sangat rentan terhadap infeksi berat yang berulang, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis bahkan mengancam jiwa,” kata Dimas.


Ia menambahkan, ketersediaan imunoglobulin sangat bergantung pada plasma. Tantangan yang dihadapi pasien tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan terapi, tetapi juga keterjangkauan dan akses yang berkesinambungan.


“Karena itu, pasokan plasma yang berkelanjutan sangat berarti bagi kami — inilah yang memastikan pasien Imunodefisiensi Primer bisa terus menjalani pengobatan dan hidup sehat seperti orang lain,” lanjutnya.


Pengalaman para pasien tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem plasma membutuhkan kontribusi berbagai pihak, termasuk pemerintah, layanan kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor plasma, serta industri.


Takeda Dukung Penguatan Ekosistem Plasma di Indonesia


Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem plasma, Takeda memanfaatkan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung pengembangan infrastruktur plasma di Indonesia.


Melalui jaringan BioLife di berbagai negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan regulasi yang berlaku.


Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa PODP memiliki peran penting dalam mendukung perawatan pasien dengan kondisi kompleks dan mengancam jiwa.


“Di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan. Dengan pengalaman dan keberadaan Takeda di Indonesia, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung prioritas kesehatan jangka panjang Indonesia,” ujarnya.


Sejalan dengan tema “Plasma Powers Possibility”, IPAW 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan plasma, mulai dari kontribusi donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga pemanfaatannya sebagai PODP dalam perawatan pasien, merupakan rangkaian yang saling terhubung.


Melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, penguatan ekosistem plasma Indonesia diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ketersediaan PODP, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan pasien di Indonesia.