View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

02/06/26

Polda Papua Terima Bantuan Alsintan dari Gubernur Papua untuk Perkuat Ketahanan Pangan

 


Jayapura – Polda Papua menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Provinsi Papua sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Negara Dok V, Kota Jayapura, Selasa (02/06/2026).


Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., kepada Polda Papua yang diwakili Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Papua, Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K.


Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pangan Provinsi Papua Lunanka V.M.L. Daimboa, Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., serta personel Polda Papua.


Dalam sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan bahwa bantuan alsintan yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


“Peralatan yang diberikan ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola dengan baik. Saya berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan pertanian yang produktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Gubernur Papua.


Menurutnya, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Papua memiliki potensi lahan yang luas dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai komoditas pertanian, mulai dari padi, jagung, kopi, kakao, petatas hingga hortikultura.


Gubernur Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk anggota Polri dan aparatur sipil negara yang memiliki lahan, untuk memanfaatkannya secara produktif sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, petani, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian pangan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua.


Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan bantuan alsintan berupa 4 unit jonder dan 10 unit hand tractor kepada Polda Papua. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Papua melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.


Polda Papua menyambut baik dukungan tersebut dan berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan alsintan secara optimal guna mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Papua.


Melalui penyerahan bantuan alsintan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Polda Papua semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong terwujudnya masyarakat Papua yang mandiri, produktif, dan sejahtera.


Ditreskrimum Polda Papua Bentuk Tim URC, Perkuat Patroli Mobile dan Penanganan Kejahatan 3C di Seluruh Wilayah Papua

 


Jayapura – Dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua membentuk Tim URC (Unit Reaksi Cepat) yang bertugas melakukan patroli, penyelidikan, pengungkapan kasus, serta memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.


Tim URC tersebut beranggotakan personel Unit III Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang berada di bawah pimpinan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, Kompol I Dewa Gede Ditya Kusuma, S.I.K., M.H. Selain di tingkat Polda, pembentukan Tim URC juga dilakukan di seluruh Polres jajaran Polda Papua guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kejahatan secara cepat dan terukur.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan Tim URC merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan kehadiran polisi yang responsif dalam menangani berbagai bentuk kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).


"Tim URC yang kami bentuk memiliki fokus utama pada pemberantasan kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Tim ini tidak hanya bergerak dalam aspek penegakan hukum melalui pengungkapan kasus, tetapi juga melaksanakan patroli mobile dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Lebih lanjut, Dirreskrimum Polda Papua menyampaikan bahwa kehadiran Tim URC di tingkat Polda maupun Polres jajaran diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap laporan masyarakat serta meningkatkan efektivitas pencegahan tindak kriminalitas di wilayah Papua.


Sebagai implementasi tugas tersebut, Tim URC Ditreskrimum Polda Papua melaksanakan patroli mobile di wilayah Kota Jayapura. 


Sementara itu, Tim URC Polres jajaran juga secara serentak melaksanakan kegiatan patroli dan pemantauan di wilayah masing-masing, di antaranya Polres Sarmi di Distrik Sarmi Kota, Polres Mamberamo Tengah di Distrik Kobakma, Polres Waropen di Kampung Urfas II dan Kampung Ronggaiwa, Polres Lanny Jaya di wilayah Kampung Yokobak dan sekitarnya, Polres Jayawijaya di kawasan Tugu Salib dan Jalan Yos Sudarso, Polres Tolikara di Distrik Karubaga, Polres Asmat di Jalan Nusantara dan Jalan Pemda Agats, Polres Jayapura di wilayah Kota Sentani, serta Polres Boven Digoel di wilayah Tanah Merah.


Dalam pelaksanaan patroli tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan.


Selain kegiatan preventif, Tim URC Satreskrim Polres Biak Numfor juga berhasil mengungkap empat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lokasi berbeda. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh terduga pelaku beserta lima unit kendaraan roda dua yang diduga merupakan hasil tindak pidana.


"Kehadiran Tim URC di tingkat Polda maupun Polres jajaran merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan profesional. Kami ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban," tambah Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Pembentukan Tim URC ini juga merupakan bagian dari strategi Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Cartenz 2026 yang digelar selama 45 hari, terhitung mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026. Operasi tersebut difokuskan pada penanggulangan dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), premanisme, serta kejahatan jalanan lainnya.


Polda Papua berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran Tim URC melalui patroli mobile, penyelidikan, pengungkapan kasus, dan kegiatan edukasi kepada masyarakat guna menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.

Kapolres Biak Beberkan Perkembangan Pasca Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II, Tiga Korban Belum Ditemukan


 

Jayapura – Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H. membeberkan perkembangan terbaru penanganan pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.


Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (02/06/2026) malam, Kapolres menyampaikan bahwa hingga hari ketiga pasca kejadian, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan.


"Untuk korban yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini berjumlah tiga orang. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD dan instansi terkait lainnya akan terus melaksanakan pencarian dengan fokus penyisiran di Ring 2, yakni wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian," ucap Kapolres Biak.


Kapolres menjelaskan, proses pencarian di Ring 1 belum dapat dilakukan secara maksimal karena area tersebut masih dalam tahap sterilisasi oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Papua. 


Berdasarkan hasil asesmen sementara, kawasan tersebut masih dinyatakan belum aman karena diduga masih terdapat benda-benda berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas.


Selain upaya pencarian korban, tim gabungan juga terus melakukan penyisiran dan identifikasi terhadap berbagai temuan di sekitar lokasi ledakan. Pada hari ini, Tim Jibom Gegana Polda Papua berhasil melakukan disposal atau pemusnahan terhadap satu granat nanas dan satu granat manggis yang ditemukan di area terdampak.


"Dari hasil sterilisasi yang dilakukan, petugas kembali menemukan sejumlah benda berbahaya yang kemudian langsung diamankan dan dimusnahkan sesuai prosedur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat maupun personel yang bertugas di lapangan," jelas Kapolres.


Tim gabungan yang melakukan penyisiran di Ring 2 juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh yang selanjutnya dievakuasi untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut oleh tim yang berwenang.


Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tersebut bertambah menjadi enam orang setelah salah satu korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Biak, yakni Mina Puadi (51), dinyatakan meninggal dunia. Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu korban yang sempat mendapatkan perawatan medis. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata AKBP Ari.


Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhumah Mina Puadi diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Yapen pada Selasa (2/6/2026). Proses pemulangan jenazah dilakukan melalui Pelabuhan Rakyat Tip Top, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.


Terkait perkembangan penyelidikan, Kapolres menyampaikan bahwa Tim Puslabfor Polda Papua telah bergabung untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dalam waktu dekat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua juga akan membantu proses identifikasi korban.


Di sisi lain, aparat keamanan menerima laporan dari masyarakat yang secara sukarela menyerahkan sejumlah benda yang diduga merupakan sisa amunisi perang untuk diamankan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan tiga mortir personel yang masih aktif serta 30 butir amunisi kaliber 7,62 mm yang kini telah diamankan oleh Tim Jibom Polda Papua.


Kapolres mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan dan menyerahkan benda-benda berbahaya tersebut kepada aparat keamanan.


"Dukungan masyarakat sangat membantu proses penanganan yang sedang berlangsung. Kami mengimbau warga yang masih menemukan atau menyimpan benda yang diduga merupakan peninggalan perang agar segera melaporkannya kepada aparat keamanan dan tidak mencoba memindahkan ataupun membongkarnya sendiri karena sangat berbahaya," tegas AKBP Ari.


Hingga saat ini, pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan, sterilisasi lokasi, proses identifikasi korban, serta investigasi penyebab ledakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan seluruh area terdampak benar-benar aman dan seluruh korban dapat ditemukan.


Kapolres Pasuruan Kota Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Ipda Hari Kurniawan Terima Penghargaan Jelang Purna Tugas

 



Kota Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memimpin pelaksanaan Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian anggota Polri periode TMT 1 Juni 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Senin (2/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, para Kapolsek jajaran, personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Pasuruan Kota.


Pada upacara tersebut, personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian adalah Ipda Hari Kurniawan yang memperoleh kenaikan pangkat dari Aiptu ke Ipda terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. 


Kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas sebagai anggota Polri. Diketahui, Ipda Hari Kurniawan akan memasuki masa purna tugas atau pensiun terhitung mulai tanggal 1 September 2026.


Dalam amanatnya, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima oleh Ipda Hari Kurniawan menjelang masa purna tugasnya.


“Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polres Pasuruan Kota, saya mengucapkan selamat kepada Ipda Hari Kurniawan atas anugerah yang diberikan oleh negara berupa kenaikan pangkat pengabdian sebelum memasuki masa pensiun. Ini merupakan penghargaan yang patut disyukuri karena tidak semua personel yang mengakhiri masa dinasnya mendapatkan kesempatan memperoleh pangkat pengabdian,” ujar Kapolres.


Kapolres menjelaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian diberikan melalui proses seleksi yang ketat dan hanya dapat diperoleh oleh anggota Polri yang selama masa pengabdiannya menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.


Lebih lanjut, Kapolres berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Pasuruan Kota untuk terus melaksanakan tugas dengan baik, menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran.


“Saya berharap kepada seluruh anggota Polres Pasuruan Kota agar selalu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik. Sehingga saat memasuki masa akhir pengabdian nanti, dapat memperoleh penghargaan yang sama dari negara,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak seluruh personel menjadikan momentum kenaikan pangkat pengabdian tersebut sebagai teladan dan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Kita ucapkan selamat kepada Ipda Hari Kurniawan. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus memberikan pengabdian terbaik dan menjaga nama baik institusi Polri,” pungkasnya.


Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian tanpa cela selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Bhabinkamtibmas Desa Karanglo Lakukan Pengawasan Lahan Binaan Polri Dukung Ketahanan Pangan

 


Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan, Bhabinkamtibmas Desa Karanglo Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap lahan pertanian milik kelompok tani (Poktan) binaan Polri di Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Selasa (2/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap lahan pertanian binaan Polri.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Karanglo melakukan pengecekan kondisi lahan, perkembangan tanaman, serta berdialog dengan para petani guna mengetahui kendala yang dihadapi selama proses budidaya. 


Selain itu, petani juga diberikan motivasi agar terus memanfaatkan lahan produktif secara maksimal guna meningkatkan hasil panen.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.


“Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kami berharap program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sehingga mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.


Dengan adanya kegiatan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan Negara Republik Indonesia.


#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

#swassembadajagung

#polisicintapetani

#astacitapresiden

Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Polda Papua Kerahkan Tim Jibom Lakukan Sterilisasi

 



Jayapura – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru, Mina Puadi (51), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (02/06/2026) dini hari.


Sebelumnya, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan perikanan tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden itu juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan belum ditemukan.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.


“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan lokasi kejadian aman melalui proses sterilisasi yang dilakukan Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua,” ucap Kabid Humas saat ditemui di Kota Jayapura, Selasa (02/06/2026).


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mina Puadi awalnya hanya terlihat mengalami luka pada bagian dahi akibat dampak ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan. 


Namun setelah menjalani observasi dan pemeriksaan medis secara intensif di RSUD Biak, tim dokter menemukan adanya patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa yang memerlukan tindakan operasi segera.


Pada Senin (01/06/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, korban menjalani operasi untuk menangani pendarahan internal tersebut. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil. Namun beberapa jam kemudian kondisi kesehatannya kembali menurun hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.


Setelah melalui serangkaian upaya medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (02/06/2026) pukul 04.06 WIT.


Sebagai bagian dari langkah penanganan pasca ledakan, Polda Papua mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi kejadian.


Tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada Senin (01/06) sore dan langsung melaksanakan koordinasi dengan Polres Biak Numfor serta unsur pengamanan lainnya.


Sterilisasi dilakukan guna memastikan tidak terdapat lagi material berbahaya atau sisa bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan. Selain itu, penyisiran juga bertujuan mendukung proses pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.


Di sisi lain, Sidokkes Polres Biak Numfor juga terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin bagi warga di sekitar lokasi kejadian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan pascabencana.


Kombes Pol Cahyo menegaskan bahwa Polda Papua akan terus mengoptimalkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait hingga seluruh rangkaian penanganan pascaledakan selesai dilaksanakan.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda yang dicurigai sebagai sisa bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan peristiwa ini,” tegasnya.


Saat ini, proses pencarian korban yang masih belum ditemukan, sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua, serta pengamanan kawasan terdampak terus dilakukan secara terpadu oleh TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Hari Pertama Ops Sikat Cartenz 2026, Jajaran Polda Papua Berhasil Ungkap Kasus Curas dan Curat


 

Jayapura – Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Cartenz 2026, jajaran Polda Papua melalui Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukum masing-masing.


Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja cepat personel di lapangan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta melaksanakan kegiatan penyelidikan dan pengembangan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.


Di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, Tim Resmob Numbay berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di kawasan Aspol Kloofkamp, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Dalam proses pengungkapan, petugas berhasil mengamankan para pelaku di wilayah Kota Jayapura dan membawa mereka ke Mapolresta Jayapura Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dari pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu jeriken berkapasitas lima liter yang berisi sekitar dua liter bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin serta satu buah baskom berwarna biru yang digunakan dalam aksi pencurian.


Sementara itu, di wilayah hukum Polres Jayapura, Tim URC/Subsatgas Pidum berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus pencurian dengan kekerasan di Kompleks Kali Kering, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.


Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan di sekitar lokasi persembunyian pelaku, petugas berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, antara lain satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam, satu buah noken warna cokelat, satu unit speaker Bluetooth, kunci kendaraan milik korban, serta sejumlah barang lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengapresiasi kinerja personel di lapangan yang berhasil menunjukkan respons cepat dalam mengungkap tindak pidana pada awal pelaksanaan operasi.


"Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura yang telah bekerja secara profesional sehingga berhasil mengungkap kasus-kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) di wilayah Papua," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Lebih lanjut, Ka Ops Sikat Cartenz 2026 menegaskan bahwa operasi yang berlangsung selama 45 hari tersebut akan difokuskan pada penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana 3C.


Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan maupun tindak pidana yang terjadi kepada pihak kepolisian terdekat.


Operasi Sikat Cartenz 2026 sendiri resmi dilaksanakan mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026 dalam rangka menekan angka kriminalitas serta menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif bagi masyarakat.


Patroli Malam Polres Tolikara Perkuat Rasa Aman Warga di Karubaga

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Regu Siaga II Polres Tolikara melaksanakan patroli malam di wilayah Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Senin (01/06).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh jajaran perwira Polres Tolikara dan melibatkan sekitar 20 personel. Patroli difokuskan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, salah satunya kawasan Jalan Ampera Atas.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasiwas Polres Tolikara IPDA Jhon Valentino Saroi, S.H., KBO Satresnarkoba IPDA Michael Apainabo, S.H., Kasat Reskrim IPDA I Gusti Ngurah Agung, S.H., M.H., KBO Sat Samapta IPDA Jedikia Yerisetouw, serta Kaurmintu Sat Intelkam IPDA Lesmani Makaba.


Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Mako Polres Tolikara. Dalam arahannya, KBO Sat Samapta IPDA Jedikia Yerisetouw menekankan pentingnya kedisiplinan, kewaspadaan, serta pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


“Patroli ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga,” ujar IPDA Jedikia Yerisetouw.


Usai apel, personel bergerak menyusuri kawasan Jalan Ampera Atas dengan berjalan kaki sambil memantau aktivitas masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar. Kehadiran anggota Polri di lapangan juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan warga serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Saat berada di kawasan Pertigaan Ampera Atas, personel melakukan pemantauan situasi dan siaga terbatas guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan keamanan. Dari hasil pemantauan, aktivitas masyarakat terpantau berjalan normal dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun potensi konflik sosial.


Setelah melakukan patroli di sejumlah titik, personel kembali ke Mako Polres Tolikara untuk melaksanakan apel konsolidasi dan evaluasi kegiatan. Seluruh rangkaian patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Berdasarkan hasil patroli, situasi kamtibmas di wilayah Distrik Karubaga terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran personel Polres Tolikara juga mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin pada malam hari.


IPDA Jedikia Yerisetouw menambahkan bahwa patroli malam akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.


“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan dan segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Tolikara,” tutupnya.


Melalui kegiatan patroli rutin yang mengedepankan pendekatan humanis, Polres Tolikara berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya keamanan yang kondusif di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Tolikara.