View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

10/05/26

Material Terus Didorong, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Percepat Semenisasi Jalan TPU Desa Luso

 


MALINAU – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus mempercepat pengerjaan semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Minggu (10/5/2026).


Untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, distribusi material dilakukan secara berkelanjutan. Truk pengangkut material tampak hilir mudik memasok campuran pasir dan semen ke lokasi pengerjaan agar proses semenisasi berjalan sesuai target.


Di tengah cuaca yang cukup terik, personel Satgas TMMD bersama warga tetap semangat bekerja. Material yang tiba di lokasi langsung diratakan dan dipersiapkan untuk tahap pengecoran jalan.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo mengatakan, dorongan material terus dilakukan guna memastikan pengerjaan semenisasi tidak mengalami kendala.


“Kami terus mendistribusikan material agar pengerjaan semenisasi berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ketersediaan material sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan jalan TPU ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembangunan jalan menuju TPU menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses menuju area pemakaman.


Selain personel Satgas TMMD, warga Desa Luso juga turut membantu proses pengerjaan. Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga persiapan pengecoran jalan.


Warga berharap pembangunan jalan tersebut segera rampung sehingga dapat digunakan dengan lebih nyaman dan aman, terutama saat masyarakat menuju area TPU.


(Pendim 0910)

Rumah Singgah Mulai Dibangun, TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Hadirkan Kepedulian untuk Warga Desa Luso

 


MALINAU – Di tengah sunyinya jalur menuju kebun dan ladang milik warga Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, secercah harapan mulai dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau. Sebuah rumah singgah yang diperuntukkan bagi masyarakat kini mulai dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama warga setempat, Minggu (10/5/2026).


Di lokasi pembangunan, personel Satgas TMMD tampak bergotong royong bersama masyarakat memasang rangka bangunan dan menyiapkan pondasi rumah singgah. Peluh yang menetes di bawah terik matahari tidak mengurangi semangat kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga.


Rumah singgah tersebut dibangun bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Desa Luso yang sehari-hari harus menempuh perjalanan menuju kebun dan ladang, keberadaan tempat untuk beristirahat sangat dibutuhkan. Terlebih saat hujan turun tiba-tiba di tengah perjalanan, warga kerap kesulitan mencari tempat berteduh.


Melalui pembangunan rumah singgah ini, Satgas TMMD ingin menghadirkan fasilitas sederhana namun memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Nantinya, rumah singgah itu akan menjadi tempat warga melepas lelah saat pergi maupun pulang dari kebun dan ladang, sekaligus tempat berteduh ketika cuaca tidak bersahabat.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo mengatakan pembangunan rumah singgah merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.


“Kadang hal kecil justru sangat berarti bagi masyarakat. Rumah singgah ini memang sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi tempat yang bermanfaat bagi warga untuk beristirahat maupun berteduh saat di perjalanan menuju kebun dan ladang,” ujarnya.


Ia menambahkan, program TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.


“Melalui TMMD, kami ingin TNI benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Semangat gotong royong yang terbangun bersama warga menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan,” tambahnya.


Warga Desa Luso pun menyambut baik pembangunan rumah singgah tersebut. Mereka merasa terbantu karena fasilitas itu nantinya akan menjadi tempat persinggahan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi para petani yang setiap hari beraktivitas di kebun dan ladang.


(Pendim0910)

Di Balik Pembangunan TMMD Ke-128, Tumbuh Kebersamaan dan Kehangatan TNI Bersama Warga Desa Luso

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Suara palu yang bertalu, tawa kecil di sela pekerjaan, serta tangan-tangan yang saling membantu menjadi pemandangan hangat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Di balik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau, tersimpan kisah kebersamaan yang perlahan menyentuh hati masyarakat setempat, Minggu (10/5/2026).


Bagi warga Desa Luso, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya tentang pembangunan rumah, jalan, atau fasilitas lainnya. Lebih dari itu, kehadiran para prajurit TNI telah menghadirkan rasa dekat, rasa peduli, dan semangat gotong royong yang kembali hidup di tengah masyarakat.


Pemandangan sederhana terlihat saat personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu memasang kayu dan memperbaiki rumah warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tidak ada jarak antara TNI dan masyarakat. Mereka bekerja bersama, bercanda bersama, bahkan saling menyemangati di tengah teriknya matahari.


Bapak Junior, salah satu warga Desa Luso penerima bantuan RTLH, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Rumah yang selama ini ditempati bersama keluarga kini perlahan berubah menjadi lebih layak dan nyaman.


“Saya benar-benar bersyukur. Selama ini kami hanya bisa berharap suatu hari rumah ini bisa diperbaiki. Sekarang bapak-bapak TNI datang membantu kami dengan tulus. Rasanya seperti keluarga sendiri yang datang menolong,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Menurutnya, TMMD bukan hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga kenangan tentang kebersamaan yang akan selalu diingat warga Desa Luso.


Di sela kegiatan, personel Satgas TMMD juga tampak akrab dengan masyarakat. Mereka makan bersama, berbincang dengan warga, hingga ikut membantu pekerjaan kecil di sekitar rumah. Kehangatan inilah yang membuat masyarakat merasa TNI benar-benar hadir untuk rakyat.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo mengatakan bahwa TMMD memang hadir bukan hanya untuk membangun desa, tetapi juga membangun hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.


“Yang paling penting dari TMMD adalah tumbuhnya kebersamaan. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu ada bersama rakyat. Gotong royong dan kepedulian inilah yang ingin terus kami tanamkan,” ungkapnya.


Melalui TMMD Ke-128, Desa Luso tidak hanya mendapatkan pembangunan yang bermanfaat bagi kehidupan warga, tetapi juga menghadirkan kembali nilai luhur kebersamaan yang mulai jarang terlihat. Di desa kecil itu, antara kayu, palu, dan peluh yang menetes, tumbuh rasa persaudaraan yang hangat antara TNI dan masyarakat.


(Pendim0910)

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jayapura Bijak Sikapi Isu Dogiyai: Jangan Terprovokasi

 


Papua, Opini - Tokoh Intelektual Pemuda Papua dari Suku Mee di Jayapura, Dony Donatus Gobay, S.T., mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemuda di Kota Jayapura untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang pasca-insiden di Dogiyai.


Dony menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta persatuan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ibu kota provinsi tersebut tetap terjaga.


Pernyataan ini muncul menyusul adanya informasi mengenai rencana aksi massa di Jayapura yang kembali mengangkat isu terkait kasus di Dogiyai. Meski mengakui bahwa kebebasan berpendapat dilindungi oleh undang-undang, Dony mengingatkan agar aspirasi disampaikan melalui mekanisme yang benar.


"Siapapun berhak menyampaikan pendapatnya di muka umum, itu dijamin oleh konstitusi. Namun, penyampaian pendapat tersebut perlu dilakukan dengan tertib, damai, dan sesuai dengan jalur atau prosedur yang berlaku agar tidak mengganggu kepentingan umum," ujar Dony Gobay saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (10/5).


Dony meminta masyarakat, khususnya kaum muda, agar tidak mudah tersulut emosi oleh narasi-narasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Menurutnya, persoalan hukum yang terjadi di Dogiyai saat ini sudah ditangani oleh otoritas yang berwenang.


"Jangan terprovokasi dengan isu perpecahan yang mampu memecah kita. Termasuk masalah di Dogiyai. Pihak-pihak terkait telah mengambil bagian untuk menyelesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mari kita percayakan prosesnya kepada pihak berwajib," tegasnya. 


Lebih lanjut, ia mengajak warga Papua untuk berperan aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di tanah Papua. Hal ini bisa dimulai dari skala terkecil, yakni lingkungan tempat tinggal masing-masing.


Dony berharap masyarakat bisa lebih memfilter informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam kegaduhan yang justru merugikan masyarakat luas.


"Mari kita bersama-sama mengantisipasi isu-isu atau aksi-aksi yang berpotensi memicu kegaduhan. Jangan sampai ada tindakan yang justru membawa kerugian bagi kita semua. Papua yang damai adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.


Kasus Dogiyai atau dikenal 'Tragedi Dogiyai Berdarah' pada 31 Maret 2026 pun saat telah menarik perhatian Kemen Hak  Asasi Manusia (KemenHAM RI). 

KemenHAM bahkan telah mengambil Langkah-langkah dan berkomitmen mengawal penanganan kasus hingga tuntas.

Jaga Stabilitas Daerah, Lukas Haay Ajak Pemuda Papua Tetap Bersatu

 


Jayapura – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Jayapura, Lukas Haay mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura.


Dalam keterangannya, Lukas Haay menyampaikan bahwa di tengah berbagai dinamika yang berkembang saat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi maupun isu yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat Papua.


“Kita harus tetap menjaga situasi Kamtibmas di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Jangan mudah terprovokasi ataupun terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat Papua,” ujar Lukas.


Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua ke arah yang lebih baik di masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk ikut menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas daerah.


“Generasi muda adalah harapan masa depan Papua. Kita adalah ujung tombak untuk kemajuan Tanah Papua, sehingga sudah seharusnya kita menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kedamaian,” katanya.


Lukas Haay juga menyoroti isu terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme di Tanah Papua. Ia meminta masyarakat, khususnya kaum muda, agar dapat menilai dan menanggapi persoalan tersebut secara bijak serta tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi yang dapat memperkeruh situasi.


“Kita harus lebih bijak dalam menilai dan menanggapi persoalan terkait PSN maupun isu keamanan di Papua. Semua pihak tentunya menginginkan pembangunan dan keamanan yang baik demi kemajuan Tanah Papua,” jelasnya.


Di akhir pernyataannya, Lukas kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan suasana damai demi terwujudnya Papua yang aman, nyaman, dan kondusif.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya generasi muda, mari kita jaga kedamaian, persatuan, dan keamanan bersama. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan Papua yang aman dan penuh harapan untuk masa depan,” tutupnya.

09/05/26

Tokoh Masyarakat Puncak Jaya Serukan Perdamaian dan Persatuan Warga


Mulia – Tokoh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Puncak Jaya agar tetap kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.


Dalam keterangannya, Kirenius Telenggen menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan di tanah Puncak Jaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, terciptanya suasana yang aman tidak hanya bergantung kepada aparat keamanan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan ketertiban.


“Keamanan dan kenyamanan di tanah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Semua masyarakat harus ikut menjaga suasana damai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Kirenius.


Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung peran aparat keamanan, khususnya jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Puncak Jaya, yang selama ini terus berupaya memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


“Kita juga harus mendukung peran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Puncak Jaya, sebagai bagian dari pelindung dan pengayom masyarakat. Kehadiran aparat keamanan harus kita dukung bersama demi terciptanya situasi yang aman dan tertib,” katanya.


Lebih lanjut, Kirenius mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun informasi yang belum tentu benar, terutama yang sengaja disebarkan oleh kelompok atau individu tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.


Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi serta mengedepankan komunikasi dan kebersamaan dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


“Jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang belum tentu benar. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat situasi menjadi tidak kondusif demi kepentingannya sendiri. Karena itu masyarakat harus tetap tenang dan menjaga persaudaraan,” tegasnya.


Ia berharap seluruh masyarakat Puncak Jaya dapat terus menjaga semangat persatuan, saling menghormati, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai demi masa depan daerah yang lebih baik.

Dulu Bocor dan Lapuk, Kini Rumah Bapak Firdaus Jadi Hunian yang Nyaman


MALINAU, Kalimantan Utara – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), pengerjaan rumah milik Bapak Firdaus di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah mencapai 80 persen.


Rumah yang sebelumnya mengalami banyak kerusakan kini mulai tampak lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Atap yang dulu bocor saat hujan turun kini telah diperbaiki, sementara dinding rumah yang lapuk dan rapuh diganti dengan material baru yang lebih kokoh.


Personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja secara gotong royong untuk mempercepat penyelesaian sasaran RTLH tersebut agar segera dapat ditempati dengan nyaman oleh pemiliknya.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH terus dimaksimalkan demi mencapai target sesuai waktu yang telah ditentukan.


“Kami terus berupaya menyelesaikan seluruh sasaran fisik dengan maksimal. Saat ini progres RTLH rumah Bapak Firdaus sudah mencapai 80 persen dan kami optimis dapat selesai tepat waktu,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, Bapak Firdaus mengaku senang melihat perkembangan rumahnya yang kini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.


“Dulu rumah kami banyak yang rusak dan kurang nyaman ditempati. Sekarang sudah mulai bagus dan rapi. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah membantu kami,” ungkapnya.


Program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni dan fasilitas umum di wilayah pedesaan.


(Pendim0910

Dua dari Lima Sasaran MCK TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Rampung 100 Persen


MALINAU, Kalimantan Utara – Program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), dua dari lima sasaran pembangunan MCK di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah selesai dikerjakan 100 persen.


Pembangunan fasilitas MCK tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat desa.


Dengan semangat gotong royong, personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja menyelesaikan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan. MCK yang telah rampung kini sudah dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap pola hidup sehat masyarakat, khususnya di daerah pedalaman yang masih membutuhkan fasilitas sanitasi yang layak.


“Pembangunan MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup sehat,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, warga Desa Luso mengaku senang dan bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan MCK tersebut. Menurut mereka, fasilitas yang dibangun sangat membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Selain pembangunan MCK, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau juga terus melaksanakan berbagai sasaran fisik lainnya seperti rehab rumah tidak layak huni dan pembangunan infrastruktur desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


(Pendim0910)