View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

17/09/26

Jembatan Batu Lidung Jadi Harapan Baru Warga, Buka Akses dan Dorong Perekonomian Masyarakat

 


Malinau — Pembangunan dan perbaikan jembatan di wilayah Batu Lidung menjadi harapan besar bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat tersebut telah lama dinantikan perbaikannya. Kondisi akses yang sebelumnya menjadi kendala membuat mobilitas masyarakat, terutama para petani, tidak selalu berjalan dengan mudah dan lancar.


Kehadiran jembatan yang lebih layak diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas, termasuk membawa hasil panen menuju tempat penjualan. Dengan akses transportasi yang semakin baik, hasil pertanian masyarakat diharapkan dapat dipasarkan dengan lebih mudah sehingga turut mendukung peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan keluarga.


Dalam upaya mendukung pembangunan di wilayah, Kodim 0910/Malinau turut berperan melalui kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat menjadi bagian dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah.


Bagi warga Batu Lidung, jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung aktivitas, penghubung hasil usaha masyarakat, sekaligus harapan baru untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


Dengan akses yang semakin baik, masyarakat Batu Lidung diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, aman dan lancar, serta memiliki peluang yang semakin besar dalam mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.


Kodim 0910/Malinau — hadir dan bekerja bersama rakyat, membangun dari wilayah untuk kemajuan masyarakat.

Bantu Kebutuhan Warga, Kodim 1002/HST Distribusikan Air Bersih ke Hawang

 



HULU SUNGAI TENGAH – Water Tank Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) kembali bergerak mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Hawang, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Kamis (17/9).


Distribusi air bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pasokan air bersih.


Danpos Limpasu Pelda Masrullah mengatakan, sedikitnya puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Hawang mendapatkan suplai air bersih yang didistribusikan menggunakan Water Tank Kodim 1002/HST.


“Sedikitnya puluhan KK mendapatkan suplai air bersih dari Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah,” ujar Masrullah.


Menurutnya, pendistribusian air bersih dilakukan dengan mendatangi lokasi warga sehingga masyarakat dapat langsung mengisi berbagai wadah yang telah disiapkan, seperti jeriken, ember dan bak penampungan.


Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias membawa wadah penampungan untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan oleh personel Kodim 1002/HST.


Sementara itu, Pembakal Desa Hawang Ripansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 1002/HST yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat melalui pendistribusian air bersih.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah yang telah membantu mendistribusikan air bersih untuk warga Desa Hawang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ripansyah.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan apabila masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.


Pendistribusian air bersih ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara prajurit dan warga di wilayah binaan.


Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1002/HST menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi dan kebutuhan di lapangan.(pen1002hst).

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif

 



Jayapura – Tokoh Adat Wilayah Saireri di Kota Jayapura, Khon Celvin Imbiri, mengimbau seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Jayapura maupun Tanah Papua secara luas.


Imbauan tersebut disampaikan mengingat situasi dan kondisi di wilayah Kota Jayapura saat ini masih berada dalam keadaan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipertahankan melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.


“Situasi dan kondisi saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kota Jayapura. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas agar suasana damai dan kondusif ini tetap terpelihara,” ujar Khon Celvin Imbiri.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.


“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bersama-sama menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Saring sebelum sharing,” katanya.


Sebagai Tokoh Adat Wilayah Saireri, Khon Celvin turut mengingatkan para pemuda agar tidak mudah dimobilisasi untuk melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, menimbulkan keresahan, maupun merusak fasilitas publik.


Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui cara-cara yang damai, bermartabat, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.


Menanggapi rencana aksi demonstrasi pada 30 September 2026 yang dikaitkan dengan peringatan maupun penyampaian penolakan terhadap Roma Agreement dengan tema “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”, Khon Celvin menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara.


“Namun demikian, hak tersebut hendaknya dilaksanakan secara damai, tertib, bertanggung jawab, tanpa kekerasan, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemuda untuk menjaga persatuan serta tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat mengganggu situasi keamanan di Kota Jayapura dan Tanah Papua.


“Mari kita jaga persatuan, hindari tindakan provokatif, jangan menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi. Bersama-sama kita jaga Kota Jayapura dan Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutur Khon Celvin.


Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga Tanah Papua melalui tindakan yang mengedepankan kedamaian, persatuan, serta sikap yang bermartabat dalam menyampaikan setiap aspirasi.


“Mari kita jaga Tanah Papua dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” pungkasnya.

Wujud Kepedulian, Kodim 1002 Bersama Warga Bersihkan Sisa Kebakaran

 



HULU SUNGAI TENGAH – Anggota Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah bersama komponen masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan sisa puing kebakaran di Desa Murung Taal, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (17/9).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya membantu warga yang terdampak musibah kebakaran. Prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan material sisa kebakaran agar lingkungan sekitar kembali bersih dan aman.


Dandim 1002/Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Danramil 1002-04/Labuan Amas Selatan Kapten Inf Bajuri menyampaikan bahwa karya bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah. Pembersihan puing-puing ini juga diharapkan dapat mempercepat proses penataan kembali lingkungan di sekitar lokasi kebakaran,” ujarnya.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat gotong royong. Selain membantu proses pembersihan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika ada warga yang mengalami musibah,” tambahnya.


Sejumlah personel Kodim 1002/HST bersama masyarakat terlihat bekerja membersihkan puing dan material bekas kebakaran. Sampah serta material yang telah dibersihkan kemudian dikumpulkan dan dipindahkan dari area terdampak.

Karya bakti tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus membantu mempercepat pemulihan pascakebakaran.(pen1002hst).

Siklon Tropis Senyar Picu Cuaca Ekstrem, Polda Papua Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan

  


Jayapura – Polda Papua meningkatkan langkah kesiapsiagaan dan antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, pada 20 November 2026


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diminta memperhatikan informasi dan peringatan cuaca dari instansi berwenang, khususnya BMKG, serta menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi terdampak banjir, longsor, pohon tumbang maupun kondisi lain yang membahayakan keselamatan.


Warga yang berada di sekitar bantaran sungai, lereng maupun wilayah yang rawan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan. Apabila kondisi cuaca semakin memburuk, masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan dilakukannya evakuasi.


Polda Papua juga mengingatkan masyarakat untuk mengamankan dokumen penting, obat-obatan, kebutuhan dasar dan barang berharga di tempat yang aman. Warga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalan maupun cuaca tidak memungkinkan.


Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan adanya pohon tumbang, jalan terputus, jembatan rusak, banjir, longsor maupun kejadian lain yang dapat membahayakan masyarakat atau menghambat akses pelayanan.


Kasatgas Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.


“Polda Papua mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan segera mengikuti arahan petugas apabila berada di wilayah yang berpotensi terdampak bencana,” ujar Kombes Pol. Cahyo.


Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem tidak hanya berpotensi menimbulkan bencana alam, tetapi juga dapat berdampak terhadap mobilitas masyarakat, jaringan komunikasi, pasokan kebutuhan pokok serta pelayanan publik.


“Apabila terjadi banjir, longsor, angin kencang atau akses jalan terputus, masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi lokasi tersebut. Utamakan keselamatan dan segera laporkan kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat dilakukan penanganan,” jelasnya.


Kombes Pol. Cahyo juga meminta jajaran kepolisian di wilayah untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas dan unsur terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.


“Jajaran kami terus melakukan langkah-langkah preventif dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Dalam situasi darurat, kecepatan informasi dan koordinasi sangat penting agar penanganan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara tepat,” tambahnya.


Polda Papua turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait kondisi kebencanaan yang dapat menimbulkan kepanikan. Informasi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi kebencanaan agar diperoleh melalui sumber resmi.


Melalui langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bersama, Polda Papua mendorong masyarakat untuk saling membantu, menjaga ketenangan, serta segera melaporkan setiap kejadian yang membutuhkan penanganan sehingga keselamatan masyarakat dan situasi Kamtibmas tetap terjaga.

Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Polda Papua Ajak Masyarakat Berani Laporkan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak



Jayapura – Polda Papua mengajak masyarakat untuk berani melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebagai bagian dari upaya bersama dalam memberikan perlindungan kepada korban dan mencegah terjadinya tindak kekerasan di lingkungan masyarakat


Ajakan tersebut disampaikan Panit II Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Papua, Iptu Yuliani, S.H., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif program “Polisi Menyapa” di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (17/09/2026), bersama Staf Tindak Lanjut UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Yeni Sasarari, S.Psi.


Dalam dialog yang mengangkat tema “Berani Melaporkan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang” tersebut, Iptu Yuliani menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak mencakup perbuatan yang mengakibatkan penderitaan secara fisik, psikis maupun seksual dan telah diatur dalam sejumlah ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Perlindungan Anak serta Tindak Pidana Kekerasan Seksual.


“Kami Polda Papua juga mengampanyekan kegiatan Rise and Speak, di mana masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kekerasan diharapkan berani untuk melapor,” ucap Iptu Yuliani.


Iptu Yuliani mengatakan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua perlu mendapat perhatian bersama karena masih terdapat korban yang memilih diam akibat menganggap persoalan kekerasan sebagai urusan privat atau persoalan keluarga yang tidak perlu diketahui pihak lain.


Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah dan mengungkap kasus kekerasan dengan melaporkan kejadian yang diketahui kepada pihak berwenang sehingga korban dapat memperoleh perlindungan dan penanganan sesuai ketentuan hukum.


Dari sisi pendampingan, Yeni Sasarari menjelaskan bahwa UPTD PPA Provinsi Papua menerima pengaduan dari masyarakat secara langsung maupun melalui rujukan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan lembaga terkait.


“Yang penting adalah masyarakat tidak takut untuk melapor karena melaporkan tindakan kekerasan bukan aib, dan korban berhak mendapatkan rasa aman serta perlindungan,” jelas Yeni.


Ia menambahkan, UPTD PPA memberikan pendampingan sesuai kebutuhan korban, mulai dari asesmen awal, pendampingan dalam proses pelaporan, pemulihan psikologis dan psikososial hingga pendampingan dalam proses persidangan.


Sepanjang tahun 2026, UPTD PPA Provinsi Papua telah menerima sekitar 21 kasus yang melibatkan perempuan dewasa dan 31 kasus yang melibatkan anak, dengan kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi salah satu perkara yang banyak ditangani.


Sementara itu, dalam upaya pencegahan TPPO, Iptu Yuliani mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus, antara lain tawaran pekerjaan palsu melalui media sosial serta modus perekrutan dengan iming-iming pekerjaan atau kehidupan yang lebih baik namun pada akhirnya korban mengalami eksploitasi.


“Masyarakat kami imbau untuk selalu mengecek legalitas perusahaan perekrut kepada instansi terkait dan memberitahukan kepada keluarga sebelum bepergian,” ungkapnya.


Iptu Yuliani menegaskan bahwa Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Papua memiliki tugas dalam penyelidikan, penyidikan dan penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta terus membangun sinergi dengan instansi terkait, lembaga bantuan hukum dan lembaga pemerhati perempuan dan anak.


Dalam dialog tersebut juga dibahas mekanisme penanganan perkara, termasuk kemungkinan penyelesaian melalui keadilan restoratif dengan tetap memperhatikan persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan serta hak dan kepentingan korban.


Untuk perkara kekerasan seksual, penanganannya memiliki ketentuan khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual sehingga tidak seluruh perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme di luar proses peradilan.


Iptu Yuliani kembali mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.


“Kami mengimbau kepada masyarakat Papua, jika mengetahui adanya kekerasan yang terjadi, jangan segan untuk melapor. Karena laporan Saudara menyelamatkan generasi,” tegasnya


Ia menambahkan, Polda Papua berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak serta memastikan setiap laporan yang diterima dapat ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Senada dengan hal tersebut, Yeni Sasarari mengajak korban maupun masyarakat yang mengetahui adanya kekerasan untuk melapor melalui pihak atau layanan yang dirasa aman dan nyaman.


“Ketika melaporkan, itu bukan aib. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjadi ruang aman bagi korban dan menghubungkannya dengan pihak yang dapat memberikan keamanan, pendampingan dan perlindungan,” ujarnya


Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 maupun layanan SAPA 129 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


Melalui kegiatan “Polisi Menyapa” ini, Polda Papua berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun TPPO dapat segera dilaporkan dan ditangani, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan memberikan perlindungan bagi korban.


PRESIDEN RI BERSAMA KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI AKAN KUNJUNGI KORBAN GEMPA M 7,2 DI JAYAPURA

 



JAYAPURA - Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dijadwalkan akan mengunjungi langsung lokasi gempa bumi Magnitudo 7,2 di Kabupaten Jayapura, Papua.


Kunjungan kenegaraan tersebut dijadwalkan pada *Kamis, 11 Oktober 2026*, sebagai bentuk perhatian dan kehadiran negara di tengah duka masyarakat Jayapura


Kabid Humas Polda Papua membenarkan adanya rencana kunjungan tersebut.


"Benar, kami menerima rencana kunjungan Bapak Presiden RI bersama Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI ke Kabupaten Jayapura untuk meninjau langsung dampak gempa dan menemui korban," ujar Kabid Humas Polda Papua, Rabu (10/10/2026) malam.


Dalam kunjungan tersebut, Presiden bersama Kapolri dan Panglima TNI akan melakukan beberapa agenda, di antaranya:


1.  Meninjau lokasi pengungsian dan posko darurat di Jayapura

2.  Menjenguk korban luka-luka di RSUD Jayapura

3.  Memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia

4.  Meninjau kerusakan infrastruktur, termasuk 2 Polsek, 12 sekolah dan jembatan yang rusak

5.  Memimpin rapat terbatas penanganan darurat bersama BNPB, BMKG, Pemda Papua dan Forkopimda


Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih saat ini tengah menyiapkan pengamanan dan kelancaran kunjungan VVIP tersebut.


"Kami dari Polda Papua dan Polres Jayapura telah menyiapkan pengamanan jalur, lokasi pengungsian, serta rumah sakit. Personel juga disiagakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan aman dan tepat sasaran," tambahnya.


Sementara itu, data sementara korban gempa Mappi hingga malam ini tercatat 26 orang meninggal dunia, 101 luka-luka dan 372 orang masih dalam pencarian. Sebanyak 558 rumah, 12 sekolah dan 2 Polsek dilaporkan rusak parah.


Presiden RI dijadwalkan akan membawa bantuan kemanusiaan, logistik dan obat-obatan untuk para pengungsi.


Polda Papua mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak percaya isu hoaks tsunami, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Polda Papua Ikuti Seminar Range Officer Level 1 PB Perbakin, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Keselamatan Pertandingan


 

Jayapura – Sejumlah pejabat dan personel Polda Papua mengikuti kegiatan Seminar Range Officer Level 1 yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB Perbakin) di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Rabu (16/09/2026).


Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pejabat Polda Papua, di antaranya Karo Rena Polda Papua Kombes Pol. Ary Wahyu Widijananto, S.I.K., Karo Log Polda Papua Kombes Pol. Dafcoriza, S.I.K., M.Sc., Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Dir Res Siber Polda Papua Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., serta Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P.


Dalam pemaparan materi, peserta diperkenalkan dengan jenjang Range Officer, mulai dari Level 1 – Range Officer hingga Level 2 – Chief Range Officer. Karena peserta merupakan calon RO baru, pembelajaran dimulai dari pemahaman dasar mengenai tugas, tanggung jawab dan etika seorang Range Officer dalam pertandingan.


Instruktur juga menjelaskan berbagai materi teori serta persiapan ujian dengan menekankan pentingnya pemahaman terhadap aturan yang tercantum dalam rule book sebagai dasar dalam menjalankan tugas seorang RO.


Karo Log Polda Papua Kombes Pol. Dafcoriza, S.I.K., M.Sc. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi peserta dari Papua untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang olahraga menembak, khususnya dalam memahami aturan serta aspek keselamatan pertandingan.


“Melalui seminar ini, kami berharap peserta dari Papua dapat menyerap ilmu dan pengalaman yang diberikan, sehingga nantinya mampu menerapkannya dengan baik serta turut mendukung perkembangan olahraga menembak di Papua,” ujar Karo Log.


Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai tugas dan tanggung jawab Range Officer, meningkatkan pemahaman peserta terhadap IPSC Rule Book, serta membekali peserta agar mampu menerapkan aturan secara konsisten dan objektif.


Selain itu, aspek keselamatan dalam pertandingan menjadi salah satu perhatian utama. Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah peralatan pendukung tugas Range Officer, termasuk penggunaan overlay.


Dalam kegiatan tersebut, instruktur menekankan bahwa rule book harus menjadi pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan. Setiap penerapan sanksi harus memiliki dasar aturan yang jelas, sementara keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pertandingan.


Peserta dari Papua juga didorong untuk mengembangkan kemampuan hingga jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Keberadaan Range Officer lokal dinilai penting untuk mendukung perkembangan olahraga menembak, khususnya di daerah.


Dengan semakin tersedianya Range Officer di Papua, penyelenggaraan pertandingan di daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal tanpa selalu bergantung pada personel atau RO dari daerah lain. Hal tersebut sekaligus membuka ruang bagi para RO baru untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kompetensinya melalui berbagai pertandingan.


Setelah sesi pembukaan dan gambaran umum, kegiatan dilanjutkan dengan materi dan ujian secara bertahap, mulai dari Exam 1-2, materi dan Exam 3, hingga materi dan Exam 4. Kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian seminar selesai pada pukul 17.00 WIB.


Melalui keikutsertaan dalam Seminar Range Officer Level 1 ini, peserta dari Papua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aturan, tanggung jawab, etika dan keselamatan dalam pertandingan, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengembangan olahraga menembak di Papua.