View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

18/06/26

Sunat Gratis Hari Bhayangkara ke-80, Bentuk Nyata Kepedulian Polda Papua terhadap Kesehatan Anak

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Polri berupa sunat gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Biddokkes Polda Papua, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh personel Biddokkes Polda Papua, Pengurus Bhayangkari, para peserta sunat gratis beserta orang tua atau wali yang turut mendampingi selama pelaksanaan kegiatan.


Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan sunat gratis yang dilaksanakan oleh tim medis Biddokkes Polda Papua. Setelah pelaksanaan sunat, para peserta menerima sarung gratis dan bingkisan dari Biddokkes Polda Papua sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.


Selain itu, Pengurus Bhayangkari turut memberikan bingkisan kepada para peserta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80.


Koordinator pelaksanaan kegiatan, AKP dr. Fajar, menjelaskan bahwa program sunat gratis merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.


“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan sunat gratis di lingkungan Biddokkes Polda Papua. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar AKP dr. Fajar.


Sementara itu, salah satu wali peserta, Ibu Saharia, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Papua beserta jajaran Biddokkes Polda Papua atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


“Kami sebagai orang tua mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua dan Biddokkes Polda Papua atas pelaksanaan sunat gratis ini. Semoga Polri semakin jaya, sukses, dan terus hadir membantu masyarakat,” ungkapnya.


Sebagai tindak lanjut pelayanan kesehatan, seluruh peserta dijadwalkan kembali menjalani kontrol pada hari Sabtu untuk pergantian perban dan pemberian obat oleh personel Biddokkes guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., juga mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.


“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Sunat gratis ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Panen dan Tanam Serentak! Malang Jadi Saksi Percepatan Swasembada Gula Nasional


MALANG, Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMN gula, dan para petani terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional serta mempercepat terwujudnya swasembada gula. Hal ini diimplementasikan melalui kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak yang merupakan bagian dari Program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (18/6).


Kegiatan ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan tebu secara berkelanjutan. Program bongkar ratoon dianggap sebagai strategi vital dalam budidaya tebu karena bertujuan untuk meremajakan tanaman yang telah mengalami penurunan produktivitas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, memperbaiki kualitas bahan baku, serta menciptakan efisiensi usaha tani. Selain itu, penggunaan bibit unggul dan penerapan praktik budidaya yang lebih modern turut menjadi fokus utama guna meningkatkan daya saing industri gula nasional.


Acara yang berlangsung di lahan pertanian Kabupaten Malang tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kab. Malang H. Sanusi, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat, serta Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri.


Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra tebu terbesar di Indonesia. Provinsi ini diharapkan menjadi motor penggerak utama peningkatan produktivitas melalui berbagai program transformasi budidaya, termasuk bongkar ratoon.


"Jawa Timur merupakan tulang punggung produksi gula nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus menjadi perhatian bersama. Program bongkar ratoon yang kita laksanakan hari ini adalah langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, PT SGN, dan petani dapat mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Khofifah.


Sementara itu, Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa program bongkar ratoon menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Menurutnya, peningkatan produktivitas harus menjadi agenda utama mengingat kebutuhan gula nasional yang terus meningkat setiap tahunnya.


"Program ini adalah strategi yang didorong pemerintah untuk memperbaiki produktivitas tebu rakyat. Tanaman yang sudah menurun perlu diremajakan agar potensi hasil kembali optimal. Kementerian Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta program penguatan budidaya yang berorientasi pada peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani tebu," jelasnya.


Direktur Operasional PT SGN, Kuntoro Boga Andri, menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group, PT SGN berkomitmen mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, hingga penerapan mekanisasi pertanian.


"Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani adalah fondasi utama untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing. Kami optimistis program bongkar ratoon akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu dan keberlanjutan industri gula nasional," ungkap Kuntoro.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat transformasi sektor pergulaan nasional diharapkan terus terjaga. Program bongkar ratoon tidak hanya menjadi upaya peningkatan hasil produksi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.


Tentang PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN)


PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau yang dikenal dengan Sugar Co merupakan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang agroindustri komoditas gula. Perusahaan didirikan pada 17 Agustus 2021 berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian PT SGN merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup dan termasuk dalam 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional.


PT SGN mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara, 2 Pabrik Gula PT PG Rajawali I, 3 Pabrik Gula PT PG Rajawali II, dan 1 Pabrik Gula PT Candi Baru yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Saat ini, perusahaan terus melakukan restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat, serta unit-unit pendukung lainnya guna meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba, Tokoh Masyakarat Papua Sebut Pengawasan Pelajar Kunci Menekan Kejahatan 3C di Papua

 


Jayapura – Tokoh masyarakat Papua, Denny Alverth Wafumilena, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang saat ini digelar Polda Papua dalam rangka menekan angka kejahatan 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Menurut Denny, tingginya angka kejahatan, terutama curanmor, tidak terlepas dari pengaruh peredaran minuman keras dan narkoba yang masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Ia menilai penyalahgunaan narkoba memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya tindak kriminal yang terjadi di Kota Jayapura.


“Jika ingin menekan angka kejahatan, maka akar masalahnya juga harus ditangani. Salah satunya adalah peredaran narkoba yang selama ini menjadi pemicu berbagai tindak kriminal,” ujarnya.


Selain itu, Denny juga menyoroti rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap lingkungan sekitar yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Menurutnya, masyarakat perlu lebih peka dan tidak bersikap individualistis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.


Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian melalui patroli, razia, serta penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan. Namun demikian, Denny berharap kegiatan preventif tersebut dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna mempersempit ruang gerak para pelaku.


“Patroli dan razia kendaraan bermotor harus terus dilaksanakan secara konsisten. Kehadiran polisi di lapangan sangat penting untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak kejahatan,” katanya.


Lebih lanjut, Denny menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.


Menurutnya, pemeriksaan urine secara berkala dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mendeteksi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ia menilai pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan saat penerimaan siswa atau mahasiswa baru, tetapi perlu dilaksanakan secara rutin, misalnya setiap tiga hingga enam bulan sekali.


“Pemeriksaan urine harus dilakukan secara profesional dan tidak bertujuan mencari kesalahan. Langkah ini merupakan upaya pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,” jelasnya.


Denny juga mendorong adanya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan pihak sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, termasuk alat tes urine serta program pembinaan bagi pelajar.


Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun aparat penegak hukum. Peran keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala kampung, hingga ketua RT sangat dibutuhkan karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan kehidupan sosial masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa kenakalan remaja tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi berbagai faktor seperti lingkungan pergaulan, kondisi ekonomi, pendidikan, hingga kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan program pembinaan dan kegiatan positif yang mampu menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda.


Denny juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu berbagai tindak kekerasan dan gangguan kamtibmas. Menurutnya, perilaku menyimpang yang awalnya dianggap sebagai pelanggaran kecil tidak boleh diabaikan karena berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius.


Ia mengingatkan bahwa kelompok-kelompok tertentu dapat memanfaatkan para remaja yang tidak memiliki aktivitas positif untuk melakukan tindakan provokatif maupun gangguan keamanan lainnya. Karena itu, pembinaan dan perhatian terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama.


“Pencegahan kejahatan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Semua pihak harus bersinergi agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” tegasnya.


Di akhir penyampaiannya, Denny mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.


Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membawa barang berharga atau menggunakan perhiasan secara mencolok di tempat umum karena hal tersebut dapat memancing niat pelaku kejahatan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bepergian seorang diri di lokasi yang sepi, terutama pada malam hari.


Untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor, Denny mengimbau masyarakat agar memarkir kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memasang kamera pengawas atau CCTV apabila memungkinkan.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada aparat keamanan maupun perangkat kampung setempat.


“Keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian saja. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat agar lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi semua,” tutup Denny.

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Dialog Interaktif Polisi Menyapa

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua terus memperkuat komunikasi publik melalui program Dialog Interaktif Polisi Menyapa yang disiarkan secara langsung dari Studio LPP RRI Jayapura, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan dialog yang mengangkat tema “Rangkaian Kegiatan Polri Presisi Menjelang Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026” tersebut menghadirkan Ka Setum Polda Papua AKBP Rudolf Yabansabra, S.H., M.H., dan Tokoh Masyarakat Papua, Denny A. Wafumilena, sebagai narasumber. Dialog dipandu oleh presenter RRI Jayapura, Naldi Kesaulya.


Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjannah, S.Sos., M.M., pendamping narasumber dari Bid Humas Polda Papua.


Dalam dialog tersebut, AKBP Rudolf Yabansabra menjelaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momentum bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui implementasi konsep Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis.


“Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Papua akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2026 di Mapolda Papua Baru Koya Koso dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari upacara, parade, syukuran hingga kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat,” ujar AKBP Rudolf.


Lebih lanjut dijelaskan bahwa Polda Papua telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial berupa pembagian paket sembako, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, bakti kebersihan lingkungan, anjangsana kepada purnawirawan Polri dan warakawuri, bakti religi di rumah-rumah ibadah, serta berbagai turnamen olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, tenis lapangan, mini soccer, dan domino.


Selain itu, Polda Papua juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pelestarian budaya lokal serta dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.


Menurut AKBP Rudolf, pembinaan mental dan rohani bagi anggota Polri juga menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme dan integritas personel agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Perubahan yang baik harus dimulai dari internal organisasi. Oleh karena itu pembinaan mental dan rohani terus dilakukan sehingga anggota Polri memiliki moral, etika, dan integritas yang baik dalam melaksanakan tugas,” jelasnya.


Sementara itu, Tokoh Masyarakat Papua, Denny A. Wafumilena, memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, serta pendekatan humanis yang dilakukan Polri memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Kami melihat berbagai kegiatan yang dilakukan Polri sangat positif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Harapan kami, program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua,” ungkap Denny.


Pada kesempatan tersebut, AKBP Rudolf juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui kolaborasi antara Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, dan masyarakat.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kemitraan dengan Polri, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.


Menutup dialog, kedua narasumber mengajak masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang maupun setelah peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.


Bangun Kedekatan dengan Warga, Polsek Biak Barat Gelar Nobar Piala Dunia

 


Jayapura – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Polsek Biak Barat menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia bersama warga di Mapolsek Biak Barat, Rabu (17/06/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Biak Barat, Iptu Agus Iriansyah, S.H., bersama personel Polsek Biak Barat dan masyarakat setempat. 


Nobar berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.


Selain menyaksikan pertandingan bersama, Kapolsek Biak Barat juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada masyarakat agar euforia Piala Dunia tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.


Masyarakat diimbau untuk menghindari konvoi kendaraan yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan lainnya, menyaksikan pertandingan dengan tertib, tidak mengonsumsi minuman keras yang berpotensi memicu keributan, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati perbedaan pilihan tim, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas selama berlangsungnya ajang Piala Dunia.


Kapolsek Biak Barat mengatakan bahwa kegiatan nobar ini merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.


“Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin membangun kedekatan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang selalu siap menjalin kebersamaan dengan warga,” ucap Kapolsek.


Ia menambahkan bahwa momentum Piala Dunia dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati pertandingan dengan penuh kegembiraan, tetap menjunjung tinggi sportivitas, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Mari kita jadikan Piala Dunia sebagai ajang pemersatu, bukan pemicu perpecahan,” pungkasnya.


Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan terjalinnya hubungan yang baik antara Polri dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Biak Barat.


Melalui kegiatan ini, Polsek Biak Barat berharap sinergi dan kedekatan dengan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

‎ Satlantas Polres Mamberamo Tengah Gelar Strong Point Pagi, Berikan Teguran Humanis kepada Pengendara

 


 


Jayapura – Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mamberamo Tengah melaksanakan kegiatan Strong Point Pagi di sepanjang Jalan Warabuke, Kota Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kamis (18/06/2026).




Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk aktivitas pagi hari.




Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel Satlantas juga akan memberikan teguran secara humanis kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang belum mematuhi peraturan lalu lintas. 




Teguran tersebut disampaikan secara persuasif dan edukatif sebagai bentuk pembinaan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.




Kasat Lantas Polres Mamberamo Tengah, Ipda B. Buamona, S.H., mengatakan bahwa kegiatan Strong Point Pagi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.




"Melalui kehadiran personel di lapangan, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas serta merasakan kehadiran Polri yang senantiasa memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman secara langsung," ucapnya.




Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa hambatan yang berarti di jalan raya.




Dengan pelaksanaan Strong Point Pagi secara rutin, Satlantas Polres Mamberamo Tengah berharap dapat meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat serta mewujudkan kondisi Kamseltibcar Lantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Mamberamo Tengah.

‎ Polres Asmat Sumbangkan 23 Kantong Darah dalam Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polres Asmat menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah dan berhasil mengumpulkan sebanyak 23 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Asmat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wirapratama Polres Asmat, Rabu (17/06/2026).


Kegiatan kemanusiaan ini terlaksana berkat kerja sama Polres Asmat dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Agats yang dipimpin oleh dr. Modestus La'a, Sp.PK., M.K.M., M.M.R.S. Donor darah diikuti oleh para Pejabat Utama Polres Asmat, personel Polres Asmat, serta anggota Bhayangkari Cabang Asmat.


Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus bentuk pengabdian dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.


“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Darah yang terkumpul hari ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan penanganan medis dan transfusi darah. Inilah salah satu bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk kemanusiaan,” ucap Kapolres.


Kapolres menambahkan bahwa rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat dan berdampak positif.


Sementara itu, Ps. Kasi Dokkes Polres Asmat, Bripka Maulana Sembiring, S.H., menjelaskan bahwa sebanyak 42 orang mengikuti proses pemeriksaan kesehatan dan skrining sebelum donor darah dilaksanakan.


“Dari total 42 peserta yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 19 orang belum memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya setelah melalui proses skrining kesehatan. Sedangkan 23 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya,” ungkap Bripka Maulana.


Sebanyak 23 kantong darah yang berhasil terkumpul selanjutnya diserahkan kepada pihak UTD RSUD Agats untuk menambah ketersediaan stok darah dan membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Asmat.


Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polres Asmat berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara.


17/06/26

Polres Keerom Ungkap Kasus Curas dan Penganiayaan, Satu Pelaku Berhasil Diamankan


 

Jayapura – Tim Subsatgas Pidana Umum (Pidum) Polres Keerom berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Keerom.


Pelaku tersebut diamankan pada Rabu (17/06) setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran intensif selama dua hari di wilayah Distrik Arso Kota dan sekitarnya.


Penangkapan berawal dari kegiatan analisa dan evaluasi (anev) yang dilakukan Tim Subsatgas Pidum Polres Keerom pada Selasa (16/06). Tim kemudian melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait identitas, aktivitas, dan keberadaan target. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat dan jaringan lapangan, petugas melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan pelaku.


Meski sempat beberapa kali berpindah lokasi dan menghindari petugas, tim terus melakukan pemantauan dan penyelidikan. Pada Rabu (17/06), petugas kembali memperoleh informasi terkait keberadaan target yang hendak bergerak menuju arah kota. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan pemantauan di wilayah Kampung Yowong.


Saat target terdeteksi melintas sekitar pukul 17.00 WIT, petugas langsung melakukan upaya penangkapan. Namun pelaku berusaha melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran. Berkat kesigapan personel di lapangan, pelaku akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 17.20 WIT di wilayah Koya Koso dan langsung dibawa ke Mako Polres Keerom untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Jalan Trans Papua, Distrik Arso Kota, Kabupaten Keerom. Pelaku melakukan aksinya dengan cara memalang kendaraan yang melintas, kemudian mengancam korban menggunakan senjata tajam dan mengambil tas milik korban yang berisi telepon genggam serta uang tunai.


Selain terlibat dalam kasus curas, pelaku juga diketahui melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anggota Polres Keerom dengan cara melempar batu ke arah personel yang sedang melaksanakan patroli malam.


Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam yang diduga merupakan hasil tindak pidana.


Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Keerom dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang meresahkan warga.


“Operasi Sikat Cartenz 2026 merupakan upaya Polri dalam memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat dan tindak kriminal yang meresahkan warga. Kami akan terus melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan tanpa pandang bulu demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Keerom,” ujar AKP Jetny.



Lebih lanjut, Kasat Reskrim mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Saat ini pelaku telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Keerom untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.