Asal - Usul Gedung Wolu Di Kota Pasuruan

Gedung Wolu ( GEDOENG WOLOE )

Paskotanews.com - Bangunan Gedung Wolu diperkirakan dibangun pada awal abad ke-20 oleh seorang Kapitein der Chineezen untuk dijadikan sebagai tempat tinggal atau rumah pribadi. Kemudian seiring dengan perjalanan waktu, rumah ini mengalami perubahan fungsi dan kepemilikan. Dari info masyarakat sekitar, dulu pernah ada pemilik rumah ini yang menyukai kuda. Sehingga, rumahnya kerap mendapat julukan sebagai kandang kuda. Lalu oleh pemilik sekarang, yaitu pengusaha yang memiliki dealer motor besar di Padang diubah menjadi gedung pertemuan dan restoran yang diberi nama Gedung Wolu.
Lorong gedung wolu

Asal Usul Penamaan Gedung Wolu ini berdasarkan nama kawasan yang ada pada masa itu. Dulu, di sebelah barat dari gedung ini terdapat deretan rumah yang memiliki gaya arsitektur yang sama dan jumlahnya ada delapan (delapan dalam bahasa Jawa disebut wolu). Di mulai dari rumah yang ada di sebelah Gedung Wolu hingga sampai rumah yang sekarang menjadi Toko Roti Matahari di ujung baratnya. Masyarakat Pasuruan menyebut kawasan tersebut dengan bahasa dan aksen Jawa sebagai Dong WoluDong berarti gedung, dan Wolu berarti delapan.

Angka 8 dipintu gerbang gedung wolu
Jadi, bila Anda sedang melintas di depan gedung ini, janganlah heran bila tepat di gerbang pintu masuk ke gedung tersebut di belah oleh angka 8 (delapan) dengan ukuran yang lumayan besar. Pengunjung restoran akan masuk ke gedung tersebut dari sebelah kiri, dan keluarnya dari sebelah kanan. Sejenak makan di Depot Gedoeng Wolu (nama resmi dari usaha restoran tersebut), pengunjung akan memenuhi kebutuhan perut secara hakiki dengan sejumlah menu makanan dan minuman yang tersedia, dan sekaligus bisa menikmati pesona dari bangunan lawasdari restoran tersebut.

Pengunjung gedung wolu
untuk anda yang ingin berkunjung, Gedung ini terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 58 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.