Maha Karya "RAWAKOTA" Polda Bali Raih Juara 1 Lomba Maskot Polri

Maha Karya "RAWAKOTA" Polda Bali Raih Juara 1 Lomba Maskot Polri

13/07/23, Juli 13, 2023

  


Bali-Dalam rangka Hari Bhayangkara-77, perwakilan Polda Bali Kompol Deni Septiawan, S.I.K., M.H. Kasubag Mutjab Bag Binkar Ro SDM Polda Bali dengan maha karyanya yang diberi nama "RAWAKOTA", sukses raih juara 1 lomba maskot Polri, kamis (13/7/2023).


Sayembara Maskot Polri ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari Bhayangkara-77,  dilaksanakan mulai bulan juni lalu dan diikuti oleh peserta umum/TNI/Polri dari seluruh Indonesia.


Hasil penilaian dari Tim penilai Internal Polri dan Tim Independen yang berkompeten untuk perwakilan Polda Bali, maha karya Kompol Deni Septiawan, S.I.K., M.H., yang diberi nama "RAWAKOTA", tidak dapat diragukan lagi dan mampu menyisihkan semua lawannya dari peserta seluruh Indonesia, hingga sukses meraih juara 1 maskot Polri.


Piala untuk maha karya luar biasa perwakilan Polda Bali yang di beri nama "RAWAKOTA" diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., kepada Kompol Deni Septiawan, S.I.K., M.H., 


Adapun kriteria maskot "RAWAKOTA"  :

1. Berbentuk burung Garuda

2. Mengandung nilai-nilai Tri Brata dan Pancasila

3. Bersumber dari kearifan lokal


RAWAKOTA sendiri secara filosofis memiliki makna sebagai berikut :

RAWAKOTA adalah akronim dari Rastra Sewa Kottama yang memiliki arti "Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa".


Secara etimologi maskot RAWAKOTA menggunakan burung Garuda sebagai simbol dengan mengenakan seragam Polri. Rawakota memakai pakaian Kamen atau sarung yang mencirikan pakaian adat beberapa etnis di Indonesia. 


Maskot RAWAKOTA menggunakan liontin berbentuk garuda Pancasila yang memiliki makna bahwa dalam setiap insan Polri selalu menjadikan Pancasila sebagai building block dalam pelaksanaan tugas.


Maskot RAWAKOTA juga memakai gasper Tri Brata yang menjadi 3 prinsip utama bagi setiap anggota Polri dalam memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada masyarakat serta penegakan Supremasi Hukum dan HAM.


Unsur kepala pada Maskot RAWAKOTA didesign runcing yang secara filosofis mengandung arti bahwa dalam menghadapi tantangan dan dinamika Kamtibmas yang selalu berkembang, setiap anggota Polri harus mampu berpikir tajam, dan memiliki kemampuan yang tinggi untuk menguasai situasi dalam rangka menentukan diskresi yang tepat dan merespon berbagai hal yang terjadi.


Maskot RAWAKOTA adalah representasi Polri yang selalu menjadi shadow masyarakat dimana masyarakat Indonesia sangat kental dengan entitas keanekaragaman Suku, Agama dan Ras, namun tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Semangat Makot RAWAKOTA merupakan Visi Polri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-77 yang mengusung tema “Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju”.


RAWAKOTA akan menjadi icon bagi Polri untuk konsisten menjaga denyut nadi Presisi, khususnya untuk menjadi cooling system di tengah suhu politik yang dinamis jelang pelaksanaan Pemilu 2024.  (*)

TerPopuler