Anak Papua Pegunungan Rutin Belajar Literasi Melalui Program Polisi Pi Ajar

 


Jayapura – Tim Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023 Polres Jayawijaya terus aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak binaannya di daerah  Papua Pegunungan. Kegiatan Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) kembali dilaksanakan di Asrama Masyarakat Yalimo, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (1/9/2023).


Bripda Avrilia Anatje Elisabeth Wagloa, memulai kegiatan ini dengan doa bersama anak-anak binaannya. Kemudian, dia melakukan absensi untuk memastikan kehadiran semua anak yang hadir.


Dalam kegiatan ini, personel Satgas Binmas Rasaka Cartenz memberikan pelajaran pengenalan angka, penjumlahan, dan keterampilan menulis kepada 9 anak dari total 16 anak binaan. Anak yang absen karena membantu orang tua di kebun dan berjualan di pasar. 


9 anak yang hadir diuji untuk melihat perkembangan mereka. Upaya ini melalui pemeriksaan tugas PR yang telah diberikan sebelumnya.


Program Si-Ipar ini disambut baik oleh masyarakat setempat karena anggota Satgas Rasaka Cartenz turut membantu meningkatkan pendidikan anak-anak mereka. Anak-anak menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam mengikuti materi pengenalan angka, penjumlahan, dan menulis. Melalui program ini, harapannya anak-anak binaan dapat memperoleh ijazah kesetaraan atau mengikuti ujian paket A.


Bripda Silvester Pardomuan D. Pone, salah seorang anggota tim pengajar, mengungkapkan, Program Si-Ipar di Jayawijaya berjalan lancar. Sebagian besar anak-anak binaan sudah bisa memahami materi dengan baik. 


"Masih ada beberapa anak yang memerlukan bantuan ekstra untuk memahami materi pembelajaran.Kami sebagai pengajar terus berupaya maksimal untuk mengajar mereka, " ucap Bripda Silvester. 


Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, selaku Kabid Humas Polda Papua dan Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, memaparkan, program Si Ipar yang dilaksanakan secara rutin memberikan motivasi dan semangat bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka. Program ini sangat penting khususnya bagi anak-anak yang kesempatannya terbatas dalam mendapatkan layanan pendidikan yang baik.


"Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama dalam bidang pendidikan. Kabupaten Jayawijaya masih memiliki IPM yang rendah, yakni 58,03, dan kami berharap program ini akan membantu meningkatkannya," ungkapnya.