13/01/26

Dua Nelayan Hilang Saat Melaut, Dit Polairud Polda Papua dan SAR Lakukan Pencarian Intensif

 


Jayapura – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Papua bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Jayapura.


Kejadian tersebut bermula pada Senin, (05/01/2026), ketika dua nelayan bernama Agus Salim dan Sa’dai berangkat melaut untuk memancing ikan tuna di sekitar rumpon yang berjarak sekitar 42 mil laut dari daratan. Namun hingga Minggu, (11/01/2026), keduanya belum kembali dan tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga.


Menurut keterangan keluarga, kedua korban biasanya melaut paling lama selama empat hari. Karena telah memasuki hari ketujuh tanpa adanya informasi, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).


Pada Minggu, (11/01/2026), malam, sekitar pukul 18.27 WIT hingga 20.09 WIT, anggota Bhabinkamtibmas Perairan Dit Polairud Polda Papua menerima informasi dari Kapten Kapal SAR Jayapura, Capt. Jumriani, terkait adanya laporan dugaan orang hilang di laut. Personel Dit Polairud kemudian menuju Dermaga SAR Dok IX Jayapura untuk memastikan informasi tersebut sekaligus berkoordinasi dengan tim SAR.


“Setelah menerima laporan, tim SAR bersama keluarga korban sempat bergerak menuju lokasi rumpon menggunakan kapal Sea Rider milik Basarnas. Namun, kondisi cuaca saat itu tidak memungkinkan, dengan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga pencarian sementara dihentikan demi keselamatan personel,” ucap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. saat ditemui di Mako Polda Papua, Koya Koso, Senin (12/01/2026).


Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa berdasarkan analisis SARMAP, arah arus dan gelombang laut bergerak ke arah barat. Oleh karena itu, pencarian lanjutan direncanakan akan dilaksanakan hari ini Senin (12/01/2026) sekitar pukul 08.30 Wit, menggunakan kapal SAR Jayapura dengan fokus pencarian di sekitar lokasi mancing korban, kemudian dilanjutkan ke arah barat menuju wilayah Sarmi.


“Polda Papua melalui Dit Polairud terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait lainnya guna memaksimalkan upaya pencarian. Kami akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kombes Cahyo juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Papua.


“Kami mengajak seluruh nelayan untuk mengutamakan keselamatan dengan memastikan kesiapan kapal, ketersediaan alat keselamatan, serta menjaga komunikasi dengan pihak keluarga maupun otoritas terkait. Langkah antisipatif ini penting agar aktivitas melaut dapat berlangsung aman dan risiko dapat ditekan seminimal mungkin,” ungkap Kombes Cahyo.


Polda Papua melalui Dit Polairud bersama tim SAR gabungan berkomitmen melakukan upaya pencarian secara maksimal, dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia, serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait hingga para korban dapat ditemukan.

Berselancar di samudera dunia maya