16/01/26

Kabupaten Bulungan Jadi Lokasi Perdana Program Vaksinasi Dengue

 


Bulungan, 8 Januari 2026 – Dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, hinggal 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue (Incidence Rate/IR: 49,16/100.000 penduduk) di Indonesia dengan kematian sebanyak 583 kasus (Case Fatality Rate/CFR: 0,42%).


Peresmian vaksinasi dengue hari ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara. Adapun lokus kegiatan yaitu pada Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara. Kegiatan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dan juga bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines. 


Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09%. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81% dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6–14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang telah berjalan. Vaksinasi dengue didorong sebagai strategi inovatif yang melengkapi penguatan surveilans, PSN 3M Plus, dan edukasi masyarakat, sejalan dengan target nasional Nol Kematian Akibat Dengue Tahun 2030.


Bupati Kabupaten Bulungan melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP, menyampaikan bahwa vaksinasi dengue merupakan lapisan perlindungan tambahan untuk melindungi anak usia sekolah sebagai kelompok rentan. Program ini dilaksanakan secara bertahap dan terencana, dengan harapan dapat diterima masyarakat serta memperkuat upaya pencegahan dengue di Kabupaten Bulungan.


Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan dukungan terhadap perluasan akses vaksin dengue melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Bio Farma berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin dan mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ketahanan kesehatan nasional.


Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai pelopor vaksinasi dengue di wilayah tersebut. Ia menekankan besarnya beban dengue bagi sistem kesehatan dan masyarakat, serta menyatakan komitmen Takeda untuk menjadi mitra jangka panjang dalam pencegahan dengue melalui kolaborasi dan edukasi.

Berselancar di samudera dunia maya