Jayapura - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama pembangunan daerah, disertai perencanaan yang berbasis data.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan arah pembangunan Papua Tengah untuk periode 2025–2029 dengan menekankan peningkatan pendidikan dan layanan kesehatan.
“Pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama kami dalam membangun Papua Tengah ke depan,” kata Meki Fritz Nawipa.
Ia menjelaskan, arah pembangunan tersebut bertujuan agar Papua Tengah bisa lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah punya masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Selain itu, Nawipa menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang didukung data yang benar dan akurat.
“Kami minta semua perangkat daerah bekerja berdasarkan data, supaya program yang dibuat benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sembilan program prioritas, salah satunya pendidikan gratis dengan anggaran sebesar Rp90 miliar.
“Lewat program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Papua Tengah yang putus sekolah karena masalah biaya,” ujar Nawipa.
Di sektor kesehatan, Pemprov Papua Tengah juga meluncurkan kampanye “Ko Harus Sehat, Rakyat Sehat” untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Kesehatan masyarakat adalah modal penting untuk membangun Papua Tengah dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur difokuskan pada percepatan pembangunan pusat pemerintahan baru di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, di atas lahan seluas 300 hektar.



