29/01/26

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Perairan, Dit Polairud Polda Papua Tekankan Edukasi dan Sinergitas di RRI Jayapura

 


Jayapura – Menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan potensi kecelakaan laut di wilayah hukum Polda Papua, Direktorat Polairud Polda Papua menegaskan pentingnya mitigasi bencana melalui program "Polisi Menyapa" yang disiarkan langsung melalui LPP RRI Jayapura pada Kamis (29/01/2026).


Kegiatan dialog interaktif bertema "Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanganan Bencana di Papua" ini menghadirkan narasumber Ps. Wadir Polairud Polda Papua, Kompol R. Achmad Hari Junianto, S.Kom., M.H., dan Ps. Panit SAR Binmas Air, Aipda Jafar Hehanussa yang dipandu oleh presenter Arul Firmansyah.


Dalam keterangannya, Kompol R. Achmad Hari Junianto mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG, wilayah utara Papua terpantau memiliki kecepatan angin berkisar 6 hingga 25 knot yang memicu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa perairan seperti Biak, Sarmi, dan Jayapura.


"Kami menekankan pentingnya deteksi dini. Nelayan kecil sangat berisiko jika angin mencapai 15 knot. Selain faktor alam, kami juga fokus pada aspek human error dan kelaikan mesin kapal. Kesiapan APAR dan pengecekan elektrikal kapal adalah standar SOP yang tidak boleh diabaikan," ujar Kompol Achmad.


Sementara itu, Aipda Jafar Hehanussa menyoroti pentingnya edukasi keselamatan bagi warga pesisir dan anak-anak sekolah. Ia membagikan keprihatinan terkait tingginya angka penolong yang justru menjadi korban saat mencoba menyelamatkan orang tenggelam karena kurangnya pemahaman teknik water rescue.


"Banyak penolong meninggal karena hanya mengandalkan fisik tanpa tahu langkah yang tepat. Kami turun ke sekolah-sekolah, dari TK hingga SMP, untuk memberikan gambaran prosedur keselamatan di air agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Aipda Jafar.


Ia juga menyayangkan masih adanya sikap abai dari sebagian nelayan yang tidak menggunakan life jacket meski sudah dibagikan secara gratis oleh petugas. "Terkadang mereka merasa gerah, padahal alat bantu apung adalah kunci pertahanan hidup saat terjadi musibah," tambahnya.


Menyangkut kesiapan armada, Dit Polairud Polda Papua menyatakan telah menyiagakan total 17 kapal (7 kapal Direktorat dan 10 kapal jajaran Sat Polair) serta 10 unit rubber boat yang tersebar di wilayah hukum Polda Papua, mulai dari Merauke hingga Jayapura.


Polri juga memastikan sinergitas dengan instansi terkait tetap solid melalui wadah "Jayapura Diver SAR". Komunitas ini menjadi pusat pertukaran informasi cepat antara Polri, TNI AL, Basarnas, dan BNPB dalam menangani setiap laporan kecelakaan laut.


Polda Papua mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan tradisional di wilayah Jayapura, Serui, hingga Merauke, untuk selalu memantau Hotline Polri 110 atau berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas perairan jika menemui situasi darurat.



Berselancar di samudera dunia maya