Jayapura – Tokoh gereja di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, mengimbau masyarakat dan jemaat gereja untuk terus menjaga kedamaian serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pegunungan Bintang (PGG-PB), Alfons Yeimo, mengatakan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya di Distrik Oksibil, hingga saat ini masih terpantau aman dan kondusif.
Ia menyebut aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi maupun pelayanan keagamaan.
“Situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya Distrik Oksibil, secara umum masih aman dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasanya,” kata Alfons Yeimo di Oksibil.
Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan masyarakat dengan memberikan pemahaman kepada jemaat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang beredar di media sosial, karena dapat memicu kekhawatiran dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Alfons menegaskan bahwa gereja akan terus berperan aktif dalam mengajak jemaat untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang tetap kondusif.
“Kami dari pihak gereja akan terus mengingatkan jemaat agar tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang bersifat provokatif,” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi antara tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Pegunungan Bintang.
Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antar seluruh elemen masyarakat, ia meyakini setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan damai.
Alfons pun mengajak seluruh masyarakat Pegunungan Bintang untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan harmonis agar kehidupan sosial dan pelayanan keagamaan dapat terus berjalan dengan baik.


