Jayapura – Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengungsi akibat insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pengungsian Hotel Mapia, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (05/06/2026).
Kegiatan yang dipimpin Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu memulihkan kondisi psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak yang masih merasakan dampak trauma pascakejadian.
Sejak pagi, personel Polwan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang tengah mengikuti ujian kenaikan kelas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti bermain bersama, bercengkerama, serta membagikan makanan ringan kepada anak-anak dan warga yang berada di posko pengungsian.
Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas perlahan mulai menunjukkan senyum, semangat, dan keberanian untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pemulihan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascakejadian, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.
“Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus agar mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat melupakan ketakutan yang dialami serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat,” ucap Kapolres.
Sementara itu, Wakapolres Biak Numfor mengatakan bahwa kehadiran Polwan di tengah para pengungsi merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menghibur dan edukatif. Alhamdulillah, mereka terlihat sangat antusias dan mulai kembali ceria saat berinteraksi bersama personel Polwan,” ungkapnya.
Hasil kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para pengungsi, komunikasi yang baik juga terjalin antara personel Polwan dengan para orang tua dan warga yang berada di posko pengungsian.
Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan psikologis para pengungsi, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak.
Polres Biak Numfor akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan kebutuhan para pengungsi, termasuk layanan kesehatan dan pendampingan psikososial, dapat terpenuhi dengan baik selama masa pemulihan berlangsung.


