Lumajang – Upaya menjaga kelancaran sistem pengairan pertanian terus dilakukan bersama masyarakat. Babinsa Nogosari Koramil 0821-16/Rowokangkung Sertu Agus Setiawan turut mendampingi kegiatan kerja bakti normalisasi dan pembersihan saluran irigasi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya, Dusun Persil Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama para petani dengan sasaran membersihkan saluran dari rumput liar, lumpur, sampah, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air. Normalisasi dilakukan agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi secara optimal dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Saat dikonfirmasi Sertu Agus Setiawan mengatakan, pendampingan kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kebersihan dan kondisi saluran irigasi perlu dijaga secara rutin agar distribusi air menuju lahan pertanian tetap lancar dan merata.
“Saluran irigasi merupakan bagian penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Dengan dilakukan pembersihan dan normalisasi secara bersama-sama, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan pengairan tanaman dapat terpenuhi dengan baik,” ujar dia.
Selain mendukung kelancaran pengairan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara Babinsa dan para petani. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan dapat terus dipertahankan, khususnya dalam menjaga fasilitas pertanian yang menjadi kepentingan bersama.
Sementara itu, Ketua Poktan Harapan Jaya, Ronni, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran irigasi sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air menuju lahan pertanian. Menurutnya, endapan lumpur, rumput liar, dan berbagai material yang menumpuk di saluran dapat menghambat distribusi air apabila tidak segera dibersihkan.
“Normalisasi ini sangat membantu karena saluran yang sebelumnya banyak ditumbuhi rumput dan terdapat endapan lumpur kini menjadi lebih bersih dan aliran air diharapkan kembali lancar. Dengan saluran yang terawat, pembagian air ke lahan petani bisa lebih optimal dan risiko terjadinya penyumbatan maupun genangan dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan saluran irigasi semakin meningkat. Dengan pengairan yang lancar dan semangat gotong royong yang terus terjaga, sektor pertanian di wilayah Nogosari diharapkan mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan para petani. (Pendim0821)


