14/08/26

Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura



Jayapura - Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Christian Arebo, SH., M.Si.,mengatakan Laskar Merah Putih  Papua Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi KNPB pada tanggal  15 Agustus 2026, sebabnya Aparat Kepiolisian Perlu Bertindak Tegas.


"Kami menolak rencana aksi yang akan berlangsung di sejumlah titik berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diantisipasi sejak awal," ujar Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, SH., M.Si., kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


“Kami meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura,”ujar  Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo,, di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


Sebagaimana,   Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Papua meminta aparat keamanan di Kota Jayapura mengantisipasi dan menindak tegas pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dalam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 15 Agustus 2026.


Dikatakan,  aparat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan guna memastikan pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.


Yan juga menyinggung pengalaman kericuhan yang terjadi di Kota Jayapura pada 2019. Ia menyebut, berdasarkan pengalamannya, situasi saat itu turut dipengaruhi oleh masuknya kelompok-kelompok tertentu ke dalam rangkaian aksi.


Karena itu, pihaknya meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan maupun provokasi yang dapat memicu benturan di tengah masyarakat.


“Kami berharap aparat dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pihak-pihak yang melakukan tindakan provokatif atau mengganggu keamanan,” ujarnya.


 


Sementara itu, Wakil Sekretaris I  LMP Papua, Syarbun Yusuf menuturkan, bahwa seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi Kota Jayapura tetap aman dan kondusif serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.


"Kami menolak aksi - aksi anarkhir, sehinga kami himbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan hal - hal yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.


Senada dengan itu, Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Papua, Yona Windesi menuturkan, bahwa pandangan LMP Provinsi Papua terkait rencana aksi tanggal 15 Agustus 2026  sangta menolak tegas, sebab apabila hal ini dilakuan anarkhis dan buan aksi damai, tentunya ini merusak kamtibmas di Kota Jayapura.


"Kami belajar dari berbagai pengalaman, mislanya tahun 2019, sehingga kami ajak masyarakat untuk tidak terpaning dengan aksi kelompok tersebut," tandasnya.

Berselancar di samudera dunia maya

This Is The Newest Post