PROBOLINGGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditangani secara intensif menyusul perambatan api dari kawasan Bukit Cinta menuju Bukit Kingkong hingga sekitar Seruni Point. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.
“Pemadaman terus kita maksimalkan. Api di Bukit Cinta merembet sampai ke Bukit Kingkong. Sekitar pukul 03.30 WIB, api juga terlihat hingga bagian bawah Seruni Point,” ujar Danrem. Selain api yang terlihat, tim juga mewaspadai hotspot yang berpotensi kembali memunculkan titik api baru, terlebih kondisi angin dan vegetasi kering dapat memicu loncatan api ke kawasan lain.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani dari darat, operasi water bombing kembali diperkuat. Hingga pagi hari, sedikitnya tiga sorti penerbangan helikopter telah dilaksanakan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api. Danrem menjelaskan, karakter medan TNBTS yang didominasi lereng dan kawasan berketinggian menjadi tantangan tersendiri sehingga operasi udara menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.
Di darat, hampir 1.500 personel bersama masyarakat terus bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, pemantauan, serta mencegah munculnya kembali titik api. Seluruh unsur bekerja dalam koordinasi terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan personel. “Kita akan terus menyesuaikan kekuatan dengan perkembangan situasi dan mengejar target pemadaman sesuai rencana,” kata Danrem.
Operasi udara juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. Kondisi cuaca dan kabut menjadi perhatian, baik saat helikopter menuju titik operasi, mengambil air, maupun kembali ke pangkalan. “Kita berharap cuaca mendukung sehingga operasi bisa berjalan maksimal. Keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas,” tegas Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus.
Sementara itu, luasan kawasan yang terdampak Karhutla diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare dan masih terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan. Korem 083/Baladhika Jaya bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus memperkuat pemadaman darat dan udara, pemantauan hotspot, serta langkah pencegahan agar api tidak kembali meluas di kawasan TNBTS. :::


