Jayapura – Tokoh Agama Papua, Pdt. Albert Yoku, mengajak seluruh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan menjelang rencana penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, Papua memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sejak dahulu mengedepankan dialog, musyawarah, dan penyelesaian persoalan secara damai. Nilai tersebut harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Sebagai tokoh agama sekaligus orang tua bagi masyarakat Papua, Pdt. Albert Yoku mengingatkan bahwa setiap perbedaan pandangan hendaknya disampaikan melalui cara-cara yang santun, bermartabat, dan tidak menimbulkan konflik.
"Sebagai tokoh agama dan juga sebagai orang tua bagi seluruh masyarakat Papua, saya mengajak kita semua untuk menjaga tanah Papua tetap aman dan damai. Apa pun persoalan yang kita hadapi, mari kita selesaikan melalui dialog, duduk bersama di para-para adat, saling mendengar, dan mencari jalan keluar tanpa kekerasan maupun tindakan yang dapat merugikan kita semua," ujar Pdt. Albert Yoku.
Ia menilai bahwa kedamaian merupakan modal utama bagi pembangunan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Pdt. Albert Yoku juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat agar menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang sejuk serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
Terkait rencana penyampaian aspirasi pada 3 Agustus 2026, ia mengimbau agar masyarakat tetap mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun saya mengajak seluruh masyarakat agar pelaksanaannya dilakukan dengan tertib, damai, saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat lainnya. Mari kita tunjukkan bahwa Papua adalah tanah yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kedamaian," tegasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Albert Yoku mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat semangat persatuan sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai adat dan ajaran agama.
"Tuhan Yesus Kristus mengajarkan bahwa berbahagialah orang yang membawa damai. Nilai itulah yang harus menjadi pegangan kita bersama agar Papua tetap menjadi rumah yang aman, penuh kasih, dan membawa harapan bagi generasi yang akan datang. Mari kita menjadi pembawa damai di lingkungan kita masing-masing," tuturnya.
Di akhir pesannya, Pdt. Albert Yoku berharap seluruh masyarakat dapat terus memperkuat kebersamaan, menjaga toleransi, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif demi masa depan Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera.


