Jayapura - Tokoh Adat Sentani yang juga Ondofolo Sentani, Yanto Eluay, menyerukan pentingnya persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat, khususnya dalam menyikapi berbagai persoalan yang melibatkan generasi muda di wilayah Sentani dan Papua.
Yanto Eluay mengajak seluruh pihak, terutama Dinas Pendidikan, pemerintah, pihak sekolah, guru, dan orang tua, untuk bersama-sama mencari solusi dalam mencegah terjadinya tawuran antarpelajar yang belakangan terjadi di Sentani.
“Kami selaku tokoh adat mengimbau kepada Dinas Pendidikan, pemerintah, tiap sekolah, dan orang tua murid untuk sama-sama mencari solusi agar tidak terjadi lagi tawuran antarpelajar. Kita berharap generasi kita maju dengan fokus belajar sehingga cita-cita mereka bisa tercapai,” ujar Yanto Eluay.
Menurutnya, tawuran antarpelajar tidak hanya berdampak kepada para siswa yang terlibat, tetapi juga dapat merugikan masyarakat yang tidak mengetahui persoalan tersebut. Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihak sekolah, kepala sekolah, guru, Dinas Pendidikan, serta orang tua dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Ia berharap para pelajar dapat menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain dan lebih memanfaatkan waktu untuk belajar, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan.
“Jangan sampai persoalan antarpelajar mengganggu masa depan anak-anak kita. Mari kita sama-sama menjaga mereka agar bisa fokus pada pendidikan dan mencapai cita-citanya,” katanya.
Selain mengajak pelajar menjaga diri dan fokus pada pendidikan, Yanto Eluay juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif di Sentani maupun Papua.
Terkait adanya korban meninggal dunia akibat aksi penembakan di wilayah Papua Pegunungan, Yanto Eluay menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami keluarga besar kerukunan menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya untuk korban. Kami menyerahkan apa yang terjadi ini kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum,” ucapnya.
Menjelang perayaan Natal 2026, Yanto Eluay juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga kedamaian, keamanan, dan kenyamanan. Ia menilai suasana yang aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kami tetap berkomitmen sebagai tokoh-tokoh adat, baik di Kabupaten Jayapura, di Kota Sentani, dan Kota Jayapura untuk memastikan wilayah kita tetap kondusif, aman dan damai,” pungkasnya.
Seruan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga persatuan, memberikan ruang yang aman bagi generasi muda untuk berkembang, serta menciptakan suasana yang mendukung pelajar dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan.


