20/10/26

Joko Uamang Berharap 7 Perempuan yang Masih Disandera Dapat Dibebaskan Oleh Pihak Yang Bertanggung Jawab Sebelum Natal

  


Timika, 19 Oktober 2026 – Tokoh pemuda Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Joko Uamang, berharap 7  perempuan yang diketahui masih disandera oleh KKB di bawah pimpinan Prisko Lokbere di Distrik Alama dapat segera dibebaskan dan dikembalikan kepada keluarga mereka. Harapan tersebut semakin besar menjelang perayaan Natal, ketika keluarga ingin kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta.


Joko Uamang menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ketujuh perempuan tersebut saat ini berada di Distrik Alama dan masih dalam pengawasan kelompok bersenjata. Upaya komunikasi dengan pihak terkait terus dilakukan bersama pemerintah dan sejumlah tokoh masyarakat melalui sarana komunikasi yang tersedia untuk mendorong pembebasan para korban penyanderaan.


“Harapan kami, 7 sandera bisa dibebaskan sesuai dengan pernyataan pihak kelompok yang menyebutkan akan mengembalikan mereka. Apalagi menjelang Natal, orang tua dan keluarga sangat ingin bertemu dengan anak-anak mereka,” ujar Joko Uamang.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Mimika atas bantuan bahan makanan yang telah disalurkan kepada masyarakat pengungsi di Distrik Jila. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak situasi di wilayah tersebut. Joko Uamang turut mengucapkan terima kasih kepada aparat TNI-Polri dan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang dinilai telah membantu keluarga dalam berbagai upaya pembebasan para korban.


Selain itu, Joko menyampaikan terima kasih atas evakuasi Demerina Uamang ke Timika hingga mendapatkan penanganan medis dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat. Ia berharap upaya serupa dapat segera membuahkan hasil bagi 7 perempuan lainnya yang masih menunggu pembebasan.


Terkait kondisi keamanan, Joko menyebut situasi di Distrik Jila hingga saat ini masih relatif aman dan kondusif. Ia berharap komunikasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, keluarga korban, dan pihak terkait terus diintensifkan agar proses pembebasan dapat dilakukan secara damai dengan mengutamakan keselamatan para sandera.


Joko juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk keadaan. Ia berharap ketujuh perempuan tersebut dapat segera kembali ke tengah keluarga sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dalam suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan.

Berselancar di samudera dunia maya