15/03/26

Satreskrim Polres Yalimo Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Elelim

 


Yalimo — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Yalimo melakukan pengecekan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Sentral Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, Minggu (15/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.


Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Yalimo IPTU Nur Kholis, S.H., M.H., bersama sejumlah personel, yakni Bripda Ichal W. Barangan, Bripda Isak Nelson Kafiar, dan Bripda Zion Moses Maichel Sroyer.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.50 WIT saat personel Satreskrim bergerak menuju Pasar Sentral Elelim melalui Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, tepatnya di kawasan pertigaan Selamat Datang. Lima menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pengecekan harga bahan pokok di salah satu kios, yakni Kios Mitra 78.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras merek 99 premium tercatat sebesar Rp27.000 per kilogram, sedangkan beras merek Bunga medium dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram. Untuk komoditas gula pasir premium merek Gulaku dijual dengan harga sekitar Rp35.000 per kilogram.


Selain itu, harga daging ayam ras tercatat Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan premium merek Bimoli dijual dengan harga Rp40.000 per liter dan minyak goreng merek Minyakita dijual Rp30.000 per liter.


Setelah melakukan pemantauan dan pendataan harga bahan pokok, personel Satreskrim Polres Yalimo kembali dari Pasar Sentral Elelim pada pukul 09.45 WIT.


Berdasarkan hasil pengecekan, secara umum stok bahan kebutuhan pokok di Pasar Sentral Elelim masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Lebaran. Namun demikian, sejumlah komoditas tercatat dijual dengan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).


Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi darat untuk pengangkutan barang serta harga komoditas yang sudah relatif tinggi saat dibeli dari daerah pemasok, seperti Wamena. Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok di wilayah hukum Polres Yalimo.

Satgas Saber Polres Supiori Cek Harga Pangan di Ritel Modern

 


Supiori — Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Polres Supiori melakukan pengecekan harga bahan pangan di salah satu ritel modern di wilayah Kabupaten Supiori, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan harga bahan pokok di pasaran guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok bagi masyarakat.


Pengecekan dilakukan di Hadi Mart Supiori yang berlokasi di Jalan Raya Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori. Toko tersebut dikelola oleh Supriyadi selaku pemilik usaha sekaligus penanggung jawab.


Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, harga beras medium tercatat sebesar Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram. Selain itu, gula merek KTM dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram dan ayam lokal dijual sekitar Rp40.000 per kilogram.


Sementara itu, untuk komoditas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras curah, serta minyak goreng merek Minyakita tidak ditemukan atau tidak tersedia stoknya di toko tersebut pada saat pengecekan berlangsung.


Selain melakukan pemantauan di ritel modern, petugas juga melakukan pendataan terkait harga bahan pokok di pasar tradisional. Namun, pada saat kegiatan berlangsung tidak terdapat titik pasar atau kios yang dilakukan pengecekan lebih lanjut sehingga data harga dari pasar tradisional belum tersedia.


Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan harga pangan di wilayah Kabupaten Supiori agar tetap terkendali serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia di pasaran. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan tersebut.

Dua Kios Pengendali Inflasi di Oksibil Sediakan Bahan Pokok, Harga Dipengaruhi Biaya Transportasi Udara

 


Pegunungan Bintang — Sebanyak dua kios atau outlet pangan yang berfungsi sebagai pengendali inflasi menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Kedua kios tersebut berada di Jalan Kabiding, Distrik Oksibil.


Kehadiran kios pengendali inflasi ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Namun, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi melalui transportasi udara menuju wilayah Pegunungan Bintang.


Beberapa komoditas pangan yang dijual di kios tersebut antara lain beras premium dengan harga Rp40.000 per kilogram. Selain itu, minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter.


Untuk komoditas gula pasir, harga yang dipatok sebesar Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam potong tercatat Rp60.000 per kilogram dan daging sapi segar mencapai Rp190.000 per kilogram.


Pada komoditas telur, telur ayam lokal dijual dengan harga Rp120.000 per rak. Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp110.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram.


Adapun harga cabai rawit mencapai Rp150.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting dijual dengan harga Rp130.000 per kilogram. Kenaikan harga pada berbagai komoditas tersebut dipengaruhi oleh biaya pengangkutan barang yang relatif tinggi karena distribusi dilakukan melalui jalur udara.


Kios atau outlet pengendali inflasi tersebut berada di bawah tanggung jawab Kamaruddin dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 198302202009091001. Keberadaan kios tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok sekaligus menjadi sarana pemantauan harga pangan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Hari Ke-2 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Malam untuk Jaga Kamtibmas


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua terus meningkatkan intensitas pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Cartenz-2026. Pada Sabtu (14/03/2026) malam, personel Polda Papua menggelar apel pengecekan dan patroli skala besar guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 


Apel dipimpin oleh Kasatgas Preventif Operasi Ketupat Cartenz-2026, Kompol Soeparmanto, S.H., dan diikuti oleh personel Polda Papua yang terlibat dalam Surat Perintah Operasi.


Dalam arahannya, Kompol Soeparmanto menekankan pentingnya kehadiran Polri di lapangan sebagai bentuk perlindungan nyata kepada masyarakat. Ia menginstruksikan agar patroli dilaksanakan secara humanis namun tetap memberikan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang ditemukan.


"Rekan-rekan harus melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Fokus kita adalah titik-titik rawan yang berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas, seperti lokasi peredaran minuman keras, balap liar, hingga aktivitas yang mengganggu ketertiban umum," ujar Kompol Soeparmanto dalam arahannya.


Selain fokus pada kerawanan wilayah, Kasatgas Preventif juga mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri. Ia menekankan agar anggota tetap bergerak dalam tim (buddy system) dan menjaga komunikasi yang efektif antar unit.


"Jaga sikap dan perilaku selama bertugas. Tetap profesional dan layani masyarakat dengan baik apabila ada yang membutuhkan bantuan di lapangan," tambahnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz-2026 di wilayah Papua.


14/03/26

‎Pastikan Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H, Polda Papua Lakukan Supervisi Pos Operasi Ketupat Cartenz 2026 di Jayapura


Jayapura – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, jajaran Operasi Ketupat Cartenz-2026 Polda Papua melaksanakan kegiatan supervisi dan pengecekan kesiapan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di wilayah Kota Jayapura, Sabtu (14/3/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatgasopsda Operasi Ketupat Cartenz-2026 Kombes Pol Indra Kurniawan Mangunsong, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakasatgasopsda Kombes Pol Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K., bersama sejumlah pejabat operasi lainnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kasetospda AKBP Mughoni, S.I.K., Kapusdalopsda AKBP Bahar Tushiba, S.H., Kasatgas Kamseltibcar AKBP Marthin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., Kareminopsda Ipda Made Buda Astawa, serta Paanevopsda Ipda Heri Sulistiyono.


Supervisi diawali dari Posko Operasi Ketupat Cartenz-2026, kemudian tim bergerak melakukan pengecekan di beberapa titik pos pengamanan dan pelayanan, di antaranya Pos Pengamanan Mall Jayapura, Pos Terpadu Pelayanan dan Pengamanan Pelabuhan Jayapura, Pos Pengamanan depan Terminal Entrop, serta Pos Pengamanan Jembatan Merah.


Dalam kegiatan tersebut, tim supervisi melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta kelengkapan administrasi yang terdapat di masing-masing pos pengamanan dan pelayanan.


Kasatgasopsda Operasi Ketupat Cartenz-2026 Kombes Pol Indra Kurniawan Mangunsong menyampaikan bahwa kegiatan supervisi ini dilakukan untuk memastikan seluruh pos yang tergelar dalam Operasi Ketupat Cartenz-2026 dapat berfungsi secara optimal dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama momentum Idul Fitri.


“Supervisi ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana di pos pengamanan maupun pos pelayanan telah siap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran pos-pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri,” ujarnya.


Dalam pengecekan tersebut, tim supervisi juga menemukan beberapa hal yang menjadi catatan untuk segera dilakukan pembenahan, di antaranya pada beberapa spanduk pos belum dicantumkan tulisan “Call Center 110” serta slogan pelayanan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.


Selain itu, masih ditemukan buku mutasi dan buku supervisi yang belum diisi secara tertib, serta beberapa pos pengamanan yang belum dipasangi ornamen atau hiasan bernuansa Idul Fitri.


Melalui kegiatan supervisi ini diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Cartenz-2026 dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah Papua dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Satreskrim Polres Supiori Pantau Harga Pangan dan Stok Minyak Goreng di Pasar dan Ritel Modern

 


Supiori — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Supiori melakukan pengecekan harga bahan pangan di pasar dan ritel modern di wilayah Kabupaten Supiori, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau harga bahan pokok serta memastikan kesesuaian harga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).


Kegiatan pemantauan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.20 WIT di kawasan Jalan Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori. Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Supiori IPTU Muh. Rustam, S.H., M.H., bersama sejumlah personel Satreskrim lainnya.


Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni IPDA B. Irtom Paarrang, S.H. selaku KBO Satreskrim, BRIPTU Astam Ismawan, S.H., BRIPDA Patricius P. Sitanggang, serta BRIPDA Floryan John Thery Antou.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satreskrim melakukan pengecekan di salah satu ritel modern, yakni Hadi Mart Supiori yang beralamat di Jalan Raya Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, dengan penanggung jawab Supriyadi.


Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, harga beras premium tercatat Rp17.000 per kilogram dan beras medium Rp16.000 per kilogram. Selain itu, gula merek KTM dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula merek Gulaku dijual Rp20.000 per kilogram.


Sementara itu, harga ayam lokal tercatat Rp41.000 per kilogram. Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).


Selain pemantauan harga pangan, Satreskrim Polres Supiori juga melakukan pengecekan terhadap stok dan harga minyak goreng yang beredar di wilayah Kabupaten Supiori. Berdasarkan hasil pengecekan, stok minyak goreng yang tersedia didominasi oleh minyak goreng kemasan premium dengan jumlah sekitar 1.000 liter.


Adapun kebutuhan minyak goreng di Kabupaten Supiori diperkirakan mencapai sekitar 50 karton per bulan untuk minyak goreng kemasan sederhana dan 50 karton per bulan untuk minyak goreng kemasan premium.


Di lapangan, harga minyak goreng kemasan premium bervariasi tergantung pada merek dan ukuran kemasan. Minyak goreng merek Bimoli kemasan 5 liter dijual dengan harga Rp125.000, sedangkan merek Mitra kemasan 5 liter dijual Rp95.000. Untuk minyak goreng merek Sinai kemasan 5 liter dijual Rp100.000.


Selain itu, minyak goreng merek Sinai kemasan 1.850 mililiter dijual Rp45.000, kemasan 900 mililiter Rp25.000, kemasan 450 mililiter Rp13.000, serta kemasan 250 mililiter Rp8.000. Sementara minyak goreng merek Masku kemasan 485 mililiter dijual dengan harga Rp13.000.


Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa harga minyak goreng di wilayah Kabupaten Supiori mengalami kenaikan. Namun demikian, ketersediaan stok minyak goreng di wilayah tersebut masih dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Satreskrim Polres Supiori berencana terus melakukan pemantauan harga bahan pangan di berbagai toko maupun penjual di wilayah Kabupaten Supiori. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan tersebut.

Empat Kios Pengendali Inflasi di Oksibil Jual Bahan Pokok, Harga Naik karena Biaya Transportasi Udara

 


Pegunungan Bintang — Sebanyak empat kios atau outlet pangan yang berfungsi sebagai pengendali inflasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Distrik Oksibil. Kios-kios tersebut berlokasi di Jalan Okmakot, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Keberadaan kios pengendali inflasi ini bertujuan membantu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi menggunakan transportasi udara.


Beberapa komoditas yang dijual di kios tersebut antara lain beras premium dengan harga Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga beras dipengaruhi oleh biaya pengangkutan yang cukup tinggi karena distribusi dilakukan melalui jalur udara.


Selain itu, minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter. Harga gula pasir kiloan juga tercatat sebesar Rp45.000 per kilogram. Komoditas daging juga mengalami kenaikan harga, di antaranya daging ayam potong dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp190.000 per kilogram.


Untuk komoditas telur ayam lokal, harga yang dipatok sebesar Rp120.000 per rak. Sementara itu, harga bawang merah dijual Rp110.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram.


Adapun harga cabai rawit tercatat Rp100.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting mencapai Rp130.000 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut mengalami kenaikan harga yang sama-sama dipengaruhi oleh tingginya biaya angkut melalui transportasi udara menuju wilayah Pegunungan Bintang.


Kios atau outlet pengendali inflasi tersebut berada di bawah tanggung jawab Kamaruddin dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 198302202009091001. Kehadiran kios tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok sekaligus menjadi sarana pemantauan harga pangan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

‎Polda Papua Gelar Anev Harian Operasi Ketupat Cartenz 2026, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Humanis


Jayapura – Polda Papua melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) harian pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz 2026 yang digelar secara daring dan luring di Aula Command Center Mako Polda Lama Papua, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menganalisa serta mengevaluasi pelaksanaan tugas operasi di jajaran Polda Papua agar berjalan efektif, terarah, dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.


Kegiatan Anev tersebut dipimpin oleh Wakasatgasopsda Operasi Ketupat Cartenz 2026, Kombes Pol Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K., dan diikuti oleh Kapusdalopsda, para Kasatgas Operasi, Kaminops, Kaposko, para Karendalopsres, serta operator yang terlibat dalam pelaksanaan operasi.


Dalam arahannya, Wakasatgasopsda menegaskan bahwa pola pelaksanaan operasi yang diterapkan saat ini memungkinkan adanya pengawasan dan intervensi dari posko pusat terhadap wilayah guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan dengan pola dan arah yang sama.


Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi dari Mabes Polri agar pelaksanaan operasi tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap wilayah, melainkan berada dalam satu kendali yang terintegrasi.


“Posko pusat saat ini memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terhadap wilayah, bukan dalam konteks anggaran, tetapi dalam hal pengawasan, pengingat, serta koreksi terhadap dinamika pelaksanaan operasi. Dengan pola ini diharapkan mulai dari tingkat pusat hingga wilayah memiliki arah dan suara yang sama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Kombes Pol Sondang.


Ia juga menambahkan bahwa pola pengawasan tersebut dapat diterapkan hingga ke tingkat wilayah, dimana Polda dapat melakukan pengawasan terhadap Polres jajaran dalam hal koreksi pelaksanaan tugas, mekanisme pelaporan, serta penyampaian informasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh wilayah.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Operasi Ketupat Cartenz 2026 merupakan operasi yang bersifat kemanusiaan, sehingga seluruh personel diminta untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah maupun merayakan Hari Raya Idul Fitri.


“Operasi ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Oleh karena itu setiap pos operasi harus memasang himbauan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi serta pelayanan selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi layanan darurat Call Center 110 kepada masyarakat sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.


“Saya meminta kepada seluruh personel di lapangan, khususnya personel patroli Samapta maupun yang bertugas di pos-pos operasi, agar aktif menyampaikan kepada masyarakat bahwa Polri memiliki layanan darurat 110 yang dapat digunakan untuk melaporkan kejadian secara cepat. Layanan ini sangat penting untuk memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.


Selain itu, Wakasatgasopsda juga menekankan pentingnya aspek pelaporan dalam pelaksanaan operasi. Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan di lapangan harus tercatat dalam sistem pelaporan, karena laporan tersebut menjadi dasar evaluasi dalam pelaksanaan operasi di tingkat pusat.


Ia meminta kepada para perwira di wilayah untuk memastikan operator di masing-masing satuan tugas telah ditentukan secara jelas serta memiliki surat perintah sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat segera diinput dalam sistem pelaporan operasi.


“Sebanyak apapun kegiatan yang kita laksanakan di lapangan tidak akan terlihat apabila tidak dituangkan dalam laporan. Oleh karena itu saya meminta para perwira dan senior di wilayah untuk secara rutin mengecek anggota, memastikan mereka telah membuat laporan kegiatan dan menginput data dalam aplikasi pelaporan,” ujarnya.


Kegiatan Anev harian ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta efektivitas pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz 2026 di wilayah Papua, sehingga pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama periode Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.