Aniaya Istri Karena Kepergok dengan WIL, Tersangka RD Diserahkan Penyidik PPA ke Jaksa - Paskotanews

Paskotanews

Politik, Hukum,Kriminalitas, Opini, Tips, Kesehatan, Religi, Budaya Dan Peristiwa

Breaking

Post Top Ad

12/09/22

Aniaya Istri Karena Kepergok dengan WIL, Tersangka RD Diserahkan Penyidik PPA ke Jaksa

 


Polresta Jayapura Kota,- Penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota serahkan seorang tersangka berinisial RD (32) atas perkara Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin (12/9) siang.


Penyerahan tersangka RD karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkaranya.


Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry M. Bawiling, S.Sos., M.M saat dikonfirmasi membenarkan penyerahan tersangka RD tersebut melalui penyidiknya.


AKP Handry mengatakan, tersangka RD diproses Penyidik Unit PPA berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 1.179 / VII / 2022 / SPKT / Polresta Jayapura Kota / Polda Papua, tanggal 13 Juli 2022 tentang Penganiayaan terhadap Istrinya sebut saja Melati (42).


"Tersangka RD dilaporkan oleh Istrinya sendiri usai melakukan Penganiayaan dengan memukul pipi kiri istrinya dengan kepalan tangan saat korban memergoki tersangak sedang jalan dengan WIL (Wanita Idaman Lain) di salah satu Supermarket di Kota Jayapura," terangnya.


Lebih lanjut kata AKP Handry, usai memergoki tersangka bersama Wilnya, korban kemudian menanyakan kepada WIL ia siapanya, namun karena malu tersangka pun langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.


"Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkannya ke Polresta Jayapura Kota lantaran tidak terima ia di aniaya oleh suaminya yang melakukan perselingkuhan," tandasnya.


AKP Handry pun menambahkan, tersangka RD diserahkan ke Jaksa bernama Natalia Ramma, S.H. "Dan atas perbuatannya, tersangka RD disangkakan Pasal 44 Ayat (1) Jo Pasal 5 Huruf "a" Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 dan terancam hukuman penjara maksimal lima tahun," pungkasnya.(*)


Penulis : Subhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages