Jayapura – Tokoh agama Provinsi Papua, Pastor Jhon Bunay dari Keuskupan Jayapura, menyampaikan pandangannya terkait wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke dalam struktur kementerian. Ia menilai Polri sebaiknya tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi.
Pastor Jhon mengatakan bahwa masyarakat Papua selama ini menjunjung tinggi kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pihak dalam mendukung berbagai program yang membawa manfaat bagi Tanah Papua.
“Kami di Papua selalu berkolaborasi dan bekerja sama dengan semua pihak untuk mendukung setiap program yang baik bagi Tanah Papua,” ucap Pastor Jhon saat ditemui di Kota Jayapura, Jumat (30/01/2026).
Terkait wacana perubahan kelembagaan Polri, Pastor Jhon menegaskan bahwa Presiden merupakan Panglima Tertinggi sebagaimana dipahami secara konstitusional. Menurutnya, Polri akan lebih optimal apabila tetap berada langsung di bawah Presiden dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Akan lebih baik jika Polri tetap berada di bawah Presiden, sehingga Presiden dapat melakukan monitoring secara langsung dan Polri bertanggung jawab langsung kepada Presiden dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Sebagai tokoh agama di Papua, Pastor Jhon menyatakan dukungannya agar sistem yang selama ini berjalan dengan baik tidak perlu diubah. Ia menilai perubahan struktur justru berpotensi mengaburkan fokus tugas utama Polri.
“Apa yang sudah baik dan berjalan dengan baik selama ini, biarlah tetap dilanjutkan. Jika masih ada hal yang perlu dibenahi, silakan diperbaiki tanpa harus mengubah dasar kelembagaannya,” ujarnya.
Pastor Jhon berharap pandangan yang disampaikannya tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan, demi menjaga stabilitas keamanan nasional dan pelayanan Polri kepada masyarakat.



