Jayapura – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan perairan serta melindungi sumber daya kelautan melalui patroli rutin, penegakan hukum, dan pendekatan humanis kepada masyarakat pesisir. Komitmen tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Polisi Menyapa bertema "Pengawasan dan Penegakan Hukum di Perairan Papua" yang diselenggarakan di LPP RRI Jayapura, Kamis (16/7).
Dialog menghadirkan Ps. Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Papua AKP Wilston Richard, Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Robby Wanggai, S.Pi., M.Eng, serta PS Panit SAR Binmas Airud Polda Papua Aipda Jafar Hehanussa sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Wilston Richard menjelaskan bahwa Ditpolairud Polda Papua secara konsisten melaksanakan patroli di wilayah pesisir maupun pulau-pulau kecil untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran hukum di laut.
"Patroli dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat pesisir, nelayan, maupun pengguna transportasi laut. Selain melakukan pengawasan terhadap tindak pidana seperti illegal fishing, penyelundupan, maupun aktivitas ilegal lainnya, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan pelayaran serta pentingnya menjaga kelestarian laut," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan patroli sehingga masyarakat dapat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Papua.
Sementara itu, Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Robby Wanggai, menekankan bahwa pengawasan sumber daya laut tidak hanya bertujuan melindungi potensi kelautan saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang telah dibentuk di delapan kabupaten/kota pesisir di Provinsi Papua.
Kelompok tersebut berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam memberikan informasi terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut, seperti penggunaan bahan peledak maupun alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Selain pemberdayaan masyarakat, pengawasan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama Ditpolairud Polda Papua, TNI Angkatan Laut, serta instansi teknis lainnya guna meningkatkan efektivitas patroli dan penegakan hukum di wilayah perairan.
Pada kesempatan yang sama, Aipda Jafar Hehanussa menjelaskan bahwa selain patroli rutin dan patroli penegakan hukum, Ditpolairud Polda Papua juga melaksanakan patroli dialogis melalui pendekatan door to door system kepada masyarakat pesisir.
"Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan bahan peledak maupun potasium dalam menangkap ikan karena dapat merusak ekosistem laut. Melalui kegiatan sambang serta sinergi dengan POKMASWAS, masyarakat diharapkan menjadi mitra Polri sebagai mata dan telinga dalam memberikan informasi apabila menemukan pelanggaran di wilayah perairan," jelasnya.
Melalui kegiatan dialog interaktif ini, Ditpolairud Polda Papua berharap semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perairan, mematuhi peraturan yang berlaku, serta melestarikan sumber daya kelautan sebagai aset penting bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Papua.


