OPINI | Pasuruan Kota - Jalan Raya Bukan Arena Adu Kecepatan, Balap liar masih menjadi persoalan yang kerap muncul di sejumlah wilayah. Bagi sebagian anak muda, aktivitas ini mungkin dianggap sebagai hiburan, ajang menunjukkan keberanian, atau sekadar mencari sensasi. Namun, jika dilihat lebih jauh, balap liar bukanlah bentuk kebebasan yang patut dibanggakan.
Jalan raya merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama. Ketika digunakan sebagai arena balapan, keselamatan bukan hanya menjadi taruhan bagi para pelaku, tetapi juga pengendara lain, pejalan kaki, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Yang lebih memprihatinkan, aksi balap liar sering dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan dan tanpa memperhitungkan kondisi jalan maupun lalu lintas. Satu kesalahan kecil dapat berujung pada kecelakaan serius dan meninggalkan penyesalan yang panjang.
Kecepatan bukan ukuran keberanian.
Keberanian justru terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan diri, menghormati pengguna jalan lain, serta memilih tempat yang aman dan legal untuk menyalurkan hobi otomotif.
Persoalan balap liar juga tidak cukup diselesaikan hanya dengan penindakan. Diperlukan peran bersama dari keluarga, sekolah, komunitas otomotif, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk menyediakan ruang positif bagi anak muda dalam menyalurkan energi dan kreativitasnya.
Jika ingin menguji kemampuan berkendara atau balapan, lakukan di sirkuit atau tempat yang memang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut, bukan di jalan umum.
Pada akhirnya, tidak ada kemenangan dalam balap liar jika keselamatan harus menjadi taruhannya.
Mari hentikan balap liar.
Jaga keselamatan.
Hormati pengguna jalan.
Karena jalan raya adalah milik bersama, bukan arena balapan.
Opini redaksi.


