20/09/26

Tokoh Agama Papua Pdt. MPA Maury Serukan Penghentian Kekerasan dan Kedepankan Dialog Damai

 



Opini, Papua - Pdt. MPA Maury dari Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Papua Provinsi Papua, mewakili tokoh-tokoh agama di Tanah Papua, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di sejumlah wilayah Papua, khususnya di Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.


Menurutnya, peristiwa kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sangat menyayat hati, terlebih korban merupakan masyarakat yang datang untuk bekerja, mencari kehidupan, maupun memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah pedalaman. Ia menegaskan bahwa para korban juga merupakan sesama manusia yang memiliki keluarga, saudara, serta hak untuk hidup dan bekerja dengan aman.


Sebagai tokoh agama, Pdt. MPA Maury menyampaikan penyesalan yang mendalam atas terjadinya tindakan kekerasan tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua, baik yang berada di wilayah pesisir, perkotaan, kepulauan maupun pedalaman, untuk menyadari bahwa semuanya merupakan bagian dari masyarakat Papua dan Indonesia yang hidup bersama di atas tanah yang diberikan Tuhan.


Ia juga mengimbau kepada pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan atau pemikiran terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar menyampaikan aspirasi melalui dialog dan cara-cara yang damai. Menurutnya, berbagai persoalan dan perbedaan pandangan seharusnya dapat dibicarakan bersama dengan pemerintah maupun pihak-pihak terkait, tanpa harus menggunakan kekerasan dan mengorbankan nyawa manusia.


“Bicaralah kepada bangsa ini, kepada para pemimpin, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri maupun seluruh pihak yang ada di Indonesia. Mari membuka diri dan membuka hati untuk berbicara bersama,” ujarnya.


Pdt. MPA Maury juga mengingatkan bahwa masyarakat yang datang dari daerah lain untuk bekerja dan membantu masyarakat Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Karena itu, keberadaan mereka tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan yang dapat menghilangkan nyawa.


Ia kembali menyoroti adanya korban lain dalam peristiwa kekerasan yang terjadi setelah kejadian sebelumnya di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, termasuk seorang sopir kendaraan dalam perjalanan menuju wilayah Intan Jaya. Menurutnya, setiap korban meninggalkan keluarga yang merasakan kehilangan dan duka yang mendalam.


Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan kehidupan yang damai. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki perasaan, keluarga dan orang-orang yang mencintainya, sehingga setiap tindakan yang merenggut nyawa seseorang juga meninggalkan luka bagi keluarga yang ditinggalkan.


Di akhir pesannya, Pdt. MPA Maury mengajak seluruh masyarakat Papua untuk berserah diri kepada Tuhan, menjaga kehidupan, serta bersama-sama membangun Tanah Papua dengan cara-cara yang damai.


“Marilah kita semua sadar bahwa Tuhan menyayangi kita semua. Dari ujung ke ujung Tanah Papua, saya berharap kita semua berserah diri kepada Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan bagi bangsa kita dan bagi Tanah Papua,” tuturnya.

Berselancar di samudera dunia maya