27/08/26

Lahan Gambut Menjadi Sasaran Utama Personel Gabungan Di Paser

 


Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot- Kebakaran Lahan Gambut terjadi lagi di sekitar Desa Jone Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, tepatnya dekat dengan SMKN 3 Tanah Grogot Jl. Pelopor. 


Titik api di Desa Jone tersebut menjadi lokasi berkumpulnya Personel Gabungan se Kabupaten Paser salah satunya Babinsa Jone anggota Koramil 0904-01/Tanah Grogot.


"Alhamdulilah Damkar beserta BPBD sudah monitor, kita padamkan api menggunakan alat seadanya. Sebelum mobil tanki datang" ujar Peltu Kharis.


Tidak berselang lama, sekitar 10 menit mobil BPBD datang sampai ke titik lokasi, 100 m dari titik api. 


Dengan koordinasi yang bagus personel BPBD Paser segera membuka kolam yang terbuat dari plastik, sedangkan anggota Kodim 0904/Paser, Brimob Kompi 2 dan persoenl BPBD sisanya segera menarik selang sejauh 120 m.


Alat pompa air air dinyalakan untuk menyemburkan air ketitik api yang membakar lahan gambut di Desa Jone tersebut. 


"Alhamdulillah api dapat dipadamkan dengan cepat. Namun proses pendinginan yang memakan waktu lama" ujar Babinsa Jone Peltu Kharis.


Dim 0904/Psr

PEMBUATAN JEMBATAN BETON TAHAP V TERUS BERLANJUT, KODIM 0910/MALINAU LIBATKAN TNI DAN MASYARAKAT

 



Malinau, Kamis, 26 Agustus 2026 — Kodim 0910/Malinau melaksanakan kegiatan pembangunan Jembatan Beton Tahap V pada sasaran ke-7 yang berlokasi di Jalan Tani Luso, Desa Sembuak Warot, tepatnya di Sungai Selukap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau.


Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan akses dan mobilitas masyarakat. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 6 meter dan lebar 5 meter, dengan penerima manfaat sekitar 200 jiwa.


Pada pelaksanaan kegiatan, sejumlah tahapan pekerjaan telah diselesaikan sesuai rencana, meliputi pembongkaran jembatan lama, pembersihan lokasi pembangunan, pembuatan atau penggalian box jembatan, serta pembuatan pengalihan aliran sungai sementara. Seluruh tahapan tersebut telah mencapai progres 100 persen.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan 9 personel TNI, 2 orang tukang, 1 orang Asnis Denzibang, 1 orang konsultan, serta 7 orang masyarakat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.


Kondisi Sungai Selukap memiliki lebar sekitar 5 meter dengan kedalaman air normal mencapai 3 meter. Sementara itu, tinggi muka air sungai terhadap tebing atau jalan berkisar 2 hingga 3 meter dalam kondisi normal dan dapat mencapai 3 hingga 4 meter saat terjadi banjir rob.


Pembangunan jembatan telah dimulai sejak 21 Juli 2026 dan dirancang memiliki tinggi sekitar 3 meter dari dasar sungai hingga top lantai, dengan daya dukung tonase sekitar 4 hingga 5 ton. Kondisi cuaca selama pelaksanaan kegiatan pada Kamis, 26 Agustus 2026, terpantau cerah pada pagi, siang, hingga sore hari, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.


Melalui pembangunan tersebut, Kodim 0910/Malinau terus berkomitmen mendukung peningkatan infrastruktur dasar di wilayah serta membantu membuka akses masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga.


Kegiatan pembangunan jembatan dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi, gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah sasaran.

26/08/26

Tim Gabungan Bergerak Cepat Kendalikan Karhutla di Labuan Amas Utara

  


BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda areal persawahan warga di Desa Parumahan, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Selasa (26/8/2026).


Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.30 WITA. Petugas gabungan dari Koramil 1002-08/LAU, Polsek LAU, PLN, BPBD HST, serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pantai Hambawang langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi.


Sedikitnya 24 personel terlibat dalam upaya pemadaman, terdiri atas dua personel Koramil 1002-08/LAU, dua personel Polsek, dua personel PLN, delapan personel BPK Pantai Hambawang dan 10 personel BPBD.


Petugas bersama relawan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil tangki milik BPK Pantai Hambawang untuk menjangkau titik-titik api yang tersebar di areal persawahan.


Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan, karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan kering,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.


“Jangan membakar lahan. Jika melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani bersama-sama dan tidak meluas,” katanya.


Sementara itu, api yang membakar lahan persawahan warga saat ini sudah dapat dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan pemantauan karena sejumlah titik api sebelumnya tersebar di tengah persawahan warga.


Petugas gabungan juga mengantisipasi munculnya kembali titik api guna memastikan seluruh areal yang terbakar benar-benar aman dan tidak menimbulkan kebakaran susulan.(pen1002hst).

‎Kodim 0903/Bulungan Terus Dorong Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Long Sam ‎

 


‎Bulungan - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda terus dikerjakan oleh Kodim 0903/Bulungan bersama masyarakat sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian dalam mendukung pembangunan serta peningkatan akses bagi warga di wilayah Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Rabu (26/08/2026).

‎Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui perakitan dan pemasangan rangka besi sebagai bagian dari struktur konstruksi jembatan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, setiap tahapan pekerjaan terus dilaksanakan secara maksimal.

‎Jembatan Perintis Garuda diharapkan nantinya dapat menjadi akses penghubung yang memudahkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga Desa Long Sam.

‎Melalui pembangunan ini, Kodim 0903/Bulungan menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terpantau, Babinsa Sembuak Warod Sambangi Toko Warga

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Dalam upaya memantau perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota, Pelda Sucipto, melaksanakan pengecekan harga sembako di Toko Sembako milik Ibu Maya, RT 04, Desa Sembuak Warod, Kabupaten Malinau, Rabu (26/8/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa untuk mengetahui secara langsung kondisi harga kebutuhan pokok di wilayah binaan sekaligus menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha dan masyarakat.


Dalam pengecekan tersebut, Pelda Sucipto memantau sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia di toko. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras Cap Boga Rasa sebesar Rp21.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per kilogram, kopi Kapten Rp13.000 per bungkus, dan teh Sariwangi Rp8.000 per kotak.


Sementara itu, minyak goreng Cap Selfie dijual dengan harga Rp28.000 per liter, telur Rp90.000 per piring, tepung terigu Rp16.000 per kilogram, dan mie goreng Rp4.000 per bungkus.


Untuk komoditas lainnya, garam dibanderol Rp5.000 per bungkus kecil dan Rp7.000 per bungkus besar. Sasa dijual dengan harga Rp5.000 per bungkus kecil dan Rp10.000 per bungkus besar, sedangkan gas elpiji Pink Indonesia ukuran 5 kilogram berada pada harga Rp150.000.


Pelda Sucipto menyampaikan bahwa pemantauan harga sembako dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi kebutuhan pokok secara langsung di lapangan.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Babinsa terhadap kondisi masyarakat. Dengan melakukan pengecekan secara langsung, kami dapat mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah binaan,” ujar Pelda Sucipto.


Selain melakukan pengecekan harga, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Babinsa untuk berkomunikasi dengan pemilik toko dan menyerap informasi terkait kondisi perdagangan serta kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota terus berupaya hadir di tengah masyarakat, menjaga komunikasi dengan warga, serta turut memantau perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di wilayah binaan demi terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif.

25/08/26

Gotong Royong Bersihkan Irigasi, Babinsa Nogosari Bantu Lancarkan Pengairan Pertanian

 



Lumajang – Upaya menjaga kelancaran sistem pengairan pertanian terus dilakukan bersama masyarakat. Babinsa Nogosari Koramil 0821-16/Rowokangkung Sertu Agus Setiawan turut mendampingi kegiatan kerja bakti normalisasi dan pembersihan saluran irigasi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya, Dusun Persil Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama para petani dengan sasaran membersihkan saluran dari rumput liar, lumpur, sampah, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air. Normalisasi dilakukan agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi secara optimal dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.


Saat dikonfirmasi Sertu Agus Setiawan mengatakan, pendampingan kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kebersihan dan kondisi saluran irigasi perlu dijaga secara rutin agar distribusi air menuju lahan pertanian tetap lancar dan merata.


“Saluran irigasi merupakan bagian penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Dengan dilakukan pembersihan dan normalisasi secara bersama-sama, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan pengairan tanaman dapat terpenuhi dengan baik,” ujar dia.


Selain mendukung kelancaran pengairan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara Babinsa dan para petani. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan dapat terus dipertahankan, khususnya dalam menjaga fasilitas pertanian yang menjadi kepentingan bersama.


Sementara itu, Ketua Poktan Harapan Jaya, Ronni, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran irigasi sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air menuju lahan pertanian. Menurutnya, endapan lumpur, rumput liar, dan berbagai material yang menumpuk di saluran dapat menghambat distribusi air apabila tidak segera dibersihkan.


“Normalisasi ini sangat membantu karena saluran yang sebelumnya banyak ditumbuhi rumput dan terdapat endapan lumpur kini menjadi lebih bersih dan aliran air diharapkan kembali lancar. Dengan saluran yang terawat, pembagian air ke lahan petani bisa lebih optimal dan risiko terjadinya penyumbatan maupun genangan dapat diminimalkan,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan saluran irigasi semakin meningkat. Dengan pengairan yang lancar dan semangat gotong royong yang terus terjaga, sektor pertanian di wilayah Nogosari diharapkan mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan para petani. (Pendim0821)

Harapan Baru Petani Klampokarum, Babinsa Klampokarum Monitoring Pengeboran Sumur untuk Irigasi

 



Lumajang – Dalam rangka mendukung kelancaran sektor pertanian dan ketersediaan air bagi lahan pertanian, Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung Serka Wawan Efendi melaksanakan pendampingan monitoring pengeboran sumur untuk irigasi lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Harapan Makmur I, Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).


Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam upaya menyediakan sumber air yang dapat menunjang kegiatan pertanian. Pengeboran sumur diharapkan mampu memberikan tambahan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan, terutama dalam mendukung keberlangsungan budidaya tanaman yang dilakukan para anggota kelompok tani.


Dalam kegiatan tersebut, Serka Wawan Efendi melakukan monitoring secara langsung terhadap proses pengeboran, sekaligus berkoordinasi dengan petani dan pihak terkait untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kehadiran Babinsa juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya.


Serka Wawan Efendi menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk dukungan Babinsa dalam membantu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan pertanian, sehingga pembangunan sumber air untuk irigasi perlu mendapat perhatian bersama.


“Kami terus berupaya mendampingi dan memantau kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan petani. Dengan adanya sumber air untuk irigasi, diharapkan kebutuhan pengairan lahan dapat lebih terjamin sehingga kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan secara optimal,” ungkap dia.


Sementara itu, Ketua Poktan Harapan Makmur I, Mistu, menyampaikan bahwa pengeboran sumur untuk irigasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan usaha pertanian para anggota kelompok. Menurutnya, keberadaan sumber air yang memadai akan membantu petani menjaga ketersediaan pengairan lahan, sehingga tidak terlalu bergantung pada kondisi musim maupun sumber air lainnya.


“Kami berharap sumur ini nantinya bisa menjadi sumber pengairan yang bermanfaat dalam jangka panjang. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani dapat lebih mudah mengatur pola tanam, menjaga produktivitas lahan, dan meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Tentunya ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian keluarga,” pungkasnya.


Melalui pendampingan tersebut, diharapkan ketersediaan sumber air untuk pertanian di wilayah Klampokarum semakin baik, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah. (Pendim0821)

Babinsa Saing Prupuk Bersama Stakehoulder Berjibaku Padamkan Api

 



Kodim 0904/Paser, Batu Engau - Terkait titik api yang timbul diarea Hutan Lati Petangis Desa Saing Prupuk, Babinsa bersama Instansi terkait turun kelapangan padamkan api yang membakar lahan kosong. Selasa (25/8/2026)


Serka Supriyanto bersama personel Damkar Kecamatan Batu Engau, Damkar Tahura Lati Petangis dan Masyarakat Peduli Api Batu Engau membawa 4 unit mobil tanki berisi penuh air ke titik api.


Ditengah cuaca panas terik Serka Supriyanto bersama personel gabungan menarik selang mobil Damkar sepanjang 120 meter untuk mencapai ke titik api.


"Sebelum api sempat menyebar ke Hutan Lindung kita bergotong royong padamkan jalur api" ujar Babinsa Saing Prupuk Serka Supriyanto.


Tidak hanya itu personel UPDT Tahuran Lati Petangis juga ikut membantu menggunakan alat seadanya untuk memutus jalur api yang akan membakar Hutan Lindung. 


Dengan alat yang memadai ,TNI bersama personel Gabungan dapat memadamkan jalur api selama 2 jam penuh berjibaku dengan api yang telah membakar tumbuhan kering di area Tahura Lati Petangis.


"Alhmdulillah api dapat kita padamkan dan tidak memakan korban jiwa dan Eksekusi api berjalan selama kurang lebih 2 jam" Babinsa menambahkan.


Dim 0904/Psr