Malang – Korem 083/Baladhika Jaya bersama Pusat Siber dan Sandi TNI Angkatan Darat (Pussiberad) memperkuat sistem pertahanan digital satuan melalui kegiatan Taklimat Awal Vulnerability Assessment (VA) dan Kampanye Informasi TA 2026 di Makorem 083/Bdj, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menghadapi ancaman siber dan perang generasi kelima (5th Generation Warfare/5GW) yang kini semakin nyata.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M. mewakili Danrem 083/Bdj, serta dipimpin langsung Ketua Tim Asesmen Pussiberad Kolonel Cke Triyadi Sujatmiko, S.Sos., M.Tr.(Han). Turut hadir para Kasi Korem dan Perwira Staf jajaran Korem 083/Bdj.
Dalam sambutan Danrem 083/Bdj yang dibacakan Kasrem, ditegaskan bahwa ancaman modern kini tidak hanya menyerang kekuatan fisik, tetapi juga menyasar sistem informasi, jaringan komunikasi, dan ruang digital. Karena itu, pengamanan data serta sistem informasi satuan menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pokok dan stabilitas wilayah.
Danrem juga menekankan bahwa kegiatan Vulnerability Assessment bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah deteksi dini guna mengetahui potensi kerawanan sistem. Korem 083/Bdj berkomitmen mendukung penuh proses asesmen dengan membuka transparansi data perangkat keras, perangkat lunak, maupun jaringan yang digunakan satuan.
Selain pemeriksaan sistem digital, kegiatan ini juga diisi Kampanye Informasi bagi prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Edukasi difokuskan pada pentingnya bijak bermedia sosial, perlindungan data pribadi dan keluarga, serta pencegahan penipuan siber (cyber fraud).
Korem 083/Bdj menilai peningkatan literasi digital personel menjadi hal penting karena faktor manusia sering menjadi celah utama dalam ancaman keamanan siber. Dengan pemahaman yang baik, seluruh personel diharapkan mampu lebih waspada dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital.
Melalui sinergi bersama Pussiberad, Korem 083/Bdj berharap terbangun sistem pertahanan siber yang semakin kuat, adaptif, dan profesional guna mendukung keamanan informasi serta menjaga kedaulatan NKRI di era digital. (*)


