18/05/26

Polda Papua Gelar CAT Akademik Seleksi Penerimaan Bintara Polri T.A. 2026, Junjung Transparansi dan Profesionalisme

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui Biro SDM Polda Papua kembali melaksanakan tahapan seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menggelar Computer Assisted Test (CAT) Akademik, Senin (18/05/2026).


Pelaksanaan ujian berlangsung serentak di sejumlah lokasi di Kota Jayapura, yakni di IAIN Fattahul Muluk Papua, IPDN Kampus Papua, SMK Bahasa dan Sastra, SMKN 8 Jayapura, SMAN 1 Jayapura, SMKN 2 Jayapura, SMK YPKP Diaspora, Universitas 10 November, SMK Hikmah Yapis, dan SMK Pariwisata.


Sebanyak 1.194 peserta mengikuti CAT Akademik yang pada pelaksanaannya menguji mata pelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi.


Tahapan kegiatan diawali dengan apel peserta, dilanjutkan pengecekan kehadiran, verifikasi identitas menggunakan KTP dan sistem pengenalan wajah (face matching), serta pemeriksaan kesiapan peserta oleh Bid Propam Polda Papua sebelum memasuki ruang ujian.


Seluruh proses seleksi diawasi langsung oleh panitia dari Biro SDM Polda Papua bersama pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Papua guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan terbuka untuk seluruh peserta tanpa dipungut biaya.


“Polda Papua berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dengan memanfaatkan sistem CAT sehingga hasil ujian dapat diketahui secara langsung dan meminimalisasi potensi kecurangan,” ucap Kabid Humas.


Kombes Cahyo juga mengingatkan kepada seluruh peserta maupun orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.


“Keberhasilan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil kerja keras masing-masing," ungkapnya.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta dengan meminta sejumlah uang, karena seluruh proses seleksi Polri dilaksanakan secara terbuka dan diawasi ketat,” imbuhnya.


Menurutnya, seleksi yang berkualitas menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.


Berselancar di samudera dunia maya