Jayapura – Polda Papua menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Rasaka Cartenz 2026 Minggu ke-12 bersama seluruh jajaran melalui Zoom Meeting yang berlangsung di Posko Operasi Rasaka Cartenz Polda Papua, Kamis (04/06).
Kegiatan dipimpin oleh Dirpamobvit Polda Papua selaku Karendalops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Dede Alamsyah, S.I.K., M.Si., dan dihadiri Kabid Humas Polda Papua selaku Kaops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabid Dokkes Polda Papua selaku Wakaopsda Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H., para Kasatgas Operasi Rasaka Cartenz, Kabag Ops Polres jajaran, serta personel yang terlibat dalam operasi.
Dalam arahannya, Karendalops Operasi Rasaka Cartenz Kombes Pol. Dede Alamsyah menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan kewaspadaan seluruh jajaran terhadap berbagai dinamika keamanan yang berkembang di wilayah Papua.
Ia menyampaikan bahwa situasi kamtibmas secara umum masih dalam kondisi aman dan kondusif. Namun demikian, sejumlah perkembangan seperti eksodus masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang, aktivitas pertambangan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, serta peristiwa ledakan yang diduga berasal dari amunisi sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor harus menjadi perhatian bersama.
“Setiap kejadian yang terjadi harus menjadi pembelajaran bagi seluruh personel. Kita harus mampu merespons setiap potensi gangguan dengan cepat melalui langkah-langkah pencegahan, koordinasi yang baik, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan korban,” tegasnya.
Selain itu, Karendalops juga mengingatkan pentingnya dukungan Polri terhadap berbagai program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional. Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut memerlukan dukungan pengamanan dan pengawasan yang optimal dari seluruh jajaran kepolisian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua selaku Kaops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz kini telah memasuki minggu ke-12 sehingga seluruh satuan tugas diminta segera melakukan evaluasi terhadap capaian kegiatan yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, seluruh kegiatan harus terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik guna memastikan setiap target operasi dapat tercapai secara maksimal hingga akhir pelaksanaan operasi.
“Operasi Rasaka Cartenz merupakan kebijakan khusus Kapolda Papua yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Melalui operasi ini, Polri hadir untuk membangun kedekatan, memberikan pelayanan, edukasi, serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Papua,” ujar Kombes Pol. Cahyo.
Ia menjelaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz menjadi pelengkap dari Operasi Damai Cartenz yang berfokus pada aspek penegakan hukum. Sementara Operasi Rasaka Cartenz lebih menitikberatkan pada pendekatan sosial melalui kegiatan pembinaan masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Memasuki bulan Juni menjelang Hari Bhayangkara ke-80 dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kaops juga meminta seluruh jajaran untuk mengoptimalkan pelaksanaan program SI-IPAR dengan memperkuat nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Dokumentasi dan publikasi kegiatan harus mampu menunjukkan semangat nasionalisme serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ini menjadi bagian penting dari keberhasilan operasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasatgas Keladi Sagu AKBP Heru Hidayanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama pelaksanaan operasi.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat terhadap masyarakat penerima layanan kesehatan serta perlunya tindak lanjut atau monitoring pasca-pengobatan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien dan efektivitas pelayanan yang diberikan.
“Pelayanan kesehatan tidak berhenti pada saat pengobatan dilakukan. Perlu ada pemantauan lanjutan sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” jelas AKBP Heru.
Sementara itu, Kasatgas Matoa Kompol Nurjannah menyoroti pentingnya optimalisasi program influencer binaan sebagai salah satu indikator keberhasilan Operasi Rasaka Cartenz di bidang komunikasi publik.
Menurutnya, masih terdapat beberapa wilayah yang perlu meningkatkan capaian output kegiatan influencer, baik dalam bentuk produksi konten, publikasi, maupun edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.
“Para influencer yang telah dibina dan difasilitasi harus mampu menghasilkan karya dan konten yang bermanfaat serta mendukung penyebaran informasi positif tentang kegiatan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kompol Nurjannah juga mengajak seluruh influencer binaan untuk berpartisipasi dalam lomba video kreatif yang akan digelar Bidang Humas Polda Papua dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara.
Pada sesi berikutnya, Kasatgas Koteka AKBP Tofan Irdianto mengingatkan seluruh jajaran agar terus memaksimalkan program pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan humanis yang menjadi ciri khas Operasi Rasaka Cartenz.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Melalui kegiatan analisa dan evaluasi ini, Polda Papua berharap seluruh target Operasi Rasaka Cartenz 2026 dapat tercapai secara optimal, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan, administrasi, maupun dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


