Jayapura – Polda Papua melalui Bidang Humas Polda Papua kembali menggelar dialog interaktif "Polisi Menyapa" bersama LPP RRI Jayapura, Kamis (04/06).
Mengangkat tema “Tertib Berlalu Lintas Menuju Kabupaten Keerom yang Aman dan Lancar di Jalan Raya”, kegiatan ini menghadirkan Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru dan Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah sebagai narasumber.
Dialog yang dipandu oleh presenter Mas Naldi tersebut membahas berbagai persoalan lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom, mulai dari titik rawan kecelakaan, upaya pencegahan kecelakaan, penanganan kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), hingga peran masyarakat dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.
Dalam pemaparannya, Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru menjelaskan bahwa hingga saat ini arus lalu lintas di Kabupaten Keerom masih terpantau lancar dan belum terdapat titik kemacetan yang signifikan. Namun demikian, terdapat sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi.
Menurutnya, beberapa titik tersebut antara lain berada di kawasan Pertigaan dan Jembatan Kampung Yowo, depan Terminal Arso, ruas Jalan Trans Papua antara Arso Swakarsa dan Arso 2, Pertigaan Arso 2, Jalan Garuda Arso 2, jalan menuju Kampung Rukwana, hingga Kilometer 212 Kampung Senggi.
Selain itu, pada musim hujan sejumlah wilayah di Distrik Senggi dan Distrik Waris juga berpotensi mengalami longsor yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Ia menambahkan, kondisi geografis dan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat risiko kecelakaan di wilayah tersebut.
“Selain kondisi jalan yang bergelombang, minimnya penerangan jalan, serta karakteristik jalur Trans Papua yang melewati kawasan hutan dan permukiman yang berjauhan, faktor perilaku pengendara juga masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Iptu Vany.
Sementara itu, Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami lebih mengutamakan pendekatan humanis melalui teguran dan edukasi kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memperhatikan keselamatan selama berkendara,” ujarnya.
Dialog interaktif tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pendengar dari Kabupaten Keerom menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan publik yang diberikan Satlantas Polres Keerom, mulai dari pelayanan SIM, STNK, Samsat hingga pengaturan lalu lintas yang dinilai membantu menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan.
Selain menerima apresiasi, narasumber juga menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait kendaraan bermuatan berlebih atau over loading. Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom menjelaskan bahwa kendaraan ODOL masih menjadi persoalan nasional yang memerlukan penanganan bersama.
Meski saat ini belum dilakukan penindakan secara khusus sesuai kebijakan yang berlaku, Satlantas Polres Keerom tetap melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi memiliki potensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami terus melakukan patroli dan memberikan edukasi kepada para pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan razia dan pemeriksaan kendaraan guna mencegah masuknya barang-barang berbahaya maupun minuman keras melalui jalur transportasi darat yang melintasi Kabupaten Keerom.
Menjelang akhir dialog, Aiptu Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran kepolisian.
Sebagai penutup, kedua narasumber mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga disiplin saat berkendara. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran masing-masing pengguna jalan,” tutup Iptu Vany.


