Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

13/10/25

Polda Papua Gelar Rekonsiliasi Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan 2025


Jayapura – Dalam rangka memastikan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas penyusunan laporan keuangan tahun anggaran 2025, Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Papua melaksanakan kegiatan Rekonsiliasi dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Polda Papua dan Polda Papua Tengah, yang berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua pada, Senin (13/10/25).


Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Keu Polda Papua, Kombes Pol. Irawan Banuaji, S.I.K., M.Si., didampingi oleh Kasubbid Bia Apk, AKBP Agus Hariadi, S.Sos., M.M., Kasubbid Dalverif, Pembina Rahmawati, S.E., M.M., Kasubbag Renmin, Penata I Astutik, S.E., serta Kaur Apk, Pembina Heri Pamuji Wibowo, S.E. Turut hadir pula para peserta dari seluruh Satker jajaran Polda Papua dan Polda Papua Tengah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir, pembukaan, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Keuangan Polri sebagai bentuk semangat pengabdian dalam pengelolaan keuangan negara di tubuh Polri.


Dalam sambutannya, Kabid Keu Polda Papua Kombes Pol. Irawan Banuaji, S.I.K., M.Si. menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas di bidang keuangan.


“Rekan-rekan yang bekerja di bidang keuangan harus menjaga integritasnya, karena di tangan kita nasib satker sangat berpengaruh. Setiap data dan laporan yang kita buat akan berdampak langsung pada akuntabilitas satuan kerja,” tegasnya.


Beliau juga mengingatkan agar setiap satuan kerja memperhatikan penyerapan anggaran hibah perubahan yang telah diberikan.


“Oktober ini beberapa satker menerima hibah dari anggaran perubahan. Tolong dicek dengan baik penyerapannya agar sesuai waktu, sehingga di tahun depan kita tidak disibukkan dengan hal-hal serupa,” ujar Kombes Irawan.


Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan ketentuan pelaksanaan rekonsiliasi oleh Pembina Heri Pamuji Wibowo, S.E., serta kegiatan pencocokan data laporan manual, rekening, dan aplikasi oleh para peserta.


Acara berlangsung dengan penuh antusias dan partisipatif, di mana para peserta melakukan pencocokan data serta penyusunan laporan keuangan bersama tim dari Bidkeu Polda Papua hingga sore hari.


Tarian Adat Dayak Tahol Semarakkan Irau Malinau, Dandim 0910 Hadir Bersama Masyarakat


MALINAU, Kalimantan Utara – Suasana meriah mewarnai Festival Budaya Adat Dayak Tahol dalam rangka Irau Ke-11 Kabupaten Malinau, Senin (13/10/2025). Bertempat di Padan Liu Burung, Jl. Pusat Pemerintahan Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, atraksi tarian khas Dayak Tahol yang penuh semangat dan sarat makna berhasil memikat ribuan penonton.


Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P. turut hadir bersama jajaran Forkopimda dan tokoh adat, menyaksikan langsung penampilan para penari yang membawa pesan persatuan dan kearifan lokal.


Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi panggung utama untuk ikut merayakan pesta rakyat tahunan tersebut. Suara gong, tabuhan musik tradisional, dan gerakan lincah para penari membuat suasana semakin hidup.


Dandim 0910/Malinau mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga tradisi. “Irau bukan sekadar pesta rakyat, tapi juga wujud persatuan. Kita semua bangga memiliki kekayaan budaya yang harus terus kita lestarikan bersama,” ujarnya.


Selain tarian adat, rangkaian Irau juga dimeriahkan pawai budaya, penampilan musik tradisional, hingga aneka kuliner khas Malinau yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.


Festival Irau Ke-11 ini kembali menegaskan Kabupaten Malinau sebagai daerah yang kaya akan tradisi, di mana budaya Dayak Tahol menjadi salah satu perekat kebersamaan dan identitas masyarakatnya.


(Pendim 0910/Malinau)

Polres Merauke Laksanakan Patroli dan Beri Himbauan Kamtibmas di Sejumlah Titik Kota


Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel Satuan Samapta Polres Merauke melaksanakan kegiatan patroli dan sambang masyarakat di beberapa titik strategis di wilayah Kota Merauke, Minggu (12/10).


Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh IPTU Marthen Luther, S.Sos. selaku Pawas, dengan menyambangi tiga lokasi berbeda, yakni Jalan Biak, Jalan Kuda Mati, dan Jalan Veteran.


Patroli tersebut bertujuan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan dialog dengan warga sekitar, memberikan imbauan kamtibmas, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.


“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman. Diharapkan masyarakat dapat terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan,”ujarnya.


Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di seluruh titik patroli terpantau aman, tertib, dan terkendali. Warga juga menyambut baik kehadiran petugas dan mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan oleh pihak kepolisian.


Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya rutin Polres Merauke dalam menjaga stabilitas kamtibmas, mencegah potensi gangguan keamanan, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


“Kegiatan patroli seperti ini akan terus kami tingkatkan, terutama di titik-titik yang dinilai rawan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ucapnya.


Dengan kegiatan patroli yang rutin dan berkesinambungan, Polres Merauke menegaskan komitmennya untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Papua Selatan.

Patroli Cipkon Polres Merauke Pastikan Situasi Kondusif di Malam Akhir Pekan


Jayapura – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polres Merauke melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) Regu VI pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, (11/10) sampai (12/10).


Kegiatan patroli yang berlangsung dari pukul 23.00 WIT hingga 06.00 WIT di wilayah Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan ini dipimpin oleh AKP I Wayan Sudarsana, S.Sos. (Kasikum Polres Merauke), dengan melibatkan 45 personel gabungan Polres Merauke.


Patroli Cipkon dilaksanakan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya di malam akhir pekan, dengan fokus pada pencegahan potensi gangguan keamanan dan tindak pidana jalanan.


Dalam arahannya, AKP I Wayan Sudarsana menegaskan pentingnya profesionalisme, solidaritas, serta kewaspadaan personel selama pelaksanaan patroli.


“Saya tekankan kepada seluruh anggota agar selalu menjaga sikap, tutur kata, serta mengedepankan keselamatan dalam setiap tindakan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kompak, dan tetap humanis dalam memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujar AKP I Wayan.


Usai apel, tim bergerak menyusuri sejumlah rute strategis dan titik rawan di wilayah hukum Polres Merauke, meliputi Jalan Brawijaya, Jalan Pemuda, Jalan Sultan Syahrir, hingga Pos Kuda Mati. Personel melakukan patroli dialogis serta sambang ke beberapa lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.


Sekitar pukul 01.20 WIT, tim patroli merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya tindakan pengancaman oleh sekelompok orang di Jalan Jati Jati, depan Stadion Katalpal.

Petugas segera tiba di lokasi, melakukan pengamanan area, dan mendukung piket SPKT dalam menangani laporan tersebut sehingga situasi kembali kondusif.


Tidak lama berselang, tim kembali menunjukkan kesigapan dengan mengamankan seorang pemuda yang diduga melakukan pengerusakan terhadap mobil PLN di Jalan Pemuda. Dari tangan pelaku, petugas menyita sebilah parang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sebagai barang bukti.


AKP I Wayan Sudarsana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Merauke dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan.


“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli Cipkon untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Selatan Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan profesional personel Polres Merauke. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan.


“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor ke kepolisian apabila mengetahui atau melihat adanya tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Sinergi antara masyarakat dan Polri adalah kunci menjaga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.


Dengan pelaksanaan Patroli Cipkon Regu VI ini, Polres Merauke menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman di wilayah Papua Selatan.


TMMD Kodim 0818 Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Bangun Semangat Warga

 


MALANG - Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, bersama masyarakat, menggelar acara tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pengaspalan jalan,Dusun Krajan 1B Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.


Acara tasyakuran ini menjadi simbol kebersamaan dan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur desa melalui program TMMD Ke-126. Pengaspalan jalan sepanjang 500 Meter yang sebelumnya rusak parah kini telah selesai, membuka akses penting bagi aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendukung mobilitas ekonomi desa.


Letkol Czi Bayu Nugroho dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Desa Lebakharjo atas dukungan dan partisipasi aktif selama pelaksanaan TMMD. “Tanpa gotong royong dan semangat kebersamaan warga, pembangunan ini tidak akan berjalan lancar. Jalan ini adalah milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat demi kemajuan desa,” ujarnya.


Tasyakuran berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Warga menyambut antusias kehadiran Satgas TMMD dan turut mendoakan agar program serupa terus berlanjut di wilayah lain yang membutuhkan.

TMMD Ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan, tetapi juga program non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan bela negara, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


Melalui TMMD, sinergi TNI dan rakyat terus diperkuat dalam rangka percepatan pembangunan wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar, demi terciptanya Indonesia yang lebih maju dan mandiri. (*)

12/10/25

Guru Jadi Korban, Tokoh Agama Papua Kecam Tegas Tindakan KKB


Tokoh Agama Provinsi Papua, Pdt. Petrus Bonyadon, M.Th., mengecam aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kab. Yahukimo Papua Pegunungan. Yang mengakibatkan seorang Guru asal papua meningal dunia.


"Saya sebagai tokoh agama mengecam tindakan KKB di Kab. Yahukimo yang tidak berperikemanusiaan hingga menewaskan seorang guru asal papua sendiri," ucap Pdt. Bonyadone.


Pihaknya meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Sebagai negara hukum, para pelaku penembakan harus segera ditangkap dan diproses dengan sanksi setimpal.


"Siapa yang melakukan tindakan ini agar diproses secara hukum sehingga hukum di negeri ini bisa ditegakkan," tegasnya.


Bonyadone pun berharap pemerintah menjadikan kasus penyerangan KKB ini sebagai agenda prioritas untuk diselesaikan. Pemerintah disebut wajib memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat di tanah Papua.


"Mari kita duduk bersama memikirkan hal ini, dan menemukan solusi yang tepat agar terlahir kenyamanan, keamanan yang abadi di Tanah Papua. Saya yakin tokoh-tokoh sudah melakukan itu dengan kemampuan dan kapasitasnya," jelas Bonyadone.


Tokoh agama turut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh hoaks yang dapat mengacaukan kondisi di Tanah Papua. Warga diminta dapat menyaring berita yang masuk melalui media sosial.


"Saya harap kejadian di Kabupaten Yahukimi ini yang membuat tenaga pendidik/guru meninggal dunia menjadi yang terakhir. Jangan lagi masyarakat kecil yang mencari nafkah di Tanah Papua ini menjadi korban sia-sia. Nilai-nilai kemanusiaan adalah hal yang paling penting jangan ada lagi kekerasan kepada masyarakat," imbuhnya.


Bonyadone mengungkapkan rasa duka dan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia menegaskan, semua tokoh agama dan pemuda berharap kondisi di tanah Papua segera kondusif dan damai.


"Keamanan adalah di atas segala-galanya, kalau tidak aman tentu kita tidak bisa beraktivitas dengan maksimal, tidak bisa berkantor, beribadah juga tidak bisa berusaha. Ini adalah sesuai yang sangat penting dan perlu untuk bersama-sama keamanan di Tanah Papua," tutup Bonyadone.

Belajar dari Tragedi Ibu Guru Melani Wamea di Yahukimo


Yahukimo, Papua Pegunungan — Tragedi yang menimpa seorang guru perempuan, Melani Wamea, di Kabupaten Yahukimo kembali mengguncang nurani publik. Aksi kejam yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini menambah daftar panjang korban dari kalangan tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah pedalaman Papua.


Peristiwa ini sekaligus memunculkan gelombang opini di ruang publik. Banyak pihak menilai bahwa narasi “Papua tidak butuh militer, tapi butuh guru dan tenaga medis” yang kerap didengungkan oleh sebagian aktivis kini patut dipertanyakan kembali.


Sejumlah pengamat keamanan menilai tragedi ini sebagai bukti nyata betapa kompleksnya situasi keamanan di Papua. “Jika guru dan tenaga medis yang datang dengan niat tulus membantu justru menjadi sasaran kekerasan, maka negara perlu meninjau ulang strategi perlindungan di wilayah rawan tersebut,” ujar salah satu pengamat sosial di Jayapura.


Di sisi lain, masyarakat menyoroti diamnya sebagian aktivis dan kelompok sipil yang selama ini lantang menolak kehadiran aparat di Papua. “Ketika aparat bertindak, mereka teriak pelanggaran HAM. Tapi ketika guru dan nakes dibantai, mereka diam,” ungkap seorang tokoh pendidikan Papua yang enggan disebut namanya.


Tragedi ini juga memantik seruan agar pemerintah lebih bijak dalam menempatkan tenaga sipil di wilayah rawan. Sebagian masyarakat bahkan menyarankan agar para mahasiswa dan aktivis yang kerap menyerukan “Papua damai tanpa militer” turut turun langsung ke lapangan untuk berkontribusi nyata dalam pendidikan di daerah asal mereka.


Pada akhirnya, peristiwa yang menimpa almarhumah Melani Wamea menjadi cermin getir bahwa niat baik tidak selalu diterima dengan damai di tanah yang masih bergolak. Keamanan, pendidikan, dan kemanusiaan tidak bisa berdiri sendiri — semuanya membutuhkan sinergi yang realistis, bukan sekadar slogan.