Lumajang – Kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang dengan memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Senin (2/11/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB tersebut disambut Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait. Dalam kesempatan itu, Gubernur bersilaturahmi dengan keluarga korban sekaligus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), akibat bencana tanah longsor pada 31 Oktober 2026.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemulihan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan uang duka sebesar Rp20 juta, 75 sak semen, 5.000 buah bata merah, 1.500 buah genteng, 60 batang kayu balok, serta lima paket sembako. Sementara Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan uang duka sebesar Rp5 juta dan tiga paket sembako. Bantuan material tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan rumah korban yang mengalami kerusakan berat.
Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa perubahan cuaca perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan berakhir pada akhir November dan memasuki musim penghujan pada awal Desember 2026. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena peningkatan curah hujan dapat memicu bencana longsor di sejumlah wilayah. Gubernur juga menyampaikan doa agar kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Sementara itu, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan peninjauan DAS Curah Kobokan, Desa Supiturang, pascabanjir lahar dingin Semeru yang terjadi sekitar pukul 00.14 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi masyarakat pascakejadian dalam keadaan aman. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Lumajang cukup tinggi. Pemkab Lumajang juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi mulai 2 November 2026 hingga 30 Januari 2027.
Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa Kodim 0821/Lumajang siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait dalam membantu penanganan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana. Melalui jajaran Babinsa, pemantauan kondisi wilayah dan komunikasi dengan perangkat desa serta masyarakat terus diperkuat guna mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan tanda-tanda potensi bencana.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian Forkopimda terhadap perkembangan kondisi Gunung Semeru. Sebelumnya, rombongan Bupati bersama Ketua DPRD dan Dandim 0821/Lumajang meninjau DAS Curah Kobokan serta menerima paparan perkembangan proyek Vulkanik Disaster Risk Reduction Sector Project (VDRRSLP) dari Kepala BBWS Provinsi Jawa Timur. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi aliran sungai sekaligus memastikan upaya pengendalian aliran lahar berjalan sesuai perencanaan.
Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya mitigasi serta penanganan bencana di Kabupaten Lumajang. Kehadiran Dandim bersama Forkopimda dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mengutamakan keselamatan warga di tengah ancaman bencana. (Pendim0821).


