31/10/25

Marah pada Api, Lupa pada Pemburu: Seruan Hormes untuk Menyelamatkan Cenderawasih di Tanah Papua


Jayapura —* Pemusnahan sejumlah mahkota dan opsetan burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menuai beragam reaksi masyarakat. Namun di tengah perdebatan itu, seorang anak muda Papua, Hormes, justru mengingatkan publik agar tidak hanya marah pada tindakan pemusnahan benda mati, tetapi juga pada pembunuhan Cenderawasih hidup di hutan-hutan Papua.


Dalam video yang diunggah di media sosial, Hormes, seorang fotografer dan videografer alam asal Papua menegaskan bahwa fokus utama seharusnya adalah menjaga burung Cenderawasih yang masih hidup, bukan menyesali pembakaran opsetan yang sudah mati.


“Yang lebih menyayat hati itu ketika Cenderawasih ditembak mati di hutan, dijerat, dibawa dan diperdagangkan. Itu awal penderitaannya,” kata Hormes.


Ia menuturkan, hampir setiap pagi dirinya masuk ke hutan untuk memantau kondisi Cenderawasih di habitat aslinya. Aktivitas itu telah menjadi rutinitas pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa endemik yang dijuluki “burung surga” tersebut.


Hormes juga menegaskan bahwa tanggung jawab melindungi Cenderawasih tidak hanya berada di pundak pemerintah atau lembaga konservasi, melainkan juga seluruh masyarakat Papua.


“Menjaga Cenderawasih bukan hanya tanggung jawab BBKSDA. Itu tanggung jawab kita semua, anak-anak Papua. Kita harus jaga yang masih hidup, bukan yang sudah mati,” ujarnya.


Menurut Hormes, banyak masyarakat yang masih menggunakan bulu atau tubuh Cenderawasih sebagai bagian dari atribut budaya, seperti mahkota atau hiasan kepala. Ia mengajak agar kebanggaan budaya itu tidak dijadikan alasan untuk membiarkan pembunuhan satwa dilindungi terus terjadi.


“Jangan kita bungkus pembunuhan Cenderawasih dengan alasan budaya. Kita bisa tetap menjaga budaya tanpa harus mengorbankan kehidupan burung surga ini,” katanya menegaskan.


Hormes juga menyinggung pandangan beberapa tokoh publik Papua yang, menurutnya, terlalu menyoroti aspek budaya tanpa membahas kekayaan ekologi dan keanekaragaman hayati Papua. Ia berharap para pemimpin dan tokoh masyarakat turut bersuara lantang dalam upaya perlindungan satwa langka.


Sebagai penutup, Hormes menyerukan agar masyarakat Papua berhenti memperdebatkan pemusnahan benda mati dan mulai fokus melindungi kehidupan di alam.


“Kita marah karena Cenderawasih mati dibakar, tapi diam ketika Cenderawasih hidup diburuh. Mari kita jaga yang masih terbang di hutan sana,” tutupnya dengan penuh haru.

Polres Pasuruan Kota Bersama Pertamina dan Disperindag Gelar Sidak SPBU.


Polresta Pasuruan - Dalam rangka memastikan kualitas dan kuantitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan kepada masyarakat, Polres Pasuruan Kota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota dan kabupaten dengan disaksikan pertamina menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Jumat (31/10/2025).


Kegiatan sidak ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas berbagai informasi dan keluhan masyarakat terkait dugaan penurunan kualitas BBM di beberapa SPBU. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap takaran, kadar oktan, serta kondisi fisik bahan bakar untuk memastikan bahwa seluruh BBM yang disalurkan benar-benar sesuai standar mutu yang ditetapkan oleh Pertamina.


Kepala UPTD Metrologi Desperindag Kota Pasuruan Bapak Sony Agus Priyanto, S.Sos., M.Ab juga menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terjalin antara instansi pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga kepercayaan publik. “Sidak ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan hak masyarakat dalam mendapatkan BBM yang berkualitas. Kami akan terus bersinergi agar distribusi dan pelayanan di SPBU berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.


Sedangkan Kabid Disperindag Kabupaten Pasuruan Bapak Dedy Irawan menjelaskan bahwa hasil sidak beberapa SPBU kali ini tidak ditemukan adanya pelanggaran baik dari segi kwalitas maupun kwantitas BBM “ Kami bersama tim gabungan memastikan bahwa pelaksanaan sidak di beberapa SPBU kali ini tidak menemukan adanya pelanggaran, baik kwalitas maupun kwantitas BBM. Namun demikian kami bersama tim gabungan akan terus memantau dan mengawasi seluruh SPBU diwilayah hukum polres pasuruan kota, bila dikemudian hari kami menemukan pelanggaran akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku” tegas Kabid Disperindag Kabupaten Pasuruan


Melalui kegiatan sidak terpadu ini, Polres Pasuruan Kota bersama Disperindag dengan disaksikan pertamina berharap masyarakat semakin yakin bahwa pemerintah hadir untuk menjamin kualitas, transparansi, dan keamanan dalam pelayanan BBM. Selain itu, masyarakat diimbau untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap temuan atau keluhan melalui pihak SPBU agar dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Satgas Si Ipar Polres Yahukimo Kembali Melakukan Kelas Ceria


Dekai-Melalui Program Si Ipar yang rutin dilakukan Rasaka Cartenz-2025, personel secara terjadwal memberikan pelajaran kepada anak-anak di Jalan Sosial Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Jumat (31/10/25). 


Kali ini, para anggota Satgas Si-Ipar memberikan pelajaran membaca serta mewarnai gambar kepada anak-anak usia sekolah dasar dalam suasana yang santai dan menyenangkan. 


Anak-anak yang tidak bersekolah tersebut, sangat bersemangat serta antusias dalam mengikuti proses belajar membaca dan berhitung serta mewarnai gambar yang di lakukan Anggota Satgas Si Ipar Polres Yahukimo 


Materi berhitung disampaikan secara kreatif melalui permainan, lagu, dan kuis interaktif yang membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep angka dan operasi matematika sederhana.


“Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar itu menyenangkan, bukan menakutkan,” ujar BRIPKA Wawan anggota Subsatgas Si Ipar. 


Salah satu Orang tua dari anak-anak tersebut, menyampaikan terima kasih atas Pelayanan Polres Yahukimo, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah mereka.


Satgas SI-IPAR berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program kemasyarakatan seperti ini sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat.

Bangun Profesionalisme, Humas Polda Papua Beri Materi Komunikasi Publik


Jayapura – Bidang Humas Polda Papua memberikan pembekalan materi kehumasan kepada Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Angkatan ke-53 SPN Polda Papua Resimen Parahita Raksaka di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Jumat (31/10/25).


Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua, Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M., membuka kegiatan dan menyampaikan pentingnya kemampuan komunikasi dan dokumentasi bagi generasi anggota Polri.


“Kemampuan mengelola informasi, mendokumentasikan kegiatan, serta menyampaikan pesan yang tepat kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas kepolisian saat ini, dan kedepannya, rekan-rekan yang berdiri di sini adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Karena itu, penting untuk memahami cara bekerja secara profesional dalam mendukung transparansi dan pelayanan publik,” ujar Kompol Nurjanah.


Materi pertama disampaikan oleh Briptu Andika Rahayu yang membawakan materi fotografi peliputan dan teknik dasar mengambil gambar untuk kebutuhan dokumentasi kedinasan. Ia menegaskan bahwa dokumentasi bukan hanya sekadar mengambil gambar, tetapi bagian dari proses publikasi resmi Polri.


“Setiap foto yang kita ambil adalah narasi visual. Dengan gambar yang tepat, kita bisa menunjukkan profesionalisme Polri dan menghadirkan transparansi kepada publik,” kata Briptu Andika.


Selain itu, ia juga memberikan tips teknis dalam pengambilan gambar baik menggunakan kamera maupun smartphone untuk memastikan hasil yang maksimal.


Selanjutnya, materi pengenalan dan pengoperasian drone disampaikan oleh Briptu Fernanda Syah bersama Bripda Adelina Sada. Dalam pemaparannya, Briptu Fernanda menjelaskan bahwa drone kini menjadi alat penting dalam mendukung tugas Polri di lapangan.


“Drone bukan hanya untuk pengambilan gambar, tetapi juga membantu pemantauan wilayah, pengamanan kegiatan, hingga mendukung operasi SAR,” jelas Briptu Fernanda.


Bripda Adelina menambahkan bahwa penggunaan drone membutuhkan ketelitian serta pemahaman aturan penerbangan.


“Operator drone wajib memahami regulasi dan kondisi lapangan. Keselamatan dan akurasi adalah prioritas,” ujarnya.


Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta pengenalan langsung perangkat kamera dan drone milik Humas Polda Papua. Para siswa tampak antusias dan aktif dalam mengikuti seluruh materi.


Kompol Nurjanah berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa Diktukba dalam melaksanakan tugas kehumasan di lapangan.


“Semoga ilmu ini menjadi bekal saat bertugas nanti. Tugas kita adalah menjaga citra Polri melalui informasi yang profesional, akurat, dan humanis,” tutupnya.


133 Pemanah Meriahkan Kapolda Cup III di Jayapura


Jayapura – Turnamen panahan Kapolda Cup III Archery Open Tournament Tahun 2025 resmi dibuka di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat (31/10). Sebanyak 133 atlet dari 14 klub panahan se-Tanah Papua turut ambil bagian dalam ajang bergengsi yang memasuki edisi ketiga ini.


Pembukaan kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Olahraga, kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Ustadz Bonari, S.Pd.I. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, M.M., Wakil II Ketua Perpani Papua Dr. Thobby Wakarmamu, S.E., M.Si., Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han., Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K., M.K.P., serta para official dan peserta turnamen.


Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang diwakili Lettu Cku Heri menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan ini. 


“Turnamen ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar atlet dan komunitas panahan di Papua, Kami berharap event ini terus melahirkan bibit-bibit atlet panahan dari Tanah Papua yang siap membawa nama daerah di kancah nasional bahkan internasional," ujarnya


Kapolda Papua yang diwakili Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han., dalam amanatnya menegaskan bahwa antusiasme peserta menunjukkan minat masyarakat Papua terhadap olahraga panahan semakin besar. 


“Kapolda Cup kini memasuki tahun ketiga, dan jumlah peserta terus meningkat. Ini bukti bahwa panahan semakin diminati di Papua, Panahan adalah olahraga yang mengajar kita fokus, disiplin, dan ketahanan mental. Dari ajang ini, kami berharap lahir atlet-atlet Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.” ucapnya.


Di kesempatan itu ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. 


“Terima kasih kepada panitia, pelatih, sponsor, dan seluruh peserta yang menjadikan turnamen ini terlaksana dengan baik,” tambahnya.


Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, panitia, dan peserta dalam suasana penuh kebersamaan. Turnamen kemudian resmi dibuka dengan pelepasan atlet menuju lapangan pertandingan.


Turnamen ini mempertandingkan berbagai kategori mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga umum, dengan jarak tembak 10 hingga 30 meter termasuk kelas barebow umum. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan disambut positif oleh para peserta maupun tamu undangan.


Polda Papua berharap melalui penyelenggaraan Kapolda Cup III ini, olahraga panahan semakin berkembang di Tanah Papua dan menjadi sarana pembinaan generasi muda menuju prestasi yang membanggakan di masa depan.

Polri Untuk Masyarakat, Berikan Bantuan Jaring Kepada Kelompok Nelayan.


Asmat - Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui Kasat Polairud Ipda Rizeth Sion Paotonan, S.H., berikan bantuan jaring kepada kelompok nelayan di Kampung Yepem Dan Kampung Syuru, Bertempat Di Mako Sat Polairud Polres Asmat, Jumat (30/10/2025). 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut KBO Sat Polairud Aiptu Sudirman, Kanit Patroli Bripka Asas Munandar, Kaurmin Bripka Yusuf R Worabay, Kanit Harkan Bripka Alzantos Rumsano, Banit Patroli Brigpol Rusman Ardy ansya Mansur, BA Sat Polairud Briptu Marjhon Efredus Minsen, BA Sat Polairud Briptu Wafiq hidayatullah Rajap, BA Sat Polairud Bripda Indra Febriansya.


Dalam rangka mendukung program Bapak Presiden Republik Indonesia tentang ketahanan pangan Kasat Polairud bersama anggota bagikan 19 Jaring kepada kelompok nelayan Kampung Yepem Dan Kampung Syuru. 


Kasat Polairud Ipda Rizeth Sion Paotonan, S.H., dalam kesempatannya mengatakan kegiatan penyerahan bantuan Jaring Ikan merupakan bentuk perhatian Kepolisian dalam membantu masyarakat terlebih khusus kepada para Nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapannya yang selanjutnya dapat lebih menunjang perekonomian para Nelayan.


“Semoga dengan diberikan bantuan jaring tersebut dapat mendukung kegiatan operasional nelayan serta meningkatkan hasil tangkapan nelayan yang berkelanjutan disamping menumbuhkan perekonomian masyarakat pada sektor perikanan ekonomi keluarga juga akan bertumbuh,”Ujar Kasat Polairud. 


Penulis : Polres Asmat

Gotong Royong TNI dan Warga Buahkan Hasil, Drainase TMMD 126 Lebakharjo Selesai Lebih Cepat

 


MALANG - Pembangunan drainase di Dusun Krajan 1B, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang , menunjukkan prestasi. Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 awalnya menargetkan sepanjang 200 meter, kini berhasil diselesaikan dengan hasil over prestasi mencapai 216 meter, Lebakharjo  Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (31/10/2025).

‎

‎Pekerjaan drainase yang kini telah selesai 100 persen itu disambut dengan antusias warga sekitar. Mereka mengaku sangat terbantu dengan pembangunan ini, terutama dalam mengatasi genangan air yang kerap terjadi di musim hujan.

‎

‎Kepala Dusun Krajan 1B, Teguh Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja anggota Satgas TMMD 126 yang tak hanya bekerja sesuai target, namun juga memberikan hasil lebih dari yang diharapkan.

‎

‎“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD 126. Drainase ini dulunya sering mampet dan menyebabkan jalan becek saat hujan. Sekarang alhamdulillah, saluran airnya sudah bagus dan lebih panjang dari rencana awal,” kata Teguh.

‎

‎Menurut Teguh, semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kunci keberhasilan pekerjaan ini. Warga pun ikut turun tangan membantu pengerjaan, mulai dari penggalian hingga proses finishing.

‎

‎Program TMMD 126 di Desa Lebakharjo ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. 

‎

‎Over prestasi yang dicapai dalam pembangunan drainase di Krajan 1B menjadi simbol nyata kolaborasi dan semangat kebersamaan demi kemajuan desa dalam pembangunan fisik TMMD 126 Lebakharjo. (()

Sinergi TNI dan Rakyat: Pipanisasi di Dusun Sukomaju Hampir Rampung

 


Malang – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mempercepat penyelesaian sejumlah sasaran fisik. Salah satu kegiatan yang kini dikebut adalah pemasangan sisa pipa air bersih di Dusun Sukomaju B, Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang.


Pada Jumat (31/10), prajurit Yon Armed 1/SY/Divif 2 Kostrad bersama warga setempat melanjutkan pekerjaan pipanisasi menuju permukiman penduduk. Pekerjaan dilakukan secara bergotong royong agar aliran air bersih dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat desa.


Usai pemasangan pipa, personel Satgas TMMD bersama warga juga melakukan penimbunan dan perapian sisa galian tanah di sepanjang jalur pipa. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kerapian lingkungan serta memastikan jalur pipa aman dan tidak mengganggu aktivitas warga.


Danton Yon Armed 1/SY/Divif 2 Kostrad, Letda Arm Aron Leider Sinaga, mengatakan seluruh personel Satgas TMMD berupaya menuntaskan seluruh sasaran fisik sebelum program berakhir.

“Kami terus kebut penyelesaian pemasangan sisa pipa dan menimbun galian agar hasilnya rapi dan segera bisa dimanfaatkan warga. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Semangat kebersamaan yang terjalin di lapangan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.


Melalui program TMMD ke-126 ini, TNI berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan wilayah melalui kerja sama dan semangat gotong royong (*)

Satgas TMMD 126 Turun ke Sawah, Bantu Petani Panen Padi di Lebakharjo

 


MALANG— Sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 terlihat menyatu dengan warga, bahu-membahu membantu proses dores padi (perontokan padi) di hamparan sawah Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (31/10/2025).

‎

‎Dengan penuh semangat, mereka bergantian mengayunkan alat perontok, sementara tawa dan canda ringan terdengar di antara suara gemerisik jerami.

‎

‎Kegiatan sederhana itu mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan, sekaligus memperlihatkan kedekatan nyata antara TNI dan rakyat.

‎

‎“TMMD bukan hanya soal membangun fisik seperti jalan atau jembatan, tapi juga membangun semangat dan kemandirian masyarakat,” ujar Sertu Sugianto salah anggota Satgas TMMD 126 di sela kegiatan.

‎

‎Menurutnya, ikut serta dalam panen padi ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

‎

‎Melalui kebersamaan seperti ini, diharapkan petani semakin termotivasi meningkatkan hasil pertaniannya dan memperkuat kemandirian pangan di daerah.

‎

‎Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno, menyampaikan apresiasi kepada anggota Satgas TMMD 126 yang tak hanya bekerja di bidang pembangunan infrastruktur, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat dalam aktivitas pertanian.

‎

‎“Kehadiran mereka membawa energi positif. Warga merasa diperhatikan, dan semangat gotong royong semakin hidup,” kata Sumarno.

‎

‎Tak hanya dores padi bersama, mereka juga bersama-sama menjemur padi yang telah di dores. Gotong royong di TMMD 126 di Desa Lebakharjo kembali membuktikan bahwa pembangunan bangsa dimulai dari kebersamaan dan kerja nyata di tengah masyarakat. (*)

30/10/25

Hasil Nyata TMMD: Jalan Beton Sukomaju B Siap Dukung Produktivitas Petani

 


MALANG - Jalan rabat beton sepanjang Jalan Usaha Tani yang menjadi dambaan warga akhirnya rampung 100 persen melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu di Jalan Usaha Tani Dusun Sukomaju B Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.


Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat bersama TNI dan perangkat desa menggelar tasyakuran sederhana di lokasi kegiatan, Acara dihadiri oleh Danramil 17/Ampelgading Kapten Arh Zainuri, Kepala Desa Lebakharjo, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kapten Arh Zainuri menyampaikan rasa bangganya atas semangat gotong royong warga yang turut menyukseskan program TMMD ini.


“Pembangunan jalan rabat beton ini bukan hanya hasil kerja TNI semata, tetapi buah dari kebersamaan antara TNI dan rakyat. Semangat ini harus terus dijaga,” ujar Kapten Zainuri.


Kepala Desa Lebakharjo menambahkan, dengan selesainya jalan tersebut, akses warga menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah dan efisien. Selain itu, hasil panen bisa lebih cepat diangkut ke pasar tanpa terkendala kondisi jalan rusak.


Program TMMD ke-126 ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan di wilayah lain, agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan hingga pelosok desa.


Dengan rampungnya jalan rabat beton ini, Dusun Sukomaju B kini memiliki akses yang lebih layak dan aman, menjadi bukti nyata bahwa sinergi TNI dan rakyat mampu membawa perubahan positif bagi desa. (*)

TMMD Kodim 0818 Wujudkan Harapan Petani Lewat Saluran Irigasi Baru


MALANG - Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, mempercepat pengerjaan fisik saluran irigasi yang menjadi salah satu sasaran utama program tersebut. Hingga Jumat (31/10/2025), proses pembangunan terus digenjot agar selesai tepat waktu.


Irigasi sepanjang 124 meter di Dusun Krajan 2 ini dibangun untuk memperlancar aliran air ke lahan pertanian warga seluas sekitar 20 hektare. Diharapkan, saluran ini mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian di wilayah ujung selatan Kabupaten Malang tersebut.


Personel dari Lanud Abdulrachman Saleh bersama warga setempat bahu-membahu di lapangan. Mereka mempercepat proses penggalian, pemasangan batu, dan pengecoran saluran dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan.


“Pembangunan irigasi ini kami kebut agar manfaatnya segera dirasakan petani. Dengan saluran yang baik, air bisa mengalir lancar terutama saat musim tanam,” ujar Serma Galih, salah satu prajurit TNI Angkatan Udara yang tergabung dalam Satgas TMMD 126 Lebakharjo.


Gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pekerjaan. Warga turut serta membantu mengangkut material dan merapikan area sekitar pembangunan.


Saluran irigasi baru ini diharapkan menjadi sumber kehidupan baru bagi para petani di Desa Lebakharjo serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah selatan Kabupaten Malang. ,(*)

Api Menghanguskan 7 Bangunan Di Jalan Paradiso Belakang Dekai


Dekai - Kebakaran hebat melanda Jalan Paradiso Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 Wit. Api menghanguskan satu unit bangunan rumah dan enam unit bangunan kos-kosan.Kamis, (30/10/25).


Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga disebabkan oleh ledakan kecil dari kompor minyak tanah yang digunakan oleh penghuni kos-kosan. Api dengan cepat menyebar ke bangunan sekitar karena kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.


Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) karena seluruh bangunan yang terbakar rata dengan tanah.


Polres Yahukimo bersama Satgas Damai Cartenz melakukan quick respon ke lokasi kejadian dan membantu memadamkan api. Personil Polres Yahukimo juga melakukan parimeter di lokasi TKP dan memintai keterangan saksi.


Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam menggunakan fasilitas rumah tangga.

Polda Papua Gelar Hari Ke-4 Pembinaan dan Pemulihan Profesi Bagi Personel Pelanggaran Disiplin dan Kode Etik


Jayapura – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua kembali menggelar kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus Bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Maupun Kode Etik Profesi Polri Tahun 2025. Kegiatan hari ke-4 ini berlangsung di Ruang Rapat Bid Propam Koya Koso, Kamis (30/10/2025).


Kegiatan tersebut diikuti oleh para personel Polri yang sedang menjalani pembinaan sebagai bagian dari upaya pemulihan profesi. Turut hadir dalam kegiatan antara lain Kabag Rehapers Bid Propam, Pembina Maya Sulistyowati, S.E, Ps. Paur Mutjab Iptu Ardan Baharudin, S.H, Ps. Kanit Hartib III Bid Propam Ipda Juanda Rut Gullit Silalahi, S.H, serta Ps. Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri.


Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti apel pagi, pembinaan rohani dan mental (Binrohtal), penulisan kesan dan pesan, pembinaan fisik, serta penyampaian materi oleh Iptu Ardan Baharudin, S.H. Materi tersebut menekankan pentingnya perubahan sikap, peningkatan kedisiplinan, serta komitmen moral dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri yang berintegritas dan bertanggung jawab.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan pemulihan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun kultur Polri yang semakin humanis dan berintegritas tinggi. 


“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi personel untuk introspeksi dan kembali menguatkan semangat pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan pembinaan dan pemulihan profesi ini bertujuan memberikan pemahaman, bimbingan, serta pendampingan kepada personel agar mampu memperbaiki perilaku, meningkatkan motivasi, dan menumbuhkan kembali semangat pengabdian dalam menjalankan tugas 


Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat kembali menunjukkan dedikasi terbaiknya dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara sebagai anggota Polri yang profesional dan humanis.


Tokoh Pegunungan Bintang Ajak Masyarakat Papua Tolak KKB dan Dukung Aparat Keamanan


Oksibil—* Tokoh masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang, Timotius Samin, mengajak seluruh warga Papua untuk bersatu mendukung aparat keamanan dan menolak keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata yang dinilainya selama ini hanya membawa penderitaan dan ketakutan bagi masyarakat.


“Sudah saatnya masyarakat Papua berdiri bersama aparat keamanan untuk menjaga kedamaian. Jangan biarkan kelompok-kelompok bersenjata terus menebar teror dan mengganggu kehidupan warga,” ujar Timotius Rabu (30/10/2025).


Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok KKB tidak hanya menargetkan aparat, tetapi juga menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil. Karena itu, ia menegaskan pentingnya sikap tegas dan persatuan rakyat dalam menolak segala bentuk kekerasan di tanah Papua.


Timotius juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja TNI dan Polri yang terus berupaya menjaga keamanan di wilayah pegunungan. Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat langkah aparat dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.


“Papua butuh kedamaian, bukan konflik. Mari kita jaga rumah besar kita ini bersama, supaya generasi muda bisa tumbuh dalam suasana aman dan sejahtera,” tutupnya.

Ketua PGGPT Serukan Kerukunan dan Perdamaian di Tanah Papua Tengah


Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah (PGGPT), Pdt. Dr. Yance Nawipa, M.Th., mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. Ia menilai, perbedaan suku, ras, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun kedamaian bersama.


Pdt. Yance menegaskan bahwa tanah Papua merupakan karunia Tuhan yang harus dirawat dengan kasih dan rasa saling menghargai.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah, dari berbagai latar belakang suku dan agama, untuk terus memperkuat toleransi. Baik di antara gereja-gereja maupun dengan umat beragama lain, kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Papua sebagai tanah yang damai,” ujarnya.


Ia berharap, kesadaran bersama untuk hidup damai dapat mencegah munculnya kembali konflik-konflik sosial seperti yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Papua. Menurutnya, perdamaian hanya bisa tercapai jika masyarakat menolak provokasi dan memilih jalan persaudaraan.


Selain itu, Pdt. Yance juga mengajak umat beragama di Kabupaten Nabire untuk mendukung pemerintah daerah melalui doa dan kerja sama nyata, agar setiap program pembangunan dapat berjalan baik demi kesejahteraan bersama.


“Menumbuhkan semangat toleransi berarti menegakkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan itu, kita bisa menjaga kerukunan, memperkuat stabilitas sosial, serta menciptakan keadilan dan kesetaraan antarumat beragama,” tutupnya.

Dialog Interaktif Polisi Menyapa Angkat Peran Biddokkes Polda Papua dalam Layanan Kesehatan Kolaboratif bagi Klien Pemasyarakatan


Jayapura – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, Biddokkes Polda Papua menggagas program “Abhisatya Bayangkara”, sebuah layanan kesehatan kolaboratif yang menyasar para klien pemasyarakatan (mantan warga binaan) agar tetap sehat dan produktif setelah kembali ke masyarakat.


Program ini disosialisasikan melalui Dialog Interaktif “Polisi Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio LPP RRI Jayapura, Kamis (30/10/2025).


Hadir sebagai narasumber, Kabiddokkes Polda Papua Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H., QHIA, dan Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beeri Wopari, dengan Arul Firmansyah sebagai presenter.


Dalam dialog tersebut, Kabiddokkes Polda Papua Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho menjelaskan bahwa program Abhisatya Bayangkara merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi klien pemasyarakatan yang telah menyelesaikan masa hukumannya.


“Biddokkes tidak hanya memberikan pelayanan bagi anggota Polri dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat luas. Melalui program Abhisatya Bayangkara, kami berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti Ditjen Pemasyarakatan, Dinas Kesehatan, dan BPJS untuk memberikan layanan kesehatan yang berkesinambungan bagi klien pemasyarakatan,” ujar Kombes Pol. dr. Bambang.


Ia menambahkan, layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan primer, pendataan kesehatan, hingga pendampingan bagi mantan warga binaan yang membutuhkan pengobatan lanjutan.


Biddokkes Polda Papua juga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dimiliki Polri, seperti Rumah Sakit Bhayangkara dan klinik di jajaran Polres.


Sementara itu, dr. Beeri Wopari dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Biddokkes Polda Papua.


“Program ini merupakan terobosan luar biasa. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena menjadi wadah bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang preventif, promotif, hingga kuratif kepada masyarakat, khususnya eks warga binaan,” ujar dr. Beeri.


Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, termasuk melalui integrasi dengan layanan kesehatan di puskesmas dan program pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG).


Kabiddokkes Polda Papua juga menegaskan bahwa kesehatan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat.


“Kondisi sehat memungkinkan seseorang untuk produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Karena itu, kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, agama, dan pemerintah daerah, agar masyarakat Papua bisa hidup lebih sehat dan mandiri,” ujarnya.


Program Abhisatya Bayangkara direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah Papua dan menjadi pilot project yang dapat dikembangkan ke wilayah lain di Indonesia.


Kabiddokkes Polda Papua dalam penutupnya menyampaikan harapan agar sinergi lintas sektor ini dapat terus berlanjut untuk mendukung visi Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Sehat adalah harta yang berharga. Dengan sehat kita bisa produktif, dan dengan produktif kita bisa sejahtera. Polri akan terus hadir dan berkolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan tangguh,” tutupnya.

Kementerian Kehutanan dan Masyarakat Adat Papua Sepakat Berdamai, Jaga Cenderawasih dan Budaya Lokal


Jayapura, 28 Oktober 2025 —* Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Papua, dan masyarakat adat sepakat menjalin kerja sama untuk pelestarian burung Cenderawasih serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua. Kesepakatan ini menjadi hasil pertemuan yang digelar di Jayapura sebagai tindak lanjut atas peristiwa pembakaran mahkota Cenderawasih yang sempat menimbulkan kekecewaan masyarakat adat.


Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan secara bermartabat.

“Kami hadir untuk memohon arahan dari Bapak Gubernur dan para tokoh adat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya. “Kami berharap adanya panduan atau kebijakan, baik dalam bentuk peraturan gubernur maupun kesepahaman bersama, agar kami bisa bertindak lebih bijaksana dan menghormati nilai-nilai budaya masyarakat Papua.”


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Matius Fakhiri mengapresiasi sikap terbuka Kementerian Kehutanan dan menegaskan akan menerbitkan Peraturan Gubernur sebagai pedoman pelestarian nilai budaya.

“Setelah pertemuan ini, saya akan mengeluarkan Peraturan Gubernur terkait pemanfaatan nilai-nilai budaya agar menjadi pedoman bagi kita semua dalam melangkah ke depan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Forum Adat Tabi Saireri, Ondofolo Ismael Mebri, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi insiden tersebut dengan kebijaksanaan dan semangat persaudaraan.

“Mari kita menerima peristiwa ini dengan arif dan bijaksana. Ini menjadi kesempatan refleksi bersama, karena tanggung jawab menjaga kehormatan dan kelestarian budaya adalah milik kita semua,” katanya.


Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan tiga pihak — pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat — untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai budaya Papua. Selain itu, ketiganya berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi Mama-Mama Papua, melalui pengembangan potensi ekonomi berbasis budaya tanpa mengorbankan kelestarian burung Cenderawasih yang menjadi simbol kehidupan dan kebanggaan masyarakat Papua.

Dekatkan Pelayanan, Subsatgas Keladi Sagu Sambangi Warga Yalimo Lewat Kegiatan Kesehatan Keliling


Elelim - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Subsatgas Keladi Sagu Operasi Rasaka Cartenz 2025 kembali melaksanakan pelayanan kesehatan keliling di wilayah Kabupaten Yalimo.29/10/25


Kegiatan ini menyasar masyarakat di kampung-kampung yang mengalami sakit, dengan membawa perlengkapan medis dan obat-obatan, personel Subsatgas bersama tenaga kesehatan mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan vitamin, serta edukasi tentang pentingnya menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan.


Masyarakat menyambut antusias kehadiran Subsatgas Keladi Sagu. Banyak warga merasa sangat terbantu, terutama para orang tua dan anak-anak yang mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan gratis tanpa harus pergi jauh.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri melalui Subsatgas Keladi Sagu tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Papua. 


Dengan semangat kemanusiaan, Subsatgas Keladi Sagu berkomitmen untuk terus hadir melayani dan membawa manfaat bagi warga di Kabupaten Yalimo.

Sinergi TNI dan Warga Hasilkan Jalan Usaha Tani yang Kokoh di Desa Lebakharjo


MALANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan. Salah satu hasil kerja keras Satgas TMMD bersama warga adalah pembangunan rabat beton di jalan usaha tani Dusun Sukomaju, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. 


Pembangunan rabat beton yang kini telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh warga setempat.

Jalan usaha tani ini sebelumnya berupa jalan tanah yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kini, berkat pembangunan rabat beton sepanjang beberapa ratus meter tersebut, para petani dapat dengan mudah mengangkut hasil panen dan rumput pakan ternak tanpa harus khawatir tergelincir atau terjebak lumpur.


Danramil Ampelgading Kapten Arh Zainuri menyampaikan bahwa pembangunan rabat beton ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. “Kami ingin memastikan akses masyarakat, terutama petani, menjadi lebih lancar. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi warga Sukomaju, karena setiap hari mereka melaluinya untuk mengangkut hasil pertanian dan rumput ternak,” ujarnya.


Sementara itu, Pak Suyono, salah satu petani setempat, merasa sangat bersyukur atas hasil kerja TMMD ini. “Dulu kalau hujan kami kesulitan bawa rumput, roda dorongan sering terperosok. Sekarang jalannya halus dan kuat, jauh lebih mudah. Terima kasih untuk bapak-bapak TNI yang sudah bantu kami,” ungkapnya dengan senyum.


Keberhasilan pembangunan rabat beton ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat Desa Lebakharjo dalam membangun desa yang lebih maju. Dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan, TMMD ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang memudahkan aktivitas warga dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Ampelgading. (*)

Satgas TMMD Yonarmed 8 Terus Kejar Target Normalisasi Sungai di Dusun Lebaksari


MALANG - Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dari Yon Armed 8/Udhata Yudha terus menunjukkan semangat juang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan fisik berupa normalisasi sungai di Dusun Lebaksari, RT 48 RW 21, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang.


Proyek normalisasi sungai ini memiliki total panjang mencapai 1.300 meter, dan hingga hari ini telah mencapai progres 750 meter atau sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, mencegah banjir saat musim hujan, serta meningkatkan fungsi irigasi bagi lahan pertanian masyarakat sekitar.


Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan sistem gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan sedimen, memperlebar aliran sungai, serta memperkuat tanggul di beberapa titik yang rawan longsor. Meski dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu, semangat prajurit TNI bersama warga tidak surut sedikit pun.


Salah satu anggota TMMD Yon Armed 8 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa. “Program TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Normalisasi sungai ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Lebakharjo,” ujarnya.


Dengan sisa waktu pelaksanaan TMMD ke-126, Satgas Yonarmed 8 optimistis dapat menyelesaikan sisa pekerjaan tepat waktu. Warga setempat pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap sungai yang telah dinormalisasi dapat mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (*)

Sinergi TNI AU dan TNI AL Sukseskan Pembuatan Irigasi di Desa Lebakharjo


MALANG - Dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, prajurit TNI Angkatan Udara dari Lanud Abd. Saleh dan TNI Angkatan Laut dari Lanal Malang terus bersinergi melaksanakan proyek pembangunan irigasi sepanjang 124 meter di Dusun Krajan IA, RT 18 RW 07, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang.


Hingga hari ini, progres pekerjaan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dinding irigasi sebelah kiri telah selesai sepanjang 124 meter, sementara dinding sebelah kanan telah mencapai 80 meter. Pengerjaan terus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketepatan teknis agar hasilnya dapat bertahan lama dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat setempat.


Pembuatan saluran irigasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian warga, sekaligus mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau. Dengan adanya irigasi yang baik, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani Desa Lebakharjo dapat semakin membaik.


Sinergi antara dua matra TNI ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun desa. Prajurit TNI bersama warga bahu-membahu mengangkut material, memasang batu, dan melakukan pengecoran dinding saluran irigasi di tengah kondisi cuaca yang cukup fluktuatif.


Perwira pengendali lapangan TMMD menyampaikan bahwa kolaborasi TNI AU dan TNI AL dalam proyek ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak mengenal batas satuan maupun matra. “Kami bekerja untuk rakyat. Irigasi ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya.


Warga Dusun Krajan IA menyambut gembira pembangunan ini dan berharap irigasi tersebut segera rampung agar bisa segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah mereka. (*)

Letkol Czi Bayu Nugroho: Renovasi Rumah Ini Adalah Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat


MALANG - Semangat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, kini merambah ke ranah kemanusiaan yang lebih dalam. Kodim 0818/Malang–Batu berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program tambahan yang berfokus pada renovasi rumah tidak layak huni. (10/2025)


Sebanyak 30 unit rumah yang tersebar di 7 Rukun Tetangga dan 3 Rukun Warga di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, menjadi sasaran utama kegiatan mulia ini. Prioritas diberikan kepada keluarga kurang mampu yang selama ini terpaksa tinggal di rumah berisiko.


Langkah ini menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang pengecoran jalan dan pipanisasi, tetapi juga pemulihan martabat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi TNI dan Baznas ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap kesejahteraan sosial.


"Renovasi 30 unit rumah di Dusun Lebaksari ini bukan sekadar meningkatkan bangunan, tetapi juga meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga penerima," ujar Dan Satgas TMMD 126 Lebakharjo, Letkol Czi Bayu Nugroho, yang juga menjabat Komandan Kodim 0818/Malang–Batu.

Letkol Bayu Nugroho berharap, rumah baru ini akan menjadi tempat yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi warga. Ia juga menekankan bahwa proses ini akan semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di desa.


Sambutan haru datang dari masyarakat. Suyono, Ketua RT 48/RW 21, menyampaikan terima kasih mendalam atas terwujudnya renovasi rumah bagi warganya. "Pesan saya, TNI tetap jaya, dan maju selalu bersama masyarakat," katanya dengan penuh bangga, mencerminkan kedekatan yang terjalin antara warga dan prajurit.


Dengan semangat gotong royong yang terus mengalir, personel TNI dari berbagai satuan bersama warga dan tim Baznas bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Keahlian prajurit TNI di bidang konstruksi menjadi kunci percepatan renovasi, memastikan hasil bangunan yang kokoh dan aman.


Kegiatan renovasi rumah TMMD Lebakharjo ini menambah daftar capaian TMMD ke-126, yang berupaya menghadirkan pemerataan pembangunan dan dukungan langsung hingga ke pelosok desa. TNI berkomitmen untuk terus menjadi pilar pembangunan dan kemanusiaan di Kabupaten Malang. (*)

29/10/25

Kepala Suku Damal Ajak Anak-Anak di Puncak Fokus Sekolah, Bukan Masuk Hutan


ILAGA, Kabupaten Puncak — Kepala Suku Damal, Antenus Yolemal, menyerukan pentingnya pendidikan bagi generasi muda di wilayah Puncak. Dalam pesannya yang tegas, ia menekankan bahwa anak-anak harus bersekolah dan tidak terlibat dalam aktivitas di hutan.


“Anak-anak harus sekolah, bukan masuk hutan,” ujar Antenus.


Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya sekadar simbol, tetapi diwujudkan melalui kesempatan belajar bagi anak-anak. “Merdeka itu sekolah,” katanya dengan penuh semangat.


Menurut Antenus, masa depan Kabupaten Puncak bergantung pada generasi muda yang berpendidikan. Ia mengingatkan bahwa kekerasan dan kehidupan di hutan bukanlah jalan keluar, melainkan hambatan bagi kemajuan daerah.


“Guru harus bisa mengajar dengan aman, anak-anak harus bisa duduk di bangku sekolah dengan tenang. Jangan ganggu guru-guru dan anak-anak, jangan ada kekerasan lagi. Kita semua harus hidup bersama dalam damai,” ujarnya.


Antenus juga mencontohkan bahwa para pemimpin daerah seperti bupati, wakil bupati, dan sekda semuanya merupakan hasil dari proses pendidikan. “Kalau anak-anak mau jadi pemimpin, mereka harus sekolah juga,” tambahnya.


Ia menutup pesannya dengan ajakan penuh harapan kepada masyarakat dan generasi muda:


“Tinggalkan hutan, pilih sekolah. Karena hanya lewat pendidikan kita bisa membangun masa depan yang damai dan sejahtera di Puncak.”


Seruan Kepala Suku Damal itu menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk menciptakan kedamaian dan kemajuan di tanah Papua, sekaligus bentuk nyata dari semangat merdeka yang sejati.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan: Polres Yahukimo Launching PAMAPTA


Dekai - Polres Yahukimo menggelar kegiatan launching perubahan nomenklatur jabatan dari Kanit SPKT menjadi PAMAPTA I, II, dan III. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Mapolres Yahukimo dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Yahukimo, Kompol Komarul Huda, S.H. (28/10).


Perubahan nomenklatur ini merupakan bagian dari kebijakan Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kapolres Yahukimo menjelaskan bahwa perubahan ini bukan hanya sekadar pergantian nama, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih cepat, profesional, dan humanis.


Dengan semangat pembaruan ini, Polres Yahukimo berkomitmen untuk terus bertransformasi dalam memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya Polri yang Presisi dan dicintai masyarakat.


Kegiatan launching ditandai dengan pemasangan Bed Pamapta oleh Wakapolres Yahukimo sebagai simbol resmi perubahan nomenklatur tersebut.

Hadirkan Semangat Belajar Membaca dan Berhitung Dalam Polisi Pi Ajar


Dekai– Polri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang rutin dilaksanakan melalui Program Polisi Pi Ajar. Hal inilah yang dilakukan jajaran anggota Polisi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan dengan mengajarkan anak-anak binaannya di jalan Sosial Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Rabu (29/10/25).


Anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar berhitung dalam Program Polisi Pi Ajar di Yahukimo. Tampak sangat bersemangat dan antusias ketika Anggota Subsatgas Si Ipar tiba di lokasi yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.


Materi berhitung disampaikan secara kreatif melalui permainan, lagu, dan kuis interaktif yang membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep angka dan operasi matematika sederhana.


“Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar itu menyenangkan, bukan menakutkan,” ujar  Kasubsatgas Si-Ipar IPDA Kaleb Otniel Deda


Salah satu Orang tua dari anak-anak tersebut, menyampaikan terima kasih atas Pelayanan Polres Yahukimo, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah mereka.


Satgas SI-IPAR berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program kemasyarakatan seperti ini sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat.

Polda Papua Ikuti Zoom Meeting dengan Tema “Penanganan Bencana Alam”


Jayapura – Polda Papua mengikuti kegiatan Zoom Meeting dengan tema “Penanganan Bencana Alam” yang dilaksanakan di Aula Cenderawasih Polda Papua, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Jayapura Utara, Rabu (29/10/25).


Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran kepolisian seluruh Indonesia dengan arahan langsung dari Asisten Operasi (Asops) Kapolri serta menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Baharkam Polri.


Kabiddokes Polda Papua Kombes Pol dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H., QHIA mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara Polri dan instansi terkait dalam menghadapi berbagai potensi bencana.


“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam penanganan bencana alam, terutama di wilayah Papua yang memiliki kerawanan tinggi. Polri siap mendukung setiap upaya penanggulangan bencana melalui kesiapsiagaan personel dan sinergi lintas sektor,” ujar Kabiddokes.


Sementara itu, narasumber dari Asops Kapolri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam tahap pencegahan, evakuasi, dan pemulihan pascabencana.


“Kita harus memastikan setiap jajaran Polri mampu memberikan respons cepat, tepat, dan humanis di lapangan. Komunikasi publik juga harus dikelola dengan baik agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak panik,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, dibahas sejumlah materi penting, seperti strategi dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana alam, peningkatan kesiapsiagaan personel Polri di wilayah rawan, optimalisasi peran Humas Polri dalam penyebaran informasi cepat dan akurat, serta dukungan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak.


Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Beberapa Polda turut membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi situasi bencana di wilayah masing-masing. Mabes Polri menekankan pentingnya sinergi, kecepatan respons, serta komunikasi publik yang humanis sebagai kunci keberhasilan operasi kemanusiaan.


Dari hasil kegiatan, dihasilkan sejumlah rekomendasi antara lain peningkatan koordinasi antara Polri, BNPB, dan instansi terkait, pelaksanaan pelatihan terpadu penanggulangan bencana di setiap Polda, pembentukan tim reaksi cepat di wilayah rawan bencana, serta optimalisasi penggunaan media sosial Humas Polri dalam penyebaran informasi tanggap darurat.


“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh banyak masukan penting untuk diterapkan di lapangan. Polri akan terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi setiap bentuk bencana, demi keselamatan dan keamanan masyarakat,” tutup Kombes Bambang Pitoyo.

Bangun Karakter Berintegritas, Kanwil Kemenkum Bali Hadiri Interactive Talkshow Kemenkumham

 


DENPASAR – Dalam upaya memperkuat nilai integritas dan karakter aparatur, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali mengikuti kegiatan Interactive Talkshow bertajuk “Membangun Personal Character Berintegritas untuk Penguatan Pelayanan Publik: Strategis Teknis dalam Pendekatan Psikologis”, yang diselenggarakan secara hybrid terpusat dari Graha Pengayoman, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Hukum baik secara langsung maupun melalui daring.


Talkshow yang diinisiasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum RI ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Sekretaris Inspektorat Jenderal, Baroto; Kepala Biro SDM, Fajar Sulaeman Taman; serta Psikolog Klinis Dewasa, Shierlen Octavia. Mereka membahas secara mendalam pentingnya membangun integritas dan karakter pribadi ASN yang menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, turut hadir secara daring bersama seluruh jajaran Kanwil Bali.


Dalam sambutannya, Baroto menyampaikan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan berkeadilan. “Pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan sistem atau regulasi. Nilai-nilai personal dan karakter SDM memiliki peran besar dalam menentukan kualitas pelayanan. Melalui kegiatan ini, kita ingin melihat dari sisi berbeda bagaimana nilai kebaikan dan integritas dapat terus digelorakan dalam pelaksanaan tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.


Sesi berikutnya diisi oleh Kepala Biro SDM, Fajar Sulaeman Taman, yang memaparkan tentang penguatan integritas melalui penerapan Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Kemenkum sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum RI Nomor 31 Tahun 2025. Sementara itu, Psikolog Klinis Dewasa, Shierlen Octavia, memberikan sudut pandang psikologis mengenai strategi teknis membangun karakter berintegritas untuk memperkuat pelayanan publik.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai momentum reflektif bagi seluruh jajaran. “Integritas bukan sekadar nilai yang dihafalkan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu ASN. Melalui pemahaman psikologis dan pendekatan karakter, kita bisa memperkuat fondasi moral aparatur dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.


Kegiatan yang ini ditutup dengan sesi interaktif dan tanya jawab antara narasumber dan peserta, baik secara langsung maupun melalui daring. Kanwil Kementerian Hukum Bali berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai integritas dan karakter berdaya saing tinggi dalam setiap aspek pelayanan publik, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang berkelanjutan. ***

Sinergi Pembinaan ASN: Badiklat Hukum Jateng Lakukan Monev Latsar di Denpasar

 


Denpasar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menerima kunjungan tim Monitoring Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) dari Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Hukum Jawa Tengah, pada Rabu (29/10), bertempat di Ruang Dharmawangsa.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badiklat Hukum Jawa Tengah Rinto Gunawan Sitorus, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Bali I Nengah Sukadana, para mentor CPNS, serta peserta Latsar dari lingkungan Kanwil Kemenkum Bali.


Mewakili Kepala Kantor Wilayah, I Nengah Sukadana dalam sambutannya menegaskan bahwa Latsar merupakan pintu gerbang utama bagi para CPNS untuk membentuk karakter dan profesionalisme sebagai aparatur negara.

“Latihan Dasar (Latsar) adalah fondasi awal pembentukan integritas, profesionalisme, dan pemahaman tentang nilai-nilai Kementerian Hukum, yaitu PASTI dan BerAKHLAK,” ungkapnya.


Sukadana menambahkan, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini sangat penting untuk memastikan pelaksanaan Latsar berjalan sesuai kurikulum dan standar yang telah ditetapkan. “Kami berharap Badiklat Hukum Jawa Tengah dapat memberikan masukan dan bimbingan yang konstruktif agar proses pembelajaran CPNS semakin optimal,” lanjutnya.


Ia juga berpesan kepada seluruh CPNS agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah diri menjadi aparatur yang unggul dan berintegritas. “Kalian adalah aset masa depan Kementerian. Bentuk diri kalian menjadi insan Pengayoman yang memiliki loyalitas tinggi dan integritas yang tak tergoyahkan,” ujarnya menegaskan.


Sementara itu, Kepala Badiklat Hukum Jawa Tengah, Rinto Gunawan Sitorus, menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenkum Bali atas perhatian dan komitmen yang tinggi dalam pengembangan kompetensi CPNS.

“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan sejauh mana rancangan aktualisasi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik di Kanwil Kemenkum Bali,” jelasnya.


Rinto juga menekankan pentingnya efektivitas program Latsar agar tidak terjadi pengulangan kegiatan serupa di masa mendatang. “Pastikan rancangan aktualisasi benar-benar berjalan dan berdampak. Jika ada kendala, sampaikan kepada tim kami agar dapat dicarikan solusi,” pesannya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara tim Badiklat dan peserta CPNS mengenai pelaksanaan aktualisasi di lingkungan kerja masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta Latsar semakin siap menjadi agen perubahan yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)

Kemenkum Bali Kukuhkan Komitmen Layanan Hukum Inklusif di Kecamatan Payangan

  


Gianyar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali semakin mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan hukum hingga ke pelosok desa. Melalui kegiatan Penguatan Posbankum se-Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Kanwil Kemenkum Bali mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kapasitas para garda terdepan layanan hukum di desa, Selasa (28/10).


Membuka kegiatan, Sekretaris Camat Payangan, I Wayan Parmadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kanwil Kemenkum Bali. "Kami berharap, melalui kegiatan penguatan ini, Posbankum di Payangan dapat didayagunakan secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga masyarakat," tegasnya.


Ratih Rosmayuani, Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Bali, menjelaskan bahwa keberadaan Posyankumhamdes, kini bertransformasi menjadi Pos Bantuan Hukum (Posbankum). Sejarah terbentuknya Posyankumhamdes, Ratih menyoroti fakta bahwa Gianyar adalah Kabupaten pertama di Indonesia yang seluruh desa dan kelurahannya telah memiliki Posyankumhamdes.


Posbankum, yang digerakkan oleh Kelompok Kadarkum dan para Paralegal, memilik peran krusial dan menjadi sarana untuk meningkatkan akses atas keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum, menjadi wadah pemberian layanan bantuan hukum yang mudah dijangkau serta berperan sebagai tempat penyelesaian sengketa, peningkatan kesadaran hukum, dan pendampingan hukum, khususnya bagi masyarakat yang terkendala akses keadilan.


“Perlunya penguatan kapasitas Paralegal dan Kadarkum agar Posbankum semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Ratih.


Diskusi semakin berbobot dengan kehadiran narasumber lain yang mewakili berbagai instansi hukum, yaitu Ni Made Sri Asri Utami (Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gianyar), I Made Wiguna (Hakim Pengadilan Negeri Gianyar), dan Ni Putu Nilawati (Direktur LBH APIK Bali). Kolaborasi lintas sektoral ini menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan layanan hukum, memastikan masyarakat mendapatkan panduan yang komprehensif dari berbagai aspek hukum. (*)

Operasi Sikat Cartenz II-2025, Polres Merauke Berhasil Ungkap Kasus Curanmor di Jalan Prajurit 2


Jayapura – Unit Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Merauke yang tergabung dalam Subsatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz II 2025, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curanmor) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP.


Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025 sekitar pukul 02.00 WIT, di Jalan Prajurit 2, Kabupaten Merauke.


Korban bernama Yogi Satria Wibowo (22), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke.


Saat kejadian, korban baru pulang dari rumah temannya dan memarkirkan sepeda motor Yamaha Force warna hitam di depan rumah tanpa mengunci stang. Pagi harinya, ibu korban yang hendak ke pasar mendapati bahwa motor tersebut sudah tidak ada di tempat. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan ke SPKT Polres Merauke untuk ditindaklanjuti.


Menindaklanjuti laporan itu, Unit Opsnal Satreskrim Polres Merauke melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku di Jalan Natuna, Kabupaten Merauke.


Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku yang diketahui berinisial ARM (21), warga Kampung Muting, Kabupaten Merauke. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Merauke untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Force warna hitam dengan Nomor Polisi PA 5267 GN, Nomor Rangka MH3UE1210GJ009027 dan Nomor Mesin  E3R8E-0022837.


Kasat Reskrim Polres Merauke selaku Kasubsatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz II 2025 AKP Anugerah  Sari Dharmawan, S.T.K., S.I.K., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan angka kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) di wilayah hukum Polres Merauke.


“Kami akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan represif terhadap tindak kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Merauke,” ujar Kasat Reskrim.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, memastikan kendaraan terkunci dengan aman, serta segera melapor ke pihak kepolisian apabila melihat tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar..


Kodim 0910/Malinau Dan Linmas Bersinergi, Wujudkan Kondusifitas wilayah.


MALINAU, Kalimantan Utara,- 

Guna menjaga kondusifitas wilayah, anggota Kodim 0910/Malinau, Serda Agustinus, melaksanakan patroli bersama Linmas di pos kamling RT IV, Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, pada hari Selasa (28/10/2025). 


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

Serda Agustinus menyampaikan bahwa patroli ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara TNI dan Linmas dalam menjaga keamanan lingkungan. "Kami berharap, dengan adanya patroli bersama ini, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. Selain itu, kami juga dapat saling bertukar informasi mengenai situasi keamanan di wilayah ini," ujarnya.

 

Dalam patroli tersebut, Serda Agustinus dan anggota Linmas menyambangi beberapa titik rawan dan berdialog dengan warga sekitar. Mereka juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

 

Kegiatan patroli bersama ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai wujud komitmen TNI dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Malinau. Diharapkan, dengan adanya kerjasama yang baik antara TNI, Linmas, dan masyarakat, situasi kamtibmas di Malinau dapat terus terjaga dengan baik.


(Pendim0910)

Babinsa Malinau Kota Dampingi Distribusi Makanan Bergizi untuk Siswa


MALINAU, Kalimantan Utara – Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota, Serma Ebeng, memantau langsung distribusi makanan bergizi gratis bagi siswa SD 006 Malinau Kota, Desa Batu Lidung, Rabu (29/10/2025). 


Kegiatan ini menjadi wujud nyata TNI dalam mendukung kesehatan dan prestasi belajar anak-anak sebagai generasi emas.


Serma Ebeng menjelaskan, “Monitoring ini memastikan setiap siswa mendapat makanan bergizi dan layak, sehingga mereka tumbuh sehat dan tetap semangat belajar.”


Selain mengawasi distribusi, Serma Ebeng berinteraksi dengan siswa dan guru untuk mengevaluasi pelaksanaan program. Program makan bergizi gratis ini merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Malinau. Dengan pendampingan Babinsa, diharapkan setiap siswa dapat merasakan manfaat program secara maksimal.


(Pendim0910)

Gemilang di Hari Sumpah Pemuda, Tim Voli Polres Sarmi Raih Juara Umum


Polres Sarmi – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Polres Sarmi. Tim bola voli Polres Sarmi berhasil menyabet Juara I dalam turnamen bola voli yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Sarmi tahun 2025. Rabu (29/10/25)


Pertandingan yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh berbagai instansi dan komunitas olahraga di Kabupaten Sarmi. Dalam laga final yang digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, tim voli Polres Sarmi tampil solid dan berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 3–1. Kemenangan tersebut memastikan Polres Sarmi keluar sebagai Juara Umum turnamen.


Piala juara diserahkan oleh panitia kepada Kasat Polair Polres Sarmi AKP Gustam, yang juga bertindak sebagai pelatih tim voli Polres Sarmi. Selanjutnya, piala kemenangan itu dibawa dan diserahkan secara resmi kepada Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan, S.Pt., S.I.K. di Mapolres Sarmi.


Kapolres Sarmi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim voli atas kerja keras, kekompakan, dan semangat juang yang ditunjukkan selama pertandingan.


“Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga bukti bahwa personel Polres Sarmi mampu berprestasi tidak hanya dalam tugas kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga,” ujar Kapolres Sarmi.


Sementara itu, AKP Gustam selaku Kasat Polair sekaligus pelatih tim voli Polres Sarmi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas hasil yang diraih tim.


“Kami bersyukur atas kemenangan ini. Semua berkat kerja sama, disiplin, dan semangat juang anggota tim di lapangan. Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh keluarga besar Polres Sarmi,” tutur AKP Gustam.


Dengan kemenangan ini, Polres Sarmi tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Sarmi untuk terus menjunjung tinggi semangat sportivitas dan kebersamaan sebagaimana nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda. Tutup

Subsatgas Si-Ipar Terus Konsisten Dampingi Anak Papua Dalam Menggali Ilmu


Jayapura – Program edukasi Operasi Rasaka Cartenz 2025 kembali menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan anak-anak Papua, Selasa (28/10/2025).


Melalui Subsatgas Si-Ipar, kegiatan belajar rutin kembali digelar di Rumah Belajar Distrik Heram, Polresta Jayapura Kota, dengan semangat mendampingi anak-anak yang putus sekolah agar tetap memperoleh pendidikan yang layak.


Kegiatan yang menjadi agenda tetap setiap pekan ini disambut antusias oleh para peserta didik. Hasilnya pun mulai terlihat, di mana anak-anak kini telah mampu membaca kata dan kalimat sederhana, serta menghitung penjumlahan dan pengurangan dasar. Personel Subsatgas Si-Ipar terus memberikan pembelajaran lanjutan untuk memperkuat kemampuan dasar yang telah dikuasai anak-anak tersebut.


Proses belajar dilakukan dengan metode interaktif dan menyenangkan, di mana anak-anak belajar sambil bermain agar tidak cepat bosan. Kehangatan interaksi antara personel Polri dan anak-anak menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat kegiatan belajar semakin bermakna.


Kasubsatgas Si-Ipar AKP John P. Lerech menegaskan bahwa program edukasi ini merupakan bagian penting dari upaya Polri dalam membangun masa depan generasi muda Papua.


“Kami ingin memastikan tidak ada anak Papua yang tertinggal dalam hal pendidikan. Setiap kemajuan mereka adalah kebanggaan kami, dan Polri akan terus hadir dengan hati — tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga harapan masa depan mereka,” ujar AKP John Lerech.


Melalui Operasi Rasaka Cartenz 2025, Polri berupaya menghadirkan pendekatan humanis di tengah masyarakat Papua. Kegiatan pendidikan yang dijalankan Subsatgas Si-Ipar menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pemberdayaan sosial dan pengembangan sumber daya manusia Papua.


Dengan konsistensinya, Operasi Rasaka Cartenz 2025 membuktikan bahwa Polri turut menjadi bagian dari perjalanan generasi emas Papua, memberikan harapan dan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk menggapai masa depan yang cerah.


Polres Asmat Berikan Bantuan Pengembangan Usaha Kepada Masyarakat Kampung Asuwetsy


Jayapura – Dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), Polres Asmat memberikan bantuan pengembangan usaha kios kepada salah satu warga Kampung Asuwetsy, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (28/10/2025).


Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kasi Humas Polres Asmat, Ipda A. A. Gd. Raka Arik Trisna, S.H., mewakili Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K.


Dalam kegiatan tersebut, Ipda A. A. Gd. Raka Arik Trisna menyampaikan bahwa usaha kecil seperti kios memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya dalam penyediaan kebutuhan pokok di lingkungan sekitar.


“Usaha kios mempunyai peran penting dalam menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat sekitar, sekaligus membantu meningkatkan kemandirian ekonomi warga,” ujar Ipda Agung Raka.


Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat di wilayah hukum Polres Asmat, terutama dalam mendorong tumbuhnya usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan ekonomi produktif.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program Polres Asmat untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis masyarakat, dengan memberikan motivasi dan dukungan nyata bagi warga yang memiliki kemauan berusaha.


“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan usaha dan menjadi contoh bagi masyarakat lain agar lebih giat berusaha,” tambahnya.


Masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Polres Asmat terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di Kampung Asuwetsy.


Dengan adanya kegiatan ini, Polres Asmat berharap dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta mendorong terbentuknya kemandirian ekonomi lokal yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Asmat.

Polda Papua Gelar Diskusi Bersama Bksda, Tokoh Adat, Dan Akademisi Bahas Isu Pembakaran Burung Cendrawasih


Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar pertemuan dan diskusi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua, tokoh adat, serta akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam rangka membahas dinamika pemberitaan dan reaksi publik terkait peristiwa pembakaran burung Cenderawasih di Kabupaten Boven Digoel, yang sempat menjadi perhatian masyarakat luas, Selasa (28/10/2025).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Vicon Lantai 2 Polda Papua, Abepura, Jayapura, dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., serta dihadiri oleh Kepala BKSDA Papua Jhony Santoso, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabid Kum Kombes Pol. Dedy Sumarsono, S.I.K., M.H., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, perwakilan DPR Papua Adam Arisoi, serta Dosen Antropologi Uncen Prof. Dr. Fredik Sokoy, S.Sos., M.Si.


Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menegaskan pentingnya menangani isu pembakaran burung Cenderawasih secara komprehensif dan lintas sektor, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, budaya, dan komunikasi publik.


“Kita perlu melihat permasalahan ini secara utuh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi nilai-nilai budaya dan persepsi publik. Penanganan komunikasi yang tepat akan membantu mencegah salah tafsir dan menjaga ketertiban di masyarakat,” tegas Kapolda.


Kapolda juga meminta agar Bidang Humas Polda Papua melakukan analisis mendalam terhadap pemberitaan dan opini publik di media sosial, guna menyusun langkah-langkah komunikasi yang terarah dan menekan sentimen negatif yang berkembang.


Dalam pemaparannya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan hasil analisis pemberitaan dan aktivitas media sosial terkait isu tersebut.


Dari hasil monitoring sejak 21 hingga 27 Oktober 2025, tercatat 111 postingan dengan lebih dari 4,3 juta tayangan, serta lebih dari 274 ribu interaksi publik.


“Puncak perhatian publik terjadi pada 22 Oktober, namun berhasil ditekan setelah dilakukan koordinasi dengan jajaran Polres dan akun lokal terpercaya untuk memposting konten netral dan edukatif. Langkah ini efektif meredam sentimen negatif di masyarakat,” ungkapnya.


Perwakilan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay menyampaikan bahwa burung Cenderawasih memiliki makna budaya dan spiritual mendalam bagi masyarakat Papua, sehingga tindakan pembakaran terhadap satwa tersebut dianggap menyinggung nilai adat.


“Cenderawasih adalah simbol kehormatan dan identitas masyarakat Papua. Kami berharap pemerintah dan aparat dapat membuat peraturan daerah khusus yang melindungi satwa ini serta memberikan edukasi ke masyarakat,” ujar perwakilan LMA Port Numbay.


Sementara itu, Prof. Dr. Fredik Sokoy dari Uncen menambahkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada tindakan hukum, tetapi juga pada aspek komunikasi publik dan pemahaman budaya.


“Cenderawasih bukan sekadar hewan endemik, tetapi lambang spiritual dan identitas orang Papua. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berkaitan dengan satwa ini perlu disertai pendekatan budaya yang arif dan transparan,” jelasnya.


Kepala BKSDA Papua, Jhony Santoso, mengakui adanya kekurangan koordinasi dan komunikasi di lapangan yang menyebabkan munculnya kesalahpahaman publik.


“Kami tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Semua proses dilakukan sesuai aturan, namun memang perlu evaluasi agar ke depan setiap langkah disertai sosialisasi yang lebih baik,” tuturnya.


Menutup diskusi, Kapolda Papua menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga antara Polri, pemerintah daerah, BKSDA, akademisi, dan tokoh adat dalam merumuskan langkah-langkah penanganan isu yang berimbang antara penegakan hukum dan penghormatan budaya.


“Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun pemahaman bersama dan memperkuat koordinasi agar setiap kebijakan dan tindakan yang diambil mencerminkan rasa hormat terhadap budaya Papua sekaligus menjamin kepastian hukum,” tutup Kapolda Papua.