Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan

08/03/22

Melalui IPSI, Kapolres Pacitan Ajak Pesilat Jaga Persatuan

 


PACITAN-Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Kapolres Pacitan, Jawa Timur, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengajak seluruh pesilat senantiasa menjaga persatuan. 


Hal itu disampaikan Kapolres Pacitan saat memberikan apresiasi penghargaan para atlet di ajang Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup yang digelar tanggal 27-28 Februari 2022 yang lalu. 


"Walaupun berbeda baju, kita adalah satu, yakni IPSI. Hilangkan ego kelompok yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya, Senin (7/3/2022). 


Menurut pria nomor satu di Polres Pacitan itu, bahwa IPSI merupakan cerminan keberagaman. Sebagaimana sila ke-3 Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda ras, suku dan agama namun tetap rukun satu sama lainnya. 


"Sesuai sila ke-3 dari Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Ini harus kita gaungkan.  Jangan sampai ada keributan antar perguruan pencak silat. Sekali lagi meskipun berbeda baju, justru kebhinekaan harus semakin direkatkan," jelas Wiwit. 


Selain itu, Wiwit juga berharap kepada para atlet lebih meningkatkan prestasi agar bisa mengikuti pertandingan pada jenjang selanjutnya. 


"Terima kasih kepada adik-adik atlet yang telah berusaha keras hingga meraih prestasi pada ajang kompetisi Kapolres Cup 2022. Semoga di jenjang selanjutnya tetap mendapatkan kejuaraan. Menang atau kalah hal biasa," tuturnya. 


Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Pacitan, Khusnul Qomarudin mengucapkan terimakasih kepada Kapolres dan jajaran. Atas dukungannya, Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup 2022 Piala Kapolres Pacitan bisa terselenggara dengan baik. 


"Terima kasih Kapolres Pacitan dan jajarannya yang telah memfasilitasi IPSI. Menurut saya ini luar biasa. Karena pencak silat bisa bergeliat lagi. Dan merupakan suatu penghormatan hingga para atlet menghasilkan kejuaraan," ucapnya. 


Khusnul menyebutkan, IPSI Pacitan menaungi 13 perguruan pencak silat. Dengan jumlah tersebut selain menjalin silaturahmi, diharapkan juga akan menghasilkan para atlet berprestasi. Sedangkan tak kalah penting terwujudnya sitkamtibmas. 


"Tentu silaturahmi akan kita jaga. Sebentar lagi kita akan mengikuti event pertandingan Pra Pon dan Porprov Jatim. Semoga atlet kita meraih prestasi kembali," ujar Khusnul Qomarudin saat mengikuti giat apel di halaman Mapolres Pacitan. 


Sebagai informasi, dari hasil Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup 2022 Piala Kapolres Pacitan, juara umum 1 diraih oleh PSHT Pusat Madiun Cabang Pacitan. Selanjutnya juara umum 2 oleh Tapak Suci Putra Muhammadiyah Pacitan. Sedangkan Persinas Asad Pacitan meraih juara umum 3. (*)

17/02/22

Polisi di Pacitan Dampingi Warga Buat Minyak Goreng Berbahan Kelapa Hingga Bagikan Secara Gratis

 


PACITAN-Ditengah kelangkaan minyak goreng dipasaran, membuat Polisi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur turun gunung bantu masyarakat membuat minyak goreng alami berbahan kelapa. 


Ya, tampak pria berseragam kecoklatan itu saling bahu membahu mulai mengambil kelapa tua, mengupas, mengukur, memeras atau mengambil santan hingga memasak menjadi minyak goreng. 


Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan pendampingan tersebut dilakukan mengingat saat ini minyak goreng masih langka. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kelapa sebagai bahan baku minyak sehingga kebutuhan rumah tercukupi. 


"Iya saya berserta anggota dirumah Kepala Desa Ketepung Hadi Wiyono, membantu bagaimana cara pembuatan minyak goreng dengan bahan kelapa, hal ini agar warga bisa membuat sendiri untuk kebutuhan keluarga,"katanya, Kamis (17/2/2022). 


Bahkan menurut orang nomer satu lingkup Polres Pacitan itu menjelaskan minyak goreng dari kelapa ini kualitasnya lebih bagus. Sebab masih alami semuanya mulai dari pengelolaaannya dan kandungan kasiat untuk kesehatan. 


"Ini lebih sehat untuk dikonsumsi, blondonya bisa buat makan rasanya manis, begitu minyaknya juga selain buat masak bisa buat obat juga kan,"imbuhnya.


Sekali membuat proses dari awal hingga menjadi minyak goreng siap saji, membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Setelah sari santan mengumpal dan sebagian menjadi minyak goreng lalu disaring dan lakukan peacing. 


"Setelah masak selesai, kita bungkus atau bisa juga dimasukkan botol,"jelasnya. 


Tak hanya mendampingi membuat minyak goreng, para anggota polisi tersebut langsung membagikan kepada masyarakat secara gratis. Dengan harapan bisa membantu untuk kebutuhan tiap harinya. 


"Ini kita langsung bagi kepada masyarakat gratis, dengan harapan dapat meringankan beban mereka. Dan ini bisa dibuat oleh masyarakat juga,"ungkap, Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono.

15/02/22

Inovasi Polres Pacitan, Ciptakan Alat Penakluk Orang Berbahaya


Pacitan - Polres Pacitan ciptakan alat untuk menaklukkan orang yang membahayakan dengan membawa Senjata Tajam (Sajam). Alat ini diyakini mampu menghalau orang berbahaya, tanpa melukai dan aman bagi personel pada saat melakukan penangkapan. 


Inovasi ini terinspirasi dari rentetan peristiwa yang kerap terjadi, terkait orang gila atau orang yang membahayakan, dengan membawa Sajam menyatroni Markas Kepolisian atau tempat umum lainnya.


Alat tersebut merupakan Tongkat dan Jaring berukuran besar yang kuat. Tongkat panjang dengan ujung berbentuk huruf U, di bantu dengan Jaring besar ini telah di uji coba untuk menaklukkan orang berbahaya di Polres Pacitan. 


Alhasil alat tersebut mampu mengamankan pelaku, atau orang berbahaya dengan membawa Sajam, tanpa melukai pelaku dan aman bagi personel yang melakukan pengamanan. 


Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, yang juga sebagai penggagas alat penakluk orang berbahaya ini mengatakan. Ide tersebut muncul setelah beberapa waktu lalu wilayahnya mendapat teror dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di kecamatan Arjosari, Pacitan. ODGJ itu membawa sajam dan mengancam jiwa pengendara. 


Terlintas dalam benaknya alat penangkap ikan atau biasa di sebut jaring di padukan dengan tongkat besi panjang, untuk mengamankan orang tersebut tanpa melukai, namun juga aman bagi anggota yang melakukan pengamanan. 


"Setelah beberapa waktu lalu wilayah kami ada ODGJ bawa sajam, mengancam jiwa pengendara di Kecamatan Arjosari, Pacitan. Selain itu, juga pernah ada kejadian di wilayah lain, ada orang tak dikenal bawa sajam menyatroni Polres Lumajang. Ide tersebut muncul setelah saya melihat postingan di sejumlah media sosial, dan saya padukan dengan kebiasaan masyarakat Pacitan sini yang mayoritas sebagai nelayan. Terciptalah alat itu," bebernya AKBP Wibisono.  


"Alat itu sudah pernah kita gunakan untuk mengamankan ODGJ yang membahayakan di Polsek, dan kita berhasil mengamankan orang tersebut tanpa melukai. Saat ini alat tersebut juga sudah tersebar di seluruh Polsek di wilayah hukum Pacitan," akunya. 


Menurut Kapolres Pacitan, alat itu sangat aman untuk di gunakan. Jaring yang di gunakan juga dari bahan khusus, sehingga tidak mudah tersobek jika terkena sabetan benda tajam, Panjang tongkat berukuran 2,5 meter, dengan diameter lingkaran 80 cm, dan panjang jaring 180 cm, dan ringan untuk di bawa. 


Untuk tongkat panjang berbentuk huruf U itu, AKBP Wibisono menjelaskan jika alat tersebut sudah pernah di gunakan oleh Polres lain di luar Polda Jatim, dalam mengamankan orang berbahaya. Namun ia sempurnakan dengan menggunakan bahan besi yang kuat dengan panjang tongkat 2,5 meter, dengan ujung leter U, Lebar 75 cm dan Tinggi35 cm, yang berfungsi untuk melumpuhkan target. 


"Tongkat yang pernah digunakan diluar Polda Jatim itu menurut saya tidak maksimal, karena bahannya dari kayu dan membentuk huruf Y atau huruf V sehingga tidak maksimal, sedangkan punya Polres Pacitan terbuat dari besi dan ujungnya berbentuk U kotak maksimal," akunya. 


"Yang benar - benar hasil ide Polres Pacitan justru maksimal sekali adalah tongkat besi dengan jaring melingkar, yang benar benar akan membuat orang tak dikenal atau ODGJ tidak berdaya. Apalagi kalo dipadukan keduanya," Pungkasnya Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono.

20/01/22

Gelar Vaksinasi Lansia Door To Door Pasukan Langit Pacitan Terbas Jalan Licin

 


PACITAN-Meski jalan terjal dan licin  tak menyurutkan semangat polisi yang tergabung dalam komunitas pasukan langit untuk ciptakan herd immunity pada lansia rela blusukan door to door gelar vaksinasi dosis pertama. 


Kapolsek Kebunagung Iptu Giyarno,S.H menyatakan dirinya bersama anggota, tenaga kesehatan setempat, Pemerintah Desa Gembuk sengaja sasar lansia karena diakibatkan tak mungkin bisa menjangkau ke tempat berkumpulnya vaksinasi. 


"Kami bersama tenaga kesehatan, pemdes lakukan ini guna menciptakan kekebalan tubuh, saya tak ingin orang tua atau lansia terkena Covid-19,"katanya. 


Dia menyebutkan ada 7 Dusun dalam satu hari yang telah dia sasar Vaksin Dosis pertama, pun sebagai bentuk gerakan Presisi anggota Polri dalam mengabdi untuk NKRI. 


"Iya memang habis hujan, tapi kita tetap jalankan karena ini bentuk pengabdian kami untuk Negara, kesehatan masyarakat bagian utama,"imbuhnya. 


Terlebih medan yang berada di wilayah Polsek Kebonagung sebagian besar Pegunungan membuat perjuangan para anggota Polisi di Pacitan itu semakin bertambah. 


"Meski bagitu kita selalu menghimbau agar tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker,"terangnya. 


Ternyata gerakan door to door tersebut mendapatkan atensi dari warga, terbukti para lansia dengan senang hati mau disuntik vaksin, sebab dia pun menyadari saat seperti ini membutuhkan kekebalan tubuh yang kuat. 


"Semoga terus diberikan kesehatan dan panjang umur, saya teringat ibu saya jika lihat lansia. Membuat kebahagiaan tersendiri dapat blusukan,"ucapnya.(*)