31/10/26

Dorong Ekonomi Masyarakat Lokal, Pemkab Keerom Godok Regulasi Industri Kecil

 


Jayapura – Pemerintah Kabupaten Keerom tengah menggodok regulasi pemberdayaan industri kecil yang ditujukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat asli Keerom dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.


Wakil Bupati Keerom, Daud, yang mewakili Bupati Keerom Piter Gusbager, mengatakan bahwa penyusunan regulasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian dan keberpihakan kepada masyarakat asli Keerom, khususnya dalam pengembangan sektor industri kecil.


Menurutnya, pemberdayaan industri kecil perlu didukung melalui kebijakan yang memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi usaha, meningkatkan keterampilan, serta memperoleh kesempatan dalam kegiatan ekonomi daerah.


“Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat asli melalui pengembangan industri kecil. Regulasi ini diharapkan menjadi landasan agar masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Daud mewakili Bupati Piter Gusbager.


Ia menambahkan, pengembangan industri kecil diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki Kabupaten Keerom.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Keerom dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli melalui kebijakan pemberdayaan yang berkelanjutan.


Polda Papua mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai salah satu langkah memperkuat kesejahteraan dan stabilitas sosial. 


Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Melalui kebijakan tersebut, diharapkan industri kecil dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Kabupaten Keerom.

Polda Papua Temukan Motor Korban Curanmor, Pemilik Sampaikan Rasa Syukur dan Apresiasi


Jayapura – Keberhasilan jajaran Polda Papua dalam menemukan kembali sepeda motor milik masyarakat yang dilaporkan hilang mendapat apresiasi dari para korban. Tiga warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda Papua beserta seluruh jajaran kepolisian yang telah bekerja melakukan penyelidikan hingga kendaraan berhasil ditemukan.


Apresiasi tersebut disampaikan oleh Syahrul Ramadhan, Mustakin, dan Ardiansyah, yang sepeda motornya sempat menjadi sasaran pencurian di wilayah Kota Jayapura.


Syahrul Ramadhan, seorang karyawan minimarket, mengungkapkan bahwa sepeda motornya hilang sekitar dua bulan lalu ketika dirinya sedang bekerja. Saat selesai bekerja dan hendak pulang, ia mendapati kendaraan yang sebelumnya diparkir di depan minimarket sudah tidak berada di tempat.


“Setelah kejadian itu, saya melaporkan kehilangan kendaraan kepada pihak kepolisian. Saya sangat bersyukur karena setelah melalui proses penyelidikan, sepeda motor saya akhirnya berhasil ditemukan di wilayah Entrop, Jayapura Selatan,” ungkap Syahrul.


Ia mengaku sepeda motor tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari.


“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Papua beserta seluruh jajaran yang telah membantu menemukan kembali sepeda motor saya. Semoga Polda Papua dan seluruh anggota kepolisian semakin sukses dalam menjalankan tugas, selalu diberikan kesehatan, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.


Apresiasi serupa juga disampaikan Mustakin, warga yang kehilangan sepeda motor pada 17 Oktober 2026 di sekitar kawasan Mall Jayapura. Saat kejadian, ia bersama istrinya sedang berjualan di area kontainer di samping mall, yang biasa digunakan untuk berjualan menjelang perayaan Tahun Baru.


Mustakin menjelaskan, ketika istrinya hendak menutup tempat jualan, kunci kendaraan diduga masih tertinggal dan belum dicabut. Setelah selesai berjualan dan hendak pulang, mereka tidak menyangka sepeda motor tersebut telah dibawa oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


“Kami tidak menyangka kendaraan tersebut bisa dibawa orang lain. Namun, kami bersyukur karena sepeda motor akhirnya berhasil ditemukan dan pelakunya juga telah diamankan oleh pihak kepolisian,” ujar Mustakin.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena kendaraan miliknya berhasil ditemukan dalam keadaan baik dan utuh.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua beserta seluruh jajaran yang telah membantu menemukan kembali kendaraan kami dan mengamankan pelakunya. Kendaraan kami masih dalam kondisi baik dan utuh. Terima kasih atas pelayanan dan kerja keras pihak kepolisian,” tuturnya.


Sementara itu, korban ketiga, Ardiansyah, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan jajaran Polda Papua dalam menemukan kembali sepeda motornya.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua dan seluruh anggota kepolisian yang telah membantu menemukan kendaraan saya. Saya sangat bersyukur dan berharap Polda Papua terus memberikan pelayanan terbaik serta menjaga keamanan masyarakat,” ungkap Ardiansyah.


Keberhasilan pengungkapan dan penemuan kendaraan tersebut merupakan bagian dari upaya jajaran Polda Papua dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Polda Papua mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, memastikan kunci kontak telah dicabut, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memilih lokasi parkir yang aman dan mudah diawasi.


Masyarakat juga diharapkan segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindak pidana.


Melalui pengungkapan kasus dan pengembalian kendaraan kepada pemiliknya, Polda Papua berharap kepercayaan serta kerja sama antara Polri dan masyarakat terus terjaga. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi dan melaporkan setiap tindak kejahatan menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Tanah Papua.

Melalui Subuh Keliling, Polres Merauke Ajak Warga Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan


 

Jayapura – Personel Polsek Jagebob Polres Merauke melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid At-Taubah, Kampung Angger Permegi, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Sabtu (31/10/2026) pukul 04.30 WIT. 


Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengajak warga mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolsek Jagebob IPTU Turhamun S., S.Sos., M.Si., dan dipimpin oleh Kasium Polsek Jagebob Aipda Mustafa bersama sejumlah personel.


Dalam kesempatan tersebut, personel mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta berperan aktif menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah Distrik Jagebob.


Kapolsek Jagebob IPTU Turhamun S., S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kepedulian dan kerja sama antara masyarakat dengan kepolisian.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Apabila ada permasalahan di lingkungan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan cara yang baik. Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.


Selain pesan kamtibmas, personel juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya karhutla. Masyarakat diimbau agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan.


“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran hutan dan lahan dapat merugikan banyak pihak, menimbulkan asap, serta mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, kami berharap warga turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tambahnya.


Warga juga diajak untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan gangguan kamtibmas maupun potensi karhutla, sehingga dapat segera ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.


Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polsek Jagebob berharap hubungan komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat semakin terjalin dengan baik. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

 

Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Desa Wonokerto Lumajang

 


LUMAJANG – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan warga mewarnai pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026).


Pembangunan infrastruktur jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antar dusun sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.


Pantauan di lokasi, sejak pagi hari prajurit TNI bersama warga setempat bahu-membahu melakukan pekerjaan pembangunan jembatan. Mulai dari pengangkutan material, perakitan rangka, hingga pengecoran dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kekompakan.


Pasiter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


> "Jembatan Garuda ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tapi juga jembatan kebersamaan. Kami bersama warga ingin memastikan konektivitas wilayah di Wonokerto ini semakin lancar, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat dapat berjalan lebih baik," ujar Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi di sela kegiatan.


Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda sangat vital bagi warga Dusun Wonoasih. Selama ini warga harus memutar jauh atau kesulitan saat musim hujan tiba. Dengan dibangunnya jembatan ini, akses menuju lahan pertanian, sekolah, dan pusat ekonomi desa akan lebih mudah dan aman.


"Antusiasme warga sangat luar biasa. Ini yang membuat kami semakin semangat. TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," tambahnya.


Sementara itu, salah satu warga mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan TNI. Ia berharap jembatan tersebut segera selesai dan bisa segera dimanfaatkan oleh seluruh warga.


Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wonokerto Tahap VII ini ditargetkan selesai tepat waktu dengan mengedepankan kualitas dan keamanan konstruksi. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Gucialit.


Program Jembatan Garuda sendiri merupakan salah satu program unggulan Kodim 0821/Lumajang dalam rangka membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. (Pendim0821)

Babinsa Bondoyudo Dampingi Petani Olah Lahan, Dukung Produktivitas Pertanian

 


Lumajang – Wujud kepedulian dan upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan terus dilakukan Babinsa Bondoyudo Koramil 0821-02/Sukodono. Salah satunya melalui pendampingan pengolahan lahan sawah milik Kelompok Tani Enggal Jaya 2 di Dusun Kerajan RT 015 RW 004, Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Bondoyudo Sertu Muhammad Yani turut mendampingi proses pengolahan lahan pertanian milik Wahuri dengan luas sekitar 0,6 hektare. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memberikan motivasi agar kegiatan pertanian berjalan optimal.


"Kehadiran kami di tengah aktivitas petani diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal, sehingga mampu menunjang produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Yani disela kegiatannya.


Ketua Kelompok Tani Enggal Jaya 2, Pirono Selamet, menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa menjadi penyemangat bagi para petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.


“Kami merasa terbantu dan semakin bersemangat dengan kehadiran Babinsa yang turut mendampingi kegiatan pengolahan lahan. Semoga kebersamaan ini terus terjalin sehingga hasil pertanian semakin baik dan dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Bondoyudo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjalin komunikasi dan kerja sama dengan kelompok tani, serta mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan langsung di lapangan. (Pendim0821)

Wujud Kepedulian Lingkungan, Babinsa Kandangtepus Bersama Warga Normalisasi Selokan dan Gorong-Gorong

 



Lumajang – Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan upaya menciptakan kondisi pemukiman yang sehat, Babinsa Kandangtepus Koramil 0821-03/Senduro Serda Handrian Aji Siagawan bersama warga melaksanakan kerja bakti normalisasi selokan dan gorong-gorong di Dusun Krajan RT 001 RW 008, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan melalui gotong royong membersihkan saluran air dari endapan tanah, sampah, serta material yang berpotensi menghambat aliran air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi terjadinya genangan air, terutama saat intensitas hujan meningkat.


Serda Handrian Aji Siagawan menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.


“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga. Saluran air yang bersih dan lancar sangat penting untuk mencegah genangan serta menjaga kenyamanan masyarakat,” ungkap dia.


Sementara itu, Kepala Desa Kandangtepus, Suryadi, menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa bersama masyarakat memberikan motivasi tersendiri dalam meningkatkan semangat gotong royong.


“Kami sangat mendukung kegiatan kerja bakti ini. Dengan kebersamaan antara Babinsa dan warga, diharapkan kebersihan lingkungan semakin terjaga dan saluran air dapat berfungsi dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan secara rutin,” tuturnya.


Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Kandangtepus bersama pemerintah desa dan masyarakat terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman. Semangat gotong royong diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga. (Pendim0821)

TNI-Polri Bersama Masyarakat Gotong Royong Tangani Dampak Longsor di Tamanayu

 



Lumajang – TNI-Polri bersama masyarakat bergerak melakukan penanganan pascabencana tanah longsor di RT 022 RW 008 Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan difokuskan pada evakuasi korban, pembersihan material longsor, serta penanganan rumah warga yang terdampak.


Bati Tuud Koramil 0821-14/Pronojiwo, Peltu Danang Widiatmoko, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI-Polri bersama masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat dalam membantu warga menghadapi dampak bencana. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan faktor keamanan di lokasi kejadian.


Setelah kondisi cuaca memungkinkan sekitar pukul 04.30 WIB, proses evakuasi berhasil menemukan dua korban, yakni Imron Rosadi (40) dan putrinya Hilya (9), dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke rumah orang tua korban di Dusun Manggisan untuk proses pemulasaraan.


Usai proses evakuasi, TNI-Polri bersama masyarakat melanjutkan kegiatan dengan membersihkan material tanah dan bangunan yang menimbun rumah korban. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan sekaligus membantu pemulihan kondisi lingkungan sekitar.


Selain rumah korban, longsor juga mengakibatkan kerusakan pada rumah milik Wardi (60), khususnya bagian dapur dan sebagian ruang tengah. Sementara pagar rumah milik Soleman yang berada di atas tebing turut runtuh dan menimpa rumah korban.


Peltu Danang Widiatmoko menegaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama seluruh unsur, terutama dalam pembersihan material, pemantauan kondisi lingkungan, dan memastikan keselamatan warga. Hal ini mengingat material longsoran dengan panjang sekitar 8 meter dan ketinggian tebing sekitar 10 meter masih dalam kondisi labil.


Melalui kebersamaan TNI-Polri dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak longsor dapat berjalan lancar, beban warga terdampak dapat diringankan, serta kondisi lingkungan secara bertahap kembali aman dan kondusif. Semangat gotong royong menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi musibah. (Pendim 0821).

Polda Papua Ungkap 11 Kasus Curanmor dalam Sepekan, 10 Tersangka dan 34 Motor Diamankan


 

Jayapura – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua bersama Satuan Reserse Kriminal Polres jajaran berhasil mengungkap 11 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan mengamankan 10 orang tersangka dan 34 unit sepeda motor berbagai merek selama pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) penegakan hukum curanmor periode 26–31 Oktober 2026.


Pengungkapan tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah hukum Polda Papua, meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Quick Wins Kapolri, khususnya penanganan kejahatan curanmor.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian H. Gultom, S.I.K., M.Si., melalui Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, Kompol I Dewa Gede Ditya K., S.I.K. menjelaskan bahwa dari hasil pelaksanaan KRYD tersebut, sepuluh tersangka yang diamankan merupakan pelaku utama yang melakukan tindak pidana secara perorangan.


“Selama periode 26 hingga 31 Oktober 2026, Ditreskrimum Polda Papua bersama Satreskrim Polres jajaran berhasil mengungkap 11 laporan polisi dengan mengamankan 10 tersangka dan 34 unit sepeda motor berbagai jenis. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja penyidik dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta melakukan pengembangan terhadap perkara curanmor,” jelasnya.


Dari keseluruhan pengungkapan tersebut, Polres Biak Numfor menangani dua kasus, Polres Merauke dua kasus, Polresta Jayapura Kota tiga kasus, Polres Jayapura dua kasus sedangkan pengungkapan lainnya ditangani personel Ditreskrimum Polda Papua.


Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 21 hingga 50 tahun. Sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap. Adapun motif pencurian diduga dilatarbelakangi faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan sosial.


Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan modus operandi berupa kunci letter T untuk merusak sistem pengamanan kendaraan serta merusak fungsi kontak sepeda motor agar dapat dibawa tanpa seizin pemiliknya.


Barang bukti yang diamankan terdiri atas 34 unit sepeda motor berbagai merek, di antaranya Honda Beat, Honda Vario, Honda Revo, dan Yamaha Mio M3.


Selain pengungkapan tersebut, pada Jumat (30/10/2026), Ditreskrimum Polda Papua bersama Polresta Jayapura Kota juga melakukan penindakan lanjutan terkait pengembangan perkara curanmor dengan tersangka berinisial MD.


Berdasarkan keterangan tersangka, masih terdapat kendaraan yang diduga merupakan hasil pencurian dan disimpan di salah satu Rusunawa di Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura.


Menindaklanjuti informasi tersebut, personel gabungan melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan 25 unit kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dokumen kepemilikan yang sah. 


Seluruh kendaraan kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan, inventarisasi, dan identifikasi lebih lanjut guna memastikan asal-usul serta status kepemilikannya.


Dalam proses penanganan perkara, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan dan penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan barang bukti, serta penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka.


Para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak kategori V.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi kendaraan dari tindak pencurian.


“Kami mengimbau masyarakat agar melengkapi kendaraannya dengan kunci pengaman tambahan. Jika memungkinkan, pasang kamera pengawas atau CCTV di lingkungan tempat tinggal maupun lokasi parkir, serta manfaatkan perangkat GPS untuk membantu memantau keberadaan kendaraan,” ujar Kabid Humas.


Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila mengalami gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun mengetahui adanya tindak pidana.


“Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun secara gratis,” jelasnya.


Kabid Humas berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu kepolisian dalam mencegah tindak kriminalitas sekaligus menjaga situasi kamtibmas di wilayah Papua tetap aman dan kondusif..


Melalui langkah tersebut, Polda Papua berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di wilayah Papua.