27/10/26

Kirenius Telenggen: Mari Bersatu Menjaga Keamanan dan Mendukung Pembangunan Puncak Jaya


Mulia – Tokoh Agama sekaligus Tokoh Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen, mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk berbagai kelompok dan pihak-pihak terkait, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh masyarakat mendukung pemerintah daerah dan aparat keamanan demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.


Kirenius menyampaikan bahwa situasi yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kebersamaan serta menciptakan suasana damai agar berbagai program pembangunan yang sedang berjalan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat melaksanakan tugas dan program pembangunan secara optimal. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.


“Pada kesempatan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, semua kelompok, serta pihak-pihak yang ada di Kabupaten Puncak Jaya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Situasi yang sudah kondusif ini harus kita pertahankan agar pembangunan yang sedang berjalan dapat terus terlaksana dengan baik,” ujar Kirenius.


Ia menegaskan bahwa kepentingan pribadi maupun kelompok hendaknya tidak menjadi penghalang bagi terciptanya persatuan dan kemajuan daerah. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengedepankan kepentingan bersama, kepentingan umum, serta masa depan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya.


“Mari kita tinggalkan kepentingan pribadi dan kelompok yang dapat memecah belah persatuan. Kita harus mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan umum, sehingga pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Kirenius mengajak seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kedamaian. Ia berharap setiap persoalan yang muncul dapat disikapi dengan bijaksana melalui komunikasi dan penyelesaian yang mengedepankan persatuan, sehingga tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.


“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan dukungan dari seluruh masyarakat. Karena itu, mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif demi kelanjutan pembangunan yang manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.


Menutup imbauannya, Kirenius berharap agar situasi kondusif di Kabupaten Puncak Jaya dapat terus dipertahankan melalui kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta bersama-sama mendukung kemajuan Kabupaten Puncak Jaya menuju masa depan yang lebih baik.


“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga daerah ini agar tetap aman dan damai. Mari kita bersatu, mendukung pembangunan, dan menjaga situasi tetap kondusif demi kepentingan seluruh masyarakat Puncak Jaya. Kinaonak, Waa…,” tutup Kirenius Telenggen.

Operasi Patuh Cartenz 2026 Hari Pertama, Sat Lantas Polresta Berikan 49 Teguran kepada Pelanggar


Jayapura – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Jayapura Kota melaksanakan Operasi Patuh Cartenz 2026 di depan Hotel Yasmin, tepatnya di Pos Yasmin, Kota Jayapura, Senin (26/10/2026) sore.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota AKP Muhammad Akbar, S.Sos sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas


Kasat Lantas mengatakan, dalam kegiatan operasi hari pertama ini pihaknya memberikan teguran tertulis kepada 49 pelanggar kendaraan roda dua (R2), dengan rincian 45 teguran kepada pengendara yang tidak menggunakan helm standar dan 4 teguran kepada pengendara yang menggunakan knalpot brong.


“Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan disiplin masyarakat serta mendorong terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Jayapura,” ucap Kasat Lantas.


Kasat Lantas juga mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, khususnya dengan menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara sepeda motor dan menggunakan knalpot yang sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.


“Masyarakat juga diingatkan untuk melengkapi surat-surat kendaraan, tidak melawan arus, tidak berboncengan melebihi ketentuan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.


AKP Muh. Akbar juga mengingatkan kepada masyarakat Kota Jayapura bahwasanya Operasi Patuh Cartenz 2026 berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat.

26/10/26

Kepala Suku Gome Ajak Masyarakat dan TNI-Polri Jaga Keamanan di Kabupaten Puncak


Ilaga, 25 Oktober 2026 – Kepala Suku Gome Kabupaten Puncak, Yan Alom, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Puncak.


Yan Alom menyampaikan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kerja sama antara masyarakat, tokoh adat, dan aparat keamanan. Ia mengimbau warga agar tetap menjaga persatuan, menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan, serta turut menciptakan suasana damai agar aktivitas masyarakat sehari-hari dapat berjalan dengan baik.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk bersama-sama TNI-Polri menjaga keamanan di wilayah kita. Mari kita jaga kedamaian dan jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ujar Yan Alom.


Selain menyampaikan imbauan terkait keamanan, Yan Alom juga menyoroti kondisi kabut asap yang telah berlangsung selama beberapa bulan di wilayah Ilaga. Ia meminta agar persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian karena kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.


Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama saat membuka lahan, serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.


Yan Alom berharap adanya perhatian dan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi dampak karhutla di Kabupaten Puncak. Dengan kepedulian bersama, masyarakat diharapkan dapat hidup dalam suasana aman, sehat, dan damai.

Tokoh Masyarakat Baburia Ajak Warga Keerom Jaga Persatuan dan Kedamaian

 


Keerom - Tokoh masyarakat Kampung Baburia, Daniel Burnabes, mengimbau masyarakat di Papua, khususnya Kabupaten Keerom dan Jayapura, untuk menjaga persatuan serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.


Ia menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga dalam menjaga keharmonisan sosial serta mencegah konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.


Daniel juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia mengajak warga menyikapi informasi secara bijak serta mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.


Selain menjaga kerukunan, Daniel mendorong masyarakat untuk mengutamakan kegiatan positif dan produktif, seperti berkebun serta aktivitas lain yang dapat menunjang kebutuhan keluarga. Menurutnya, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat perlu dibangun melalui kegiatan yang bermanfaat, tanpa terpengaruh ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan.


Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan warga dalam menangani persoalan di lingkungan setempat. Setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Daniel berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terus diperkuat sehingga masyarakat di Keerom, Jayapura, dan wilayah Papua lainnya dapat hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Pemuda Adat Papua Imbau Warga Jaga Kamtibmas Usai Insiden Bendera di USTJ Jayapura

 


Jayapura - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo, mengimbau masyarakat di seluruh Tanah Papua, khususnya di wilayah provinsi induk, untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas pasca insiden penurunan Bendera Merah Putih dan pengibaran Bintang Kejora di lingkungan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Abepura, Kota Jayapura, pada 30 September 2026 lalu. 


Imbauan tersebut disampaikan Jan Christian Arebo dalam pernyataan tertulis. Ia menilai, peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus, termasuk rektor dan para dosen, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi pendidikan tersebut.


"Penting sekali bagi pihak rektor maupun para dosen untuk melakukan evaluasi bersama, supaya jangan sampai ada asumsi bahwa USTJ mendukung kelompok-kelompok yang selama ini melakukan upaya gangguan kamtibmas di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura," ujar Jan Christian Arebo pada Minggu, 25 Oktober 2026.


Ia juga mengingatkan mahasiswa USTJ agar lebih fokus menjalani pendidikan, menyelesaikan studi, dan meraih cita-cita. Menurutnya, mahasiswa perlu berhati-hati terhadap ajakan kelompok tertentu yang dinilai dapat mendorong keterlibatan mereka dalam aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


Jan Christian Arebo meminta mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh doktrin maupun ajakan demonstrasi yang menurutnya mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan hukum.


"Saya minta mulai hari ini untuk tidak lagi ikut-ikut kelompok itu. Kasihan orang tua kalian yang berusaha bekerja untuk membiayai kuliah, ada yang berjualan dan bertani. Tolong pikirkan orang tua yang saat ini berupaya membiayai studi kalian,"  katanya.


Terkait proses hukum terhadap mahasiswa yang diduga terlibat dalam insiden pengibaran bendera tersebut, Jan Christian Arebo menyatakan mendukung penegakan hukum. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tindakan aparat harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Menurutnya, apabila suatu perbuatan terbukti melanggar hukum, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kalau memang itu melanggar hukum, tetap harus ditindak secara hukum sesuai dengan aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku, tegasnya. 


Jan Christian Arebo menambahkan, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap masyarakat Papua dapat terus menjaga situasi yang aman dan kondusif, sehingga aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.


Ia juga menegaskan komitmennya sebagai anak Papua yang mencintai Tanah Air untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.


"Sebagai anak Papua yang cinta akan Tanah Air, tentu kita bersama-sama selalu berupaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tempat kita bersama," tutupnya.

Menjaga Asa Damai dari Tapal Batas RI-PNG, Tokoh Adat Keerom Serukan Masyarakat Papua Bersatu

  


Keerom - Wakil Kepala Suku Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom, Papua, Yugum Diro Weya, menyerukan seluruh warga menjaga keamanan wilayah. 


Seruan tersebut muncul sebagai langkah antisipasi terhadap potensi provokasi yang kerap memecah belah kerukunan antarwarga.


Menurutnya, Tanah Papua membutuhkan pelindung perdamaian agar roda kehidupan dan pembangunan dapat terus berjalan tanpa bayang-bayang konflik.


Yugum meminta masyarakat Kabupaten Keerom serta Kota Jayapura senantiasa merawat persatuan demi terciptanya situasi kondusif.


"Kita harus bersama-sama menjaga keamanan wilayah ini agar terhindar dari segala bentuk perpecahan," ujar Yugum melalui keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).


Ia juga meminta warga Keerom menyaring setiap informasi secara bijak agar tidak mudah terhasut oleh pihak tak bertanggung jawab.


"Solidaritas serta toleransi antarumat beragama dan suku perlu diperkuat guna meredam potensi gesekan sosial di tengah masyarakat,"tegas Yugum. 


Selain keamanan lingkungan, fokus perhatian juga diarahkan kepada generasi muda yang memegang kunci masa depan daerah.


Yugum secara khusus berpesan kepada para pemuda, pelajar, serta mahasiswa agar fokus menimba ilmu di kota studi masing-masing.


"Generasi muda wajib memanfaatkan waktu belajar dengan baik demi membangun masa depan Papua yang lebih cerah," tambahnya.


Aktivitas positif dinilai jauh lebih bermanfaat ketimbang terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga pemuda, diajak aktif berperan nyata mewujudkan Papua sebagai tanah damai.


"Kami yakin dengan kolaborasi lintas elemen ini mampu mempercepat roda pembangunan serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih," pungkasnya.

Jelang Natal 2026, Arius Wetipo Serukan Masyarakat Keerom Jaga Kedamaian


Jayapura – Menjelang perayaan Natal 2026, Kepala Suku Jayawijaya di Kabupaten Keerom, Arius Wetipo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Keerom. 


Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif menjelang perayaan hari besar keagamaan.


Arius Wetipo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat yang tinggal di Kabupaten Keerom. 


Menurutnya, seluruh warga memiliki tanggung jawab untuk merawat kerukunan, saling menghormati, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.


“Menjelang Natal 2026, saya mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Mari kita tetap bersatu, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban. Kita harus menjaga kebersamaan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan merayakan Natal dengan aman dan damai,” ujar Arius Wetipo.


Ia juga mengingatkan bahwa terciptanya situasi yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan para pemimpin komunitas. 


Komunikasi yang baik serta penyelesaian setiap persoalan secara bijaksana diharapkan dapat mencegah timbulnya konflik di tengah masyarakat.


Menjelang Natal, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial. 


Apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, warga diharapkan mengutamakan koordinasi dan melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara tepat.


Polda Papua mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Keerom untuk mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas dengan menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Sinergi antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah.


Melalui semangat persatuan dan kepedulian bersama, diharapkan perayaan Natal 2026 di Kabupaten Keerom dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh sukacita.

DANDIM 0910/MALINAU HADIRI RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA HUT KE-27 KABUPATEN MALINAU DAN IRAU KE-12

 


MALINAU – Komandan Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Cut Ferizal Yusna, S.Sos., menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Ke-1 Masa Sidang III DPRD Kabupaten Malinau, Senin, 26 Oktober 2026, dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malinau ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Malinau, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan capaian kinerja pembangunan Kabupaten Malinau Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi program pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, dan masyarakat, sekaligus menjaga persatuan serta melestarikan budaya lokal melalui Irau.


Melalui semangat kebersamaan, diharapkan Kabupaten Malinau semakin maju, aman, dan sejahtera.


TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU.